Search This Blog

Tuesday, October 4, 2011

Pengorbanan

Sungguh, ini bukan lagu. Bukan pula sekedar kata-kata yang bisa diucapkan sehari 2 atau 3 kali. Bukan juga rasa sakit yang kau dera. Tentu saja, bukan memberi tapi tak rela...

Ini soal menjauh atau berlabuh saat dibutuhkan. Berjarak tapi dekat. Mengiringi tapi tak mengikat. Memberi yang benar-benar memberi, tak harap kembali. Dan...., jika air mata tiba-tiba meleleh dari kedua sudut mata saat fajar tiba, hanya bisa diseka. 

Diam itu terasa hikmat. Sedihpun terasa bahagia. Sebab ini pengorbanan yang terpendar dari sudut mata. Mata yang terlihat begitu bersinar saat rasa itu tiba. Kau tak akan tau bila kau tak tiba pada rasa itu.

Maka, carilah rasa "Pengorbanan"mu supaya kau tau rasanya. Setidaknya supaya kau paham bahwa butuh kekuatan besar untuk bisa berkorban pada rasa itu...



Nyanyian ilalang disisi kolibri saat malam mulai meninggi sambil ia berkata, "For my Y" 

4 comments:

  1. hebat kak, kata2nya bikin saya ngiler ...

    ReplyDelete
  2. indahnya catatanmu mba.....merasuk kerelung hati, terasa turut merasakan atau sdg kurasakan :)

    ReplyDelete
  3. Benar Bunda...butuh kekuatan yang besar untuk itu dan rasanya hanya seorang ibu yang bisa...

    ReplyDelete
  4. deuh mba..speechless bacanya..seakan buat saya...indah bgt penyampaiannya..

    ReplyDelete

Tulisan hasil kontemplasi. Mohon maaf, komentarmu perlu saya cerna dulu untuk menghindari riweh dan tidak spam. Terimakasih.

Pesona Labu Kuning, Menjalar di Tanah dan Merambah di Hati Penggemarnya

Sumber Foto : pixabay.com Dalam bayangan saya akan hari tua. Ada sebuah rumah kayu mungil dengan halaman luas. Pada halaman luas itu ...