Search This Blog

Thursday, April 30, 2009

Alhamdulillah, Akhirnya, Lunas Juga Hutang Saya



Alhamdulillah, akhirnya, saya berkesempatan untuk melunasi hutang (award ) saya. Yang pertama Friendly blogger award 2009 datangnya dari ADVINTRO. Berhasil juga si vintro mengerjai saya, hehe. Maaf ini bukan untuk maksud narsis, tapi ya nyaur utang ke si vintro tadi. Pada suatu hari (26 April 2009) Advintro menghampiri blog saya memberikan award beserta pe-ernya.

Wednesday, April 29, 2009

Masjid, Gereja, Vihara dan Pura Di Jiwa Kita

Selamat pagi kawan, pagi yang indah seperti biasa. Secangkir kopi sudah menemani, dan hehe, demi mendapatkan kelancaran, menambah semangat, blog seorang teman saya buka. Ya alunan musiknya seperti memanggil-manggil. Entah kenapa saya suka musik dan lirik (kelihatannya musik tentang kehidupan, ada unsur etnis yang kental) disana. Pokoknya melengkapi kemaknyusan kopi saya yang sudah tersaji sejak tadi. Pagi ini saya merenung tentang Tuhan di hati/jiwa kita. Ada kejadian yang telah membuat saya sampai ke perenungan ini. Kejadian yang sebetulnya sering saya alami, atau orang lain yang mengalami (nanti akan saya ceritakan). Pertanyaan saya adalah Tuhan kita, Dia, apakah ada hanya saat kita berada di masjid saat sholat, atau di gereja saat kita melakukan misa dan ritual lainnya, atau di vihara, atau pura kita yang indah...!? Bagaimanakah sebetulnya hubungan mesra kita dengan Masjid, gereja, vihara dan pura kita ?

Rasanya semua kita semua memahami, bahwa hakekat keTuhanan kita tidak sekedar saat kita sedang sholat, atau saat sedang berdoa, saat melakukan misa, atau sedang merenung tentang Tuhan, atau saat berdoa di pura, dsb. Hm.... ya rasanya kita memahami bahwa Tuhan ada dimana-mana, ada di jiwa kita bila kita mengisinya dengan esensi keTuhanan yang benar. Tidak akan sanggup kita mengusir Tuhan dari hati dan jiwa kita. Dia ada dan selalu ada di hati dan jiwa kapanpun dan dimanapun kita berada bukan ? ya kan. Dan mengapakah kita manusia, setelah kita selesai sholat atau berdoa atau merenung tentang Dia, sering melakukan hal atau perbuatan yang dibenciNya? Bukankah Tuhan ada di hati/jiwa kapanpun dan dimanapun kita kita berada ?

Ya ada kejadian lucu yang baru saya alami semalam. Saat sedang pergi ke sebuah mall di kota saya, mencari sesuatu untuk kenyamanan kaki saya, sepatu. Karena waktunya yang sudah memasuki adzan maghrib, saya bersama keponakan saya, cewek, menyempatkan sholat ke mushola yang disediakan pusat perbelanjaan itu untuk pengunjung. Biasa antri, saya lihat mushola sudah penuh, terpaksa antri untuk mengambil air wudhu. Setelah kesempatan untuk kami ada, ya segera saja kami mengisi barisan yang sudah kosong, bergantian, keponakan saya menjaga tas saya.

Beres, sholatpun sudah dilakukan. Saya dan keponakan saya siap-siap untuk keluar dari musholah itu. Saat akan melangkah keluar dan mengenakan alas kaki, keponakan saya sadar bahwa sandal yang tadi ia pakai sudah tidak ada lagi di tempat. Maka sibuklah saya ikut membantu mencari, dibantu sang penjaga musholah (ibu-ibu). Pas, memang tidak ada. Sandal itu raib, alias hilang dicuri orang. Di pintu keluar bagian perempuan ini ada beberapa sandal berserakan, sebagian besar sandal jepit sudah agak butut. Saya terdiam sejenak. Lalu saya katakan kepada keponakan saya, sudahlah bukan rezekimu, ada orang lain yang lebih membutuhkan sandal itu. keponakan saya cukup tenang juga. Pasti dia yakin, saya akan menggantinya, hehe. Tentu saja.

Saat akan meninggalkan musholah itu dengan pasrah. Tiba-tiba saya mendengar celetukan dari beberapa pengunjung lain, ck...ck..ck.., edan banget ya. Untuk apa dia (maksudnya perempuan jahil yang meminjam sandal keponakan saya tanpa izin tadi) sholat kalau dia lalu mencuri sandal. Saya tidak menimpali celetukan itu. Ya begitulah kita manusia sering melakukan hal-hal yang merendahkan kemanusiaan kita sendiri. Mungkin baginya Tuhan hanya ada saat sholat tadi dia lakukan, setelah itu dia menjadi dia yang seperti biasanya lagi. Kami berlalu dengan senyum kecut.

Di perjalanan pulang saya masih teringat kejadian itu. Kejadian yang sebenarnya sering dialami oleh siapapun. Saya mikir sendiri, yang mencuri sandal keponakan saya tadi bisa jadi cewek yang usianya seusia keponakan saya. Begitu selesai sholat setan muncul di hatinya, tidak tahan melihat sandal imut khas cewek milik keponakan saya. Hehe, rupanya si pencuri menganut azas, tinggalkan yang buruk ambilah yang baik. Sandal dia yang jelek dia tinggal, sandal keponakan saya yang imut dan masih baru dia ambil. Seperti itulah kira-kira.

Ya begitulah cerita sehingga timbul pertanyaan-pertanyaan yang tadi saya renungkan. Kejadian lain yang sejenis saya kira mungkin pernah juga anda alami. Mari kita renungkan kejadian-kejadian yang pernah kita alami. Kita hidup berinteraksi dengan orang-orang di sekitar kita. Pikiran kita berbeda-beda, keinginan berbeda, kebutuhan juga mungkin berbeda. Tapi kiia tetaplah kita, insan yang ketika diciptakan ditiupkan Ruh suci nan bersih kepada kita. Apakah kebutuhan dan keinginan hidup bisa menjadikan kita begitu serakah, sampai berani mengambil apa yang bukan hak kita ? Seharusnya tidak bukan. Pada setiap kejadian tentu ada maknanya. Termasuk kejadian yang saya alami. Mungkin jeweran kepada keponakan saya untuk sering-sering bersedekah. Pada kejadian buruk yang dilakukan manusia, tentu itu ujian juga bagi si pelaku sendiri, selain ujian bagi manusia yang lain yang ia rugikan agar sabar dan mengambil hikmah. Cuma marilah kita renungkan lagi, apakah hakekat keberTuhanan kita hanya ada saat kita sedang sholat, atau berdoa saat misa, atau saat sedang menabur dupa di pura...? Seharusnya tidak sekedar itu.

Inilah soul journey saya hari ini sahabat. Hubungan mesra kita dengan masjid, gereja, vihara atau pura kita, semesra apa sih ? Idealnya masjid, gereja, vihara dan pura seharusnya ada di jiwa kita masing-masing meski kita tidak lagi sedang berada di dalamnya. Sebab Tuhan tidak sekedar berada di dalam rumah ibadah. Kopi saya masih tersisa rupanya. Saya habiskan dulu ya hm...masih lumayan sedap walau sudah agak dingin. Ah musik teman saya itu telah sangat membantu saya pagi ini. Terimakasih teman atas musikmu yang sudah menyemangati saya. Sayup-sayup saya mendengar alunannya lagi.....aku telah direnggut waktu, waktu yang mengalir.........

Monday, April 27, 2009

Wijaya Kusuma Itu Mekar Semalam.....



Itulah gumaman saya pada suatu pagi saat mendapati Tanaman Wijaya Kusuma saya sudah mengatupkan kelopaknya lagi. Ya kelopak yang mengatup lagi setelah semalam ia mekar. Ah sayang sekali saya tidak menyaksikan keindahan kelopak putihnya yang terbuka dan mengembang. Sayang sekali saya tidak

Sunday, April 26, 2009

Kopi, Rokok, Atau Jamu Adalah Sebuah Pilihan



Pagi yang indah, seperti biasanya. Matahari baru akan beranjak dari peraduannya. Saya yakin itu. Kalau saya intip, pasti matahari sudah setinggi pohon kelapa di pojokan rumah tetangga saya. Tapi saya sedang malas mengintip matahari pagi ini. Yang jelas, sungguh, kicau burung terdengar sayup-sayup dari tempat saya duduk. Tadi pagi setelah sholat shubuh, begitu ke halaman depan rumah, ternyata Wijaya Kusuma saya mekar semalam (kapan-kapan saya tampilkan gambarnya). Ini menyempurnakan keindahan pagi ini. Selamat pagi semua. Hari yang indah untuk memulai aktivitas. Ya, pagi ini kita merenung agak santai tentang Kopi, Rokok, dan Jamu.

Mungkin sebagian teman sudah tau kalau saya penggemar kopi. Saat tulisan ini saya buat, saat ini, saya benar-benar sedang minum kopi. Kopi saya mantap rasanya, dari biji kopi pilihan (kopi asli kampung saya), sedikit kental, tidak begitu manis, pokoknya semriwing. Setelah merasakan hirupannya, hm....syaraf-syaraf di kepala saya rasanya jadi aktif, siap siaga memberi apapun memori dan file data yang saya butuhkan. Shruuuup...., maknyus.


Suami sedang merokok. Biasa, kegiatan pertamanya di pagi hari. Lucunya dia tidak bisa minum kopi, katanya kepalanya bisa pusing, dia juga mengidap maagh. Teman rokoknya adalah secangkir teh. Saya tanya dia kenapa sih merokok ?, apa enaknya ? berbahaya bagi kesehatan, cuma buang-buang duit saja. Biasalah, omelan perempuan. Dia menjawab taktis, kalau tidak merokok bisa macet, tidak bisa berpikir jernih, pikiran buntu. Kalau macet terus justru saya tidak sehat, kantong bisa cekak, mau cekak....?? Itu jawabannya. Maka demi mendapatkan kondisi tidak cekak tadi, kadang saya yang, hehe, malah menyiapkan rokoknya. Shret...., kepulan asapnya memenuhi ruangan, nyaris mengenai kepala saya. Kadang saya penasaran sekali, seperti apa enaknya merokok itu. Ingin juga mencicipi barang sehisap dua hisap. Tapi dia buru-buru menepiskan saya. Sudah sana...., ini bukan rokok kamu, katanya. Lho, yang mana rokok saya...? Ah saya tidak mengerti kawan (hehe).

Tetangga sebelah rumah, seorang perempuan setengah baya berparas ayu sedang memesan jamu gendong langganannya. Jamu...., jamunya mbak......, tadi terdengar teriakan si tukang jamu menawarkan dagangannya. Pasti saat ini tetangga saya itu sedang minum jamu. Kalau saya, hiy, ogah minum jamu, pahit. Lho kopi kan pahit juga, tapi pahitnya kopi lain dengan pahitnya jamu.. hehe, alasan saya saja. Saya pernah tanya ke tetangga saya itu tentang alasannya rutin minum jamu, setiap hari, setiap pagi. Diapun menjawab taktis sekali. Begini jawabannya......mbak, jamu walaupun pahit menyehatkan badan. Saat di minum terasa pahit, tapi dampaknya pada badan ya menyehatkan. Tidak begitu minum langsung sehat, harus sabar dan telaten. Seperti halnya kehidupan ini, tidak melulu manis kadang ada kepahitan. Dibalik kepahitannya, sebetulnya itu sekaligus obat agar kita kuat di masa depan, itu kalau kita bisa mengambil hikmah. Hm...ya, ya, ya. Saya cukup puas dengan jawaban tetangga saya itu. mungkin itulah alasan filosopis kenapa dia rutin minum jamu. Saya perhatikan dia memang sehat, raut wajahnya berseri-seri. Ada kilau indah yang memancar dari wajahnya. Saya yakin itu bukan karena jamunya. Karena dia mampu mengikhlasi hidupnya, memandang kepahitan hidup sebagai obat di hari depan, seperti halnya filosopi dibalik alasan dia minum jamu tadi.

Begitulah, selalu ada alasan dibalik setiap hal yang kita lakukan. Saya sempat tercenung saat ini. Semua rangkaian kehidupan, adalah soal pilihan. Ya pilihan untuk minum kopi atau bukan kopi (misal minum teh, sirup, atau air putih). Pilihan untuk merokok atau tidak merokok, Pilihan untuk minum jamu atau tidak minum jamu. Semuanya terserah selera masing-masing, menyesuaikan dengan kondisi kita juga. Alasan tentu kita punya, soal benar dan salah itu konsekwensi dari pilihan kita. Orang lain tidak bisa komplain, karena merekapun punya pilihan sendiri yang juga harus kita hargai. Cuma, kalau pilihan kita itu memberi dampak yang merugikan orang lain, mungkin harus kita pikirkan juga cara agar pilihan kita sedapat mungkin tidak menganggu orang lain. Ya...., seperti halnya kita yang juga tidak mau terganggu oleh efek negatif atas pilihan kegiatan orang lain. Inilah soul journey saya pagi ini, mari kita renungkan bersama sambil anda beraktivitas. Saya minum kopi saya lagi ya. Ah, mantap.....!






Saturday, April 25, 2009

Ah, STD, Standard.....!


Gambar ini saya sukai. Bagi orang lain selera saya mungkin STD katanya.

Sialan juga. Demi tidak kehilangan sesuatu yang tiba-tiba mencuat di jiwa, saya harus balik lagi ke blog saya ini. Padahal tadi sedang asyik dengan cucian saya yang sebakul. Biasalah, kalau tidak perlu-perlu sekali, saya tidak pergi, ya di rumah saja. Weekend saya isi dengan berbenah, beres-beres, berkebun di taman mungil saya, cuci baju seisi rumah. Suami tidak suka kalau bajunya dicuci pake mesin, saya juga iya (baju jadi rusak). Pembantu, ya kami semua pembantu di rumah kami sendiri, hehe. Kalau saya mencuci, suami memasak, begitu, gantian. Gantian saling mengisi. Saya senang-senang saja menjalaninya. Itu kehidupan yang standar sekali bukan ?

Omong-omong soal standard ini. Jadi teringat saya dengan Mutia Kasim yang dulu pernah jadi juri Indonesian Idol. Ya, sebentar-sebentar dia akan bilang ah STD, standard sekali, bila salah satu kontestan tidak memberi perfomance yang baik di matanya. Acara ini butuh sesuatu yang lebih dari sekedar STD, katanya lagi. Hm..., saya suka senyum-senyum melihat, maaf, kejutekannya itu waktu itu. Dan kalau saya pikir-pikir dia ada benarnya juga. Terkadang kita memang harus mengekspolarasi potensi kita dengan utuh, semaksimal mungkin. Bila itu dilakukan, tentu memberi kepuasan tersendiri. Lho, bukannya ini pikiran standard juga ? Hehehe, ya sabar, mari kita renungkan dulu

Sekali lagi, tidak usah ribet dengan definisi. He, saya paling anti dengan keribetan soal definisi. Setiap orang tentu memiliki pemaknaan tersendiri soal standard ini atau soal apapun. Semuanya benar-benar saja untuk sikon masing-masing. Bagi saya sendiri, standard itu bila kita memiliki selera, pikiran, pendapat yang sekedar sama dengan orang lain. Ya sekedar sama, tanpa memiliki alasan kuat di dalamnya. Jadi standard itu bagi saya agak mirip dengan latah. Bagi saya lho, bagi anda mungkin tidak begitu.

Ini berkaitan dengan teman saya (mantan redaktur sebuah majalah wanita) yang terlalu mengagungkan standard. Di luar standard dia bilang, ah nyeleneh, hehe. Perempuan Maju di Indonesia, selalu identik dengan sosok Kartini, di luar itu ah nyeleneh. Maka ramai-ramailah orang membidik 21 April sebagai Hari Kartini. Padahal, di luar Kartini ada begitu banyak sosok perempuan Indonesia yang berjasa pada kemajuan perempuan, baik pada kesempatan untuk bersekolah, juga kesempatan untuk duduk setara dengan laki-laki dalam perjuangan hidup. Sebut saja nama Cut Nyak Dien, Rangkayo Rasuna Said, Dewi Sartika, Christina Martha Tiahahu, dan tokoh perempuan yang berjasa memunculkan Undang-undang Simboer Tjahaya (yang sebetulnya sangat fenomenal, sayang sekali tidak terekspose, saya sedang mempelajari ini), dll. Padahal lagi, di luar sana orang-orang sudah membahas tentang banyaknya polesan dalam buku Terbitlah Terangnya Kartini itu. Termasuk tentang turunnya SK Presiden atau apa untuk menjadikan Kartini sebagai Pahlawan Nasional. Baiklah, itu sekedar contoh betapa opini kita mudah sekali dibentuk dengan apa yang telah kita terima, kita baca, kita dengar, sejak kita kecil sampai sekarang. Apapun yang terjadi, saya tetap kagum dengan Kartini, meski tidak menjadikan moment 21 April sebagai moment untuk menjadi dan mencari perempuan hebat.

Saya berkompromi saja dengan standard dan tidak standard ini, toh demi kebaikan saya sendiri juga kebaikan semua. Tapi jauh di lubuk hati saya yang paling dalam, saya menghargai apapun bentuk pikiran, pendapat orang lain, apakah itu standard dan tidak standard. atau di luar standard. Sebab ini sangat relatif kebenaran dan kesalahannya. Cuma, saya tidak terbiasa melihat sesuatu dengan menggunakan kacamata yang telah dipergunakan semua orang. Saya memiliki kacamata saya sendiri, tidak perduli apakah itu standard atau tidak standard, atau di luar standard. Bagi orang seperti Mutia Kasim, STD atau standard itu artinya ya...cuma kualitas pas-pasan. Bagi orang seperti teman saya yang mantan redeaktur majalah wanita itu, standard itu justru artinya selera yang diakui masyarakat, sesuatu yang tidak neko-neko. Karenanya harus dicuatkan demi meningkatkan oplah pembelian majalahnya, hehe.

Yah begitulah. Dan hal yang sangat penting bagi saya adalah bahwa saya harus menghargai kacamata orang lain, apakah modelnya standard atau tidak standard tadi, hehe. Apakah itu sekedar standard, atau diluar standard. Begitu kan. Kalau anda kebetulan memakai kacamata dengan model yang sama dengan orang kebanyakan itu hak anda. Saya tentu harus menghargai itu. Saya yakin anda memakainya tidak saja karena kacamata tersebut sedang model (musim), tapi mudah-mudahan karena anda merasakan kenyamanan memakainya. Itu penting kan, kalau tidak mata anda akan rusak.

Ah, capek juga ya menulis. Padahal sekedar menuliskan soal STD, standard saja ya. Eh, baru ingat saya, standard mesin jahit ibu saya minggu lalu rusak. Beliau meminta saya memperbaikinya. Tentu bukan saya, minta dipanggilkan tukang servis mesin jahit maksudnya. Baiklah teman, inilah soul journey saya hari ini. Mari kita renungkan bersama soal STD, standard ini. Bagaimana kestandard-an ini bagi anda ? Saya mau melanjutkan kegiatan saya tadi, mencuci. Ada yang mau membantu....???








Friday, April 24, 2009

Apa Yang Anda Pikirkan Saat Ini ?



Gambar di atas saya peroleh dari seorang teman di FB. Entah kenapa saya tertarik. Saya tanya dia, kalau itu koleksi pribadi, saya boleh copy gak? kapan-kapan saya jadikan latar belakang postingan saya. Dia jawab, silahkan. Ya, terimakasih kawan. Kalau ternyata gambar ini bukan punya dia, wah saya tidak bertanggung jawab. Ok, itu dulu informasinya.

Coba anda perhatikan gambar itu dengan seksama, apa yang anda pikirkan saat ini setelah melihat gambar itu ? Saya yakin jawabannya akan sangat beragam. Sangat tergantung pada latar belakang kita masing-masing. Seorang ahli biologi setidaknya akan berujar, hm...mahluk serangga sedang melakukan reproduksi, tugasnya pada alam, sebagai bagian dari seleksi alam. Seorang ahli filsafat mungkin akan menukas, hidup itu keseimbangan. Seorang ahli demografie mungkin saja akan langsung merefer pada populasi penduduk, kalau manusia sering-sering melakukan kegiatan seperti ini tanpa dimanage dengan baik, maka angka fertilitas akan terus meningkat, bumi akan semakin padat. Seorang pelukis mungkin akan berkata, sangat indah kalau dituangkan di kanvas dengan gaya surealis, dll. Begitulah, pikiran kita bermacam-macam, tergantung kesan yang ada di otak kita, dipengaruhi latar belakang kita juga (profesi, bidang pendidikan, dll).

Gambar ini juga sudah saya uji coba kepada teman-teman di dunia nyata saya. Hahaha, pendapat mereka sangat beragam. Si A mengatakan, wah lucu ya gambarnya. Si B bilang , ck....ck..ck..., siang-siang gini begonoan aja. Si C mengatakan, itulah yang dulu saya lakukan dengan suami sehingga kami beranak-pinak seperti ini, hehe. Si D lain lagi, ah jadi pengen juga....... , astaga. Yah, dengan melihat gambar yang sama, persepsi kita memang bermacam-macam. Semuanya sah-sah saja.

Pagi ini saya ada waktu sedikit untuk mempostingnya disini. Agak tergesa memang, karena saya harus mencari sesuap nasi (dan harapannya, sebutir berlian). Mari kita merenungi gambar ini, lalu tuangkanlah pendapat anda. Apa yang anda pikirkan saat ini (setelah melihat gambar itu) ? Anggap saja ini renungan singkat anda di pagi hari, hiburan sambil minum kopi. Bila anda resapi secara mendalam, anda akan memperoleh sesuatu soal soul journey yang juga mendalam disana, coba saja.


Wednesday, April 22, 2009

Senyum Cik Muk Ay




Senyum itu sangat saya sukai. Itu senyum optimis, itu senyum penuh harapan. Itu senyum Cik Muk Ay, peranakan Cina Bangka, yang selalu datang membawa empek-empeknya ke kantor saya. Ya, sekitar jam 09.30 WIB (he, seperti jam keluar main anak sekolah) Cik Muk Ay datang menghampiri kami dengan tenong berisi empek-empek dan kue-kue, dan tentu saja dengan senyumnya. Hm...waktu sudah mulai butuh makanan ringan, waktu yang tepat untuk makan empek-empek dan minum segelas teh manis. Kalau kopi, hehe, itu minuman saya setelah selesai sholat Shubuh.

Lihalah senyum Cik Muk Ay, senyum cerah yang optimis. Sesekali wajahnya tampak serius, tapi bila ia mengangkat wajahnya memandang kami, dia tersenyum kembali. Sekali lagi, itu saya sukai. Padahal kehidupan yang ia lakoni begitu berat. Saya sudah cukup lama mengenalnya. Dia berpisah (cerai) dari suami, dengan alasan teknis ya tidak perlu saya sebutkan disini. Dia menghidupi 3 anak sebagai single parents, dengan berjualan empek-empek. Cara dia bercerita sangat biasa, tidak ada penekanan, tidak ada dramatisir supaya saya kasihan, atau memborong empek-empeknya. Saya melihat, dia sama sekali tidak sedang mengasihani dirinya sendiri. Dia juga tampak segar, tidak kuyu, dia berdandan, pakaiannya walau sederhana terlihat pantas. Dia mensyukuri apa yang ada, dia ikhlas dengan apa yang sudah ia hadapi. Itu saya sukai. Maka atas seizinnya, saya angkat kisah beliau.

Sementara, di luar sana, jauh melintasi berbagai kota, ada begitu banyak teman-teman saya sedang mengasihani dirinya sendiri, merasa dirinya tidak cukup berharga, dengan berbagai alasan. Padahal dia memiliki segalanya, suami yang menyayangi dan tidak banyak menuntut, anak yang manis, kecuali profesi sebagai pegawai. Padahal profesionalisme bisa kita ciptakan sesuai dengan keahlian dan minat kita, tidak harus menjadi pegawai. Ada pula seorang teman yang wajahnya tampak selalu kuyu, dan layu, seperti tidak bahagia. padahal diapun memiliki segalanya, finansial yang lebih dari cukup, tiap tahun umroh. Saya heran. Ya.....teman, apa saja yang sudah kita lakukan sampai kita tidak mensyukuri nikmat yang telah kita peroleh ? Keluhan cuma mendatangkan kelemahan. Tidak ada manusia yang sempurna. Tidak akan bisa kita mendapatkan semua hal yang kita angankan. Jadi kenapa kita harus mengeluh.Orang-orang tua dulu sering berpesan, jangan suka mengeluh, karena keluhan akan membuat rezeki menjauh, katanya.

Hari ini saya belajar merenungkan senyum optimis Cik Muk Ay. Kenapa kita tidak menyunggingkan seyum di wajah kita. Senyum akan membawa kebahagiaan bagi diri kita sendiri dan bagi orang-orang di sekitar kita. Mari bangkit, dan jangan mengasihani diri sendiri. Buatlah diri kita sendiri sebagai orang pertama yang bangga dengan apa yang sudah kita tekuni/ kita lakukan. Kita harus respect pada diri kita sendiri. Tentu tidak dengan maksud narsis dan menepuk dada takabur. Bangga karena kita telah melakukan hal benar. Bangga karena kita tidak terpuruk dan tidak memperpuruk keadaan. Bangga karena kita telah menjadi ahli syukur dan ikhlas dengan apa yang menjadi milik kita. Bangga walaupun, mungkin, kita belum berlebih kita bisa berbagi kebahagian dengan sesama. Itulah syarat supaya kita tidak jatuh dalam kubangan "mengasihani diri sendiri". Inilah soul journey saya hari ini sahabat, mari kita renungkan bersama. Oh ya Selamat Hari Bumi, save our earth. Mari kita buat bumi kita ini bahagia dengan senyum kita, seperti seyum Cik Muk Ay tadi.




Monday, April 20, 2009

Sang "Fun Fearless Female"

Jauh sejak lama ada semacam dejavu sering datang tiba-tiba pada diri saya, seolah saya sedang berada di suatu tempat nun jauh disana, menembus ruang dan waktu. Saya sering merasakan diri saya tidaklah sedang berada di tempat saya yang senyatanya. Saya merasa saya adalah perempuan tua, cantik tapi anggun di suatu kastil bebatuan dengan tanaman anggur merambat pada gerbang melengkungnya. Dan, hihi, tiba-tiba saja seorang sahabat dari celah maya mengetuk pintu menghantarkan suatu bingkisan.

Ya Fanda memberi saya sebuah award yang sangat istimewa. Katanya, he, kalau saya tidak salah tangkap, ini Fun Fearless Female's Award. Ya award penghargaan kepada sahabat sebagai motivasi agar menjadi perempuan yang mencari/memberi kebahagiaan dan keberanian kepada dunia sekitarnya, perempuan yang menyukai tantangan. Ya seperti Marie Antoinette, istri Louis ke XVI yang fenomenal dan kontroversial itu. Saya suka membaca kisah hidup Marie Antoinette. Dulu ketika SMA saya punya guru sejarah yang asyik, yang hapal kisah hidup manusia populer di dunia dari Marie Antoinette sampai Eva Arnadz. Saya suka keberanian Marie Antoinette, walau tak berniat menirunya 100 % (anda yang tau biografi sang Marie Antoinette pasti maklum).

Itulah sang Marie Antoinette. Gambar di bawah ini cantik bukan ? Lebih cantik dari yang saya lihat dari buku sejarah dan dari majalah lama dulu. Di award ini sang Marie kelihatan lebih langsing (cuma rougenya saja yang dari dulu selalu saja, agak tebal). Sungguh dulu saya suka protes pada guru sejarah saya, pak kok perempuan gendut ini dianggap sangat cantik, dan digilai banyak lelaki ? Guru saya bilang, nak, itulah tipekal body cantik yg sedang musim pada zaman itu, cantik berarti sehat, dan jelas agak gemuk. Saya yakin waktu itu pasti si bapak bergumam dalam hati, kamu gak tau aja nak, pesonanya, passionnya, belitannya, hehe. Ups, no offense, itu cuma rumour yang beredar. Bagi yang belum menikah, ini jangan terlalu dihayati ya. Di luar kehidupan pribadinya yang khas tersebut, Marie Antoinette adalah manusia luar biasa, dia berjasa mempersatukan Austria dan Perancis, dia hebat.

Tanpa banyak berpanjang kata lagi, award ini saya persembahkan kepada sahabat yang saya anggap motivator, perempuan yang memiliki karakter unggul seperti Marie Antoinette, sang Fun Fearless female. Sambil kita merenung bersama telahkah kita menjadi Fun Fearless Female yang bermanfaat dan barokah bagi orang-orang di sekitar kita.



Inilah sahabat sang "Fun Fearless Female" itu :

Tisti Rabbani
Itik Bali
duCkY...
Nana Podungge
perempuan alias Eden Apesman

Saat orang-orang mempersiapkan perayaan Hari Kartini, saya persembahkan award ini untuk anda. Ini sama sekali tidak bermaksud untuk kebarat-baratan. Sebenarnya saya pengen menyajikan cerita tentang cicik penjual empek-empek keliling yang sering datang ke kantor saya (hiks, sedang saya endapkan). Ya, masih banyak hal yang tercecer dari catatan tentang memaknai Perjuangan Perempuan Indonesia. Teman, terimakasih untuk persahabatan kita. Teruslah berjuang untuk kemajuan kita sendiri juga untuk kemajuan manusia di sekitar kita. Kepada sobat lelaki, mohon maaf, award ini kelihatannya khusus bagi yang berjenis kelamin perempuan.



Friday, April 17, 2009

Masihkah Kaum Saya Mencari Atap Di Atas Kepala...???

Sejak tadi mata saya tidak bisa akur dengan otak. Otak saya merencanakan tidur, tapi mata saya masih nyalang. Jadi buat kopi saja sekalian, biar tambah nyalang. Apa yang saya tulis ini sebetulnya adalah bahan perenungan saya yang terpenggal. Terpenggal oleh kesibukan, biasa. Ini bermula dari kemirisan saya dengan kondisi dimana kaum saya masih saja sibuk mencari atap di atas kepala. Sibuk mencari garansi dan asuransi untuk menjamin kebahagiaan hidupnya dari laki-laki. Dan akhirnya demi mendapatkan hal tersebut kaum saya sering menindas kaumnya sendiri. Ini sangat membuat saya merasa miris.

Perenungan ini agak membuat sakit kepala saat dua hari yang lalu, seorang teman di Facebook (seorang laki-laki) mengatakan bahwa dia lebih mengidolakan Kendedes ketimbang Kartini. Yah suka-suka dialah, setiap orang kan berhak menyatakan pendapat. Seperti halnya saya yang juga punya pendapat, ini sedang saya tulis. Mumpung besok libur.

Kendedes dan Kartini. Dua-duanya perempuan, ya kaum saya. Dua-duanya istimewa pada zamannya masing-masing. Menurut teman saya tadi, Kartini itu mau dipolygami oleh sang wedana, sedang Kendedes tidak. Kendedes bahkan berjasa membantu suami-suaminya mendirikan kerajaan. Karena itu menurut dia Kendedes lebih berhak disebut sebagai tokoh pelopor kaum wanita ketimbang Kartini. Hehehe, waktu itu saya cuma senyum-senyum kecut.

Seperti yang saya sebut di awal tadi, setiap orang berhak mengatakan pendapatnya, dengan apapun tendensi yang ia miliki. Saya, jelas saja tidak sependapat dengan teman tersebut. Setau saya, Kendedes itu malah bersekongkol dengan Ken Arok untuk membunuh suaminya waktu itu (ini perselingkuhan berdarah man). Jadi apa yang bisa ditauladani dari Kendedes. (Tapi hehe, sampai sekarang saya masih takjub tak percaya mendengar cerita konon betis Kendedes bersinar-sinar meruntuhkan iman setiap lelaki. Pasti dia sangat seksi di mata Ken Arok).

Kartini, ibu Kita kartini. Beliau berjasa memajukan kaumnya di desanya. Konon beliau sangat peduli dengan kemajuan bangsa ini (dari buku Terbitlah Terangnya itu). Ya itu hebat, tapi saya agak miris juga dengan nasibnya yang menjadi istri kedua sang wedana. Tarokla ini kungkungan adat yang belum bisa beliau langgar, bahwa anak gadis harus manut dengan pilihan orangtua. Tetap saja bagi saya Kartini adalah salah satu kaum saya yang menindas kaumnya sendiri. Jujur dimata saya beliau tidak hebat-hebat betul, cuma kumpeni saja yang menggembar-gemborkan jasanya. Perempuan di kampung saya sudah lama majunya.

Yah Kendedes dan Kartini, dua-duanya masih kaum saya yang mencari atap di atas kepala. Perempuan yang mencari perlindungan dari laki-laki untuk menjamin hidupnya. Itu tidak salah, tapi mungkin tidak lagi cocok di era globalisasi ini. Bila kaum saya masih memegang motto ini, maka bila ia akan kecewa. Sebab Rumah tangga di era sekarang ini tidak identik dengan menyerahkan tanggung jawab finansial penuh kepada laki-laki. Anda juga akan salah kalau menganggap suami selalu bisa menjadi a shoulder to cry on untuk anda seperti kata Tomy Page. Memiliki suami tidak berarti anda memiliki jaminan untuk bergantung pada mereka.

Atap di atas kepala ya akan ada di kepala kita masing-masing kalau kita bekerja keras mencarinya. Seyogyanya dicari sendiri, tidak harus dari laki-laki. Bahwa kita memiliki suami, memiliki Rumah tangga, itu sudah kodrat. Tapi memiliki suami atau jaminan tadi tidak harus dengan menindas kaum anda sendiri. Terus terang saya miris sekali bila melihat perempuan yang karirnya hebat, tapi mau jadi simpanan, jadi istri siri, atau sekedar jadi selingkuhan suami orang. Sama mirisnya kalau saya melihat kaum saya yang terseok-seok menggunakan kewanitannya mencari atap di atas kepala dengan menjadi istri kedua, ketiga atau keempat. Atau menjadi istri pertama setelah menyingkirkan istri pertama asli si lelaki. Saya kira saatnya kita semua (baik lelaki maupun perempuan) merubah mind set kita. Laki-laki dan perempuan adalah mitra sejajar yang seyogyanya saling mendukung dan saling menghargai. Perempuan seyogyanya tidak mencari atap di atas kepala kepada laki-laki. Laki-laki jangan menjebak perempuan dengan keinginan mereka yang ingin mencari atap di atas kepala tadi. Inilah kontemplasi saya malam ini. Mari kita renungkan bersama. Wah, kopi saya sudah habis rupanya.

Thursday, April 16, 2009

Apakah Anda Merasa Cukup Seksi...???

The Sexy Hisbiscus Rosasinensis

Ya tentu saja bukan seksi acara 17 agustus, atau seksi konsumsi dan seksi keamanan pada sebuah perhelatan. Ini seksi seperti yang banyak dibicarakan orang. Ya seksi seperti yang orang-orang kebanyakan bicarakan. Seberapa seksikah kita, are you sexy enough ? Itulah pertanyaan yang memenuhi benak saya saat ini. Saya masih di kantor, menghilangkan jenuh sejenak dengan menuangkan tulisan di blog ini.

Tidak usah ribet dengan definisi. Definisi sudah banyak dibuat orang. Kita tinggal searching saja. Saya yakin tanpa itupun anda sudah memiliki definisi anda masing-masing. Pengertian seksi antar orang per orang tentu berbeda, sebab seksi itu menyangkut persepsi kita masing-masing. Seksi itu menyangkut angan-angan setiap orang. Saya kadang heran kenapa seksi sering disimbolkan dengan buah apel, sehingga timbul istilah sex appeal, lalu muncul juga lagu Tragedi Buah Apel (ada yang masih ingat lagu Ini ?). Padahal simbol benda paling seksi bagi saya ya tanaman Kembang sepatu saya. Coba anda renungkan, anda tanya kepada diri anda sendiri. Apakah seksi yang anda maksudkan, apakah anda merasa cukup seksi...???

Sambil anda merenungkan hal tersebut. Saya ingin menceritakan tentang kisah saya saat saya berkaca di cermin tadi pagi. Saat itu saya bergumam sendiri.....siapakah yang saya lihat di depan cermin ini? Hehe, jelas saya sendiri. Dan saya nyaris tersenyum sendiri. Ini senyum malu, sinis, miris, tapi juga realistis kepada diri saya sendiri. Saya melihat perempuan dewasa, dengan body yang wah berubah. Kalau saya memakai baju, saya kelihatan langsing, tapi begitu saya tanpa baju, saya melihat body saya tidak sip seperti saya gadis dulu. Body saya rupanya berubah, tidak rata lagi. Ada lekukan disana sini, di perut, di punggung. Saya heran, padahal orang bilang body saya gilig (apa sebenarnya arti gilig ya, ada yang tau ?), sebagian lagi bilang body saya cukup sintal. (hehe, bener lho). Ternyata begitu saya perhatikan dengan seksama, tidak lagi. Ya tentu saja, usia terus bertambah. So what, tidak masalah, inilah proses alamiah saya, hal yang tidak mau saya pungkiri dengan kecanggihan teknologi yang ada sekarang ini.

Saya tetap merasa diri saya seksi. Sebab seksi itu tidak melulu soal fiisk saja. Seksi itu menurut saya adalah saat kita merasa nyaman dengan diri kita sendiri, saat kita merasa diri kita cukup berharga untuk diicintai dan mencintai. Kalau bodrox salah satu teman blogger di dunia maya ini mengatakan seksi itu salah satunya adalah seperti Aura Kasih. Akhmad Dhani dengan lagu Mahluk Tuhan paling seksi itu mungkin lain lagi. Apalagi mbak tisti yang beberapa hari yang lalu mencoba sebuah kuis yang mengukur tingkat sensualitas diri kita, tentu lain juga. Maka saya juga punya juga batasan seksi ala saya sendiri. Ya seperti tadi.

Saya merasa diri saya cukup seksi, setidaknya menurut saya. Seksi itu ada di angan kita masing-masing. Begitu masuk blog mbak Fanda saja saya merasa diri saya seksi. Entah kenapa masuk ke blog yang diiringi daun-daun yang berguguran menimbulkan sensasi tersendiri di jiwa saya, saya merasa seperti putri kayangan yang sedang turun ke bumi (gila ya, hehe). Saya juga mempunyai angan lagi soal seksi ini. Ya rasanya akan sangat seksi kalau saya melaju bersampan di tengah lautan dengan bintang-bintang bertaburan di langit, dan bersama suami saya kami mengayuh dayungnya. Saya merasa seksi kalau saya lagi mandi menggunakan shower sambil menyanyikan lagu "My All"nya Mariah Carey, apalagi kalau saya lagi banyak uang. Hihi, sebelum menuangkan terlalu banyak, dan anda akan mentertawakan saya, stop dulu soal angan seksi ini ya.

Yap, kita lanjutkan lagi. Saya merasa setiap teman yang berinteraksi dengan saya, baik dia lelaki atau perempuan, itu seksi bila mereka percaya diri (PD). Ya percaya diri tapi juga rendah hati untuk berbagi, serta membuka dirinya scara tulus kepada siapapun. Itulah sisi seksi mereka menurut saya. Itu harapan seksi saya barangkali ya. Rata-rata teman di dunia blogger ini cukup seksi kok. Bagaimana, anda pasti punya cerita dan angan soal seksi ini kan ? Ya tentu saja. Saya juga yakin setiap anda merasa diri anda cukup seksi, ya seyogyanya begitu. Jadi mari kita merenung bersama soal seksi ini dengan seksi (felling, soul) juga. Selamat siang teman, inilah soul jorney saya hari ini.

Wednesday, April 15, 2009

Surfing The Word With Blogger International, It's Our Award

When I just arivred from my office in the afternoon, while I was sitting on my bed and hearing "Beraksi" song from Kotak Group, my friend Tisti tagged me to pick up an award. It's lovely blue award is called the International Bloggers Community. Well, thanks Tisti for the award.


Be a proud member of the International Bloggers Community!

Seems that a blogger called Bloggista Info Corner has created this award. But unlike other awards that are flying around our blogosphere, this one instructed us or anyone who gets the award to put his original link. Is this a new way to get as much as back link ?

Anyway, as an award is a form of appreciation and friendship, let’s just think positively, and stick to the rules, which are:

Rules:
1. Link the person who tagged you.
2. Copy the image above, the rules and the questionnaire in this post.
3. Post this in one or all of your blogs.
4. Answer the four questions following these Rules.
5. Recruit at least seven (7) friends on your Blog Roll by sharing this with them.
6. Come back to BLoGGiSTa iNFo CoRNeR
(PLEASE DO NOT CHANGE THIS LINK) at http://bloggistame.blogspot.com and leave the URL of your Post in order for you/your Blog to be added to the Master List.
7. Have Fun!

Questions and Your Answers :
1. Link the person who tagged you : Tisti
2. His/her site : Tisti Rabbani
3. Date when you were tagged : April 15, 2009
4. Person you tagged e's title and url:

And I dedicate this award for my blogger friend:

bayu nugroho
black_id
JengSri
boykesn
ADVINTRO
inuel
Sekar Lawu

So, let’s surfing the world and introduce our beautiful country and beautiful language to the world. Let's makes our action, and have fun!!


And, here another award (ini disusun berdasarkan urutan datangnya award) from my best friend Fanda, thanks Fanda. Frankly..., I like your blog too, Fanda. Sometimes I'll give you this kind of award too.

Here's the award :

[award3.jpg]

Award ini saya anugrahkan kepada teman saya Tisti karena saya suka blognya. Tiap hari saya temukan kata-kata indah dan cerita lucu disana, itu yang membuat saya ingin selalu hadir ke blog Mbak tisti.

Ok mbak tisti, jangan lupa tugasnya:
1. Meletakkan logo/award di blog anda
2. Meletakkan link dari blog yang telah memberikan award
3. Berikan ke Blog lain
4. Buat link blog lain yang telah memberi anda award
5. Tinggalkan pesan di blog mereka.

Climate Change in Our Heart, So Let's Control Our Mood



Even This flower always control her heart, with those bright's smile

What's everybody talk in this year.....? I dont know. But, I suggest it's about Climate Change. Yeah because that is our problem. Climatte change was a big problem in the world. But, now I dont like to talk about those climate change as usual. It's about climate change in our heart. Your daily change in your heart, your feelling, your passion, your happiness (happy or sad), something like that. What we call in Indonesian slank as "moody". Yeah it's about our mood.

In the fact, like or dislike, sometimes the atmosphere of our heart was not stabile. Sometimes we have a good-mood or a bad-mood. So, I give you a suggestion, dont be hanging on your mood. Everybody must create our own good mood. But how....? it's depend on your soul, what kind type of a man you are. You're the boss. You must create the best thing on your life. I only give some suggestions. Here some suggestion for you how to control your mood :
  1. Just control your heart, you're the boss of your heart. So dont be stupid, dont be moody-man. If you want the bad time, you gain it. If you want the bad thing, you get it. Otherwise, if you want the Good times, you get it.
  2. Left the thing that you disilike. If the television programm makes you sick, make you disgust, as soon as left that programm (in indonesia we have some bad program such as sinetron, telenovela, and another worst programm, sorry only my opinions).
  3. Renew your happiness, renew your soul. Fill your heart and your soul with some precious and valuable thing. You can get a prayer, you can also make some meditation, or maybe you need a spiritual teacher.
  4. Find your happiness with your own style. You can read a good book with your own intereset, or hear your favourite music, or cooking your fave cookies, or gardening, or just talking heart to heart with your intimate friend or your soulmate. Whatever, it's up to you.
  5. Always renew your heart, renew your soul with some contemplation. Just give your heart, about 10 minutes everyday to thinking your life, to thinking what a lovely time your life.
Well that's only my suggestions. I'm sure if you do it with your honestly way, trust me you never loose, your heart gonna stabile. Let's try it and say goodby to your moody's days.


Teman-teman, tulisan di atas sebetulnya saran kepada diri sendiri juga untuk siapapun di seantero jagad ini (he, kalau mereka baca tulisan ini) agar tidak jadi orang yang "moody-an". Kitalah yang tau siapa dan bagaimana diri kita. Kita juga yang paling tau cara mengatasi masalah kita. Ini hasil perenungan saya hari ini, setelah tadi jengkel melihat acara buruk (maaf hanya pendapat pribadi) di televisi kita. Tentunya siapapun harus introspeksi diri bahwa tidak seharusnya kita kesal, marah dengan kondisi tersebut. Toh kita bisa meninggalkan hal yang tidak kita sukai, lalu mencari apa yang kita sukai. That's our soul journey hari ini. Mari kita renungkan bersama.

Tuesday, April 14, 2009

Si Belalang Yang....Smart Enough !






Anda pernah dengar Hikayat Pak Belalang...?, saya malah lupa. Bagi yang ingat tolong saya diceritakan ya. Ya ini memang tentang belalang, tapi ini benar-benar belalang. Ini adalah serangga yang menclok di tanaman Mahkota Dewa kesayangan saya. Tadi, waktu saya pulang kerja, pas masuk ke pintu belakang, saya melihat si belalang sedang asyik bertengger di tanaman saya, tanpa memperdulikan saya. Benar-benar mahluk tidak sopan.

Tiba-tiba saja saya jadi ingin menggambil gambarnya. Dengan HP butut saya saya,...blitz, blitz....saya ambil gambarnya. Si belalang anteng saja, dia sama sekali tak bergeming. Dapatlah saya beberapa pose si belalang. Ada yang tampak samping, tampak belakang, ada yang sedang nungging, pokoknya macam-macam. Sampai saya selesai dengan sesi pemotretan itu si belalang tetap anteng di tempatnya. Saya kesal, bercampur kagum, juga sedikit iri padanya.

Ya ketenangan si belalang membuat saya iri. Dia betul-betul teguh pendirian, dia tidak perduli pada sesuatu di luar dirinya. Bayangkan, dunia sedang gunjang-ganjing, bencana, pemilihan anggota legislatif sudah lewat, bahkan televisi sekarang sedang memberitakan banyaknya caleg gagal terpilih yang mengalami depresi berat, si belalang tetap anteng, dia tidak terpengaruh. Benar-benar belalang, maksud saya, benar-benar hewan.

Dia benar-benar hewan yang cukup cerdas menyikapi suasana di sekitarnya, dia....smart enough. Kita harus adil toh menilainya. Dengan situasi yang ada padanya, itulah hal yang paling masuk akal untuk dia lakukan. Cuek, anteng, tidak perduli pada lingkungannya. Ya dan saya pikir-pikir dia juga tidak begitu mengganggu, toh tanaman saya cuma kehilangan beberapa helai daunnya.

Ya, ya....tiap mahluk punya keunikan tersendiri. Kalau angsa sangat mudah terusik, lalu heboh dengan suaranya yang cempreng itu, kucing juga begitu, apalagi induk ayam yang baru selesai mengeram, maka tidak demikian dengan belalang. Dia (terutama jenis yang saya liat ini) adalah mahluk paling tenang yang pernah saya liat. Bravo untukmu belalang, you're smart enough ! Ya saya kira, dalam situasi tertentu, mungkin ada yang yang bisa kita pelajari dari si belalang ini. Bukankah dari setiap mahluk, ada hikmah yang bisa kita petik, ada filosopinya kehidupan yang mungkin bisa kita ambil manfaatnya. Selamat sore kawan, mari kita renungkan bersama. This's our soul journey hari ini.

Monday, April 13, 2009

Long Jorney Saat Langit Memerah


Tiba-tiba saja hari sudah senja, he, apa betul begitu...? Tidak, tiba-tiba saja saya baru tersadar kalau, ternyata, hari sudah senja. Entah apa saja yang sudah saya lakukan hari ini. Coba saya ingat-ingat lagi. Bangun tidur, kegiatan rutin pagi hari, lalu ke kantor, lalu bekerja (sambil kadang-kadang buka blog), lalu kegiatan domestik di rumah, hm....apalagi ? Ya, pokoknya seperti itulah. Ketika saya keluar rumah menatap langit di ufuk, warnanya sudah hampir memerah. Inilah langit jingga seperti yang orang-orang katakan. Saat maghrib hampir tiba, langit memerah. Inilah long Journey saya hari ini.

Saya tatap lagi langit itu. Itu langit saya, dan itu juga langit anda. Ya kita dinaungi langit yang sama, entah dimanapun saat ini anda berada. Dan, saat ini langit saya warnanya sudah memerah, barangkali tidak begitu dengan langit anda. Ya, mungkin saja saat ini langit anda warnanya masih membiru, atau bisa juga agak gelap karena ditutupi awan kelabu. Bisa saja begitu karena kita memiliki waktu dan tempat berbeda. Yah, dan saya terpaku disini menatap langit saya yang memerah ini.

Kawan, saat langit saya memerah ini saya tatap, ia terlihat memelas juga tegas, tetapi ada semburat indah disana. Ya, keindahan yang walau cuma beberapa burat itu, cukup menghibur saya sore ini. Hah, betapa hidup dalam keseharian ini seperti berlari tergesa-gesa. Lalu tiba-tiba saya merasa kalah melawan pacuannya. Tidak kawan..., sayalah yang salah merasa bahwa waktu berlari tergesa-gesa, padahal sayalah yang mungkin tidak begitu menghiraukannya. Karena untuk tiba di saat ini, hitungan detiknya tetap sama.

Begitulah rupanya perjalanan saya hari ini. Adalah saya yang insan ini, siapapun, memang perlu banyak merenungi perjalanan kita, our long jorney kita. Dan sore ini, setidaknya saya cukup senang mendapat kesempatan menatap indahnya langit memerah ini sembari menatap refleksi perjalan keseharian saya hari ini. Kawan, saya harus segera pamit, merenungi lagi long journey saya hari ini. Selamat sore semua.

Sunday, April 12, 2009

Genjot Terus...., It's Our Long Journey




Yah, genjot saja terus, mumpung libur. Maksudnya genjot menulis, apa yang mau ditulis, apa yang mau disampaikan, ya monggo sampaikan saja. Toh Ini blog kita sendiri, walau gratisan, hehe. Senang juga membaca tulisan teman-teman di blog mereka, judulnya variatif sekali, dan terutama isinya, hm.....sangat inspiratif. Saya jadi terilhami untuk menulis lagi pagi ini, ya kenapa tidak toh masih libur, genjot saja terus.

Seperti yang sering saya bilang bahwa hidup kita ini adalah long journey bagi kita, begitupun perjalanan blog saya ini. walau baru menginjak bulan ke 2, dengan tanpa malu-malu saya mereview blog saya sendiri (hehe lagi), yang lebih saya tujukan sebagai introspeksi diri. Lebih tepatnya mungkin minta perhatian, supaya kawan-kawan memberi saran agar blog saya ini jadi agak bagus sedikit dari sisi layout, dan segala macamnya.

Teman, blog ini juga merefleksikan perjalanan jiwa saya, selain perjalanan kegaptekan saya tentunya. Ya maklum emak-emak yang hobi menulis, baru dapat cara menyalurkan uneg-uneg lewat dunia ke"blogger"an ini (asal jangan keblinger saja ya). Blog ini juga mengungkapkan perjalanan dunia sekitar yang tertangkap oleh pandangan saya yang ya jelas saja sangat subjektif. Tapi saya kira ya tidak masalah, toh kita semua juga subjektif. Subjektif itu manusiawi sekali. Jadi wajar saja isi blog ini, dan blog manapun subjektif, asalkan kita menuangkannya dengan kejujuran, diiringi rasa keadilan, fair, dan apa istilah tepatnya, ya mungkin dengan our purity, our honestly agar dunia (yang notabene milik kita bersama) ini menjadi lebih baik.

Nah our purity dan our honestly tadi, wah rasanya senang sekali kalau saya menemukan hal tersebut pada blog teman-teman. Sebagian besar blog yang ada, saya lihat memiliki sense tersebut. Tidak perlu saya sebutkan satu-persatu, anda pasti menemukan hal tersebut pada blog teman-teman tersebut. Ya, our purity, itu juga yang menjadi landasan saya dalam menulis di blog saya. Saya belajar menuangkan isi hati saya dengan mempertahankan sense tersebut, my purity, my newsoul, my honestly mind. Saya menulis mengikuti kata hati saja, menulis berdasarkan hati nurani dan kemurnian jiwa yang kita miliki, sesuatu yang saya anggap selain bermanfaat buat saya, siapa tau bermanfaat buat orang lain.

Itulah cerita saya hari ini kawan, bagaimana pendapat anda ? Saya tunggu ya, komentar dan sarannya. Terimakasih. Saya mau meluncur lagi, meneruskan Our Long Journey kita hari ini. Bagi anda yang saat ini sedang menulis di blog, monggo diteruskan menulisnya. Yep, genjot saja terus.........

Saturday, April 11, 2009

Keluar Dari Kotak, Tapi Jangan Terkotak-kotak


Sedang Mahkota Dewa saja, keluar dari Kotaknya

Selamat pagi semua. Pagi ini indah seperti pagi yang biasanya. Dalam keindahan pagi ini saya leyeh-leyeh dulu di beranda belakang sambil memperhatikan Tanaman Mahkota Dewa saya. Di luar sana, matahari sudah setinggi pohon kelapa. Itu pohon kelapa tetangga depan rumah saya. Apalagi........., ngopi sudah, sarapan sudah, bagaimana dengan anda ? Kalau belum hayo ngopi atau ngeteh dulu, biar segar.

Pagi ini, sambil tadi mengutak-atik award dari seorang teman, Fanda namanya, secara tidak sengaja saya menemukan blog seorang teman juga, saya lupa namanya. Yaitu blog tentang gerakan melindungi kaum perempuan dari kejahatan, katanya. Senang saja membacanya. Sebentar lagi saya ceritakan pandangan saya ya. Saya mau ke tukang sayur sebentar, suaranya barusan memanggil saya.

Ah, saya sudah kembali. Ya tentang Gerakan Melindungi Kaum Perempuan. Perempuan itu kaum saya lho (hihi, kadang-kadang saya lupa kalau saya ini perempuan). Dengan keterbatasan saya memaknai hakekat kemanusiaan ini, saya jujur saja katakan bahwa saya tidak begitu suka dengan ide mengkotak-kotakkan manusia, ini kaum lelaki, ini kaum perempuan. Sebentar, apa yang saya tulis disini, ini sepenuhnya pandangan pribadi saya (hasil perenungan hidup sampai dengan sekarang ini), jadi kalau ada yang tidak berkenan, saya mohon maaf. Dengan tidak mengurangi makna persahabatan, kadang-kadang kita memang harus berbeda, kalau sama terus latah namanya, hehe.

Ya kembali ke soal kenapa saya tidak suka mengkotak-kotakkan dunia tadi, mungkin karena saya bosan dengan segala kekacauan di dunia ini ini, saya ingin dunia ini damai-damai saja. Mengkotak-kotakkan dunia dengan kelompok kaum perempuan, kaum lelaki, walaupun perempuan dan lelaki itu memang berbeda, hanya menimbulkan gap saja. Memandang perempuan sebagai kaum lemah yang harus dilindungi (Siapakah sebetulnya yang menggembar-gemborkan bahwa perempuan adalah kaum yang lemah...???) adalah tindakan menghina kaum saya. Sama seperti tidak sukanya saya kalau ada yang bilang lelaki itu kebanyakan ganteng semua, baik semua, atau jahat, suka menindas, dll. Kenyataannya di luar sana perempuan yang kelakuannya bejat tidak kurang-kurang banyaknya, perempuan yang menindas kaumnya sendiri bejibun, lelaki yang jahat dan penindas juga sama banyaknya. Jahat atau penindas adalah persoalan kematangan jiwa, menyangkut moral seseorang, sama sekali bukan soal dia perempuan atau lelaki. Jadi keluar dong dari kotak yang seperti itu, dan ingat jangan terkotak-kotak. RA. Kartini melakukan gerakan menyadarkan kaumnya, saya yakin bukan dengan ide mengkotak-kotakakn dunia. Beliau tulus ingin memberdayakan kaum perempuan di desanya. Mungkin orang-orang saja yang jadi latah salah mengartikan perjuangan beliau.

Kita lihat saja funding-funding/organisasi Perlindungan Kaum Wanita yang berserakan di dunia ini apakah sudah optimal hasilnya?. Saya yakin banyak mungkin ada yang sudah optimal, tapi lebih banyak lagi yang belum. Yang jelas kejahatan terhadap wanita (juga terhadap lelaki) tidak berkurang. Kenapa begitu...?? ya kita renungkan saja. saya sering jadi kecewa, karena kebanyakan organisasi tersebut kehilanganh esensi sebenarnya dari Gerakan melindungi tersebut. Ujung-ujungnya rupanya melindungi kantongnya sendiri, akhirnya kaum perempuan tetap saja kondisinya, yang merasa tertindas masih banyak, yang lemah (tepatnya melemahkan dirinya sendiri) masih banyak. Sungguh fakta yang membuat miris.

Selamat pagi lagi kawan. Inilah pesan saya pagi ini, keluarlah dari kotak anda, tapi jangan terkotak-kotak. Asli saya memang tidak suka mengkotak-kotakkan dunia dalam kelompok kaum perempuan, kaum lelaki, juga mengkotakkan dunia ini menjadi kelompok-kelompok yang lain (yang ini kita bahas lain waktu saja). Setiap manusia baik lelaki maupun perempuannya sama saja derajatnya di mata Allah SWT (bagi yang beragama lain harap ini dibaca "Tuhan" saja), yang dinilai adalah amal perbuatannya. Ini saja patokan saya. Jelas saya lebih percaya Tuhan saya dibandingkan siapapun yang sering mengatas namakan Tuhan dan bawa-bawa hadist yang itu-itu juga (ups no offense). Saya yakin Tuhan yang manapun pasti mengajarkan esensi kebersahajaan kemanusiaan yang seperti ini. Bagaimana pendapat anda, mari kita berbagi disini. Saya tunggu komentar anda sambil meneruskan kegiatan saya lagi, memasak.

Friday, April 10, 2009

That 's What Friend Are For, Award Pertama Arti Persahabatan

Masih ingatkah anda dengan Lagu Dionne Warwick yang berjudul "That's What Friend Are For" tersebut ? Lagu itu sangat saya sukai. Lirik-lirikya terdengar makin indah di telinga saya manakala hubungan persahabatan menambah semarak rona kehidupan. Ya, saat sedang buka-buka blog, tiba-tiba saya dikejutkan oleh datangnya pesan di shoutmix dari Fanda, teman blogger yang

Kontemplasi Pagi Tentang Visi dan Pintu Kehidupan

Mangrove di Kawasan Sembilang, Sumatera Selatan, Cakrawala Kehidupan

Pagi yang indah saat ini kawan. Percaya atau tidak saat ini saya mendengar kicauan burung (entah jenis burung apa) di sekitar tempat saya duduk. Keindahan ini, meski agak complang, jadi makin lengkap dengan munculnya aroma kopi kental saya dan aroma nasi goreng yang sedang dibuat adik ipar saya. Ya.....keliatannya sarapan pagi kali ini adalah nasi goreng. Kali ini baunya sangat sedap. Mantap. Ok, saya mau membantu adik ipar saya dulu, maksudnya membantu mencicipi nasi gorengnya, sebentar saja.

Saya sudah kembali. Ternyata memang paling enak menulis di pagi hari, masih segar, masih semangat, masih maknyus. Ya, tentu saja masih dengan secangkir kopi kampung saya ini. Sudahkan anda bangun pagi ini....? Kalau belum, ayo bangun, cuci muka dan jangan lupa gosok gigi. Setelah itu baru enak saya mengucapkan selamat pagi, Selamat Pagi Semua.

Pagi ini seperti pagi-pagi yang lain, saya memiliki kontemplasi. Kali ini saya mau berbagi kontemplasi saya tentang pintu masuk dan pintu keluar. Anda semua punya pintu kan ? pasti dong. Ya, pintu..... keliatannya sepele padahal itu elemen sangat penting. Tanpa benda itu kita tidak akan bisa masuk juga tidak bisa keluar. Pintu adalah alat atau benda tempat dimana kita bisa masuk juga keluar dari suatu tempat. Kalau ada yang nyeletuk bisa juga lewat jendela, bisa sih, cuma ya tidak enaklah lewat jendela, nanti dikira maling, hehe.

Bila diibaratkan kehidupan kita adalah rumah kita, maka manakah pintu kehidupan kita ? Mari kita pikirkan, anda bisa menjawabnya dari versi anda sendiri. Kehidupan seperti yang pernah saya dan mungkin orang-orang lain ungkapkan adalah perjalanan kita, life is our long journey. Maka oleh sebab itulah, menurut saya, pintu kita adalah Visi yang kita milki. Bagaimana kita memandang hidup, bagaimana kita menyikapi hidup, bagaimana kita berbuat dalam hidup kita sangat ditentukan oleh visi yang kita miliki dalam kehidupan ini. Kita akan masuk atau keluar dari sutu frame atau katakanlah satu saja dari wacana kehidupan yang tersaji di depan kita adalah dengan visi yang kita miliki. Bila sesuatu di hadapan kita cocok dengan visi kita, kita akan masuk. Bila tidak, biasanya kita cenderung untuk keluar, menarik diri. Your Own Vision (Visi kehidupan anda) adalah pintu anda untuk masuk atau keluar dalam realita kehidupan ini. Silahkan anda renungkan sendiri.

Di minggu awal saya buat blog ini saya menuliskan pentingnya kita menghargai/menyayangi diri sendiri sebelum kita berinteraksi dengan lingkungan sekitar kita. Itulah visi saya, hidup dengan cinta untuk diri sendiri dengan cara yang jujur, tulus, apa adanya, menyadari kelebihan dan kekurangan diri, menyadari bahwa tidak ada manusia yang sempurna, sebagai dasar untuk berinteraksi dengan lingkungan. Visi saya adalah memberi ruang kepada diri sendiri dengan jujur dan fair sebagai dasar untuk memberi ruang kepada orang lain dan lingkungan. Dengan redaksi yang lain visi saya adalah (Tercapainya) Pribadi yang mencintai diri sendiri dangan jujur dan fair sebagai dasar untuk berinteraksi dan melayani dunia luar. Itulah pintu saya. Pintu untuk keluar masuk dalam long journey (kehidupan) ini.

Anda tentu punya pemikiran sendiri, mari kita berbagi. Saya minum kopi saya lagi ya . Ah, lumayan, walau tidak semaknyus seperti saat masih mengepul tadi. Itulah kontemplasi saya pagi ini. Selamat pagi teman, sekali lagi, bila anda berkenan tentunya, mari kita renungkan bersama disini.

Thursday, April 9, 2009

Managing Our Own Soul Journey





Some Soul Journey of Mine, Kawasan Sembilang and Musi River

In the earlier morning of today, when the sun not yet appear in the sky. Wuaaaahhhhh.....that's my long stretching today. Hm.....what a lovely day, isn't it ? Hey, just a fews minutes friend, I need to pray and after that I need to make a cup of coffee.

Morning all. How are you today ? I's that a smile or a wrinkle on your forehead ?. Just smile friend, it's good for you. Hey I like your smile. Ok, today I want to share with you about something that flashing on my mind. It's about a Soul Journey. What is a soul journey? Soul Journey it's not a common journey. Not only our phisic on those journey but our heart, our soul not convinience. Not only a long travel, long vacation as a usual. Not jonly just.... long plane, check-in, check-out hotel, and tire.... after that our soul still empty. Soul journey is really a journey to make our mind, our soul fresh and happy, and the end, we have a new wisdom, a new fresh mind on our soul. Because our life is not only just a boring life, our life is a meaningful life. I dont know what is the rihgt world for that. But I prefer to say It's a Soul journey. It's about our own vision of soul journey.

A soul journey's start from our soul, and it's ending for our soul too. You can get it if you want it. So are you interesting to know more about how to manage your own soul journey, just follow me. Here some step to make our special soul journey :
  1. Plan your holiday carefully, with good step. Remember the aim of our journey is to achieve our soul fresh an happy so we can more wise and more creative to fill our day in the future. Start with important step as usual "What, Where, When, and How"
  2. Plan what place that you need to visit to make your soul fresh and happy. There's so many place in the world with good scenery, a place that have a wisdom spirit with their special locally wisdom, such as Bali, or Kampung Naga in West Java, Lombok, etc (sorry I just mention some place that I know, hehe). It's depend on your interest, depend on a special wisdom that you have. If you need a religious place just find it. You can find those place on the internet or come to your agent travel.
  3. When, in what holiday, in what season you have to go. It's up to you, you are the boss. Plan when you have the opportunity to make your dream, have a soul journey, come true. If you need a quite journey, dont choice it in a school holiday or a public holiday.
  4. Last but not least, plan how you manage your journey, your holiday to make a simple, a practically journey. It's just a technically step, but it's important. Plan what agent travel that you can use. Plan what bag you need to bring, what clothes you need to bring. But once again, just remember this is your soul jorney, so make it simple but meaningful, and more kindly to your soul.
  5. Do it with your own interest, do it with your happily soul. It's your soul journey.
Well, let's try it. I have it several times ago, it's really fresh, on the nextday I have my soul fresh and happy. So my life's more colourfull, more meaningful. Because life must go on, and our life's a long journey for us, make it more meaningful, with our own soul, with our own purity.

Selamat pagi wahai sahabat, para blogger, siapa saja yang membaca catatan ini. Ini hanya tulisan uji coba dari seorang yang menemukan jiwa baru. Perjalanan, liburan, wisata, apapun namanya, tidak akan banyak artinya bila diujung hanya lelah yang kita dapatkan. Perjalanan kita adalah perjalanan yang menginginkan jiwa lebih segar dan bahagia, dan pada akhirnya hidup akan terisi dengan kebijakan ala kita sehingga hidup ini lebih bermakna. Jangan sampai perjalanan wisata anda jadi kurang bermakna, bila anda menginginkannya, lakukan dengan keberanian untuk menwisatakan jiwa anda dengan hakekat sebenarnya dari sebuah perjalanan. Hidup ini juga adalah perjalanan panjang. Perjalanan panjang yang kita harapkan penuh makna. Seperti halnya mencontreng hari ini, (mencontreng atau tidak mencontreng) ini adalah perjalanan jiwa bagi kita semua. Selamat mencontreng, selamat membaca tulisan ini, silahkan ini dibalik bila anda mau.


Tuesday, April 7, 2009

Do It With Your Own Style, Simply Your Own Creative Vision, Just 5 Minutes Here


Even this flower have their own creative vision in this world

Everybody have their own vision about everything. Now, when I just sitting on my chair, with my job, something in my mind flashing. It's about our creative vision in our life. I start this note with the question What is the meaning of "creativity" in our life....? What do you think about your own creative vision, what's the meaning ? I am sure everybody have their own meaning, their own vision about " creative". But if we too straight, too rigid with the old meaning of that word, it's too bad for us. Be creative with your own meaning about creative definition. You must create Your own way, your own style about your new vision.

For me creative is the time when we can explore our need, our mind without border it with our definition. Creative is when we can carry on our life without constrain. If you can keep your smile even you are very sad, you are a creative people. If you can solved your problem in honestly way, without waste your time with your bullshit dream, you are a creative people. If you can reach your happinnes on all situation, with your own colour, your own vision, you are creative people. Do it with your own style, your own new vision.

Dont waste your time, dont loose your hope, dont loose your opportunity, you can be creative if you want. Make it simple, suitable with your conditions, comfortable with all your situation. Have a new soul, Simply your own creative vision. Everything is depend on you. Be creative, be happy, be meaningful, with your own vision. It's your life. Start your day with your own creative vision. Hm....I start my creative's day with my garden. My flower always makes me smile, always make me fresh and happy.

Here some steps for simply our own vision about our creativity :
  1. Make your mind free, free your mind, make free your opinion about creativity. Yoris Sebastian (a young experts creativity in Indonesia) said "get out from your box". I prefer to say...dont be too rigid with your old definition about creativity, dont be too rigid with yourself. Sometimes we need to get out from our old habitual action, our old mind/soul (as long as we do it with honestly way).
  2. Manage our competency, develop our capacity in everything, what ever that we interested. Dont be ashame to ask with other people, ask from the expert. Hm....sometimes, even a common people (in his simple way) spontaneouly can give us a creative thing. Yeah, learn from everything on our environment.
  3. So, I tell you this word, the show must go on. We have to always make a development with our own creativity. Because the creativity will never die, as long as we always learn from everything. Give it a special time to check the development of our creativity. Sometimes we need to make some contemplations to check our life. We need to check the development of our creative vision in our life.
  4. Do it with our happiness, with all our purity, with our own soul, our own style. Dont worry be happy to be different, you are a creative people with your own style, your own vision.
Well it's all that I can tell you about our new creativity with our own vision on our own style. Let's try it. So what do do you think...? Let's make a discussion about it, if you dont mind.

Dalam bahasa Indonesianya kira-kira inilah yang ingin saya katakan. Hiduplah secara kreatif dengan visi anda sendiri, jangan membatasi diri dengan definisi dan pengertian kuno yang kita milki. Bagi saya kreatif adalah saat dimana kita bisa melanjutkan hidup kita dalam semua situasi dengan cara yang jujur, keluar dari batasan, memecahkan masalah kita dengan cara bersahaja, penuh hikmah, dan tetap senyum dan bahagia. Lakukan dengan gaya dan cara anda sendiri. Anda bisa menjadi keatif bila anda mau, semuanya tergantung anda. Maaf saya terpaksa menulis di atas dalam bahasa Inggris (tarzan ala saya, hehe) karena, rupanya, blog ini kadang-kadang dimasuki juga oleh bangsa lain yang suka protes karena hanya meraba-raba apa yang saya maksudkan. Tidak kreatif ya, padahal ada google translate, just kidding. Mari kita diskusi bila anda berkenan.

Monday, April 6, 2009

Saat Terbangun Pagi Ini, Hadoooh !

Tidak ada yang istimewa, pagi ini bangun seperti hari-hari yang lain. Terbangun sekitar 20 menit menjelang sholat shubuh, sholat, lalu menyiapkan sarapan sekenanya sambil melirik berita televisi. Bedanya, saat terbangun pagi ini, ketika buka facebook, wah ada yang main selonong saja meletakkan jargon kampanyenya, minta dipilih, di wall saya. Ini membuat saya kurang sreg. Kalau sekedar bertebaran di home rasanya tidak apa-apa, ini di wall saya, hadooh. Padahal saya jelas-jelas menyatakan sikap saya yang tidak begitu tertarik dengan urusan pemilihan para kadal dan buaya ini (maaf). Cepat-cepat saya tinggalkan FB itu, rasanya lebih enak minum kopi dulu.

Ah sedapnya ngopi, teman saya bilang ngupi sambil makan ruti, uenak tenan. Sambil ngopi ini saya masih ingat lagi FB saya tadi. Kenapa FB dijadikan ajang untuk kampanye.......???? pertanyaan yang timbul di benak saya. Ya mungkin karena orang mau cepat, tas-tas pintas, memanfaatkan segala fasilitas yang ada. Jangankan FB, jalanan ditempeli spanduk, baliho, pohon-pohon yang seharusnya kita jaga dan kita lindungi dipaku untuk ditempeli poster-poster para caleg, narsis abis.

Ini hari senin, tanggal 6 April ya, kalau begitu masih 3 hari lagi. Mudah-mudahan setelah tanggal 9 April nanti suasana akan normal kembali, setidaknya wall saya tidak lagi dipenuhi oleh ajang kampanye teman-teman saya tadi. Semoga saja. Saya mau mandi dulu, semoga hari ini si OB tidak telat lagi.

Sunday, April 5, 2009

Obsesi Pagi hari dan Secangkir Kopi


Selamat pagi semua. Ini pagi yang sempurna bagi saya untuk meneruskan hari dengan blog saya ini, diringi secangkir kopi. Ini kopi kampung asli, dari biji kopi pilhan. Tentu kopi saya mengelegar rasanya. Mau tau rasanya, sedikit kental, tidak terlalu manis, agak semriwing pahitnya, pokoknya “Maknyus!” Dan tentu tambah maknyus ditambah sepiring makanan khas kota saya, pempek.


Setelah merasakan maknyus kopi tadi, sambil kepala terangguk-angguk mendengarkan Lenny Kravitz dengan “It aint’s over till it’s over”nya itu, saya menghela nafas sebentar teringat kalau hari ini hari minggu. Bukankah ini masih libur, kenapa saya masih di rumah saja…..? Dan hehehe, apa perlunya lagi keluar kalau kenikmatan hidup sudah ada semua disini. Yang saya maksud apa kebutuhan mendasar yang saya butuhkan rasanya sudah terpenuhi, yatitu melepaskan uneg-uneg dalam catatan ini.


Ya setiap orang pasti memiliki kebutuhan mendasar yang harus dipenuhi. Saya tidak perlu toh menjembrengi teori Abraham Maslow disini, nanti ditertawakan oleh siapapun yang membaca blog saya yang sudah pinter-pinter ini. Apakah itu kebutuhan basic atau kebutuhan self actualization estem, tentu berbeda-beda pada setiap orang. Setidaknya saya dan kita semua patut bersyukur karena tidak mengalami kesulitan hidup seperti saudara-saudara kita korban Lumpur Lapindo di Porong yang sekarang masih terumbang-ambing jadi pengungsi, atau seperti saudara-saudara kita yang jadi korban Situ Gintung. Mudahan-mudahan kita bisa membantu mereka sesuai kemampuan kita.


Kembali ke kebutuhan dasar tadi, ya….itulah kebutuhan dasar yang saya rasakan saat ini, kebutuhan mengaktualisasikan diri (Self Actualization Need) sesuai dengan persepsi dan rasa dari olah jiwa saya.. Saya simple orangnya, tidak harus punya status sosial sebagai orang top, pejabat tenar atau selebriti supaya saya merasa aktualisasi diri saya telah tercapai. Cukup begini saja, mengalir apa adanya. Di kantor saya mengerjakan tugas saya dengan ikhlas. Di luar itu saya ya utak-atik blog ini dalam rangka mencapai obsesi saya sebagai penulis, hihi. Tidak harus jadi penulis terkenal, cukuplah kalau apa yang saya tulis bermanfaat bagi saya terutama, bagi keluarga saya, dan bagi banyak orang kalau ini ada manfaatnya.bagi mereka. Dengan begitu hidup ini jadi bermakna. Dan, thanks God, dengan adanya internet, ini memudahkan saya menuangkan uneg-uneg saya. Tanpa melalu seleksi dari dewan redaksi, tanpa diediti mereka, jebret, tulisan saya bisa saya publikasikan di blog ini. Ini memiliki gregetnya sendiri.


Inilah obsesi saya pagi ini, menuangkan tulisan di blog sebagai ajang pelepasan uneg-uneg, juga melatih kemampuan saya dalam menulis. Obsesi yang sederhana. Obsesi sederhana tidaklah berarti kita memiliki cita-cita yang kecil atau kecil harapan. Itu lebih realistis dan apa adanya. Jadi tidak membebani diri sendiri dan pada akhirnya tidak membebani orang-orang di sekitar kita. Hayo, percaya tidak kalau kita jadi sangat terobsesi akan sesuatu itu akan merepotkan diri sendiri, akhirnya juga akan merepotkan, membingungkan dan mengesalkan orang-orang di sekitar kita….? Coba saja anda analisa hal tersebut.


Sekali lagi, bagi saya kebutuhan menuangkan uneg-uneg dalam catatan, postingan di blog bagi saya adalah kebutuhan mengaktualisasikan diri. Setiap manusia pada dasarnya butuh pengakuan, butuh diakui eksistensinya. Setiap orang memiliki obsesi, meski obsesi itu mungkin sangat sederhana dan bagi orang lain itu kecil.. Bagaimana kalau tidak dipenuhi, saya kira setiap blogger merasakannya, terasa ada yang kurang, jadi tidak plong.. Oleh karena itulah saya harus menuangkannya disini supaya saya lega, supaya saya merasa plong.


Saya akhiri renungan ini sambil mereguk kembali kopi saya. Teman, bagaimana pendapat anda, apa anda setuju dengan apa yang saya tuangkan ini, apakah yang kita rasakan sama....? Mari kita renungkan bersama. Saya tunggu uneg-uneg, komentar anda.

Friday, April 3, 2009

Catatan Pertama di Bulan April, Berkilaulah !


(Kilau Heliconia di jambangan pada suatu malam)

Ini bukan soal April Mop yang sudah lewat, tapi soal harapan dan asa di bulan ini. Tanggal 9 nanti pemilu legislatif, semoga yang terpilih nanti adalah orang yang punya kemampuan dan amanah. Seandainya yang terpilih adalah kadal-kadal dan buaya-buaya (again... !?) ya.....apa boleh buat. Sudah nasib bangsa ini untuk terus terpuruk, apes. Pemilu, pilkada, dsb, cuma buang-buang waktu dan menghabiskan biaya, dan membuat kondisi kita tambah hancur karena yang terpilih adalah para kadal dan buaya (maaf). Yang tidak terpilih, mudah-mudahan kuat mental, kuat iman. Kalau tidak, ini akan menambah beban bagi negara ini, menambah jumlah orang stress dan depresi berat. Mudah-mudahan saja tidak. Kehidupan bangsa ini adalah sebuah proses panjang, semoga kita bisa bertahan sambil memperbaiki kondisi kita, amin.

Menyangkut harapan untuk diri sendiri, hm......rasanya banyak sekali yang harapan di bulan ini, pengen pekerjaan jadi tambah menyenangkan, pengen segala sesuatunya berjalan lancar. Saya baru saja terbangun (kebiasaan lama suka terbangun tengah malam). Sesudah sholat, merenung, introspeksi diri, lalu apalagi kalau bukan menuangkan uneg-uneg dalam catatan.

Ya saya jadi ingat dengan notes saya tadi pagi di facebook saya. Sebuah pesan untuk diri sendiri dan untuk kita semua, jadilah berkilau untukku dan untuk dunia sepanjang hari (seperti iklan permen fox ya). Kilau yang saya maksud disini bukan sekedar membangun image "kinclong" atau seperti polesan bedak yang dibuat-buat, tapi kilau yang memancar dari dalam jiwa. ini soal kilau alamiah, kilau yang apa adanya. Saya tidak tau pasti apa istilah tepatnya, yang jelas saya lebih suka menyebutnya sebagai "Kilau" daripada pesona atau aura/image positif. Karena kilau bagi saya adalah cahaya jiwa.

Setiap orang punya kilaunya masing-masing. Hanya saja tidak semua orang mampu mengasahnya, tidak semua orang mampu menimbulkanya. Kilau hanya akan tampil manakala kita bahagia, manakala jiwa kita lega, manakala jiwa kita ikhlas. Dengan kata lain kilau hanya lahir dari jiwa-jiwa yang bahagia dan ikhlas. Kilau lahir dari ketulusan seorang yang mencintai dirinya sendiri dengan tulus dan jujur, orang yang memahami dirinya apa adanya sebelum dia memahami orang-orang di sekitarnya. Tidak akan sanggup seseorang anak manusia untuk menyinari dunia dengan kilaunya bila ia sendiri redup, tertunduk lesu menatap hidup. Jadi mari bangkit, mari hadirkan kilau anda setidaknya untuk anda sendiri. Bila anda berkilau, maka kilau itu akan menerangi dunia, kilau anda akan menuntun anda ke arah yang tepat untuk anda. Kilau itu akan juga menerangi orang lain.

Saya akhiri catatan singkat ini dengan renungan, mari kita temukan kilau kita lagi. Mari berkilau untuk diri kita sendiri, untuk suami/istri kita, berkilau untuk anak-anak kita, berkilau untuk teman-teman dan handai taulan kita. Mudah saja, merenunglah tentang diri anda, tentang hidup anda dengan jujur dan apa adanya. Lalu tersenyumlah sambil katakan pada diri anda bahwa hidup itu indah dan bermakna, kalau anda mau mencapainya seperti itu, semuanya tergantung sikap dan keikhlasan anda. Setelah itu anda akan merasakan, ada sesuatu yang menyeruak dalam diri anda yang membuat anda seketika tersenyum. Itulah kilau anda, selamat anda sudah memilikinya. Setidaknya cukuplah sebagai modal awal, anda tinggal mengembangkannya. Mari kita renungkan bersama.

Pesona Labu Kuning, Menjalar di Tanah dan Merambah di Hati Penggemarnya

Sumber Foto : pixabay.com Dalam bayangan saya akan hari tua. Ada sebuah rumah kayu mungil dengan halaman luas. Pada halaman luas itu ...