Search This Blog

Thursday, July 30, 2009

Seperti Angin




Seperti angin, nada-nada itu terkomposisi dengan indah. Kadang lembut dan ringan, kadang menyayat, kadang menghentak rasa. Entah mengapa saya menyukainya. Mungkin karena syairnya, bagi saya, indah, seperti puisi.

Sesekali ia saya dengar saat sedang membuka rutinitas kerja, seringkali saat sedang mengungkapkan segenap rasa yang tertinggal di jiwa, ketika di depan laptop. Ia setia menemani saya, Begitulah alunan nada di blog seorang teman blogger, Boykesn. Lalu seperti angin juga, saking cepatnya, tiba-tiba sebuah paket tiba di meja saya, yang gambarnya anda lihat di atas. Isinya, sebuah kaset dari Kelompok Pesaji, sebagaimana dijanjikan sahabat saya itu (sebagai hadiah untuk posting saya yang ke-100), berjudul Komposisi Seperti Angin. Seperti angin, adalah juga salah satu lagu favorit saya di blog teman tersebut,

Seperti angin.....
kuingin bernyanyi ke setiap hati yang terluka

seperti angin
.........
kuingin menyapa ke setiap luka yang kan datang
seperti teratai ku ingin tengadah
berdiri di atas lumpur
menjadi warna dunia
semesta mengajakku berdoa
semesta membawaku ke ibu


seperti angin........
aku ingin mengisi dunia

Saat kaset tersebut saya putar, lagu-lagu indah itupun mengalun. Indah dan semakin indah mengiringi perselancaran samudera maya. Tak lengkap rasanya ungkapan bahagia ini tanpa suatu tanda terimakasih. Maka dalam kesempatan ini saya menghaturkan sebuah award untuk sahabat Boykesn. Sebuah jepretan sendiri, salah satunya adalah suatu moment dimana jiwa saya jadi penuh dan merona dengan semangat, seperti angin pagi yang muncul saat matahari menyingsing, di suatu tempat indah.







Terimakasih sahabat. Oh ya, award sederhana ini saya persembahkan kembali juga kepada siapa saja sahabat blogger yang berkenan dan belum memiliki award ini. Jangan sungkan, silahkan diambil bila berkenan. Selamat malam semua.


Cinderamata Samudera Maya

Angin, yang tidak datang dari barat, dan tidak juga dari timur, terus bertiup di dekat saya. Ya,angin itu (walau mungkin dengan arah berbeda), ada di sekitar kita. Bila tiupan angin telah membawa kita ke samudera maya ini, maka teruskanlah menyusuri tepiannya. Kali ini angin ini terus membawa saya ke samudera maya hingga datang lagi cinderamata dari para bidadari samudera maya ini,
  • Cinderamata pertama dari Mbak Fanda (Senin, 27 Juli 2009). Cinderamata (award) cantik ini diberikan sahabat saya yang cantik, hangat, romantis, juga bookaholic. Cinderamata ini hasil jepretan kreatifnya saat liburan ke Darmaningsih. Pesan moral yang disampaikan mbak Fanda untuk kita semua adalah, jangan takut untuk terus menulis, dan terus memberikan senyuman kepada siapa saja yang anda temui.

  • Kedua dari mbak Reni (Senin, 27 Juli 2009). Cinderamata berupa award ini disebar dalam rangka merayakan postingan ke-200. Mbak Reni blogger cantik, si Juragawanwati Award ini telah berbaik hati menganugrahi saya award cantik ini. Teriring pesan mbak Reni bahwa bahwa award ini sengaja dibuat dengan memakai header blog Catatan Kecilku, sebagai 'pengingat' baginya bahwa itulah blog yang pertama lahir dari tanganknya dan tanpa diduga sebelumnya telah berhasil membuahkan 200 postingan.
Photobucket

  • Berikutnya dari ateh75 (Selasa, 2009 Juli 28). Cinderamata indah ini diperoleh Bu Ateh nan jelita ini dari sahabatnya Cah Cangkrep. Sebuah pesan disematkan ibu yang cantik ini, bahwa jembatan award ini semoga menyebarkan kasih sayang diantara sesama blogger.


Sambil menyayuh kembali biduk kecil saya ke samudera maya, maka cinderamata berupa award ini saya anugrahkan kepada para sahabat lain, yaitu :
Harap diterima, dan silahkan anda pajang di blog anda sebagai tali penghubung silaturahmi kita. Silahkan pula diberikan sebagai cinderamata kepada sahabat lain, bila anda berkenan. Saya mau ngopi dulu ya. Hm...ngopi di biduk sangat maknyus, apalagi ada angin selatan yang kali ini menampar lembut wajah saya. Selamat pagi kawan.

Tuesday, July 28, 2009

Cengkrama Sepasang Pohon

Sepasang Suami istri tengah bercengkrama,
"Gimana sudah pecah bisulmu sayang...? sang suami bertanya sambil matanya tetap terpejam
"Sudah dong ", sang istri menjawab singkat, dan he, sambil bergelayutan manja
"Masih cara itu kan...?" tanya si suami lagi, masih tetap sambil terpejam
"Iya dong sayang, cara lama yang kau ajarkan" jawab si istri lagi sembari meraba, maaf, pantatnya yang sudah terbebas dari bisul. Konon bisul sang istri akan tumbuh bila ia menyimpan uneg-uneg yang menyesakkan dada. Bila tidak dicari jalan keluarnya, bisul itu bisa membengkak dan pecah berurai, mengeluarkan nanah juga meninggalkan rasa sakit. Sang suami menyuruh istrinya untuk mengeluarkan semua uneg-uneg yang menyesakkan itu. Jangan disimpan di dada, begitu pesan sang suami. Dengan begitu bisul akan mengempes sendiri, pecah tanpa rasa sakit. Begitulah.

Kini sang istri merubah posisi. Kepalanya menghadap wajah sang suami. Sang suami meski tau wajahnya tengah dipandangi sang istri dengan mesranya tetap saja terpejam. Sang istri yang sangat tau tabiat suaminya, cuma menghela nafas ringan. Sejenak si istri mengingat lagi tips jitu yang diajarkan suaminya dalam rangka menghilangkan bisul itu. Caranya...... dengan menuliskan apa saja uneg-uneg yang ada di dedaunan. Setelah ditulis maka catatan itu diterbangkan ke udara lewat angin yang bertiup. Setelahnya jangan pikirkan lagi. Ungkapkanlah hanya harapan terjujur dan terbaik yang ingin kamu capai dalam dunia ini. Itulah pesan sang suami. Itulah pula yang selama ini dilakukan sang istri. Dan sebagai mahluk biasa nan lemah, tentu tidak mudah baginya melaksanakan pesan sang suami. Ia belajar pelan-pelan bagaimana bersikap jujur kepada diri sendiri juga kepada orang lain. Ia juga belajar supaya catatannya yang diterbangkan angin itu tidak membuat gerah, atau geram pihak-pihak lain, seandainya terbaca pihak lain.

Demikianlah cengkerama sepasang suami istri, pasangan pak dan bu Pohon pada suatu malam menjelang dinihari, yang gambarnya anda lihat di atas. Sang suami, tampak gagah, agak pendiam, dan tenang. Si istri, meski sekarang lebih kurus, tetap cantik, banyak tersenyum, lebih banyak bicara dibanding suaminya. Mereka berdua terlihat begitu mesra, wajah keduanya tampak bercahaya tertimpa sinar bulan. Mereka memang cukup kompak bersama-sama dalam duka dan bahagia, sampai maut memisahkan. Cengkrama sepasang pohon itu terus berlanjut hingga semburat jingga sinar mentari mulai muncul di ufuk timur.

Gambar di atas hanya akan kita lihat bila malam telah tiba, saat mereka berdua masuk ke peraduan mereka. Saat dimana, bagi mereka, hanya ada mereka berdua. Tidak ada pepohonan lain. Tidak ada hal lain, apalagi segala tetek-bengek masalah gunjang-ganjing dunia fana ini. Pada malam hari, mereka berdua akan menarik diri dari keramaian sekitarnya, menarik diri dari gegap gempita dunia luar. Ya, hanya ada mereka berdua, seperti gambar yang anda lihat di atas. Bila mentari terkuak, mereka membuka diri lagi kepada dunia, anda akan melihat disamping mereka ada banyak pepohonan lain.

Saya, yang kini tengah terpekur menatap gambar sepasang pohon itu. He....rasanya ingin juga bercengkrama seperti sepasang pohon itu, agak malam nanti. Sungguh, saya terkesan pada kemesraan cengkrama sepasang pohon itu. Ya, kisah cengkrama sepasang pohon yang dibisikkan angin di tempat saya duduk ini sangat menggugah jiwa saya. Entah mengapa. Saya juga merenungi teraphy pemecahan bisul ala pak dan bu Pohon itu. Entahlah kebenarannya. Setidaknya bisa saya coba. Dan sebagaimana sebuah perenungan, perenungan saya pada kisah Cengkerama Sepasang Pohon ini belumlah usai. Silahkan anda renungkan pula bila anda berkenan. Selamat malam semua (Pstt....saya tidak sabar menunggu malam larut itu tiba. Rasanya ingin segera bercengkrama seperti sepasang pohon itu dengan suami saya. Jangan bilang siapa-siapa ya).

Monday, July 27, 2009

Newsoul Postingan ke-100

He, rupanya hari ini postingan saya sudah 100. Seratus buah. Saya tadi sedikit merenung tentang alasan saya membuat blog ini. Blog ini saya buat bulan Maret 2009. Sudah sering saya sebutkan dimana-mana, ngeblog bagi saya adalah seperti mendapatkan cara memecahkan bisul tanpa merasa sakit. Dan semoga orang yang sengaja atau tidak sengaja membaca blog saya jadi tau cara memecahkan bisul tanpa merasa sakit itu di postingan saya. Meski, makna memecahkan bisul itu mungkin cuma tersirat.

Saya memberi waktu kepada diri saya 100 detik untuk menulis postingan ini. Silahkan anda tanggapi, anda beri urun rembug, kalau bisa, juga dalam waktu 100 detik. Silahkan anda sebutkan apa yang anda dapat dari tulisan saya, seorang blogger baru dengan dengan semangat si newsoul ini. Dengan seluruh cinta saya buat anda semua, selamat pagi teman. Saya tunggu tanggapan anda.


Sunday, July 26, 2009

Meminta, Menyelaraskan, dan Menerima


Selamat sore sahabat. Saya sedang minum kopi sore saya. Tentu tanpa tv sebagaimana janji saya pada seorang rekan (Hari ini tanpa tv, bisa ?). Jadi apalagi yang bisa dilakukan, makan sudah, ke pasar sudah. Yah merenung di depan laptop ditemani secangkir kopi di beranda depan dengan memandang taman mungil saya. Ada angin semilir yang tanpa malu-malu menampar-nampar wajah saya. Tamparan yang cukup membuat layar perahu saya terhanyut menyisiri tepian samudera maya ini.

Sedang saya hanyut itu, tidak sengaja saya membuka pesan yang masuk. Yah rupanya kemarin ada lagi pesan yang masuk ke inbox di kitab tampang (Facebook) saya. Ini pesan dari Institut Law of Attraction lagi. Intinya, kata si teman pengirim pesan itu (Muhammad Anshar Akil), ada tiga tahapan aplikasi LoA untuk mewujudkan impian kita, yaitu MEMINTA, MENYELARASKAN dan MENERIMA.


Lalu secara singkat dia menjelaskan maksudnya. Dan, he, mungkin karena saya sedang ingin santai atau bisa jadi karena saya yang bodoh ini kurang sreg dengan bahasanya, saya lebih suka menguraikannya dengan bahasa pemikiran sederhana ala saya. Kira-kira seperti ini :
  • MEMINTA, pada tahap ini kita melepaskan harapan, keinginan yang menjadi impian kita dalam bentuk doa. Sebagaimana doa, tentu kita harus jujur merasakan, memeriksa keinginan kita. Setelah itu barulah memintanya kepada Dia secara bersungguh-sungguh dan ikhlas.
  • MENYELARASKAN, pada tahap ini tentu kita harus menyelaraskan doa yang telah kita pinta itu dengan perbuatan atau ikhtiar yang harus dilakukan guna mendukung tercapainya permintaan kita tersebut. Dengan kata lain, kita menyesuaikan vibrasi pikiran sadar, bawah sadar, dan supra sadar kita dengan vibrasi alam fisik, alam quanta, dan alam potensialitas sejati yang ada di alam semesta. Inipun harus dilakukan dengan bersungguh-sungguh dan ikhlas
  • MENERIMA, tahapan ini lebih berisikkan penerimaan atas apa yang sudah kita pinta dan apa yang ada di semesta ini sebagai wujud kasih sayangNya. Kita mengenali dan mendapatkan setiap manifestasi keinginan tersebut di alam nyata. Setelah itu, penerimaan tersebut kita manifestasikan sebagai wujud rasa syukur kepada semua mahluk di alam semesta ini.
Ketiga tahapan di atas saling terkait satu sama lain dan merupakan satu kesatuan yang menentukan apakah dengan prinsip LoA ini, impian kita akan menjadi kenyataan. Tentu saja, apapun yang terjadi, semuanya atas kehendakNya.

Demikian renungan saya sore ini. Saya yakin banyak diantara kita yang selama ini telah menerapkan hal tersebut meski kita tidak mengenal istilah Law of Attraction. Ya, LoA hanya istilah, sebagaimana istilah-istilah lain dalam teori lain yang juga banyak mengemuka. Tetapi mekanisme meminta, menyelaraskan, dan menerima di atas adalah sebuah proses yang tanpa kita sadari telah terjadi pada saat harapan, keinginan kita menjadi kenyataan. Bagaimana menurut anda...? Ya, mari kita renungkan bersama.

Saturday, July 25, 2009

Melayari Samudera Maya


Oh samudera.......biru pagi yang menuntun jiwa
Ada rasa ingin tak bertepi untuk menyisiri.........

Oh samudera....luasnya dirimu tak terhingga
Namun jelajahku terbatas pada jeda tertentu hari biru..........

Oh samudera......kusisiri dirimu meski hanya tepimu
Sebab aku tak bisa melayarimu tanpa memandang daratanku.........


Oh samudera...... maya dirimu biru melelebur beku
Pagi ini kulayari lagi tepimu dengan rasa indah tak bertepi, adakah kau mengerti......?



Saat menyusuri samudera maya ini, saya menerima banyak sekali anugrah indah disana, antara lain berupa award. Dan inilah award-award yang saya terima kali ini (maaf baru sempat dibongkar) :


Dari Anazkia (Senin, 6 Juli 2009





Dari inuel, 7 Juli 2009




Dari Mbak Fanda (Jum'at, 17 Juli 2009)




Dengan ucapan indah :
Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran. Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu.


Dari
Mbak Tisti (Jum'at, 17 Juli 2009)




Dari
Mbak Reni (sabtu, 18 Juli 2009)





Mbak Reni lagi (Jum'at, 17 Juli 2009)



Mbak Reni lagi (Senin, 6 Juli 2009)












Demikianlah selaksa anugrah yang saya terima selama menyusuri samudera maya di bulan ini. Terimakasih sobat atas anugrah indah tersebut.

Award-award indah tersebut, saya persembahkan kembali kepada sahabat di samudera maya ini:
Yaitu:


Semoga sahabat semua berkenan. Semoga persahabatan ini terus mewangi dalam lindunganNya. Dan semoga pelayaran kita pada samudera maya ini membawa kesuksesan dan kebarokahan kepada kita semua.

Thursday, July 23, 2009

Abunawas Ingin Pulang Ke Oasenya


Oase menyejukkan nan bening itu, begitu dirindukan Abunawas (maaf, nama ini cuma sembarang saja saya temukan). Abunawas merindukan oase yang terletak tak jauh dari rumahnya dahulu. Tempat dimana ia, layla, Khalil, dan Salman bermain, hampir tigapuluh tahun yang lalu. Ya Abunawas merindukan oasenya. Betapa ia sangat ingin pulang ke oasenya itu bersama istrinya tercinta . Tetapi apa daya, jarak nyang begitu jauh menjadi kendala. Belum lagi biaya yang dibutuhkan begitu besar.

Meski begitu keinginan pulang ke oasenya itu tak bisa luput dari benak Abunawas. Abunawas terus memikirkan oasenya.Tiada hari tanpa memikirkan keindahan oasenya. Tiada hari tanpa angan-angan nan indah tentang nikmatnya meminum air dari tadahan tangannya di oase itu. Sungguh, saat penat, lelah sepulang kerja setiap hari, yang ia angankan adalah osaenya. Itulah obat penawar penat dan dahaga yang tertanam kuat di benak Abunawas. Dan keinginan itu semakin hari semakin menggebu. Ia bahkan menyisihkan uang lemburnya untuk menabung.

Pada suatu hari di awal pekan beberapa bulan lalu, Abunawas seperti mendapat ilham untuk mencapai keinginannya itu. Iapun memasang wallpaper bekas bergambar padang pasir di sekeliling kamarnya, lengkap dengan oase dan bahkan beberapa ekor unta. He, tentu bukan Abunawas namanya bila tak cukup cerdik mensiasati situasi, termasuk mensiasati keinginan terpendamnya. Maka, setiap malam Abunawas merasakan pulang ke oasenya. Sederhana bukan, beres, masalah terselesaikan dan ceritapun usai.

Ternyata kisah ini tak berhenti sampai disitu. Sebulan setelah pemasangan wallpapaer itu, Abunawas benar-benar pulang ke oasenya. Abunawas betul-betul menginjakkan kaki ke kampung halamannya. Begitulah kisah Abunawas, imigran miskin di Perancis yang berasal dari pinggiran sebuah negara teluk Persia. Tiba-tiba di suatu hari yang mendung dan rintik-printik, Salman sahabat kecilnya yang kini telah menjadi pedagang kaya raya, menemuinya dan mengajaknya pulang bersama ke kampung halaman mereka. Salman memberinya tiket gratis pulang pergi ke kampung halaman mereka.

Sungguh, saya lama terpekur memikirkan kisah ini. Ketika saya renungkan lagi, ternyata apa yang terus diangankan dan dipikirkan Abunawas dengan doa yang ikhlas dan sungguh-sungguh telah membawanya kepada keinginannya tersebut. Pikiran si Abunawas untuk pulang ke kampung halaman menengok oasenya memancarkan energinya ke semesta. Energi yang terpancar tadi ditangkap semesta lalu dipancarkan lagi hingga tiba ke sang oase. Sang oase di kampung halamannya pun mengirimkan energi ke semesta untuk menarik Abunawas ke sana. Wallahu'alam bissawab. Sudah pasti ini kehendakNya. Bukankah Ia berkata "Aku adalah bagaimana menurut persangkaan umatku. Bila umatku bersangka baik maka kebaikan itu baginya. Bila ia bersangka buruk maka keburukan itu baginya. Ini hanya salah satu kisah seputar LoA yang ada dalam pikiran saya. Mari kita renungkan bersama.

Gambar diperoleh dari sahabat saya Zumairi

Wednesday, July 22, 2009

Law of Attraction (LoA) Dalam Diri Kita


Hidup adalah soal bagaimana memberi ruang kepada diri sendiri secara adil, fair dan positif, sebelum memberi ruang secara adil, fair dan positif pula kepada sesuatu di luar kita (lingkungan). Dan, bagi saya, kita tidak akan bisa memberi ruang kepada seseuatu di luar kita secara adil, fair dan positif sebelum kita menerapkannya kepada diri kita sendiri. Itulah renungan saya selama ini. Itu juga yang coba saya sebarkan selama ini dimana saja, Facebook, bahkan di blog ini. Tentang betapa pentingnya berpikir posistif (meski komplen tentu tetap boleh dilakukan,asalkan dengan niat positif).

Ternyata....... setelah saya renungkan lagi, inti renungan saya tersebut adalah bagian dari Law Attraction yang mulai ramai didengungkan. Benarkah anggapan saya ?, entahlah teman. Perenungan saya dan perenungan kita semua tentu belum usai. Silahkan anda renungkan juga tulisan di bawah ini (dikirimkan Muhammad Anshar Akil ke inbox di FB saya). Ya, mari kita renungkan bersama.

Law Of Attraction, Kemarin, Kini dan esok
Tuhan menciptakan dan mengatur alam semesta beserta isinya melalui hukum-hukum universal. Hukum tersebut biasa disebut hukum alam (law of nature) atau hukum Tuhan (sunnatullah). Hukum universal bekerja setiap saat, mengatur benda-benda mati maupun makhluk hidup di setiap sudut jagat raya.

Hukum alam tidak akan berubah atau rusak karena hukum nilai yang menjaga alam semesta tetap berjalan sesuai mekanismenya. Seluruh benda dan energi semesta dikuasai oleh hukum-hukum ini, baik yang dapat kita jelaskan secara ilmiah (seperti hukum listirik dan gravitasi) maupun yang belum terjangkau oleh pengetahuan ilmiah saat ini (seperti hukum spritual).

Salah satu hukum dasar yang mengendalikan alam semesta adalah Law of Attraction (LOA) atau Hukum Ketertarikan. Law of Attraction menyatakan bahwa Anda menarik segala sesuatu ke dalam hidup Anda sesuai dengan apa yang dipikirkan. Pikiran-pikiran dominan Anda akan menemukan jalan untuk mewujudkan dirinya. Manfaat hukum ini bahwa setiap orang dapat mencapai tujuan hidupnya melalui kekuatan pikirannya. Artinya ada hubungan kausal antara kualitas pikiran kita dan takdir kita.

Prinsip Law of Attrcation sebenarnya bukan hal baru. Dalam Al-Quran dikatakan: Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrah, niscaya Dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya Dia akan melihat (balasan)-nya pula.” (QS Az Zalzalah: 7-8).

Di Alkitab dikatakan: ”Oleh karena itu Aku berkata kepadamu: Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu” (Lukas 11:9). Budha berpesan: “Kita ini adalah hasil dari apa yang dipikirkan” (What you have become is what you have thought).

Para cendekiawan klasik mengakui keberadaan Law of Attraction. Salomo mengatakan: “Seperti orang berpikir dalam hatinya, begitulah ia”. Ralp Waldo Eemerson memberikan ketegasan bahwa: “Manusia adalah apa yang ia pikirkan sepanjang hari.” William Shakespeare mengingatkan: “Waspadalah terhadap pikiran Anda kalau-kalau itu menghianati Anda!”

Law of Attraction mulai populer dengan terbitnya buku "As a Man Thinketh" karya James Allen (1864 - 1912) pada tahun 1902. Ini dapat disebut sebagai awal dimulainya publikasi Law of Attraction. Walaupun di buku ini tidak ada kalimat Law of Attraction, tapi dalam banyak hal ia telah menerangkan prinsip-prinsipnya secara detail dan jelas. Kemudian buku William Walker Atkinson (1862 - 1932), yang menggunakan kalimat Law of Attraction, dalam buku berjudul "Thought Vibration or the Law of Attraction in the Thought World" pada tahun 1906.

Selanjutnya tak terhitung jumlahnya seminar, buku-buku maupun film tentang Law of Attraction yang terus diproduksi dan sangat dminati masyarakat di berbagai belahan dunia. Termasuk buku dan film DVD "The Secret". Kini, melalui temuan Fisika Quantum, Law of Attraction telah diterima sebagai salah satu hukum universal yang bersifat ilmiah seperti halnya hukum listrik dan gravitasi dalam Fisika.

Maka tinggal bagaimana kita memahami dan memanfaatkan Law of Attraction ini untuk mengatasi berbagai masalah yang melanda dan membuat hidup kita menjadi lebih baik di hari esok (Muhammad Anshar Akil, Institut Law of attraction Indonesia).***

Tuesday, July 21, 2009

Mengawan Selepas Tengah Hari


Suatu ketika di kota itu. Seseorang terpekur di sudut sebuah ruangan saat matahari tepat di atas kepala. Di Langit, sekelompok awan berarak memenuhi angkasa. Sebagian meninggi, sebagian lagi merendah seakan siap menjamah siapa saja. Putih, bergelembung menggulung angin, dan tampak ringan juga lembut, begitulah sang awan. Betapa seseorang yang tengah gundah dengan segala penatnya itu ingin menidurkan jiwanya sejenak disana.

Saat itu angin berhembus lembut di angkasa. Hembusan yang ia rasakan sangat sejuk saat berdiri ke luar ruangan. Tak lama, hp di sakunya berdering dua kali dengan nada khasnya. Sebuah pesan singkat tiba untuknya. Ketika ia buka pesan singkat itu, ia terlihat begitu terpetanjat, matanya berkerjab-kerjab, bibirnya bergetar. Entah mengapa. Dukakah itu atau kabar bahagiakah....!? Entahlah.

"Sayang, pulanglah cepat, tes packnya positif, aku hamil.....", begitulah pesan singkat istri tercinta. Mata seseorang itu tampak berkaca-kaca, siap mengeluarkan air bening disana. Akhirnya, penantian panjang selama hampir enam tahun berbuah juga. Ia terlihat begitu bahagia. Tengah ia larut dalam suasana itu, iapun mendengar suatu suara berkumandang lewat TOA masjid di kantornya. Panggilan untuk menghadapNya tiba.

Demikianlah kisah seseorang yang tadi sedang memandangi awan. Sekitar lima belas menit setelah itu, iapun memenuhi panggilanNya. Saat dimana ia merasakan kebahagiaan dan keteduhan yang semakin dalam. Ada beberapa detik ia merasakan jiwanya terbang di awan putih tadi. Ia merasakan dirinya mengawan. Lembut, ringan, juga putih dan indah di jiwanya. Ia merasa begitu bahagia. Entahlah kebenarannya. Ini hanya sepenggal kisah selepas tengah hari di suatu titik di bumi ini.

Omong-omong, mengawan ini pernah juga saya rasakan meski dengan situasi dan alasan yang berbeda. Saat tengah jenuh berkelahi dengan sesuatu di jiwa, tiba-tiba seberkas cahaya muncul tanpa diminta (jelas kiriman Dia si Penguasa Fana, jelas karena Dia kasihan pada kefanaan saya), seketika jiwapun terasa indah mengawan. Ketika yang dicinta menyatakan niatnya mempersunting saya dulu kala, hehe, sayapun merasa mengawan. Ya kita semua mungkin pernah merasakan situasi "Mengawan", saat dimana kita merasa begitu bahagia, saat dimana kita merasakan jiwa kita terbang dengan hati yang putih karena kelegaan, juga persaan lembut dan ringan. Mari kita renungkan bersama.

Sunday, July 19, 2009

Si Fana di Dunia Nan Fana


Si Fana diturunkan ke bumi, mengembara mengisi dunia, dunia nan fana. Konon.... kitalah si Fana. Kalaulah kita tidak fana, semuanya indah dan abadi, tidak ada kelemahan, tidak ada kesalahan, tidak ada kekhilafan, tidak ada kekeliruan, tidak ada kebinasaan, apa jadinya....? Semuanya lurus-lurus saja, tidak ada pertentangan, tidak ada kekisruhan, tidak ada perjuangan tertatih-tatih karena persaingan antar kita si fana, apa jadinya....? Apakah itu yang kita inginkan...? Begitu banyak hal yang telah kita alami dengan kefanaan. Cengkeram kefanaan selalu menyentuh kita. Maka marilah kita si fana ini merenungkan sejenak tentang kefanaan kita.

Gambar dari :
kamaliyadi.web.ugm.ac.id

Saturday, July 18, 2009

Suatu Pagi Yang Cerah Merona





Dia indah, cerah mempesona, seperti biasanya


Dia tak banyak berulah, kecuali melambai saat angin meliukannya, seperti biasanya

Dia bicara cuma dengan rona merahnya, begitulah ia menyapa dunia, seperti biasanya

Dia begitu menyemarakkan hati saya, membisikkan sesuatu, entah apa, seperti biasanya.


Dialah Hisbiscus Rosasinensis, Kembang Sepatu merah saya. Tebaran indah yang cukup menggugah rasa saya pagi ini, sembari menyeruput secangkir kopi. Cukup menghibur setelah jengah dengan berita ledakan di televisi yang hampir selalu terjadi. Entahlah. Semoga keresahan saya, keresahan kita semua akan kejadian tersebut dapat segera sirna. Semoga kebahagiaan dan kedamaian tercipta dan mengalir di benak kita semua, benak siapa saja, sehingga kejadian meresahkan tersebut tidak terjadi lagi. Semoga jalan keluar segera terbuka, tidak sekedar mencari seekor kambing yang katanya berwarna hitam. Apalagi sekedar melepas wacana, yang cuma meresahkan suasana (bosan juga kan). Apapun, mari semangat lanjutkan hari kita. Begitulah suatu pagi yang cerah merona, sebagaimana bisikan damai sang Kembang Sepatu Merah tadi. Selamat pagi semua.

Friday, July 17, 2009

Ledakan Itu......., Dan Sayapun Meledak !


Seperti yang kita semua ketahui, tadi pagi terjadi ledakan di sekitar hotel JW Marriot dan Ritz Carlton, Mega Kuningan, Jakarta. Saya terpaku, saya pilu, dan saya membeku pada lautan kesedihan yang dalam dan mengharu biru. Dimana-mana suasana itu kita temui, kitab tampang (Facebook), multiply, juga di jagad bogosphere. Sayapun rasanya meledak, geram dan marah.

Tetapi....., bukan sekedar ledakan disana yang ingin saya kemukakan saat ini. Ini soal ledakan yang muncul di dalam dada saya. Data olahan yang diperoleh dari lapangan, setelah tadi sore saya check ulang, hiks, ternyata banyak yang tidak valid, dikerjakan asal-asalan. Benar-benar menjengkelkan bagi saya. Mengolah data mentah saja tidak bisa, apa sesungguhnya isi kepala mereka ? Mungkin karena kebanyakan diasupi makanan junkfood, makanan berMSG (monosodium glutamat) , atau terlalu sering nonton sinetron sehingga membuat otak mereka menumpul...!?, entahlah. Begitulah gerutu saya. Padahal Senin nanti sudah harus disajikan. Apa yang harus saya lakukan? Yah, saya terpaksa harus mengolah ulang data itu. Hm....rasanya kepala saya mau meledak.

Rasanya sudah hampir meledak sore tadi. Dan setelah makan malam, nonton tv sama-sama, tiba-tiba suami saya memberikan senyuman terhangat dan penuh makna khas dia. Sesuatu yang saya suka darinya. Dia paling bisa memahami saya. Sayapun menjawab kerlingan matanya, dengan mengucapkan ya ya ya (he, cuma dalam hati). Suami saya mengajak saya meledak bersama. Yah meledak bersama di ranjang kami. Ini karena jatah "Nyunnah Rasul" semalam lewat karena dia sedang ke lapangan.

Demikian teman kisah tentang ledakan ini. Ini catatan seseorang, kebetulan perempuan, yang dibisikkan angin selatan di dekat tempat saya duduk ini. Kelihatannya dia sudah tidak sabar, ingin meledak. Mudah-mudahan ledakan yang satu itu bisa meredam ledakan yang menghantam kepalanya sejak sore tadi. Silahkan direnungkan, tentu saja bila anda berkenan. Satu hal, tolong jangan tanya saya makna meledak bersama yang dimaksudkan tadi (Piss ah). Saya kira hal yang satu ini mudah dipahami, mudah-mudahan. Selamat malam semua.

Thursday, July 16, 2009

Senja Dengan Rasa Yang Menyublim




Dia bersemi di titik kulminasi pagi, pada ufuk yang membelah awal hari


Dia bersendiri sejenak menyepikan hati, saat orang-orang tak henti mentertawakan diri sendiri

Dia berlari dari tikaman kerlip sinar matahari, saat panasnya menyerngitkan dahi

Dia berdiri di ketinggian rasa, pada senja yang semakin meninggi dan menyublim



Senja ini, rasa itu semakin menyublim. Betapa ketinggian rasa itu tak terdefinisi, tidak juga oleh dirinya sendiri. Kecuali bisa ia rasakan belaiannya, kelembutannya. Diapun bersiap membagi rasa yang ia pahami itu, entah kepada siapa. Begitulah senja dengan rasa yang semakin menyublim milik seorang yang berdiri di garis senja. Semoga kegelapan malam belum segera tiba untuknya, sehingga subliman rasa itu masih bisa merekah di jiwa-jiwa yang menanti.

Wednesday, July 15, 2009

Ketika Alamat Blog di Shoutmix Tergangu Atau Diganggu.......!?

Kesal, heran. Itulah yang saya rasakan saat saya menemukan pesan saya di shoutmix seorang teman ternyata tidak berisikan blog saya. Padahal saya benar menuliskan alamat blog huruf demi huruf dan segala tetek-bengeknya di kolom link yang harus disikan. Rupanya di blog seorang teman yang lain lagi, hal itu juga pernah terjadi. Lalu saya berpikir mungkinkah blog saya, selain kemungkinan terganggu, adalah (sengaja) diganggu....!?

Coba anda lihat ini itu isinya jelas bukan blog saya, tapi coba anda perhatikan alamat blognya benar kan http://newsoul-sayangidirimu.blogspot.com.....!? Itulah yang muncul saat saya klik link yang saya tuliskan tadi. Bagi saya yang jelas gaptek, ini betul-betul tidak saya mengerti. Tapi ya......,mudah-mudahan kejadian ini tidak terulang lagi. Semoga sekedar error kecil yang terjadi. Bagaimana menurut teman-teman...? Ada yang bisa membantu menjawab pertanyaan saya....?

Tuesday, July 14, 2009

Setangkai Sirih Di Negeri My Oh My........






Negeri My oh My sedang bergolak pasca 8 juli lalu. Seperti lazimnya aneka tangkai dan rerimbunan flora di segenap penjuru bumi, setangkai sirih menarik diri dari gegap gempita gejolak dunia. Betapa setangkai sirih itu memiliki ketenangannya yang unik.

Di negeri My oh My......, setangkai sirih itu tidak cuma bisa lari menjauh tanpa ada sumbangsih. Ia berpagut sepi, tapi tetap menyediakan diri untuk mengobati dan menyembuhkan segala luka. Ya luka siapa saja di negeri My oh My ini. Datanglah kapadanya setiap yang luka, letih dan berbeban berat (heran, di sudut manakah di negeri ini kalimat serupa ini pernah saya baca....!?), tumpahkan keluh kesah disana. Ya setangkai sirih di negeri My oh My memiliki banyak manfaat, banyak fungsi dan banyak makna.

"Negeri kami boleh saja sedang sarat kesibukan..., tapi siapa saja boleh datang. Dan tentu saja akan mendapat sambutan hangat", itulah makna selamat datang dari setangkai sirih. Orang-orang negeri My oh My menyebutnya upacara Sekapur Sirih.

"Negeri kami bisa saja sedang sarat masalah, tapi kami selalu punya sedikit hajat dan pesta. Maka penuhilah undangan pesta kami", begitu makna setangkai sirih saat dibawa untuk mengundang kerabat di beberapa adat-budaya penjuru negeri ini.

"Bila fisikmu lelah, gigi sakit, batuk mendera, bau badan, sakit perut, pektay, dan sebagainya, maka carilah setangkai ia untuk menyembuhkanmu", begitu manfaat pengobatan dari setangkai sirih.

"Bila jiwamu lelah, maka datanglah kepadanya. pandanglah ia. Tumpahkan dukamu, selamkan jiwamu pada serat kedalaman jiwa tangkainya. Ketenangan dan kehijauannya akan cukup membantu. Setelah itu merenunglah padaNya, berserahlah padaNya. Ia yang di atas Arasy singasanaNya". Begitulah konon katanya...., manfaat setangkai sirih yang dibisikkan angin bertiup ini sejak dulu kala. Entahlah.

Demikian sobat tentang setangkai Sirih di negeri My oh My ini. Negeri saya, dimana biasanya kita selalu menyebut segala sesuatu dengan embel-embel "Saya". Anda, saya, kita semua pasti punya pendapat dan perenungan sendiri menyangkut sepenggal gesah ini. Bila berkenan, mari kita renungkan bersama. Saya pamit masuk dulu ya, mau mengobati sakit perut yang mendera ini (Barusan tadi saya ke halaman belakang untuk memetik setangkai sirih yang gambarnya anda lihat di atas).

Monday, July 13, 2009

Leyeh-leyeh Perbincangan Pelabellan di Facebook



Menatap dunia lewat jendela maya. Begitulah saya tertegun saat ini. Ada sesuatu yang hinggap di benak saya saat kemarin tidak sengaja saya buka Facebook. Hiks, meski tidak seintens dulu, saya masih suka berinteraksi dengan para sahabat lewat FB. Sesuai dengan tertera disana kan, Facebooks will helps you connect and share with the people in your life. Dan kemarin sampai pagi tadi saya tertegun dengan sesuatu yang saya tangkap pada interaksi lewat FB tersebut. Interaksi lewat leyeh-leyeh perbincangan di Facebook.

Ya kemarin tidak sengaja saya melihat status salah seorang teman saya di FB. Seperti biasa, saya suka mengkomentari status teman-teman saya, yang menurut saya menarik. Kemarin malam salah seorang teman menulis di statusnya ,
"Ada 2 pilihan dalam hidup, menyukai apa yang dijalankan dalam kehidupan, atau menjalankan apa yang disukai dalam kehidupan". Hm...menarik, saya jadi gatal ingin menimpali.
"Pilihan yang pertama, rasanya monoton, bahkan terkesan terpaksa. Yang kedua, memang lebih menyenangkan. Paling tidak kita akan berusaha mencari apa yang disukai, tentu di jalur yang benar, itulah tantangannya" , begitu timpal saya
"Betul sekali, Mbak Elly. Btw, selamat buat Sriwijaya FC yg sukses jadi juara Copa", jawab si bung teman saya itu. Kami biasa seperti itu, saling menyemangati. Bung teman saya itu, sosok penulis yang hebat tapi sederhana, Mahardhika Zifana, penulis buku Rahasia Kaum Falasha.

Tak lama masuklah komentar dari seorang sahabat yang lain lagi,
"Ieu mah sga filosofi 'Perempuan cenderung menyukai apa yg dia kerjakan, smentara laki2 cnderung mengerjakan apa yg dia sukai' nya ari urg mah ti bheula ge menyukai wanita yg mengerjakan apa yg saya sukai", begitulah isinya. Lebih lengkap bisa anda lihat disini.

Sampai disitu, gubrak!. Saya tertegun membaca komentar sahabat yang lain lagi itu. Bukan karena kalimat terakhirnya, tapi karena pengkotakkan tadi. Perempuan cenderung menyukai apa yang dia kerjakan, sementara lelaki cenderung mengerjakan apa yang dia sukai. Bagi sebagian orang mungkin saja itu benar. Tapi kalimat perempuan dan laki-laki itu saya garis bawahi. Itu salah satu pelabellan yang sering saya temui dalam kehidupan sehari-hari.

Pagi tadi, sambil menunggu rapat nanti siang, saya buka FB lagi. Dan, kembali menemukan kata-kata yang cukup menggelitik bagi saya di salah satu status teman saya yang lain lagi. Seperti ini,
"Kenapa ada mahluk yang namanya wanita....?" demikianlah isinya. Kalimat yang sering kita temui dalam kehidupan kita sehari-hari. Sayapun menukas sembari terkekeh. Lebih lengkap bisa anda lihat disini

Sambil saya menuliskan tulisan ini, saya belum berhenti dengan perenungan saya tentang pelabellan ini. Tidak ada yang salah dengan pendapat atau opini kita. Setiap orang berhak menyatakan pendapatnya. Siapapun kita, baik pria maupun wanita. Hanya saja, bagi saya, mengkotak-kotakkan dunia sebagai ini Perempuan, itu laki-laki cuma mempersempit dan mempersumpek diri kita sendiri. Meski perempuan dan laki-laki jelas bukan mahluk yang sama. Lihatlah toliet dan kamar ganti juga dipisahkan dan dilabeli berbeda. He,jelas yang saya maksudkan bukan itu. Pemisahan keduanya menjadi blok yang tidak saling mengerti, dalam kelas dengan level berbeda, itu pelabelan yang tidak saya sukai. Bagi saya, perempuan dan laki-laki adalah mahluk yang harus saling menguatkan dan saling mendukung dengan sinergi sehingga kehidupan kita lebih harmoni. Soal ini, percaya saya, coba saja. Memahami diri sendiri adalah awal juga modal untuk memahami orang lain (baik dia perempuan atau laki-laki).

Saya cuma ingin mengatakan, marilah kita saling mengingatkan untuk saling mengayomi, saling mendukung, dan saling menguatkan, baik kita perempuan ataupun kita sebagai laki-laki. Bukankah Tuhan tidak membedakan (baca mengkotak-kotakkan dunia sebagai) perempuan dan laki-laki. Keduanya adalah sama dimata Allah SWT, yang dinilai adalah amal perbuatannya. Kita saja sebagai mahluk yang lemah sering terpelintir pada logika yang kita buat sendiri. Ini menurut saya lho.

Demikian renungan saya soal leyeh-leyeh Pelabellan di Facebook ini. Ini cuma kebetulan. Pelabellan, pengkotakkan dunia ini atas kelompok atau kelas apapun selalu terjadi, dimana saja. Facebook, hanya salah satu wadah dimana segala keluh-kesah, suasana hati, dan segenap pikiran kita tertangkap jelas di perselancaran dunia maya ini. Dunia maya sebagai salah satu jendela menatap dunia. Paling tidak saya menghargai teman-teman yang berani menyuarakan isi hatinya dengan jujur, sebagai sarana pelepas penat jiwa. Semoga perhatian dari sesama sahabat bisa memberikan sinergisitas dan harmoni. Kita ambil positifnya ya (yang negatif, he, tentu ada). Bahan perbincangan, linknya saya tampilkan atas seizin teman saya tersebut (Izin bung Mahadhika bisa anda lihat disini Terimakasih Bung Mahardhika, juga Pirda Kipli). Para pengelana maya, anda pasti punya pendapat sendiri soal pelabelan ini. Mari kita renungkan bersama.


Gambar diambil dari :
yainal.multiply.com/journal/item/200/Dunia it.

Sunday, July 12, 2009

Menatap Alocasia Di Tiupan Angin Sore Ini






Selamat sore sahabat. Sore yang indah, meski fisik saya lelah, sakit mata juga. Di tempat tidur saja, ah bosan juga. Maka bangkitlah saya keluar kamar. Langkah saya, kalau dalam sikon begini, pasti ke halaman saya. Entah halaman depan, samping dan belakang. Kali ini sasaran saya adalah halaman depan rumah. Agak di sudut kanan. Di situlah saya bercokol sejenak, mencari angin, memanjakan mata saya yang sedang sakit ini. Alocasia sp (entah ini jenis yang mana, maaf saya lupa), sedang menghibur saya dengan hijau dedaunannya yang bertambah semarak saat angin meliuk-liukan dengan goyangannya. Saya segera ke kamar lagi, mengambil hp butut saya. Tak lama sayapun jepret sana-sini, mengabadikan Alocasia yang sedang bergoyang-goyang dengan anggunnya di tiupan angin sore ini.

Seperti gambar yang yang anda lihat di atas, itulah pemandangan yang saya lihat tadi. Alocasia itu, menurut saya, begtu indah. Hijaunya begitu terang dan segar, sederhana tapi kuat. Jelas ia berbeda dengan dedaunan tanaman lain. Ia tidak seperti daun jambu air yang pernah saya posting waktu itu. Bila daun jambu mudah sekali gugur bila tertiup angin yang sedikit kencang saja, tidak demikian dengan dedaunan Alocasia ini. Saya sempat tercenung kenapa....? Hehe, jelas tidak seperti daun jambu, karena Alocasia cuma dalam pot, tidak akan jatuh berguguran seperti dedaunan lain. Jaraknya begitu dekat dengan tanah. Alasan lain, hm....mungkin karena kehijauannya begitu kuat. saya pandang lagi tanaman ini. Warna hijaunya memang sangat terang, terlihat sangat kokoh. Saya tidak melihat satupun daunnya yang berwarna kuning. Rasanya jarang sekali saya melihat daunnya yang sudah tua dan kuning. Saya ingat-ingat lagi, pernahkah saya melihat daun kuningnya....? Rasanya pernah, tapi sangat jarang. Ya tanaman ini begitu kokoh. Ia akan menguning bila pertahanannya sudah betul-betul di titik akhir, sudah sangat tua dan sudah sangat pada waktunya menjadi layu. Itupun tidak gugur, tetap menempel di pelepahnya sampai manusia datang untuk membuang helaian daun kuning yang sudah tua dan mengering tersebut. Begitulah.

Saya tercenung sahabat, merenungkan keindahan dan kekokohan nan sederhana milik si Alocasia ini. Betapa Dia telah Maha Pengasih mengirim sedikit makna keindahan dan kekokohan Alocasia ini untuk menjadi penghiburan dan perenungan bagi saya. Mata sayapun, he, terasa segar lagi. Andai kita bisa sesederhana, sekuat dan sekokoh tanaman ini, hm...... hidup ini akan lebih mudah dan lebih indah. Ya, pada setiap mahluk walau sekedar flora, fauna (apalagi kita manusia) terkandung filosofi kehidupan yang khas dan unik, yang maknanya bisa kita petik kalau kita mau. Demikian renungan saya hari ini sahabat. Anda pasti punya renugan sendiri, mari kita renungkan bersama. Selamat sore semua. Mari kita lanjutkan hari kita.

Saturday, July 11, 2009

Sebuah Pelukan Yang Terlepas Pada Suatu Hari

Di kamar mereka, sepasang perempuan dan laki-laki sedang berpelukan. Pelukan yang merapat, merenggang, lalu merapat lagi ketika kokok pertama ayam jantan terdengat dari balik tembok sebuah perumahan di kota itu. Saat kokok ayam jantan itu terdengar lagi, seketika sang perempuan mendongakkan kepala, ia terbangun. Saat akan bangun dan melepaskan pelukan sang lelaki, pelukan itu begitu kuat seakan tak ingin melepaskannya. Perempuan itu menggeliat sambil meronta, melepaskan pelukan si lelaki. Pelukan itupun akhirnya terlepas. Perempuan itu bangkit dari tempat tidurnya. Sementara sang lelaki menarik bantal dan kembali meringkuk.

Perempuan itu merapikan rambut sebahunya dengan tarikan jemari, lalu mengambil kucir rambut yang terlepas di dekat bantal. Wajahnya agak oval tapi penuh, usianya sekitar tigapuluhan. Pada wajahnya ada gurat penantian bercampur kekhawatiran akan sesuatu, entah apa. Sementara itu, di tempat tidur tadi sang lelaki masih juga meringkuk.

Setengah jam setelah itu, suara denting sendok menyentuh gelas kaca terdengar dari dapur. Jemari perempuan itu menari-nari diiringi lagu lama si Lenny Kravitz, It aint over till it over, lincah meningkahi denting sendok tadi. Tak lama secangkir kopi untuk dirinya dan segelas teh manis untuk si lelaki telah siap. Ditambah lagi roti bakar diolesi susu coklat kegemaran mereka berdua. Perempuan itu berjalan pelan ke kamarnya lagi.

"Bangun dong sayang...., sudah jam setengah enam nih"
Si lelaki menjawab tidak jelas, masih sambil meringkuk
"Katanya mau ketemu pak Budi" kata perempuan itu lagi, sambil tangannya mengguncang tubuh sang suami. Demi mendengar nama itu, si lelaki segera bangkit dari tempat tidur. Tak lama terdengar suara byar-byur dari kamar mandi. Si lelaki mandi dengan tergesa-gesa.

Hari itu hari sabtu, sebetulnya adalah hari libur mereka berdua. Begitulah pagi pada suatu hari dalam kehidupan pasangan suami istri itu. Mereka berencana akan ke berkunjung ke rumah orang tua si perempuan (yang kebetulan ada di kota yang sama dengan mereka), sayangnya tadi malam, Budi, seorang kolega bisnis sang suami minta ditemui jam tujuh pagi ini di suatu tempat yang lumayan jauh, di kawasan pinggiran kota. Kunjungan ke orang tua terpaksa mereka tunda.

Tiba-tiba, sekitar dua jam setelah sang suami menemui koleganya, keinginan yang sangat kuat muncul di benak perempuan itu. Keinginan untuk melakukan tes kehamilan, sudah hampir dua minggu ia telat datang bulan. Biasanya telat 2-3 hari saja ia segera memeriksakan dirinya dengan tes pack, sekali ini tidak. Ya, barangkali karena ia takut kecewa karena sering menemukan bahwa ia cuma telat saja. Sekali ini pula, entah mengapa ia tidak memberitahukan suaminya kalau sudah hampir dua minggu ia telat, ia malu pada suaminya karena hasilnya sering negatif.

Perempuan itu hampir meledak karena gembira, "aAhamdulillah...!" , ia menjerit tertahan saat melihat tanda garis dua muncul di alat tes tersebut. Ia positif hamil, setidaknya menurut alat test pack tersebut. ia menari-nari bahagia. Sekelilingnya terasa begitu merona dan berwarna cerah. Kebahagian itu betul-betul melenakannya. Inilah penantian panjang kami, enam tahun ya Allah. Terimakasih Kau telah mendengar doa kami, katanya membathin sendiri. Lagu Lenny Kravitz itu ia setel lagi, lagi dan lagi, berulangkali.

Saat ia tengah bersuka cita itu, tiba-tiba hpnya berdering,
"Halo.......,....... iya betul....., .....apa....!", perempuan itu menjerit histeris. Seorang laki-laki mengabarkan kalau suaminya mengalami kecelakaan, sedang dalam kondisi kritis di RS "X" di kota itu. Perempuan yang tadi sedang berbahagia itu seketika melunglai. Cukup lama ia terduduk lemas dan melihat kegelapan saja di sudut kamar. Ia duduk lemas disitu antara sadar dan tidak, sampai ia menemukan kekuatan untuk bangkit lalu pergi ke RS "X" yang dimaksud dan menelpon keluarganya.


Betapa kejadiannya begitu singkat. Dan betapa segala sesuatu tak bisa ditebak. Di RS "X" perempuan itu cuma menemukan jasad kaku suami tercintanya. Saat ia sedang tak sadarkan diri di sudut kamar, ruh suaminya telah kembali kepada sang Pencipta. Kini perempuan itu duduk sendiri memegangi jasad suaminya, tak tau harus berbuat apa selain mengeluarkan air mata. Tak lama datang beberapa kerabat, ayah dan ibunya, juga kakak perempuan sang suami. Perempuan itu masih berurai air mata.

Ada penyesalan yang menyesakkan jiwa perempuan itu. Ia menyesali kenapa tadi pagi ia membangunkan suaminya. Iapun menyesali kenapa tadi pagi itu ia harus bangkit dari tempat tidurnya, melepaskan pelukan suami yang begitu kuat seolah tak ingin melepaskannya. Mungkin jiwa suaminya, dalam tidurnya pagi itu, sudah memberikan pertanda tak ingin berpisah, tak ingin dilepaskan. "Kenapa kulepaskan...!", jerit perempuan itu tak terkendali. Seketika ruangan di kamar tempat jasad suaminya terbaring menjadi ramai. Para kerabatpun sibuk menenangkan perempuan itu.


Perempuan itu masih menjerit, kali ini cuma dalam hati. Wajahnya memucat. Ia masih menangis sambil memegangi perutnya. Ia bergumam mengatakan sesuatu kepada suaminya, "Sayang, penantian kita berujung juga. Aku hamil....., dan aku belum sempat memberitahumu tentang kebahagiaan ini...!, gumamnya penuh sesal dalam hati. Sebuah gumaman yang ia tujukan kepada suami tercinta.

Wajah perempuan itu semakin memucat. Tiba-tiba dari jendela kamar RS itu angin berhembus membelai wajahnya. Belaian yang entah kenapa, sangat menyejukkan perempuan itu. Tiba-tiba pula iapun bangkit dari duduknya. Wajah pucat tadi tampah memerah lagi. Ada sesuatu yang muncul tiba-tiba di benak perempuan itu. Sebuah perasaan yang menyeruak penuh di dadanya. "....Aku ikhlas sayang. Mungkin sampai disinilah pertautan kita. Anak kita ini adalah peninggalanmu yang akan kubesarkan dengan penuh kasih-sayang, sebagaimana rencana kita....", gumamnya lagi.

Begitulah. Mungkin angin tadi adalah aura atau jiwa kasih sang suami yang dikirimkan Tuhan padanya untuk membelainya dan memberinya kekuatan. Mungkin ya dan mungkin juga tidak. Sekali lagi, etahlah. Ia cuma merasakan bahwa belaian sang angin tadi sangat menyejukkan baginya. Ia seperti mendapat kekuatan. Perempuan itu menyeka air matanya. Bangkit mencium jasad suaminya yang terbaring kaku, dengan penuh cinta. Itulah ciuman penuh kasih juga ikhlas yang bisa ia berikan.

Betapa hidup adalah sebuah misteri. Dan setiap rangkaian kejadian harus dilakoni dengan ikhlas. Sesungguhnya pada setiap kejadian ada rencana terbaik Tuhan untukmu insan yang mungkin kalian tidak tau. Begitu bisik angin itu lagi. Setelah itu, angin istimewa itupun pergi diam-diam meninggalkan kamar Rumah sakit "X" tersebut.
Demikianlah kisah Sebuah Pelukan Yang Terlepas Pada Suatu Hari yang dibisikkan angin istimewa tadi. Kisah ini silahkan direnungkan oleh siapa saja yang berkenan, begitu bisik sang angin tadi. Setelahnya, tentu saja, mari lanjutkan weekend kita.

Thursday, July 9, 2009

Buang Jengah di Meja Ini




Pernah dengar kata jengah kan...? Pasti pernah. Saat kata jengah ini saya tulis di kolom judul postingan ini, saya sedang di ruangan saya. Sudah tiba di kantor sejak tiga yang lalu. Kantor lumayan ramai, ada tambahan beberapa anak PKL dari beberapa SMA di kota ini. Ramai yang tidak saya rasakan sebagai keramaian. Saya merasa sepi dan jengah, juga capek. Waktu menunjukkan pukul 10.10 WIB. Hawa dingin berasal dari AC berbaur dengan debu karena ruangan sebelah sedang direnovasi, pekerjaan menumpuk, menambah jengah yang saya rasakan tadi.

Jengah ini sebenarnya bukan saja karena ruangan sebelah direnovasi tadi. Bukan pula karena suasana ramai atau pekerjaan menumpuk tadi. Ini jengah yang lebih disebabkan karena sedang sumpek dengan suasana kita yang saya lihat selama ini. Adem ayem, tapi masalah yang ada tidak pernah tuntas. Lumpur Lapindo tidak beres, masalah TKW selalu mengemuka memberi tamparan memalukan, itu yang saya rasakan. Belum lagi bencana yang sebentar-sebentar datang, kasus korupsi yang terus bermunculan, dan lain-lain. Jelas membuat jengah. Jengah tidak berpangkal, tapi semoga berujung. Kalau jengah ini dilanjutkan, jelas tidak asyik kan.

Sambil menulis ini saya teringat pada hukum LoA (Law of Attraction), bahwa apa yang kita pikirkan berlarut-larut akan menjadi kenyataan. Pikiran akan menyebarkan energi tarik-menarik pada semesta ini. Michael Losier berkata, : "Apapun yang anda beri perhatian, baik berupa energi atau fokus pada sesuatu akan membuat itu masuk ke gelembung Vibrasi anda. Hal tersebut akan direspon kembali oleh semesta kepada anda dalam jumlah luar biasa. Perhatian, energi, fokus pikiran yang anda sebarkan akan kembali kepada anda, menjadi kenyataan untuk anda". Kira-kira seperti itulah pengertian LoA menurut Michael Losier.

Jadi, supaya kekhawatiran saya, pesimistis saya tentang kondisi bangsa kita yang membuat saya jengah tadi tidak menjadi kenyataan, flash......saya buang saja pikiran/perasaan tidak enak, dan membuat jengah tadi. Lebih baik saya lepaskan doa, semoga kondisi bangsa kita ini berangsur-angsur membaik. Mental lemah, malas, gemar korupsi semoga bisa berangsur-angsur lenyap. Masalah-masalah di depan mata (Lumpur Lapindo, kisruh TKW, dan lain-lain) semoga segera menemukan penyelesaian yang baik. Lebih baik positif thingking seperti itu. Ya mari buang jengah dan selalu menghembuskan pikiran positif. Mari membangun negeri ini semampu kita ini. Sebagaimana kalimat bijak seorang Aa' Gym (he, maaf kalau ada yang tidak suka). Mulailah dari yang kecil, mulai dari diri sendiri, dan mulai dari sekarang.

Demikian sobat renungan saya tentang jengah ini. Jengah bisa menimpa siapa saja. Jengah saya, jengah anda, jengah mereka, jengah kita. Anda pasti punya pendapat sendiri, mari kita renungkan bersama. Saya minum teh dan makan pempek dulu ya, baru saja saya pesan lewat OB. Jengah ini membuat saya jadi ingin ngeteh saja (ngupi sudah di rumah jam 5 pagi tadi) dan makan sesuatu. sebelum lanjut kerja. Shruuup....sedapnya teh saya.

Tuesday, July 7, 2009

Ayo Mencontreng Dengan Hati Nurani......!


Tanggal 8 Juli 2009, waktunya mencontreng. Mencontreng presiden pilihan, pilihan Rakyat Indonesia. Maka bisa dipastikan sebagian dari bulatan besar himpunan manusia yang menamakan dirinya Rakyat Indonesia itu akan berkata, asyik...! Sebagian lagi mungkin cuek, tidak perduli, mending tidur katanya. Sebagian yang lain lagi akan berkata , ya......ayo mencontreng daripada manyun di rumah.

Sukakah kita melakukan kegiatan mencontreng ini...? bisa ya bisa tidak, tergantung pemikiran dalam hati kita masing-masing. Mencontreng tidak saja soal suka atau tidak suka. Mencontreng adalah soal hak kita. Saya cuma menghimbau, bila ingin menjadi pelaku sejarah dari kehidupan berdemokrasi di negara kita, marilah kita mencontreng. Mari gunakan hak suara kita. Jangan sampai kita tidak mencontreng, tapi tidak henti mencibir serta mencela, dan nanti menyalahkan pasangan yang terpilih sebagai manusia lemah nan tidak mampu memimpin negara kita ini. Tidak ada gunanya kecuali kekisruhan.

Tetapi kawan...., sayapun tidak bisa memaksa siapapun, seandainya ada diantara kita memiliki alasan sebagai berikut :
  1. Menganggap tidak ada pasangan yang layak untuk dipilih sebagai presiden dan wakil presiden pada ketiga pasang calon tersebut
  2. Apatis, menganggap pemilu tidak ada gunanya, cuma menghabiskan biaya dan buang waktu
  3. Karena alasan teknis, misal kesibukan, kartu undangan tidak ada, malas mengurus, dll.
sehingga tidak mencontreng. Pilihan ada di tangan anda, tidak mencontrengpun hak anda. Saya cuma menghimbau agar anda menggunakan hak suara anda. Saya cuma menghimbau agar kita semua yang sudah berhak memilih untuk mencontreng.

Malam ini ketiga pasang capres-cawapres kita itu sedang mengadakan dzikir bersama. Maka malam ini saya juga mengajak anda semua untuk merenung. Merenung adalah bagian kecil dari berdzikir juga, kata teman disamping saya ini. Ya mari merenung soal mencontreng sesuai dengan hati nurani kita. Pilihan ada di tangan kita. Mau pro rakyat, silahkan. Mau lanjutkan !, monggo. Mau lebih cepat lebih baik, hayu aja. Silahkan memilih sesuai dengan keinginan dan selera anda. Mari pilih salah satu dari ketiga pasangan itu.

He, bagi saya ketiga pasangan itu tidak ada yang cukup baik. Bagimanapun saya tetap akan memilih. Diantara masalah-masalah seputar pemilu yang makin memusingkan ini, antara lain soal DPT yang kisruh (untungnya MK memutuskan boleh menggunakan KTK dan KK), saya tetap semangat untuk memilih besok. Ya memilih yang terbaik diantara ketiga pasangan buruk tersebut. Siapa yang saya pilih, rahasia dong. Saya cuma mengajak kita semua untuk menggunakan hak pilih kita. Ayo mencontreng sesuai hati nurani kita. Anda pasti punya pendapat sendiri soal mencontreng besok. Mari kita renungkan bersama. Sebelum saya tutup tulisan ini, hehe, saya sedang senyum-senyum sendiri menyimak pesawat tv di depan saya, SBY sedang diganggu lalat. Ada-ada saja, mudah-mudahan bukan pertanda apa-apa, hehe.


Silahkan simak juga tulisan sejenis soal pilpres ini yang berjudul "Percakapan Pak Daun dan Bu Belalang Soal Pendaftaran Capres-Cawapres"


Secangkir Kopi Pagi Ini


Pagi ini, seperti pagi-pagi yang lain, saya ngopi lagi. Seperti biasa pula, kopi saya kopi asli dari kampung saya. Tidak terlalu manis, agak sedikit kental. Rasanya sedap semriwing. Ditambah sedikit krem susu, jadi tambah lezat. Aromanyapun sedap mewangi, khas aroma kopi. Ah, nikmat dan mantap !

Dari cangkir kopi saya ini terlihat asap kopinya mengepul. Kepulan asap yang menambah semarak suasana ngupi saya. Syaraf-syaraf di kepala saya seperti terbuka lebar, siap membantu saya berpikir, memberikan aneka informasi yang tersimpan di kepala saya. Hari terasa jadi tambah lengkap.

Tiba-tiba hp di meja saya berdering dua kali dengan nada yang khas. Sebuah pesan singkat tiba dari bos di kantor, bahan dari lapangan harus segera diolah katanya. Saya jawab singkat : "siap bos". Shreeet....... sms itupun terkirim. Sebuah pekerjaan sudah menunggu hari ini. Sayapun minum kopi saya lagi.

Bagaimana anda sudah bangun belum ? kalau belum ayo bangun dulu. Kalau sudah bangun, ayo ngopi, ngeteh atau nyusu sesuai selera anda. Dijamin pagi anda akan lebih indah dan bermakna. Anda akan semangat membuka hari. Mudah-mudahan semangat pula merealisasikan rencana yang sudah anda buat untuk hari ini. Apapun bisa terjadi hari ini, selain yang kita rencanakan dan yang tidak kita rencanakan. Apapun itu, mari tetap semangat. Demikian sobat, selamat mengawali hari. Saya minum kopi saya lagi ya. Shruuup.... .....sedap dan maknyus !


Sunday, July 5, 2009

Gerimis Kecil Tiba Menjelang Tengah Hari Di Sudut Suatu Kota


Tidak ada mendung sebelumnya, tiba-tiba pyur.....gerimis kecil turun. Seperti gerimis biasanya, gerimis ini sangat enteng jatuhannya. Waktu menunjukkan pukul 11.35 WIB. Duapuluh lima menit lagi menjelang tengah hari. Gerimis ini kecil dan ringan. Ia menimbulkan bau khas debu saat terkena air hujan. Sudah lima hari hujan tidak kunjung tiba di kota ini. Tetapi, entah kenapa, gerimis kali ini tidak mengundang mendung. Langit tetap terang benderang.

Penjual es di salah satu lorong di sudut kota ini tampak tenang. Ia sama sekali tidak terganggu oleh gerimis kecil ini. Ia terus berjalan sambil membunyikan bunyi-bunyian khas dari sepedanya. Beberapa anak kecil keluar dari sebuah gang terlihat mendekat ke arah si tukang es, hendak memesan jajanan es mereka. Beberapa ibu-ibu terlihat santai mengangkat jemuran pakaian mereka sambil bercloteh riang dengan tetangga sebelah. Di mulut gang, sepasang muda-mudi turun dari sebuah buskota sambil bergandengan tangan di bawah gerimis kecil ini. Wajah keduanya tampak berseri-seri.

Di salah satu rumah di perumahan sekitar gang tadi, telpon berdering kencang. Suaranya terdengar nyaring, seakan menandakan itu telpon sangat penting dan minta segera diangkat. Itu berasal dari telepon butut, tergeletak di atas meja yang juga agak butut. Suaranya terdengar bertambah nyaring. Seorang perempuan keluar dari dapur dengan mimik kaget,
"Ya hallo..." perempuan itu membuka percakapan telponnya. Suara si penelpon terdengar begitu jauh, seperti suara dari seberang pulau.
"Iya betul, ada apa....?" jawab perempuan itu lagi
"Apa......?" perempuan tadi berkata dengan melengking.
Suaranya terdengar begitu putus asa. Tak berapa lama, wajahnya memucat. Tiba-tiba sekelilingnya terlihat gelap. Perempuan itu pingsan, tak sadarkan diri. Dalam beberapa detik, telpon itu sayup-sayup masih mengiangkan suara si penelpon. Tak lama setelah itu, suasana sangat hening memenuhi rumah tersebut.

Gerimis kecil itu masih turun. Sementara langit warnanya cerah, putih saja. Debu-debu jalanan di gang perumahan itu masih menerima siraman gerimis kecil itu. Baunya yang khas diterbangkan ke udara terbawa oleh sang angin. Debu dan angin seakan menangkap pembicaraan di telpon tadi. Inilah omongan si penelpon, andai saja kita bisa mendengarnya lewat sang angin,
"....ibu betul ibunya Wahyu....? Maaf kami menyampaikan berita buruk bu. Pak Wahyu baru saja mengalami kecelakaan saat sepulang mengantar tamu kantor ke bandara. Pak Wahyu tidak bisa diselamatkan bu, ia tewas dalam perjalanan ke RS. Bu..., bu...., bu.....".itulah suara sayup-sayup terakhir si penelpon.

Rumah itu bertambah lenggang. Salah satu penghuninya masih pingsan. Dua lainnya masih di sekolahnya masing-masing. Seorang lagi, sang kepala keluarga, sedang bekerja di kantornya. Penghuni yang terakhir (kalau masih bisa disebut penghuninya karena telah meninggalkan rumah itu sejak 5 tahun yang lalu), Wahyu, telah mengalami kecelakaan dan tewas. Tak berapa lama perempuan setengah baya tadi siuman dari pingsannya. Bibirnya tampak gemetar menyebut nama Wahyu....., Wahyu...., anak lelaki pertamanya yang menghilang dari rumah sejak 5 tahun yang lalu. Ya, Wahyu si anak lanang yang meninggalkan rumah setamat SMA sejak berselisih dengan sang ayah. Wahyu si anak keras nan bertekad ingin mandiri, menunjukkan nyalinya bisa hidup tanpa bantuan siapapun. Anakku menghilang kini ia akan pulang dan sudah menjadi mayat......suara perempuan tadi terdengar sangat lirih, kelu dan pilu.

Gerimis itu masih terus turun. Langit masih terang, cuaca masih terlihat agak panas. Orang-orang kota itu menyebut hujan gerimis yang seperti itu dengan sebutan hujan panas. Bagi penghuni rumah itu, gerimis tiba-tiba ini rupanya datang berbarengan dengan datangnya musibah yang juga tiba-tiba untuk mereka. Musibah yang datang begitu saja seperti gerimis yang datang tiba-tiba menjelang tengah hari di sudut kota ini. Entahlah. Setiap gerimis tentu memiliki kisah dan nuansa tersendiri bagi siapa saja. Mungkin kisah indah, atau kisah membahagiakan, atau bahkan kisah sedih. Gerimis bagi kita tentu berbeda-beda.

Begitulah. Hanya sepenggal kisah gerimis yang tiba menjelang tengah hari di sudut suatu kota.
Gerimis yang terus menjatuhkan rinainya ditingkahi aroma debu tadi. Semua berputar pada titik nadirnya. Gerimis ini seakan menandakan kepulangan Wahyu yang akan kembali ke rumah itu, meski dengan kondisi yang tidak lagi seperti dulu.

Gambar diambil dari: yukez.files.wordpress.com/2009/02/gerimis.jpg

Friday, July 3, 2009

Award-Backlink dan Cinta Untuk Para Sahabat Blogger

Sahabat blogger tercinta, ini saat istimewa bagi saya. Setelah sekian lama menumpuk dan menyimpan award, malam ini saya meluangkan waktu saya untuk memajang award-award yang dianugrahi para sahabat blogger.

1. Award dari Fanda (sabtu, 30 Mei 2009)


2. Dari Setiawan Dirgantara (sabtu, 30 Mei 2009)





3. Award dari mbak Reni (5 Juni 2009)














4. Award dari mbak Anazkia (6 Juni 2009)





8. Dari Antaresa (Kamis, 2 Juli 2009)
Antaresa yang penggemar tokoh komik Detektif Conan menciptakan award dengan gambar tokoh kesayangannya itu. Maka inilah award dari sahabat saya itu,


Nah, untuk mengambilnya, ada sedikit pe-er ya. Yaitu menampilkan sepuluh link seperti ini,
1. Detik
2. Okezone
3. Facebook
4. Friendster
5. Google
6. Robby Hakim
7. AeArc
8. Surya-tips
9. Antaresa Mayuda
10. Newsoul (Life With Your Own Vision)

Harap diingat, sebelum anda meletakkan link diatas, anda harus menghapus peserta nomor 1 dari daftar. Sehingga semua peserta naik 1 level. Yang tadi nomor 2 jadi nomor 1, nomor 3 jadi 2, dst. Kemudian masukkan link anda sendiri di bagian paling bawah (nomor 10). Sekali lagi harap diingat lagi kita semua harus fair dalam menjalankannya. Jika tiap penerima award mampu memberikan award ini kepada 5 orang saja dan mereka semua mengerjakannya , maka jumlah backlink yang akan didapat adalah

Ketika posisi anda 10, jumlah backlink = 1
Posisi 9, jml backlink = 5
Posisi 8, jml backlink = 25
Posisi 7, jml backlink = 125
Posisi 6, jml backlink = 625
Posisi 5, jml backlink = 3,125
Posisi 4, jml backlink = 15,625
Posisi 3, jml backlink = 78,125
Posisi 2, jml backlink = 390,625
Posisi 1, jml backlink = 1,953,125

Dan semuanya menggunakan kata kunci yang kamu inginkan. Dari sisi SEO anda sudah mendapatkan 1,953,125 backlink dan efek sampingnya jika pengunjung web para downline anda mengklik link itu, anda juga mendapatkan traffik tambahan.

Nah, silahkan copy paste saja PR yang kedua ini, dan hilangkan peserta nomor 1 lalu tambahkan link blog/website anda di posisi 10. Ingat, anda harus mulai dari posisi 10 agar hasilnya maksimal. Karena jika anda tiba2 di posisi 1, maka link anda akan hilang begitu ada yang masuk ke posisi 10.

Demikian sobat, mari kita lakukan dengan fair dan ikhlas, setelah itu lupakan, hehe. Biarkan semuanya bekerja atas izinNya. Bila Dia berkenan ribuan backlink akan menjadi milik anda. Dan, yang paling penting persahabatan indah ini terus terjalin.



Award dan pe-er di atas saya persembahkan buat 4 sahabat saya, yaitu :
Susy Ella , Generation Of Inspirations , AWS_[ngofa]_TIDORE, Putra Sigit
Silahkan dibungkus awardnya, jangan lupa dipajang, dan tolong pe-ernya dikerjakan ya.



Selain pelemparan award dan pe-er, pada kesempatan ini saya akan membagikan award spesial buatan saya sendiri. Inilah awardnya:






Sangat sederhana bukan, cuma gambar yang saya beri teks. Tetapi, ini saya buat sendiri, gambarpun saya jepret sendiri. Kalau anda kurang puas ya diterima saja, jarang-jarang lho saya sempat meluangkan waktu untuk urusan membuat award sendiri, mengingat kegakptekan saya. Gambar tersebut dijepret pada moment yang cukup istimewa bagi saya, saat dimana saya merasa bahagia, dan ada juga moment saat saya merasa terlahir kembali.

Dan inilah 17 (tujuhbelas) sahabat blogger yang saya anugrahi award ini :
  1. Fanda
  2. mbak Reni
  3. Setiawan Dirgantara
  4. Anazkia
  5. JengSri
  6. Antaresa Mayuda
  7. Awal sholeh
  8. Ahmad flamboyant
  9. Bayunature
  10. Sekar Lawu
  11. G (Gratcia)
  12. RanggaGoBloG
  13. buwel
  14. J O N K
  15. Sang Cerpenis (mbak Fanny)
  16. Ivan Kavalera
Silahkan diambil awardnya, boleh dipilih mana yang anda suka, diambil semua juga boleh. Silahkan dipajang , dan seperti biasanya award handmade saya, ini tanpa embel-embel pe-er. Demikian sahabat, selamat malam.

5 Cara Maksimalkan Diri Ketika #DiRumahAja Saat Pandemi Covid-19

Beginilah situasi saat Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) melanda dunia, termasuk Indonesia. Semua orang harus membatasi pergerakan guna...