Search This Blog

Friday, November 25, 2011

Hujan di Sudut Matamu..

sajakku tercipta karena hujan, katamu
maka baitnya mendenting serupa titik-titik hujan
tak sekedar menitik, juga basahkanmu
ia berlari bak sore yang kan ditawan malam pelan-pelan


matamu basah bak kebasahan hujan, katamu
maka kukatupkan mataku perlahan-lahan
tak sekedar kebasahan, juga isak tak terdengar olehmu
ia tak bisa kutundukkan meski kulawan dengan tawa tertahan

sebab hujan itu adalah hujan di kedua sudut matamu, katamu...


Sajak Ilalang Kepada Angin
(Entah sajak yang keberapa, pada sebuah sore yang menghujan)   

No comments:

Post a Comment

Tulisan hasil kontemplasi. Mohon maaf, komentarmu perlu saya cerna dulu untuk menghindari riweh dan tidak spam. Terimakasih.

Menelusuri Rempah/ Bumbu Pada Kuliner Sumatera Selatan

Sumber Foto : faktualnews.com Jika rempah-rempah adalah daya tarik atau pemikat datangnya Portugis dan Belanda ke Indonesia pada zama...