Search This Blog

Monday, October 17, 2011

Rindu Sehelai Daun Jatuh

rindumu adalah rindu sehelai daun jatuh
mendenting ke bumi lalu matamu redup
sebab bagimu itu syahdu
maka kau selalu rindu sehelai daun jatuh


rindumu meluruh di sehelai daun jatuh
gerakan jatuhnya seperti kepasrahanmu
tawa saat bahagia mendekapmu
senyum saat duka erat memeluk

pada akhirnya rindumu merupa di sehelai daun jatuh
sebab kau tak beda dengan sehelai daun jatuh
kaupun  menunggu angin (mu) menjatuhkanmu
maut yang menjemput lamat-lamat yang wajahnya teduh

2 comments:

  1. rinduku rindu apa ya? rindu pelangi kali. hehee

    ReplyDelete
  2. kalo aku rindu duit jatuh mbak hahaha... (kidding)

    ReplyDelete

Tulisan hasil kontemplasi. Mohon maaf, komentarmu perlu saya cerna dulu untuk menghindari riweh dan tidak spam. Terimakasih.

Ketika Kita Sibuk Berkutat Dengan "Nissa Sabyan" dan Gosip Lain, Perempuan Baniwa Membangun Desa Dengan Berkutat Pada Cabe Rawit Mereka

He, kadang saya gak habis pikir, kenapa kita (Kita...? tepatnya saya) menghabiskan begitu banyak waktu melototi segala hal yang dijejalkan d...