Search This Blog

Thursday, June 2, 2011

Sebab Kau Juni, Maka Secangkir Kopipun Jadi Puisi


(Sumber Foto : Dokumen Pribadi)

Kurasakan aroma
bukan sekedar aroma kopi
bukan wangi melati meski ia berseri
bukan karena nyanyi kolibri

Ah, aromamu
desahmu
sinarmu
adaah tarian

Sebab kau Juni
pijarkan rona
sibakkan kematian rasa
munculkan rasa yang disebut bahagia

Sebab kau Juni, maka secangkir kopipun jadi puisi

3 comments:

Tulisan hasil kontemplasi. Mohon maaf, komentarmu perlu saya cerna dulu untuk menghindari riweh dan tidak spam. Terimakasih.

Sia-sia, Mampus kau Dikoyak-koyak Sepi

Demi apa, pagi -pagi tadi saya sudah baca puisi. Ya demi komunitas Kompasianer Palembang  (Kompal) yang mendampuk saya sebagai salah satu d...