Search This Blog

Saturday, December 31, 2011

Kunang-kunang di Sembilang Untuk J50K 2012

Sembilang. Sembilang.Sembilang. Pejamkan mata, ia berujar bak bisikan. Rasakan kau berada disana. Pantai dengan akar mangrove malang melintang yang kau suka. Beberapa kepiting muncul dari lubang lumpur pantai itu. Tentu saja, aku yang sedang meliuk karena angin menghembuskanku...

Friday, December 30, 2011

J50K 2012 dan Menulis Sampai Mati

Menulis itu, buat saya adalah sebuah upaya menjadikan hidup seimbang. Begitu banyak hal yang kita lihat, kita dengar, kita rasakan. Hal-hal yang merasuki segenap indrawi kita. Ketika semua hal tersebut telah masuk mencari bentuknya di dalam diri kita, diapun akan meronta-ronta minta dikeluarkan. Menulis, adalah cara ia dikeluarkan. Tentu saja, demi sesuatu yang saya sebut "Seimbang" tadi.

Thursday, December 29, 2011

Diskon Akhir Tahun, Ilalang Menarilah..


Ketika saya mengandungnya, entah kenapa, ada energi begitu besar melingkupi saya. Seperti pompaan semangat tiba dari langit untuk saya. Saat hujan turun dengan derasnya. Saat asap secangkir kopi saya mengepul ketika dinihari tiba dan sepulang kerja. saya tetap bersamanya. Saya begitu bersemangat untuk melahirkannya...

Wednesday, December 28, 2011

Marhabban Ya Sinterklas...!

Sudah lewat kejadiannya. Tentu saja. Natal sudah lewat. Tapi, hiks, sampai detik ini saya suka senyum-senyum sendiri kalau ingat kata-kata itu, "Marhabban Ya Sinterklas..!". Kata-kata itu, entah milik siapa, diretweet oleh Saut di twitternya.  

Monday, December 26, 2011

Menghormati Diri Sendiri, Sudah Gila Apa.. !?

Sungguh, jangan terpaku pada judul di atas. Sengaja saya buat begitu supaya efek "Eyecatching"nya kuat. Agak hyperbola memang. Tapi... soal "Menghormati Diri Sendiri" ini adalah hal yang nyata. Itu yang saya lihat sepintas dari gesah seorang sahabat.

Sunday, December 25, 2011

Lan Fang, Penulis Perempuan Kembang Jepun Itu Berpulang..

Siapakah yang bisa menduga apa yang akan terjadi esok ? tak ada. Siapakah yang bisa menolak takdir ? tak ada. Siapakah yang bisa meramal kapan kematian itu akan tiba ? tak ada. Maka atas jawaban itulah tulisan ini saya buat. Tak ada ada yang bisa menolak kedatangan wajah kematian bila ia telah di depan mata. Lan Fang, penulis Novel "Perempuan Kembang Jepun" itu telah berpulang...

Friday, December 23, 2011

Terlalu..!

Ini hari yang aneh. Aneh buat saya hingga saya berkata dalam hati,  "Terlalu!". Entah ini pertanda apa. Sayapun mulai berpikir. Jangan-jangan karena ini menjelang akhir tahun. Kejenuhan memuncak. Mungkin memuncak di banyak kepala hingga memunculkan kata "Terlalu!"tadi. Entahlah...

Thursday, December 22, 2011

Beri Aku Segelas Bir..!

Picture source: from here

Beri aku segelas bir..!. Sungguh itu kata-kata yang keluar dari mulutnya. Perempuan kurus usia tigapuluh dengan wajah tirus. Kau tak kan tau rasanya menjadi dia sampai kau baca kisahnya. Kisah ini adalah salah satu dari 23 prosa saya di buku yang telah diterbitkan "Ilalang Menarilah". Saya persembahkan untuk anda semua di Hari Ibu, hari Ini. Selamat Hari Ibu. Selamat berjuang Perempuan Indonesia. Salam.

Sunday, December 18, 2011

Kangen Advintro...

Itulah kata-kata yang terdengar di kepala saya, baru saja. He, entah kenapa tiba-tiba ingat si Vintro. Advintro, seperti yang diakuinya, tentu bukan nama sebenarnya. Entah siapa dia dan dimana tinggalnya. Tidak jelas buat saya. Kenal dia, hanya lewat blog. Dia paling sering protes kalau saya bilang (di tulisan blog saya) bahwa  saya sexy, hahahaha.

Friday, December 16, 2011

Nekad dan Mepet

Mari, tunjuk jari siapa yang sering berlaku nekad. Nekad mengejar buskota. Nekad menyelesaikan kuliah. Nekad mencari pacar karena ditantang teman-teman sekost. Nekad mencari pekerjaan karena tunjangan jajan distop ortu.  Nekad melompati pagar tinggi karena dikejar anjing gila. Nekad berlari mengejar jambret yang merampas tas. Dan nekad-nekad yang lain. Nekad itu hal yang biasa. Sangat biasa..

Thursday, December 15, 2011

Dimanakah Cintamu...?

Dimanakah cintamu ? Diantara setumpukkan buku. Di meja kerja yang sarat berkas. Diantara ruang rapat yang penuh bualan. Di jalanan dan ruang tunggu penerbangan...

Tuesday, December 13, 2011

Raminten, Lesehan Diantara Bau Dupa

  


Raminten ada di pelupuk mata. Ya, beberapa hari yang lalu saat tugas melawat ke Jogyakarta. Akhirnya, kesampaian juga keinginan lama saya. Lesehan santai di Cafe Raminten (House of Raminten). Setelah lelah berjalan santai menikmati suasana malam di Malioboro, saya bersama teman-teman memantapkan diri menuju Raminten.

Perempuan Dilarang Pegang Pisang dan Ketimun

Dunia ada-ada saja. Tiba-tiba saja ada wacana lucu di FB dan twitter. Katanya, ada oknum ulama yang melarang perempuan memegang pisang dan ketimun. Alasannya, takut pikirannya ngeres. Huahahahaha, astaghfirullahaladzim. Saya jadi ingin tertawa sekaligus menangis. Lucu tapi memprihatinkan. Pikiran siapakah yang sesungguhnya ngeres....?

Saturday, December 10, 2011

Copet Dilarang Masuk...!


Alhamdulillah, semalam sampai juga saya ke rumah setelah ditugaskan ke Jogyakarta selama 2 hari. Perjalanan  yang berlalu sangat cepat. Ya, Jogyakarta, kota yang seperti selalu memanggil-manggil saya untuk didatangi. Inilah sedikit tentang perjalanan saya ke Jogya kemarin. Judulnya, he, Copet Dilarang Masuk...!

Wednesday, December 7, 2011

Pada Mulanya Adalah Mesum...

Sesungguhnya, ada 2 hal yang membuat saya risih saat berinteraksi dengan sesama manusia. Pertama, jika kemesuman dinyatakan secara berlebihan dan agak, maaf, norak. Kedua, ketika orang-orang begitu bernafsu mendakwahi orang lain, apalagi bila caranya tidak menyejukkan. Tetapi, apalah daya saya. Tetap saja apa yang dinyatakan/diperlihatkan oleh orang lain harus saya hormati. Begitulah hidup. Sebab kita manusia miliki latar belakang, juga citarasa/ taste berbeda.

Tuesday, December 6, 2011

Taukah Kau Artinya Ringam...?

Segala puji bagiNya, Tuhan Semesta Alam. Dengan memantapkan hati saya menuangkan apa yang selama ini mengendap di kepala. Ringam, ya ringam. Taukah kau artinya ringam...? Kalau belum tau, wajar. Sebab ini ungkapan dalam bahasa Palembang. Sebuah kata yang kira-kira bisa diartikan sebagai "Rasa kesal karena gangguan kecil yang terus-menerus". He, kapan lagi bisa belajar bahasa Palembang ya..

Sunday, December 4, 2011

Ketika Para Lelaki (Jadi) Suka Acara Masak Di TV

Tadi pagi ketika akan keluar rumah, mata saya melihat pemandangan ganjil. Keponakan saya, kebetulan cowok, sedang menekuri televisi. Kelihatannya asyik sekali. Sesekali ia terlihat senyum-senyum. Sayapun melirik acara televisi yang tengah ditonton itu. Alamak, acara demo masak. Sejak kapan ia suka acara demo masak ? Hm, aneh. Pas saya lihat lagi acara itu dengan seksama, ohohohoho, pantas saja. Itu acara Ala Chefnya Farah Queen (mohon maaf kalau judul acaranya salah) di sebuah stasiun tv. Pantas saja....

Bukan Mengubah Tapi Kompromi

Pagi yang basah. Semalam turun hujan disini kawan. Kebasahan itu, seperti biasa membawa suasana sejuk. Lalu, entah kenapa saya jadi teringat obrolan dengan teman-teman saya semalam.Tentang "Perubahan". Mau tau lengkapnya ? Ayo kita lanjutkan...

Friday, December 2, 2011

Sesampah Apa Kita..?

Tiba-tiba saja, sesuatu di kepala saya menari-nari. Ia seperti berteriak-teriak minta diberi tempat untuk mengekspresikan tariannya. Ya sudahlah. Ayo menarilah...., jawab saya

Thursday, December 1, 2011

Mimiew La Gadis

Tidak terasa, waktu berjalan begitu cepat. Ketika awan putih berarak saat angin menggerakkannya. Ketika hujan turun, dan bunga-bunga di halaman bermekaran, Mimiew mekar. Mimiew tumbuh sebagaimana anak-anak seusianya. Kini, ia telah menjadi gadis remaja. Ah, Mimiew la gadis...

Sunday, November 27, 2011

Ketika Sebuah Masjid Akan Dijual

 Sumber: Dok.Pribadi Panca Iswandi

Kemarin sore saya menemukan sebuah gambar yang cukup membuat saya terkesima. Gambar yang dimuat seorang teman di wall FBnya. Seperti yang anda lihat di atas. Pada gambar itu tertulis : "DIJUAL MASJID, I JUTA/M2....". Sesuatu di kepala saya segera berkata, Dimanakah para umat ...?

Saturday, November 26, 2011

Darimanakah Asa Itu..?


Tadi pagi ketika mata saya terbuka, seperti biasa yang lebih dulu terbuka adalah indra pendengaran saya. Mata saya berkerjab demi mendengar suara-suara yang masuk ke telinga. Suara lantunan doa, dari masjid dekat rumah. Artinya sudah hampir pukul setengah enam pagi. Suara kicau burung, entah sedang bertengger di dahan apa. Suara televisi, ah tidak ada. Tentu saja, kan saya masih tergolek di pembaringan.

Friday, November 25, 2011

Hujan di Sudut Matamu..

sajakku tercipta karena hujan, katamu
maka baitnya mendenting serupa titik-titik hujan
tak sekedar menitik, juga basahkanmu
ia berlari bak sore yang kan ditawan malam pelan-pelan

Thursday, November 24, 2011

UsaiJuga Sea Games Di Palembang

Akhirnya perhelatan Sea Games ke XXVI itu usai juga. Tentu saja disyukuri, apalagi karena Indonesia meraih juara umum. Ini perjuangan besar. Maka ketika ajang itu usai, sayapun sedikit merenung. Tentu saja renungan bahagia. 

Friday, November 18, 2011

Perjalanan Catatan Kicauan

Jika catatan yang kita torehkan menggema ke langit, anehkah bila saya rasakan pantulan gemanya masuk ke jiwa ? Entahlah. Entah pula kenapa sore tadi saya membuka-buka membuka catatan kicauan saya di twitter.  Keisengan yang aneh. Dan beberapa dari kicauan itu, membuat saya tertegun. Entah kenapa...

Thursday, November 17, 2011

Brain, Memang Utama dan Pertama

Orang bilang ada 3 "B" yang penting bagi perempuan, brain, beauty dan behaviour.  Saya kira alasan kenapa "Brain" disebut pertama kali adalah untuk menyempurnakan dan menyeimbangkan 2 B setelahnya, yaitu beauty dan behaviour. Mau tau kenapa ide tulisan ini muncul ? baca saja lanjutannya....

Sunday, November 13, 2011

Jaka Baring Menjadi Arena Weekend

Setelah Sea Games ke XXVI di Palembang kemarin dibuka, maka hari-hari setelahnya, kebetulan hari Sabtu dan Minggu adalah akhir pekan yang istimewa bagi warga Palembang. Jakabaring Sport City (JSC) menjadi tempat weekend murah meriah bagi masyarakat Palembang dan sekitarnya.  Kelihatannya, arena weekend telah berpindah ke Jaka Baring, hm...

Friday, November 11, 2011

Sea Games ke XXVI di Palembang Dibuka, Pecah Juga Bisul Saya


Akhirnya, perhelatan Sea Games ke XXVI berlangsung juga. Malam ini upacara pembukaan digelar. Sejak pukul 19.00 WIB tadi. Akhirnya, pecah juga 1 (satu) bisul saya. Alhamdulillah....

Wednesday, November 9, 2011

Go Green di Sea Games 26 Palembang

Kehilangan waktu. Rasanya itu kata-kata yang tepat dalam beberapa minggu terakhir ini. Ya.., persiapan menjelang Sea Games ke 26 di Palembang (juga Jakarta) cukup menyibukkan sebagian besar warga Palembang. Tentu saja, saya dan rekan-rekan kantor sebagai bagian dari warga Palembang.

Sunday, November 6, 2011

Ikhlasmu...

Pada ikhlasmu, ada keluasan. Kelapangan. Bukan kepura-puraan. Bukan pula penipuan. Tak kan ada pengorbanan yang sesungguhnya berkorban tanpa keilkhlasan. Maka sebelum kata "Pengorbanan" itu kita dengungkan, mari dekap keikhlasan. 

Sunday, October 30, 2011

Ini Rindu Atau Pilu... ?

Ini rindu atau pilu...? sebuah tanya muncul begitu saja. Di benaknya. Tepat ketika suara-suara asing, entah apa, berteriak-teriak di kepalanya. Sementara, hujan di luar jendela seperti tak miliki tepi. Maka tanya yang muncul itupun seolah engan berhenti...

Sunday, October 23, 2011

Jebakan Hujan

Hujan ini menjebaknya. Persis seperti jebakan lubang jalan di depan itu, sebuah truck terhenti. Seperti  malam yang memberi tanda dengan gelap hingga orang bisa terjatuh bila tak menyalakan lampu. Maka hujan ini menjebak. Sangat menjebak...

Friday, October 21, 2011

Menulis dan menjual Buku Ala Newsoul

Tiba-tiba saja ingin menuliskan hal ini. Hah, selimut ditarik lagi. Mari berkutat sejenak di hadapan si notebook ini. Hembuskan nafas. Baiklah tentang menulis dan menjual buku....

Monday, October 17, 2011

Rindu Sehelai Daun Jatuh

rindumu adalah rindu sehelai daun jatuh
mendenting ke bumi lalu matamu redup
sebab bagimu itu syahdu
maka kau selalu rindu sehelai daun jatuh

Friday, October 14, 2011

Enggan.....

Betapa enggan menuruni bukit yang sudah kudaki. Betapa sulit menghapus jejak yang sudah kutoreh di sebatang pohon disana. Sebab hari telah gelap. Sebatang pohon itu sudah tak lagi kukenali. Hanya sebuah keasingan saat kulihat dia dari tempatku berdiri.

Tuesday, October 11, 2011

Hujan, Menderaslah...!

Tepat ketika kelopak matanya redup, hujan turun. Deras, deraslah. Muntahkan tangisan langit hingga tetesnya tak lagi bersisa. Maka bumi yang kerontang ini menerima limpahanmu. Persis seperti kepasrahan seorang perempuan sambil ia mendesis,

Monday, October 10, 2011

Pulang...


pulanglah kepada jalan itu

lengkung langit yang tak lagi biru

sinar mata yang kuyu

keringat yang tak lagi menetes di pipimu

Saturday, October 8, 2011

Sebuah Pagi Tanpa Secangkir Kopi

Kemarin kejadiannya. Sungguh, tentu bukan pagi yang menarik buatku. Sebab pagi tanpa kopi adalah sebuah kehambaran. Pagi yang tak beraroma. Pagi yang tak melahirkan inspirasi. Pagi yang tak menghentak...

Tuesday, October 4, 2011

Pengorbanan

Sungguh, ini bukan lagu. Bukan pula sekedar kata-kata yang bisa diucapkan sehari 2 atau 3 kali. Bukan juga rasa sakit yang kau dera. Tentu saja, bukan memberi tapi tak rela...

Sunday, October 2, 2011

Bukan Sekedar Batik, Tapi Pluralisme

Begitulah buat saya. Batik itu tak sekedar batik, didalamnya tersimpan semangat pluralisme bangsa kita. Jadi, jangan hanya memandang batik sebagai selembar kain, carik, kemeja atau blus batik. Lihatlah batik sebagai sebuah simbol "Pluralisme". Tentu saja kalau kita mau melihat batik dengan perspektif yang lebih luas.

Saturday, October 1, 2011

Oktober Tiba, Hujanpun Tiba di Kotaku

Waktu melesat begitu cepat. Tak terasa, Oktober tiba. Tak ada, tak ada yang istimewa melainkan ia tiba di hari sabtu. Hari dimulainya libur akhir pekan. Akkhir pekan yang cukup menyenangkan sebab tanpa aba-aba lembur. Maka aktivitas akhir pekanpun muncul seperti biasa. Mencuci baju. Memasak, kalau mau. Merawat tanaman, kalau hati tergerak. Merawat diri ke salon, kalau memungkinkan. Dan kalau-kalau yang lain.

Tuesday, September 27, 2011

Rapuh dan Rentan

Kau tau serapuh apa aku? lebih rapuh dari kayu tua yang menyimpan rayap senyap. Kau tau serentan apa aku? Lebih rentan dari pesakitan yang ditulari penyakit paling menular. Kau tau rasaku tentang rapuh juga rentanku? Tak lagi berupa dan tangisan yang muncul ketika fajar tiba. Kau tau bagaimana akhir dari rasaku itu? Sinar mataku cerlang, penuh cahaya di retina...

Sunday, September 25, 2011

Pagi Di Sebuah Rawa

Ketika saya membuka mata, saya disambut oleh sinar matahari yang menerobos dari jendela. Rupanya, setelah melakukan ritual pagi dan sedikit menulis tadi, saya tertidur lagi. Kini, pagi sudah meninggi. Hanya, ah, kicau burung, entah burung jenis apa, masih riuh terdengar. Sedang dimanakah saya...?

Friday, September 23, 2011

Diantara Che Quevara dan Ahmadinejad...

Tiba-tiba saja pikiran ini muncul di kepala saya. Menghentak-hentak minta dikeluarkan. Ya sudah, saya tuliskan saja. Mumpung ada waktu. Ini gara-gara teman saya, sebut saja namanya Roro. Lajang, 38 tahun, dan sangat menikmati hidup. Beberapa waktu yang lalu sang Roro, entah kenapa, berpikir dan berandai-andai. Diantara Che Quevara dan Ahmadinejad.... (andai yang pertama masih hidup), siapakah yang akan dipilih..? Ah, pertanyaaan aneh.

Tuesday, September 20, 2011

Renungan Mini Tentang Rok Mini

Rok mini sedang marak dibahas. Dimana-mana orang sibuk memperdebatkan rok mini. Pro dan kontra pada rok mini begitu menggila. Kenapa rok mini yang disalahkan..? Padahal bukan salah si rok yang mini itu.  Kenapa pula rok mini begitu dibela ?. Entahlah. Heran juga saya melihat sebagian lelaki yang begitu sibuk membela rok mini. Apa itu sekedar pembelaan dari para penikmat rok mini ?, hehe. Sayapun tercenung melihat (debat) rok mini hingga tiba di renungan mini ini.  

Monday, September 19, 2011

Pembohongan

Seseorang terpekur. Malam baru saja terbentuk. Di kepalanya suara-suara itu berseliweran. Suara ilalang yang membawa kisah yang ditemuinya hari ini. Maka biarkanah dia berkisah. Kalau kau suka, jangan ragu, ikuti saja....

Sunday, September 18, 2011

Malioboro, Jujurlah Padaku....

Akhirnya Malioboro ada di depan mata saya lagi. Tentu saja, sebab panitia yang mengundang saya untuk sebuah kegiatan mengadakan acara tersebut di Hotel Inna Garuda. Lokasinya, tepat di kawasan Malioboro. Maliobroro, setelah sekian lama, hm....

Tuesday, September 13, 2011

Hujan Buatankah Itu...?


Dia sedang menatap langit sambil ia bergumam,

Ada 381 titik api di pulauku. Perduli apa, hanya butuh 1 titik api. Titik apiMu. Titik api itu.... sebabkan kebakaran hutan. Ia menimbulkan asap yang menyelimuti kota. Tapi titik apiMu, akan menuntaskan segala. Seandainya masa itu segera tiba...

Saturday, September 10, 2011

Bisakah Kau Beri Aku Bunga ?


kau tau aku suka bunga

tak hanya mawar dan melati juga kamboja dan kenanga

bisakah kauberi aku bunga ?

kukira tidak

Friday, September 9, 2011

Sesuatu Banget

He, tiba-tiba saja istilah "Sesuatu Banget" muncul dimana-mana. Sayapun terpana. Usut punya usut, hiks, rupanya ini gaya bicara "Syahrini". Saya mendapat informasi tentang hal ini dari teman. Kemarin sore teman tersebut akhirnya berhasil memancing minat saya. Coba buka stasiun tv "X" sekarang, lihatlah... 

Wednesday, September 7, 2011

Change

Hm, tiba-tiba saja teringat lagu "Change" ini. Maka kucari dan kudapat. Beatnya menghentak. Seperti sebuah panggilan untuk berlari. Mencari. Pergi.  Tentu saja, ke arah yang lebih bercahaya. Cahaya yang sinarnya penuhi jiwa dan buat garis senyum di kedua sudut mata.

Etika Dunia Maya

Sesungguhnya, untuk saya pribadi kehidupan nyata dan maya itu sama saja. Keduanya membutuhkan kejujuran, juga etika. Ya sama saja. Kita bisa menemukan sahabat tulus atau tak tulus di dunia nyata dan maya. Begitulah.

Saturday, September 3, 2011

Ayu Utami, Pernikahan Adalah Melanjutkan Hidup Yang Lama

Suatu hari, mungkin sebulan yang lalu, di wall FB saya membaca banyak ucapan ditujukan kepada Ayu Utami. Ucapan "Selamat Menempuh Hidup Baru". Karena saya juga berteman (lebih tepatnya penyuka tulisannya) sayapun iseng memberi ucapan yang sama. Ah, rupanya dia balas,

Thursday, September 1, 2011

Hanya Rona Hari Ini



bukan tawa seperti yang kuminta
ia hanya warna yang tak bisa ditepis pagi ini
tak bisa ditolak seperti yang kuminta
ia senyum yang tiba untukku pagi ini

Tuesday, August 30, 2011

Karena Hilal

Tahun ini lebaran terasa begitu berbeda. Sebab sesuatu yang disebut "Hilal" maka penentuan kapan 1 Syawal jadi sangat lamban. Tentang kelambanan ini, saya enggan berkomentar. Sudahlah, buat saya dan keluarga hari ini, 30 Agustus 2011 adalah 1 Syawal 1432 H. Idul Fitri tiba.

Monday, August 29, 2011

Gumpalkan Lalu Buang

Sudah lama dia duduk disitu. Ya, sudut kamar dimana ia senang menyendiri. Televisi di pojok kanan  itu telah ia matikan. Di kepalanya, ia hanya mendengar suara musik yang ia putar dari notebooknya. Diantara alunan musik lamat-lamat yang ia putar itu, terdengar pula suara-suara lain. Suara-suara yang muncul di kepalanya,

Saturday, August 27, 2011

Rindu Tungku Pada Kayu Bakar

Lebaran sebentar lagi tiba. Padanya, tiba juga segumpal ingatan tentang lebaran di masa kecil. Seperti kerinduan pada jejak seorang gadis kecil yang membakar memori lama. Bak kerinduan tungku pada kayu bakar.

Friday, August 26, 2011

Cinta Terakhir

tak semestinya ku merasa sepi
kau dan aku di tempat berbeda
seribu satu alasan
melemahkan tubuh ini

Thursday, August 25, 2011

Ke Titik Semula

Bagaimana rasanya kembali ke titik semula ?
Tak kan kau tau sampai kau mencobanya. Bukankah kau ingin ke tiitk semula ? Titik dimana tak ada apa-apa sebab kau dan dia hanya sepasang kawan. Lalu kau bisa melihatnya dengan senyum tak berbeban. Ya sepasang kawan. Dan kau merasa tenang.

Wednesday, August 24, 2011

Embel-embel, Manusiawikah ?

He, tanpa sengaja seorang sahabat, Anazkia, membawa saya pada entry "Embel-embel" ini. Agak lama kata ini saya pikirkan sembari saya mandi. Mandi yang saya lakukan seperti biasa, bernyanyi dan tersenyum kecil. Oh, saya suka pada fakta bahwa saya dibawa pada kata "Embel-embel". Ikuti saja lanjutannya di bawah ini, kalau kau suka.

Tuesday, August 23, 2011

Pengabdian Sang Kamboja


Sebatang kamboja tak miliki daun
alam tak bersahabat hingga ia harus meranggas
tetap ia beri keindahan pada dunia
diantara ranting tak berdaun itu, ia munculkan kuntum bunga
sebab ia kamboja yang telah dipilih semesta tuk hiasi langit disana.
maka ia mengabdi dengan bunganya meski tak miliki daun...

(Werdhapura, 12 Agustus 2011)

Sunday, August 21, 2011

Joko Pinurbo, Lelaki Dimana Puisi Telah Memilihnya

Pada suatu ketika Joko Pinurbo berkata, "Puisi telah memilihku...". Saya kira kalimat itu memiliki maknanya sendiri. Apakah yang akan kau lakukan ketika seseorang telah memilihmu ? tentu kau akan memberikan pengabdianmu. Itulah yang menurut saya dilakukan seorang  Jokpin pada puisi yang telah memilihnya, memberikan pengabdiannya.

Thursday, August 18, 2011

Telah Terbit, Ilalang Menarilah!


Ketika sebuah buku selesai dituliskan, rasanya selesailah tugas penulis. He, itu keinginan saya. Begitu buku saya yang saya tulis dengan darah dan air mata itu akhirya rampung juga setelah beberapa kali proses editing, rasanya saya ingin menyerah. Rasanya, energi saya sudah habis...

Wednesday, August 17, 2011

Sudahkah Kita Merdeka ?

Hari ini kita tiba pada tanggal keramat, 17 Agustus yang kita banggakan sebagai Hari Kemerdekaan. Ya, kita telah merdeka sejak 66 tahun yang lalu. Hanya menurut saya, sesungguhnya kita baru tiba pada tataran  Pernyataan Kemerdekaan, proklamasi.  Proklamasi yang harus  seharusnya kita syukuri dengan mengisinya secara heroik pula. Perjuangan bangsa kita masih panjang.

Sunday, August 14, 2011

Jimbaran Suatu Ketika

Ketika itu sore telah tiba. Langit masih terang benderang. Angin serukan tiupan seperti ciuman kupu-kupu, sejuk, lembut. Aku tiba tanpa aba-aba. Kukatakan pada langit dan ombak disana,.... aku datang bawa segenap rasa. Tentang lelah. Tentang rencana ke depan. Tentang kau. Tentang dia. Entah tentang apa lagi. Tiba-tba, seperti kudengar sebuah jawaban,

Aku Lupa Rasa Lara


aku lupa rasa lara

tawaku ada meski kau tiada

tak ada, tak ada apa-apa

aku lelah maka kusambut tangannya

Thursday, August 11, 2011

Pulang Kepada`Ombak

Kepada ombaklah dia pulang. Ombak yang menyambutnya dengan tak menampakkan diri sebab gelap.  Ombak yang tak berupa. Ombak yang hanya tunjukkan perasaannya lewat suara. Perasaan apakah ? Entahlah. Sesekali terdengar seperti degup kemarahan. Kadang seperti keengganan. Kadang seperti kepasrahan. Tak jelas. Maka iapun menjawab deru sang ombak sambil berkata,

Saturday, August 6, 2011

Gitarnya Pagi Ini

Entah apa rasa yang mengusiknya, tiba-tiba ia ingin memetik gitarnya pagi ini. Padahal, telah lama sekali benda itu cuma ia simpan. Telah lewat hitungan tahun dengan lima jari. Gitarnya, sebuah kenangan yang ingin ia simpan. Seperti duka yang ingin ia kubur dalam-dalam. Maka ketika pagi ini ia ingin memetik gitarnya, apakah itu berarti ia ingin memetik lagi dukanya... ? Tak ada jawaban.

Friday, August 5, 2011

Ada Apa Dengan Sapulidi.. ?

Tiba-tiba kata "Sapulidi" jadi begitu populuer dalam beberapa hari ini. Di twitter, orang-orang menyebut kata itu sambil tertawa, meringis atau sinis. Di Google plus, ramai juga dibahas.  Di Faceebook, entahlah. Soalnya saya sedang pensiun sementara dari jejaring itu. Walhasil, "Sapulidi" sedang hangat dibahas. Maka seseorang bertanya, Ada apa dengan Sapulidi ...?

Wednesday, August 3, 2011

Kau Yang Maha Melihat, Simpang Empat Charitas Punya Cerita

Simpang Empat Charitas, tepat ketika lampu merah menyala. Dia tiba. Tubuhnya agak mungil. Bertopi, kemeja kotak-kotak warna coklat dan sinar mata yang percaya diri. Kukira kepercayaan dirinya yang tinggi itu perlu dihargai, maka kuberi dia kesempatan.  Jreng...dia memulai. Kau yang Maha melihat,...tak kudengar lagi syair lanjutannya. Yang kudengar hanya suara yang getarannya menggema di sudut jiwa terdalam. Entah kenapa.

Tuesday, August 2, 2011

Katakan Padaku Tentang Setia


ketika kau bahagia saat mengingatku di sekat-sekat jiwa



ketika udara kita berjarak dan kita merasa dekat

ketika langit terasa menaungi jiwa kita meski kadang ia menghitam


ketika kau rasakan wangi bunga yang kutanam meski tak kau lihat

Sunday, July 31, 2011

Sebuah Hari Yang Gagap

Hari yang gagap tiba padanya. Hari itu, ketika rasa hampa seperti menelannya sejak pagi hingga siang yang tak berupa. Maka siapakah yang bisa menahan kegagapan bila ia sudah tiba ? Kau bisa, cobalah kalau kau bisa. Aku tidak. Tapi sudahlah. tak perlu kita perdebatkan lagi. Kau duduklah yang manis di tempatmu. Mungkin sambil kau bercengkrama dengan siapa saja disana. Begitulah desisnya sambil ia  menatap langit kotanya.

Friday, July 29, 2011

Kelatahan Kita Pada Bulan Ramadhan

Bulan Ramadhan tinggal menghitung hari. Sebentar lagi kita akan memasuki Bulan Suci Ramadhan. Maka sejak beberapa hari ini, tanpa bisa saya cegah saya tiba pada sebuah pikiran... Ramadhan bulan suci, sekaligus bulan kelatahan kita. 

Monday, July 25, 2011

Dan Tuhanpun Disebut Ketika manusia Terjepit

Entah kenapa saya melirik tv tadi. Wow, dia lagi, wajah yang paling malas untuk saya tengok, hehehe. Abang kita satu itu tiba-tiba jadi agamis sekali. Dia menyebut-nyebut nama Tuhannya. Saya ini anak Tuhan Yesus, katanya. Sontak saya tertawa, hahahaha. Kalau begitu, kok kelakuannya menggenaskan ya. Entahlah.

Saturday, July 23, 2011

Akhir Pekan seorang Buruh

Akhir pekan tiba lagi. Sayang, akhir pekan kali ini bukan seperti akhir pekan seminggu yang lalu atau minggu-minggu sebelumnya lagi. Saya dan teman-teman harus lembur di kantor menyiapkan event yang akan kami selenggarakan. Beginilah nasib buruh. 

Poor Ana...

Ana, Ana, Ana. Nama yang indah. Ana, Ana, Ana, kau tiba-tiba datang menggelar kisah. Ana, Ana, Ana, wajah lembut juga anggun itu membuatku gelisah. Hanya kau Ana yang membuatku menoleh pada kotak segiempat yang disebut televisi dalam seminggu yang ada. Ana, Ana, Ana, kisahmu menyesakkan dada. Poor Ana...

Thursday, July 21, 2011

Pagi Yang Menjembut

Pikiran janggal tiba lagi. Itu karena tadi pagi saya membuka ponsel saya dan menemukan percakapan lucu beberapa teman di twitter, semalam. Percakapan yang baru saya baca pagi tadi. Sangat lucu. Mau tau ? Boleh, syaratnya cuma satu. Anda harus paham apa itu jembut yang dibicarakan disini.

Wednesday, July 20, 2011

Romantisme Sebuah Makan Siang

Makan siangnya tiba tadi. Buat dia, suasananya romantis. Maka disebutnya moment itu sebagai romantisme sebuah makan siang. Kau mau tau seperti apa ? Bayangkanlah apa saja. Bayangkanlah tempat romantis yang paling kau suka. Sudut dengan pencahayaan yang manis. Meja kayu dengan model dan warna yang klasik. Sebuah vas dengan setangkai mawar putih cantik. Bayangkanlah seperti itu atau seperti apa saja yang kau suka. Dan tunggulah, ia  akan bercerita. Bercerita tentang romantisme makan siangnya..

Tuesday, July 19, 2011

Saat Namamu Disebut

Saat itu dia sedang mandi. Sambil ia mandi, pengeras suara masjid dekat rumahnya mengumumkan sesuatu. Sebuah berita duka. Sebuah nama disebut. Nama dari seorang warga yang meninggal dunia. Seketika ia berhenti mengusapkan busa sabun ke tubuhnya. Tanpa bisa ia cegah, angannya pergi ke sebuah suasana. Suasana saat nama seseorang disebut saat kematian tiba. Ia menggumamkan sesuatu. Suatu saat namamu akan disebut..., katanya.

Monday, July 18, 2011

Soel, Jangan Minta Terlalu Banyak

Ketika dinihari tiba dan dia terjaga. Syukurlah tangis itu tak ada. Hanya pertanyaan-pertanyaan yang seperti berputar-putar tak jelas. Lihat, lihatlah ia.

Friday, July 15, 2011

Kalau Ini Bukan Cinta, Taik Kucinglah Cinta Itu

Kalau ini bukan cinta, maka aku tak mau merasakan yang namanya cinta itu. Taik kucinglah cinta itu... 

Thursday, July 14, 2011

Pagi Adalah... Kembalikan Malamku Bangsat !

Seseorang mendesah pagi tadi. Desahan tentang pagi. Pagi yang seperti merangsek. Pagi yang seperti membelengu. Pagi yang seperti tersenyum dengan senyuman mengejek tersinis yang pernah ada buatnya. Maka ketika ia membuka layar ponselnya, hahahahaha. Rasanya segala umpatannya tentang pagi terwakilkan. Terimakasih Ut, bisiknya dalam hati. Kau ingin tau mengapa ia begitu. Simaklah kalau kau mau,

Wednesday, July 13, 2011

Perempuan Seksi

Selamat siang semua. Ini waktu melesat yang pas buat saya, jam Ishoma. Makan siang, ah sebentar lagi. Rasanya saya belum lapar. Rasanya lagi, ada sesuatu yang menggedor-gedor minta dituangkan disini, sekarang juga, hehe. Ini tentang keseksian seseorang. Saya batasi saja pada perempuan. Perempuan seksi.

Monday, July 11, 2011

Padahal Embun Belum Tiba

Semalam ketika embun belum tiba,

Kubayangkan hari itu tiba. Hari dimana ada tetes embun di kelopak mawarku. Embun yang datang diam-diam ketika fajar belum terbentuk. Dan ketika embun itu disana, kau ada bersamaku walau tak benar-benar ada. Kau ada di bilik-bilik ingatanku. Dan garis senyum menyembul dari kedua sudut bibirku.

Saturday, July 9, 2011

Mawar Itu Tak Tumbuh


Sudah hampir seminggu saya menanam mawar. Sebuah pot di teras belakang tak berisi tanaman, maka spontan saja saya berinisitif untuk menanam mawar di pot itu. Tentu saja bukan pekerjaan sulit. Cuma menambah tanah di pot itu dengan pupuk rabuk. Mengisinya hingga penuh. Lalu menanaminya dengan beberapa tebasan tangkai mawar yang saya ambil dari halaman depan rumah. Setelah itu menyiramnya. Bret, beres. Setiap pagi setelah minum kopi dan sepulang saya dari pabrik, saya akan menjenguknya. Menyiraminya supaya tunasnya tumbuh. Sederhana bukan.

Friday, July 8, 2011

Lebih Dari Yang Kau Kira


Hm, hm, entah kenapa saya ingin tertawa hari ini. Bahkan sejak kemarin dan kemarinnya lagi. Padahal hari ini  adalah yang biasa. Tak ada yang istimewa. Pekerjaan di pabrik masih seperti biasa. Aman dan terkendali. Tak ada letupan. Tak ada friksi. Tak ada kejadian yang menohok urat geli hingga saya bisa tertawa. Tapi, kenapa saya ingin tertawa. Hm, hm, perasaan yang ganjil.

Thursday, July 7, 2011

Tentang Dia dan Mona

Dia bergumam tentang Mona,
Aku mencari Mona. Dia tak ada. Entah kemana dia. Mona menghilang. Mona tak meninggalkan pesan apapun untukku. Mona, kau meninggalkanku begitu saja. Mona, kau membuatku gila. Mona. bangsat kau...!. Kalian ingin tau bagaimana aku mencari Mona ? Lihatlah disana. Kau akan tau betapa akhirnya aku mengutuknya

Wednesday, July 6, 2011

Layang-layang dan Ilalang

Layang-layang sedang menari-nari di langit yang mulai menghitam. Tadi, ketika saya melintas pulang. Di tempat tumbuhnya, ilalang juga sedang menari-nari tertiup angin. Musim layang-layang tiba di kota ini. Sedang ilalang, jelas tak bermusim. Ia selalu setia pada anginnya. Maka kisah inipun menari-nari di kepala saya sambil saya mendongak ke  langit memandang layang-layang dan mengingat ilalang di kepala saya.

Tuesday, July 5, 2011

Jatuh



seseorang jatuh


karena tidak hati-hati

karena sedang diuji

padahal, jatuh itu  juga karena gaya gravitasi bumi.

Sunday, July 3, 2011

Logo Baru BKKBN






Hahahaha, tawa saya meledak seketika ketika tidak sengaja mengintip grup diskusi Partai RTRW (Rencana Tata Ruang Wilayah) Sumsel. Biasanya saya paling malas ikut grup-grup'an. Yang ini agak lain, karena menyangkut tugas saya, ya saya ikuti. Kapan lagi bisa akses dengan teman-teman di kabupaten secara cepat dan gratis. Ya, setelah berdiskusi, mereka menyelipkan gambar lucu. Anda lihat gambar di atas. Teman saya memberi judul gambar itu, logo baru BKKBN.  

Friday, July 1, 2011

Hanya Kematian Yang Bisa Menghentikannya

Akhirnya Juni yang merangsek itu usai juga. Seperti apakah warna Juli ini ? saya bergesah sendiri ketika pagi tadi tiba. Lalu pikiran janggal saya muncul tanpa bisa saya cegah. Ini tentangnya, seorang sahabat saya yang tak pernah berhenti menulis.  Saya mulai berpikir, pikiran janggal yang tadi saya sebut, mungkin hanya kematian yang bisa menghentikannya...

Wednesday, June 29, 2011

Perempuan Yang Kakinya Menjuntai

Ia menjuntaikannya kakinya, sejak tadi. Sejauh ini, itu menandakan ia sedang berpikir. Berpikir dengan suasana santai yang ia suka. Sebelah kakinya menapak di tempat tidur, sebelah lagi ditumpukan di kaki yang menapak lalu telapak kakinya terlihat menjuntai ke udara. Ujung jemari kakinya yang menjuntai menghadap ke wajahnya, seperti berkata, "Nikmatilah waktumu..."

Monday, June 27, 2011

Pada Akhirnya, Cintaku Adalah Sebongkah Batu


Pada akhirnya cintaku adalah sebongkah batu

ia batu hitam yang kugenggam dengan kepekatan rasaku

ia memekat, telah sejak lama tanpa kutau

bersama matahari dan bulan yang mengukir waktuku

Sunday, June 26, 2011

Sebuah Kisah Berjudul "Tebang Pilih"

Ketika pagi tadi terbentuk, tiba-tiba saja di kepala saya muncul kisah ini. Maka seperti biasa, bila sesuatu sudah muncul di kepala, tentu ia harus dituliskan. Sebelum ia terbang. Sebelum ia mengering lalu mengguap entah kemana. Saya beri judul kisah ini "Tebang Pilih".

Friday, June 24, 2011

Bung, Palestina Itu Jauh...!

Hah..., jadi sangat sedih saya dibuat si bung. Sedih dan agak menggenaskan. Sekiranya boleh, saya akan menyitir kalimat-kalimat lama para tetua kita untuk si Bung, " Apa yang dipegang dari nama baik seorang manusia, tak lain adalah perkataannya". Dan si bung ini, jelas seseorang yang tidak amanah dalam menjaga

Sebuah Nyanyian Tentang Santai...

Baru saja terdengar ada yang bernyanyi tentang santai. Santai, santailah, santai sajalah. Begitulah katanya. He, tentu saja bukan nyanyian saya. Entah nyanyian siapa.  Tiba-tiba ia muncul. Seperti muncul dari balik langit. Di dii sudut ini, saya duduk sambil sekelebatan memikirkan makna santai itu. Sembari saya mengawasi proses dan progress salah satu kegiatan kerja. Sudah hampir seminggu saya harus bolak-balik kantor dan the jayakarta daira untuk urusan ini.

Tuesday, June 21, 2011

Bagus Itu, Bukan Di Atas Kertas

Jam ini, tiba-tiba benak saya berpikir tentang sesuatu yang disebut "Bagus". Bagus yang saya maksudkan disini adalah bagus yang menyangkut hasil pekerjaan kita. Saya berpikir..., bisa tidak "Bagus" itu miliki standardnya ? Hm, seharusnya ada standardnya. Setidaknya dia punya unsur-unsur yang menurut kebanyakan orang harus ada. Bagus itu,

Sunday, June 19, 2011

Not a Gloomy Sunday

Langit itu memanggilmu, sebuah suara tiba di pendengaranku. Maka kupandang langit itu. Biru teduh. Seperti keteduhan sebuah jiwa yang entah dimana. Suara kolibri bernyanyi di dahan jambu.  Di meja itu, secangkir kopi mulai mendingin. Ini hari minggu sayang, meski kau lupa tanggal berapa. Tak bisakah kau mengingatnya ? seru suara itu lagi. Entahlah.

Saturday, June 18, 2011

Sekat Tanpa Judul

Ketika sore tadi terbentuk di sebuah tempat yang entah dimana. Seseorang tengah bergumam sendiri di kamarnya. Ia sedang mengingat-ingat sesuatu. Tak jelas apa.  Hanya, matanya tak lepas dari cermin di depannya. Juga sebuah foto berbingkai yang sebetulnya telah lama ia balikkan sisinya. Foto itu, seperti mengiringi gumamannya,

Friday, June 17, 2011

Aku Lupa Warna Pelangi

Sungguh, aku lupa warna pelangi. Seperti apakah warnanya ? Bagaimanakah susunannya ?, tanyaku pada angin. Tak ada jawaban hingga kudengar suara-suara,

Tuesday, June 14, 2011

Nyalanya Jadi Abu


rona


nyala


tawa


jadi abu


Sebab ketika dinihari tiba, tak lebih dan tak kurang nyalanya hanya abu. Sebab nyala telah bakar jiwa jadi abu. Sisakan tangis tak jelas. Betapa fana....
 
 


Monday, June 13, 2011

Sebab Kau Embun dan Obituary Juni, Bila Prosais Berselingkuh

Ah, Juni ini, seperti menari. Kadang menghentak dengan beat yang manis. kadang menyayat. Tak tentu arah dan rupa. Hanya rasa. Sepenuhnya rasa. Rasa yang tak jelas, tapi indah. Entahlah. Dan...., ditangkapnya rasa itu. Diendapkan lalu disimpan dalam saku jiwanya. 

Friday, June 10, 2011

Hadapi, Jangan Lari

Seandainya bunga itu tertoleh padamu karena angin meniupkannya, apakah kau akan menutup mata tuk tak memandangnya ?

Thursday, June 9, 2011

Seseorang Bertanya, Kenapa Cinta Itu Jatuh ?

Hujan baru saja reda ketika seseorang mengerjabkan matanya hingga di benaknya muncul pertanyaan, mengapa cinta itu jatuh ? Mengapa orang yang baru merasa cinta pada seseorang disebut sedang jatuh cinta ? he, kenapakah ia ? Ah, mungkin karena sedang jatuh cinta. Jatuh cintapun meninggalkan pertanyaan rupanya.

Wednesday, June 8, 2011

Dikejar Dua Naskah, dan Kisah Seorang Staf Ahli Urakan

Dini hari tadi,
Tiba-tiba saja jadi ingin menuliskan sesuatu. Kebetulan saya memang sedang dikejar deadline untuk dua naskah kolaborasi bersama teman yang harus selesai sebelum tanggal 10 ini. Maka semangat ini tentu tak boleh dilepas begitu saja. Sambil menunggu adzan shubuh tiba saya menulis sesuatu yang mengendap di kepala saya hingga satu naskah selesai. Naskah yang satu lagi, ah, badan sudah tidak kuat. Cukuplah ditulis prolognya dulu.

Tuesday, June 7, 2011

Break Free for June

(I want to break free)
(I want to break free)
I want to break free from your lies
You're so self satisfied I don't need you
I've want to break free
God knows, God knows I want to break free

Sunday, June 5, 2011

Lintasan Jejak Juni

Pagi juni ini melintas. Menguapkan embun hingga jejaknya menghilang. Sedang embun kehilangan jejaknya itu, tiba-tiba saja aku ingin mencari sebuah buku. Ya, buku. Buku mungil lusuh yang pernah kusimpan dulu. Hadiah ulang tahun dari seseorang. Judulnya "Taman Sang Nabi". Entah kenapa pagi ini seperti ada kekuatan yang mendorong jiwa untuk mencari buku itu. 

Friday, June 3, 2011

Kau dan Aku, Kisah Yang Tercecer Dari MemoPad Handphone Tua

Kukatakan padamu, 
kelak sinar mentari akan kita nikmati bersama sembari kita minum kopi dan saling memeluk bahu
sebab samudra tak cukup luas tuk pisahkan kita
sebab langit kita sama dan angin selalu mempertemukan jiwa kita kemanapun kita mengembara

Thursday, June 2, 2011

Sebab Kau Juni, Maka Secangkir Kopipun Jadi Puisi


(Sumber Foto : Dokumen Pribadi)

Kurasakan aroma
bukan sekedar aroma kopi
bukan wangi melati meski ia berseri
bukan karena nyanyi kolibri

Tuesday, May 31, 2011

Cinta


Dia menggumam ketika angin berhembus pada sebuah sore yang gelap. Sementara matahari pelan-pelan menghilang. Gumamannya tak jelas. Entah tentang apa.

Monday, May 30, 2011

Spammer Oh Spammer !

Kenapa spammer senang beriklan di blog saya ? Kenpa tidak bikin bannner iklan saja, lalu minta orang lain untuk memasang iklan itu di blog mereka secara baik-baik !?  Sungguh, saya tidak tau jawabannya. Kenapa ada spammer yang mengatakan agar dia diberi  backlink balik ? Inipun saya tak tau jawabannya ? Padahal tema blog saya tidak senada dengan tema bog mereka yang isinya artikel obat, rental mobil, dll !?

Saturday, May 28, 2011

Seperti Angin


Seperti ada sehelai daun sedang jatuh di sebuah tempat yang jauh. Getarannya jatuhnya bisa ia rasakan. Maka saat getaran sehelai daun jatuh terasa itulah ia menuturkan kisah ini,

Wednesday, May 25, 2011

Seseorang Sedang Membaca Buku


(Jepretan iseng sambil menunggu boarding di bandara SMB II)

Kemarin itu di ruang tunggu, seseorang sedang membaca buku. Kulirik bukunya sekilas. Kelihatannya sebuah fiksi. Mungkin sebuah novel atau kumpulan prosa. Ia begitu terhanyut dengan bukunya. Tak dihiraukannya keringat di pipi. Disepikannya keriuhan yang ada. Baginya, waktu tak boleh dibuang percuma.Sebab waktu kerjanya adalah untuk bekerja. Sepulang kerja adalah waktu untuk keluarga. Maka membaca untuknya adalah mengisi waktu diantara kerja dan setelah kerja.

Thursday, May 19, 2011

Perempuan di Sudut Itu

Aku menunggu. Menunggu pesanan makan siangku tiba. Jari-jariku mengetuk meja membentuk nada, entah nada apa. Di seberang mejaku, seorang perempuan muda duduk di sudut itu. Matanya terus mengarah pada sebuah buku, entah agenda atau catatan. Selain buku, sebuah notebook sedang menyala. Sementara aku mengetuk-ngetuk ujung meja dengan jariku, sambil menunggu itu,dia mengangkat jemarinya.Sebatang rokok tersemat disana. Lalu, flashhhhhh, ia menghisap rokoknya. Gerakannya mantap. 

Tuesday, May 17, 2011

Puisiku Hilang Semalam

Aku menghirup aroma secangkir kopi hingga jadi puisi. Di kamarnya, dia sedang meraut tetes air mata menjadi  kisah liris. Di tempatmu, entah dimana, kau sedang terkulai oleh malam yang menelikungmu.

Saturday, May 14, 2011

Matahari Dari Balik Kamarku


Beruntungnya hari ini. Tentu saja, sebab punya waktu luang untuk berlama-lama menatap sinar matahari pagi. Sebab hari ini libur. Bahkan, kata bossku (dari smsnya) sampai hari selasa. Artinya, aku bisa menikmati gemah ripah sinar matahari pagi saat ia menerobos jendela kamarku dengan berlama-lama. Bukankah ini anugerah yang harus disyukuri. 

Wednesday, May 11, 2011

Iseng !?



Apakah ini ? He, jujur, saya tidak mengerti kenapa ketika saya, iseng, mengklik sitemeter blog saya muncul tulisan seperti itu. Sebab dalam pikiran awam saya, biasanya pengunjung blog saya akan berada di tulisan saya, entah di arsip mana saja. Kenapa ini di C...!?  

Tuesday, May 10, 2011

Memory Semangkuk Mie instant


Tiba-tiba saja mati lampu. Maka tanpa bisa dicegah, muncul bayangan semangkuk mi einstant. Mungkin suasana gelap itu menimbulkan lompatan kecil yang membuat segumpal memori lama muncul kembali. Kenangan masa kuliah,  masa KKN dengan keriuhan menyantap semangkuk mie instant bersama teman-teman ketika mati lampu tiba. 

Thursday, May 5, 2011

Kualitas Atau Popularitas !?

Lihatlah setangkai bunga, meski ia tercerabut dari tempatnya menumbuhkan diri, keindahan tetap miliknya hingga akhir masanya. Lihatlah beberapa kuntum Adenium (kamboja) merah itu, tetap indah bagi saya meski sudah dipetik dari tangkainya dan diletakkan pada vas bunga berair di sebuah  tempat sepi. Ia terlihat  sederhana, tapi tetap mempesona dan indah.

Monday, May 2, 2011

Hari Ketika Aku Mengingatmu

Adalah jiwamu yang memanggil namaku ketika aku tersentak. Adalah namaku yang mengapung di udara ketika suaramu terdengar. Adalah senyummu yang membuat bibirku mengembang di kedua sudutnya. Adalah sakitku yang juga muncul pada beberapa detik berselang

Sunday, May 1, 2011

Blackbook, Catatan Hitam Pekat Yang Syahdu


Ini bukan hitam yang biasa kau hindari. Bukan pula hitam yang sering kau benci. Ini hitam yang kepekatan isinya menggugah, membuat kita tersentak pada beberapa titiknya. Ya, blackbook, sebuah catatan hitam yang dibuang untuk kita temukan pelajaran di dalamnya. Pelajaran bahwa hidup adalah untuk berjuang mengalahkan "Kehitaman" masing-masing kita. Blackbook, catatan hitam pekat yang syahdu.

Friday, April 29, 2011

Kehidupan Di Atas Kematian

Angin sedang berhembus ketika sore tadi tiba dan ia melintas disana. Tak terhindarkan, pikiran ini muncul kembali. Pikiran lama yang memenuhi ruang-ruang di kepala. Pikiran tentang sebuah Taman yang teduh. Taman dimana dua sisi kehidupan terlihat nyata. Taman Pemakaman Umum. TPU dekat rumahnya. He, kau tak akan merasakan auranya sebelum melihatnya langsung. Aura dimana kehidupan mengalir di atas kematian, menyatu dengan nyata.

Sunday, April 24, 2011

Sketsa Sisa Hujan



Hujan tak berbekas kemarin dan tadi. Kau, entah dimana. Mungkin sedang menatap sisa-sisa hujan juga di tempatmu. Entahlah. Maka kukais sisa hujan ini. Bukan mengais rintiknya tapi melihatnya pada sepot suplir pemberianmu dulu yang tiba-tiba munculkan tunas barunya. Kau tau, telah berapa lama ia menutup diri dan meranggas karena kemarau ? He, aku tak yakin kau tau. Tapi sudahlah. Kusketsakan saja sepot suplir itu. Biar kau tau rupa sepot suplirmu itu dalam sketsanya. Adakah kau masih bisa mengenalinya ? Kabari aku jawabanmu. Salam.

Thursday, April 21, 2011

Ratu Sinuhun, Perempuan Pejuang Penghasil "Simboer Tjahaya"

Angin berhembus sibakkan rambut Ratu Sinuhun. Bukan untuk perlihatkan gemulai sibakkan rambutnya, tapi untuk beri ia semangat. Semangat untuk berjuang bagi kemaslahatan semestanya. Di buminya berpijak, Ratu Sinuhun berpikir jauh ke depan. Ia berjuang tak kenal lelah agar masyarakatnya hidup dalam sebuah tatanan yang teratur dan tertib. Maka perjuangannya menghasilkan "Simboer Tjahaya".

Ya, Ratu Sinuhun, istri Raja Palembang ketika itu membuat sebuah Sebuah kitab berisikan hukum adat yang dipakai di Sumatera Selatan. Kitab "Simboer Tjahaya" yang hingga beberapa dasawarsa sangat efektif mengatur sendi-sendi kehidupan masyarakat di Sumatera Selatan. Perjuangan yang sangat holistik dan nyata. Buat saya, perjuangan Ratu Sinuhun sangat heroik dan mengagumkan. Sangat wajar bila beliau diusulkan sebagai Pahlawan Nasional.

Ratu Sinuhun, seorang Kartini yang terlupakan. Meski begitu, buat saya perjuangannya sangat mengagumkan dan dahsyat. Selamat Hari Kartini. Semoga Perempuan Indonesia dapat berkarya leluasa demi kemaslahatan dunia di sekitarnya. Salam.

Sunday, April 17, 2011

Malam Pembunuhanku


aku mencari kata
suara-suara
nada-nada
warna-warna

tak ada apa-apa
tak sesiapa
hanya suara
di kepalaku

bukan aku tapi Kau
Kau yang ada di kepalaku
setelah kubunuh'Aku"ku
maka suaraMu bisa kudengar

(betapa aku tak berkutik dan menyerah pada pembunuhan ini)

Sajak Kabut




Aku temukan seonggok kabut lepas

Tipis, kelabukan mata saat ia di hadapanku

Tak miliki bentuk yang jelas

Tak tertangkap di jemariku



Membias dan menghilang

Tak terjamah hanya terasa

Terpandangi saat ia melintas pulang

Lalu tiada, binasa



Kabut yang sirna

Lalu ada selapis tipis kelabu entah dimana

Rasanya di dada

Mengisi ruangnya sambil ia tertawa



Gambar diambil dari sini

Saturday, April 16, 2011

Menatap Rupa Kotaku


Menatap Rupa kota pada ruang-ruangnya. He, baru tersadar bahwa meski ada di dalamnya kita tak punya banyak kesempatan untuk menatap kota tempat kita tinggal begitu rupa. Maka pada dua malam lalu kutatap kotaku. Ruang-ruang berkilau terpampang. Udara segar juga sendu. Langit yang seperti memagil-mangggil.

Kotaku pada malam yang bercahaya. Seperti apakah ia ? Entahlah. Sinarnya seperti senyuman indah. Perjalanan mulai dari rumah. Bertemu seorang teman sebagaimana janji. Mampir ke Tempat pembelian oleh-oleh Pempek "Saga" Palembang. Lalu ke Resto Musi River Side menjamu tamu. Disana, terpampang view yang lumayan indah. Jembatan ampera yang berkilau ditimpa cahaya.

Rupa yang sulit dilukiskan. Datang, datanglah ke kotaku. Kau akan temukan hentakan geliatnya ketika siang. Aneka kuliner khas akan menyambutmu. Aneka jenis pempek, tekwan, model, laksan, celimpungan, mie celor dan lain-lain. Tentu saja, juga aneka jenis kain tenun khas seperti kain songket, kain jumputan dan pelangi. Ketika malam tiba, kau akan temukan rupanya yang bercahaya. Salam.

Tuesday, April 12, 2011

Kebebasan Menulis dan Membaca


Menulis dan membaca adalah kebutuhan. Seperti halnya aktivitas lain, ia akan menarik bila dilakukan dengan jiwa yang bebas. Sebab kebebasan adalah hal yang paling indah dan paling utama. Ketika menulis dan membaca, mari bebaskan diri kita dari tekanan. Bebaskan diri kita dari himpitan. Bebaskan diri kita dari apapun yang membuat kita tidak nyaman.

Menulis dan membaca seyogyanya dilakukan dengan sense yang murni. Menulis karena memang ingin menulis. Tulislah sesuatu yang memang ingin dituliskan. Menulislah dengn cara kita masing-masing. Begitupun dengan "Membaca". Bacalah apapun, bahkan semesta ini, dengan cara kita masing-masing. Bacalah sesuatu karena kita memang ingin membacanya. Jangan membaca sesuatu yang tidak disukai. Jangan membaca karena terpaksa.

Menulis dan membaca yang dilakukan dengan kebebasan, hasilnya pasti menyenangkan. Bukankah jiwa yang bebas adalah hal utama yang dibutuhkan untuk mendapatkan sense yang murni, Maka kebebasan menulis dan membaca adalah kekebasan yang layak dicoba. Maka, coba saja. Salam.

Monday, April 11, 2011

Secangkir Kopi Pemantik Rasa



Sebuah pagi hambar rasanya tanpa secangkir kopi. Sebuah rasa menjadi tidak jelas rupa dan bentuknya tanpa secangkir kopi. Maka bila segalanya menadi begitu, tidak bisa tidak, kujemput rasaku dengan secangkir kopi. Ya ya ya, ini secangkir kopi pemantik rasa

He, pagi ini ia diseduh di tempat kerja. Tidak bisa kopi kampung, hanya kopi sachet yang siap seduh. Apa boleh buat, berdamai dengan apa yang ada. Sesekali, tidak mengapa. Mari ngopi dulu. Sebab secangkir kopi akan buat hari lebih ber'Rasa".

Wednesday, April 6, 2011

Matilah Kau !

Matilah kau !. Bukan kau si Fulan dan si Budi atau si Wati dan si Dewi. Tapi kau...., ya kau. Kau yang terperosok pada lubang yang tak kau kira. Kau yang sering tak mengerti arti dahaga si kelana. Kau yang sering menangis pada malam mencari kejora dan Kunang-kunang.

Kau..., ya kau. Kau yang tak mengerti kelembutan rasa orang lain. Kau yang memaksakan orang lain mengukur baju dengan ukuranmu. Kau yang bersembuyi dalam ceruk hitam bernama "Aku". Matilah (jiwa) kau. Hanya dengan mati jiwamu maka akan tumbuh kau yang baru. Kau yang bisa memahami bahwa dunia ini luas, tak seperti isi kepalamu.

Ah, siapakah yag tidak memiliki "Aku"...!? Semua insan miliki "Aku"nya masing-masing. Maka berhati-hatilah kita.

Monday, April 4, 2011

Secangkir Kopi dan Endorsement

Pagi pecah, dia menggeliat dan sedikit terperangah. Pagipun tumpah ruah, serupa deru biskota tua. Buatnya, ini entah hitungan hari ke berapa menujuNya. Maka tersadarlah ia, haripun perlu digeluti seperti penari salsa dan bukan diajak berkelahi seperti dulu. Sebab telah usai masanya berkelahi dengan hari. Ia hanya ingin menari bersama hari.

Secangkir kopi ia buat setibanya di tempat kerja. Tak ada setangkup roti, apalagi sepiring goreng ubi. He, malah ia harus membuat sebuah endorsement. Sebuah halaman bagi para komentator bukunya. Begitulah informasi yang ia terima. Ya ya ya, baiklah. Pagi ini, diantara kesibukan kerja, secangkir kopi ini akan berpacu dengan sehalaman endorsement yang sedang ia cari. Semoga perburuannya berhasil. Salam.

Friday, April 1, 2011

Ilalang, Kukuh Tak Bertepi


Seperti apakah rasanya selera atau taste yang sudah terbentuk begitu kuat, mengakar begitu dalam ? He, saya tidak menemukan padanan kata yang tepat. Saya sebut saja itu sebagai selera yang kuat, kukuh tak bertepi. Maka begitulah rasanya taste yang ada di kepala saya. Mungkin terlalu kuat mengakar pada pakem yang membentuknya.

Secangkir kopi yang enak buat saya, ya kopi kampung asli. Syukur-syukur kalau bisa mendapatkan kopi luwak. Tidak terlalu manis, tidak begitu kental. Ia harus diseduh dengan air yang sedang mendidoh, bukan air termos. Cangkir yang digunakan untuk menyeduhnya harus diuapkan dulu pada ujung mulut ketel yang mencicit, hehe.

Saat membaca fiksi atau apa saja, kalau kebetulan saya membuka link yang disodorkan orang, biasanya saya akan langsung berhenti bila menemukan kalimat, "Dia/perempuan itu berdiri dengan anggunnya,,..." atau "Semilir angin......". Untunglah saya jarang membaca, kecuali dulu saat masa remaja. Pstttt, buku yang sampai tamat saya baca pada era sekarang cuma novel "Saman" dan "Larung" karya Ayu Utami, entah kenapa saya suka kedua buku itu.

Kenapa saya jarang membaca tapi gemar menulis...? Jawabannya, karena saya tidak punya banyak waktu untuk membaca. Kenapa punya waktu untuk menulis, karena menulis adalah sebuah kebutuhan. Kebutuhan untuk mengungkapkan pengembaraan di jiwa. Kebutuhan untuk mengolah sesuatu yang bergolak di kepala agar tak menjadi bisul.


Begitulah pengakuan Ilalang pada saya, baru saja. Ilalang, ah kukuh tak bertepi. Seleranya memang aneh. Ya ya ya, seaneh apapun, setiap orang pasti punya "Taste"nya sendiri. Itu sesuatu yang nyata dan menjadi hak siapa saja. Selamat datang April. Selamat berakhir pekan buat semua. Salam.

Tuesday, March 29, 2011

Cinta Dandelion



Dandelion menanti anginnya.

Bukan seperti budak tapi seperti kekasih yang mencinta

Dandelion tak jemu menunggu seperti dia menunggumu

Bukan untuk keindahan sebuah janji tapi demi kata setia

Pesan Di Pagi Buta

Dia berdiri disana. Sebuah saat yang jauh dari waktunya menjelaga. Angin berhembus seperti bisikkan segala sedu sedannya, entah kenapa terdengar indah. Kembang sepatu merah tua melambai manis meski warnanya masih samar sebab tertimpa kabut. Terbang, terbanglah rasa sebab buihnya tak lagi hadirkan gelombang indah di pantai kita. Ia mendesis tak jelas. Maka sebuah pesan ia tibakan kepada seseorang. Isinya, "Sudahlah. Bukankah diantara kita tetap harus saling mengingat dengan indah. Kita pisah". Pesan diterima menembus samudera. Lalu seseorang membaca pesan itu sambil tergagap. Saat itu tepat pukul 05.45 pagi. Ketel air sedang mencicit. Tepat waktu dimana betinanya biasa meyeduh secangkir kopinya.

Pesona Labu Kuning, Menjalar di Tanah dan Merambah di Hati Penggemarnya

Sumber Foto : pixabay.com Dalam bayangan saya akan hari tua. Ada sebuah rumah kayu mungil dengan halaman luas. Pada halaman luas itu ...