Search This Blog

Tuesday, March 29, 2011

Cinta Dandelion



Dandelion menanti anginnya.

Bukan seperti budak tapi seperti kekasih yang mencinta

Dandelion tak jemu menunggu seperti dia menunggumu

Bukan untuk keindahan sebuah janji tapi demi kata setia



Maka adakah kau setia pada langit dan anginmu meski ia kadang bawakanmu hujan dan badai bahkan kemarau......?


(Sajak Angin Selatan kepada Ilalang )

4 comments:

  1. rasanya tadi siang template blog ini diganti ya mbak? kok diganti lagi?

    ReplyDelete
  2. dandelion oh dandelion.
    sajaknya aku suka mba!
    tapi aku lebih suka fotonya! :)

    ReplyDelete
  3. @Henny, iya Hen cuma belum sreg, balik lagi deh ke template lama.
    @Pencari jejak, hehe, selamat pagi

    ReplyDelete
  4. semoga bisa setia seperti karang...tak tergoyahkan...

    ReplyDelete

Tulisan hasil kontemplasi. Mohon maaf, komentarmu perlu saya cerna dulu untuk menghindari riweh dan tidak spam. Terimakasih.

Ketika Kita Sibuk Berkutat Dengan "Nissa Sabyan" dan Gosip Lain, Perempuan Baniwa Membangun Desa Dengan Berkutat Pada Cabe Rawit Mereka

He, kadang saya gak habis pikir, kenapa kita (Kita...? tepatnya saya) menghabiskan begitu banyak waktu melototi segala hal yang dijejalkan d...