Search This Blog

Sunday, May 26, 2013

Surabaya, Mencari Jejak Leluhur

Siapakah orang yang belum pernah menjejakkan kaki ke tanah leluhur? Mungkin ada. Mungkin banyak. Dan agak menggenaskan, salah satunya adalah saya. Perjalanan sudah banyak dilakukan, hanya perjalanan pulang ke tanah leluhur yang belum pernah saya lakukan. Entah kenapa.

Sunday, May 19, 2013

Kambang Iwak Besak

Namanya begitu, Kambang Iwak Besak. Sebuah taman kota, satu-satunya di Palembang. Maka ketika pagi terbentuk tadi, entah mengapa saya ingin mengunjunginya. Ia eperti memanggil-manggil. Dan benar saja, ia memang memanggil.

Saturday, May 18, 2013

Tentang Kita

adalah langit memandangi kita
hujan mengerjab basahkan dahan
pelangi muncul dan hilang di balik awan
lalu aroma kita bak tanah basah

Wednesday, May 15, 2013

Kopi Lanang, Kopi Betino,

Apakah yang harus dilakukan dengan waktu 2 jam yang kita punya?. Banyak, tergantung kebutuhan. Tergantung pula selera dan situasi yang ada. Maka 2 jam yang saya punya untuk perjalanan Bogor-Soeta ini, ya menulis saja. Judulnya, tepat seperti diatas, Kopi Lanang, Kopi Betino.  Baca saja kalau kau mau...

Thursday, May 9, 2013

Indonesia Mengajar, Sebab membagi Buku Saja Tak Cukup

Jika ada yang bertanya "Apakah pekerjaan paling mulia di muka bumi ini ?"  Saya jawab spontan, Guru!. Ya, guru. Tanpa guru kita tak bisa membaca dan menulis. Bahkan kita tak bisa membaca kehidupan.

Sunday, May 5, 2013

Monolog May

May. Ketika ia tiba, biasa saja. Kukira karena ia bukan sesuatu yang asing. May itu.... terdengar akbrab di telinga. Akrab yang lekat. Seperti tumbuh di kepala dan tak mau pergi. Seperti segumpalan kertas mungil dilipat rapi dan di dalamnya semuanya bertuliskan May..

Thursday, May 2, 2013

Monolog Kelambu

Bila malam tiba, ia dan kelambu adalah seperti Mimi-Mintuna dan cangkangnya. Seperti kau dan jaketmu. Kelambu adalah tirai dimana sesuatu di kepalanya seperti menari. Kadang bertutur seperti nyanyian tak jelas. Muncul dan hilang sendiri tanpa bisa berhenti. Maka petik, petiklah monolog kelambu ini....

Sia-sia, Mampus kau Dikoyak-koyak Sepi

Demi apa, pagi -pagi tadi saya sudah baca puisi. Ya demi komunitas Kompasianer Palembang  (Kompal) yang mendampuk saya sebagai salah satu d...