Malam Pembunuhanku


aku mencari kata
suara-suara
nada-nada
warna-warna

tak ada apa-apa
tak sesiapa
hanya suara
di kepalaku

bukan aku tapi Kau
Kau yang ada di kepalaku
setelah kubunuh'Aku"ku
maka suaraMu bisa kudengar

(betapa aku tak berkutik dan menyerah pada pembunuhan ini)

Comments

  1. wew, masih bingung tentang maknanya ...

    ReplyDelete
  2. jaiahaha...masih belum berhasil juga yach.."mematikan" aku???

    semoga kali ini bener2 mati si AKU...

    ReplyDelete
  3. @Ruby, hm, saya juga ikutan bingung, hihi

    @muhJrs, hehehe, selamat kalau sudah bisa benar-benar bisa membunuh "AKu"mu 100%. Sebab "Aku" masing-masing manusia tidak bisa dibunuh/dibinasakan 100% sepanjang hidup. Paling-paling bisa dibunuh sewaktu-waktu, sesuatu yang kita sebut "Pengendalian Diri". Kalau sudah bisa membubuh "AKu" utuh sepanjang hidup, maka mungkin kita bukan lagi manusia, tapi malaikat.

    ReplyDelete
  4. membunuh ego kah mba ? lalu menemukan dalam penghambaan pd yg Khalik ? indah seklai mba...selamat malam :)

    ReplyDelete
  5. Hanya Suara Dikepalaku ,...

    masih asing engkau
    ketika harus ada ,
    menelan sedih pada hati yang hidup

    Hanya suara dikepalaku ,
    ketika harus engkau
    yang membinasakanku dalam koma

    menemui rasa ganjil
    disekitarku ,
    mungkin engkau (,...)

    Kau yang ada dikepalaku
    setelah kubunuh"Aku"ku
    langitpun semakin membiru
    dalam kuas-Nya

    ReplyDelete
  6. mungkin memang hrs spt itu ye mbak agar kita bisa lebih dekat pada -NYA, :)

    ReplyDelete
  7. ke'aku'an ku harus mati dulu untuk mengenal suaraNya, seringkali kita masih hidup dengan "aku" dan tidak mengandalkanNya

    ReplyDelete

Post a Comment

Hanya tulisan biasa, hasil kontemplasi soal apa saja. Mohon maaf, komentarmu perlu saya cerna dulu untuk menghindari riweh dan tidak spam. Terimakasih.

Popular Posts