Search This Blog

Monday, October 10, 2011

Pulang...


pulanglah kepada jalan itu

lengkung langit yang tak lagi biru

sinar mata yang kuyu

keringat yang tak lagi menetes di pipimu



pulang... 



pulanglah rasa pada tempatnya tiba


lelah yang tak lagi berupa


sekuntum mawar tak lagi bisa kau pandang


sebab langit telah hitam, dan pintu itu menganga menanti kau pulang

No comments:

Post a Comment

Tulisan hasil kontemplasi. Mohon maaf, komentarmu perlu saya cerna dulu untuk menghindari riweh dan tidak spam. Terimakasih.

Pesona Labu Kuning, Menjalar di Tanah dan Merambah di Hati Penggemarnya

Sumber Foto : pixabay.com Dalam bayangan saya akan hari tua. Ada sebuah rumah kayu mungil dengan halaman luas. Pada halaman luas itu ...