Search This Blog

Wednesday, September 30, 2009

Angin Di Penghujung September


Angin di penghujung September,
sejak tadi sore ia datang
menggelitik dan mengkritik
hey kau, bangunlah, buatkan aku secangkir kopi katanya

Angin di penghujung September,
Sepoi-sepoi dan lamat-lamat
Sejuk, sekaligus hangat dan basah
tentu saja karena secangkir kopi itu

Angin di penghujung September,
tidak menghentak
tidak membuat pilu apalagi resah
cuma membuat basah dan sedikit sejuk bercampur hangat kawan

Gambar diambil dari sini

Tuesday, September 29, 2009

Hari Ini Dengan Para Buaya

Ya hari ini agenda saya adalah dengan buaya. Agak menyeramkan sebetulnya, tapi menarik juga. Buaya, apakah buaya sungguhan atau buaya kiasan (buaya darat), he, memang menakutkan. Tapi karena tugas, mau tidak mau harus dilaksanakan. Ya.....hari dengan para buaya.

Baiklah saya siap-siap dulu untuk menyiapkan segala sesuatunya. Omong-omong, menurut anda buaya itu menakutkan atau tidak sih...? Bagaimana pendapat anda. Silahkan dituangkan disini. Saya menghirup kopi saya dulu ya. Ah..., sedapnya. Ok, saya mandi dulu. Selamat pagi dan selamat beraktivitas .

Sunday, September 27, 2009

Kuncup Bunga Tiba Pagi Ini Padanya



Apakah yang lebih indah di pagi hari selain menikmati indahnya aroma pagi dan menikmati secangkir kopi...? Bagi saya, tidak ada yang bisa menandingi indahnya suasana pagi yang seperti itu. Ya aroma pagi plus kopi tentu saja. Dan pagi ini, di dekat meja kecil di beranda depan tempat saya minum kopi ini, kuncup bunga anggrek ungu terlihat begitu indah juga penuh semangat. Kuncup bunga tiba pada suasana ngopi ini.

Klop sekali indahnya. Kopi hitam yang mengepul, sedikit nastar dan kue delapan jam yang baru dikeluarkan dari refrigerator, alunan It Ain't Over Tll It Over si Lenny Kravitz yang beatnya menghentak, dan semburat ungu dari kuncup anggrek itu. Suasana menggelora seperti ini saya reguk dengan ungkapan syukur. Nuansa pagi yang menyingsing selalu saya suka. Di dalamnya ada gelora semangat, sebagaimana semangat ingin mekar sang kuncup bunga. Sebagaimana semangat pagi yang menyingsing, yang seolah menghimbau segenap insan untuk segera membelah hari, melaksanakan rencana, mengais rezeki. Bukankah kita harus mereguk semangat pagi dengan segenap rasa syukur yang kita punya?

Demikian kisah Kuncup Bunga Tiba Pagi Ini Padanya. Ia yang memberikan hidupnya pada dunia sambil merawat sarang cintanya. Mungkin saja ia adalah anda, saya, atau mereka. Ya kita semua, sekumpulan insan penyuka pagi, meski suasasana pagi kita tak persis sama. Selamat menikmati pagi anda. Have a nice weekend.

Saturday, September 26, 2009

Pagi Yang Semarak Dengan Kamboja Jepang dan Kumis Kucing



Pagi tadi, setelah sibuk berkutat dengan sebakul cucian dan segala tetek-bengek urusan sarapan pagi, saya melangkahkan kaki ke halaman depan rumah. Yah, apalagi kalau tidak menengok taman mungil saya. Rasanya, fresh.....sekali, swear deh. Betapa flora sederhana ini saja telah mampu menyemarakkan pagi. Ya, pagi yang semarak dengan Kamboja Jepang (Adenium) dan si Kumis Kucing.

Perhatikan kedua flora di atas. Tanaman yang pertama, Kumis kucing, sederhana sekali, tidak begitu semarak. Tapi ia begitu percaya diri, dan agak cuek ya, hehe. Saya suka kesederhanaan dan kecuekannya. Tanaman kedua, Kamboja Jepang, hm...begitu semarak. Warnanya indah merona, cerah menyegarkan pokoknya. Saya suka juga kesemarakkan dan keindahan yang diberikan si kamboja Jepang. Ia indah, tapi tidak terlihat sombong seperti tanaman Legendaris Narsiscus yang cuma berani tumbuh di dekat kolam, memandang keindahnnya dirinya sendiri di air kolam. Ia juga tidak banyak menuntut, cukup diletakkan di tempat cerah bersinar matahari dan sedikit disiram, maka iapun akan memberi kesemarakan dan keindahannya. Sederhana bukan.

Begitulah kesemarakan nan sederhana yang saya lihat pagi ini di taman mungil saya. Saya sempat merenung sedikit tadi. Pada setiap penciptaan mahluk tentu ada hikmah didalamnya. Setiap mahluk memiliki tugas dan fungsi di dunia ini. Ya....saya kira semua mahluk mempunyai visi dan misinya sendiri meski tak kita sadari. Tidak ketinggalan kedua flora sederhana tadi. Visi keduanya, mungkin memberi kesemarakkan dan manfaatan bagi alam ini. Bagi si Kamboja Jepang visinya dicapai dengan cara (misi) memberi keindahannya kepada manusia. Sedangkan bagi si Kumis Kucing misinya adalah memberi manfaat sebagai obat untuk manusia .

Demikianlah pagi saya yang semarak dengan Kamboja Jepang dan Kumis Kucing ini. Silahkan direnungkan kalau anda mau. Selamat pagi semua. He, saya mau melanjutkan weekend saya dulu dengan keluarga. Have a nice weekend (too) to all of you.

Friday, September 25, 2009

Tak Tembus Pandang, Tak Terselami


Pandanglah sungai yang mengalir. Ada yang riaknya kencang, ada yang tenang. Ada yang airnya bening, ada yang keruh. Bukankah yang bisa kita pandang hanya permukaannya. Sungai yang kencang riaknya, tanda tak dalam, katanya. Sungai yang airnya keruh, biasanya karena banyak membawa lumpur, ada erosi di sebelah hulu.

Sungguh tidak semua sungai dan laut bisa kita lihat secara tembus pandang, tak semua sungai dan laut bisa kita selami. Begitu pula semesta dan segala isinya ini, termasuk manusia penghuninya. Tidak akan sanggup kita memandangnya secara kasat mata dan menyelaminya. Mungkin yang perlu kita lakukan adalah fokus pada pikiran positif kita. Bahwa sungai dan laut yang kita pandang akan menjadi baik, bila kita memikirkannya secara baik. Selanjutnya dari pikiran baik tersebut tentu akan lahir aktivitas yang bermanfaat yang bisa kita lakukan di sungai dan laut tersebut.

Mari pandang ke dalam dulu. Mari selami diri sendiri dulu. Kita pun memiliki begitu banyak kekurangan juga kelebihan. Tidak ada manusia yang sempurna. Dengan begitu akan akan lebih mudah bagi kita memandang keluar dan menyelami sungai kehidupan ini. Mudah-mudahan akan lebih mudah bagi kita menceburkan dan menyelami sungai dan samudera kehidupan bila kita telah tau kondisi kita, kekuatan dan kelemahan kita.

Begitulah obrolan yang pernah mengemuka antara saya dengan Sang Pengembara Selatan yang tiba-tiba saja dingiangkan kembali oleh angin selatan di sisi kanan saya pagi ini.
Demikianlah Tak Tembus Pandang dan Tak Terselami yang tiba-tiba melesat di benak saya dari bisikan sang angin selatan tadi. Silahkan direnungkan oleh siapa saya yang mau. Selamat pagi. Mari lanjutkan aktivitas kita.

Gambar diambil dari sini

Wednesday, September 23, 2009

Masih Libur Lebaran


Pagi Syawal ke-4 tahun 1430 H hari ini. Dingin yang tidak begitu dingin, sebab sudah ada secangkir kopi menemani. Di meja toples berisi kue-kue kering lebaran masih meriah. Sisa kue-kue basah maksuba, delapan jam, dan lapis legit masih ada. Hanya ketupat, pempek, dan tekwan yang sudah tandas tak bersisa. Pagi yang sempurna untuk menandakan bahwa pagi ini masih dalam naungan libur lebaran. Ya, besok saya masuk kerja. Hm....baiklah, saya menyeruput kopi saya dulu ya. Ah, sedap terasa.

Ya suasana libur lebaran jelas masih terasa. Di rumah orang tua, para kakak dari jauh masih berkumpul. Lebaran memang saat yang pas untuk berkumpul keluarga besar. Setelah sebulan menunaikan ibadah puasa ramadhan, maka lebarlah suasana puasa dengan lebaran. Semoga tahun depan kita masih bertemu ramadhan lagi. Semoga tahun depan, suasana libur lebaran seperti ini masih bisa kami nikmati. Bagaimana dengan suasana libur lebaran anda ?

Saturday, September 19, 2009

Mari Jelang Kefitrian Kita



Pagi terakhir ramadhan ini. Ketupat baru saja dibuat, pertanda Idul Fitri sudah dekat. Mari merapat, jelang kefitrian hakekat. Selamat menyambut Idul Fitri menjelang Idul Fitri 1430 H, maaf lahir &bathin. Taqaballahu minna wa minkum.

Wednesday, September 16, 2009

Gesah Enceng Gondok dan Sebatang Pohon



Cahaya pagi tiba. Tentu tidak datang tiba-tiba, sebab cahaya selalu ada dengan tibanya pagi yang menyingsing. Pagi menyingsing perlahan-lahan, saat sebagian mahluk masih terlelap. Cahaya menerangi semesta sepanjang hari. Lalu cahayapun menerangi sehamparan enceng gondok, juga menyinari sebatang pohon di halaman rumah seorang sahabat. Semburat cahaya yang menyinari kedua jenis flora itu terlihat begitu indah. Sayangnya sebagian enceng gondok itu, juga si pohon merasa jengah dengan cahaya. Merekapun berdesah dan bergesah.

Begitulah. Entah alasan apa sehingga sang enceng gondok dan sebatang pohon itu berdesah menyuarakan kegalauan dan keresahannya. Sebab cahaya itu telah memperlihatkan sebagian daun-daun kami yang menghitam karena rusak, begitu alasan sang Enceng Gondok. Sebab cahaya itu telah memperlihatkan penyakit berulat di tubuh kami, begitu alasan sang pohon. Itulah desah mereka menyuarakan resah dan gundahnya. Begitukah ?, hanya merekalah yang tau pasti alasan sebenarnya.

Lalu salahkan menyuarakan resah dan gundah...? tentu tidak. Hanya saja mengurangi ketentraman hati sendiri. Mengumbar keresahan dan kegalauan, hanya memperpuruk kondisi dan justru menebar penyakit hati. Untungnya sang enceng gondok dan sebatang pohon itu cepat menyadarai bahwa mereka perlu menenangkan diri dengan dzikir kepada semesta. Sekejab setelahnya Enceng Gondok dan sebatang pohon itu telah terlihat berseri kembali. Bukankah cahaya itu bermanfaat dan justru menguatkan.

Begitulah kisah Desah Enceng Gondok dan Sebatang Pohon. Semoga kita bisa mengambil hikmah. Semoga kita tidak selalu menyikapi reaksi di sekitar kita secara negatif, dan sibuk berkutat mengumbar keresahan dan kekesalan. Bila hati kita marah dan galau, sebaiknya kita menenangkan diri, mohon ketenangan dariNya. Bila kita sibuk mengumbar keresahan dan kegalauan dalam keadaan emosi, meski dikemas dengan bahasa berbunga-bunga penuh kelembutan, sebenarnya kita telah merongrong hati kita sendiri. Kitalah yang telah menebar penyakit di hati kita sendiri. Pada kondisi kita yang seperti itulah seharusnya kita iba dan miris.

Demikianlah. Tulisan ini tersinspirasi oleh gesah seorang teman keponakan saya. Jelas ini cuma renungan seseorang anak manusia yang belajar menghargai hidup secara jujur dan apa adanya. Kesempurnaan tentu hanya milikNya (he, anak kecil juga tau ya). Silahkan direnungkan bagi siapa saja yang berkenan. Bila ada yang tidak berkenan (rupanya blog saya digemari seseorang), mohon maaf yang setulusnya. Sebagaimana sayapun telah memaafkan siapa saja yang telah dengan sengaja atau tidak sengaja telah mengganggu saya.
Lebaran semakin dekat mari jelang kefitrian kita.

Gambar Pohon Mangga Berulat saya peroleh dari sahabat saya Nelli Lingga Yunara atas izinnya saya upload disini.

Tuesday, September 15, 2009

Merindukan Syahdunya Suara Bedug Lebaran


Semalam, tiba-tiba saja ingatan saya mengapung pada kenangan masa kecil ketika lebaran menjelang. Sore hari sebelum lebaran esok tiba, suara bedug menandakan tibanya lebaran bertalu-talu. Mata saya sejenak terpejam, larut dalam kenangan itu. Newsoul kecil berlari-lari riang bersama teman-teman menyongsong arah suara bedug, masjid kecil di Tanah wakaf seorang jenderal di kota saya. Tanpa ragu dan malu, kadang saya minta pada si bapak penjaga masjid untuk gantian menabuh bedug. Tangan kecil saya mungkin tak cukup kuat mengangkat pemukul bedug, tapi semangat ketika itu begitu besar. Saya dan teman-teman bergantian memukul bedug dengan riang. Betapa senangnya ikut mengabarkan pada warga, besok lebaran tiba. Begitulah bahagianya seorang anak kecil dengan suara syahdu bedug tuanya.

Pelan-pelan mata saya membuka lagi. Hiks, kelihatannya bedug tua di masjid itu sudah tidak ada lagi. Kemarin, saat mengunjungi orang tua saya, dan sempat melintasi masjid itu, suasana dan kondisinya sudah jauh berubah. Masjid itu memang telah lama dipugar, sekarang sudah berlantai dua, dan terlihat jauh lebih megah. Tapi saya kehilangan bedug tua itu. Bedug tua sudah lama digantikan oleh mirofon, TOA, dan perangkat modern audio lainnya. Adzan sudah lama tidak diawali dengan suara bedug. Dan jelas saat lebaran akan tiba nanti, tidak akan ada lagi suara bedug bertalu-talu pertanda tibanya lebaran. Sudah sulit menemukan bedug di kota saya, begitupun di kompleks saya tinggal. Sungguh, saya merindukan syahdunya suara bedug lebaran itu kawan. Saya yakin kita semua memiliki kenangan yang indah dan syahdu menyangkut suasana perayaan religi ketika kecil dulu, yang mungkin tidak sama lagi suasananya dengan masa sekarang. Bagaimana dengan pengalaman anda ? mari berbagi kenangan kita itu disini.

Gambar diambil dari sini

Sunday, September 13, 2009

Award Special Abdul Azis, Ibu Mas'ud, Nura, dan Trimatra

Pagi menjelang. Sahur baru saja usai. Waktu berlari kencang, tidak terasa ini hari ke 23 Ramadhan 1430 H. Sebagaimana usai sahur yang biasanya, usai sahur inipun saya isi dengan jalan-jalan sebentar ke halaman depan. Melintas jalanan komplek rumah, menikmati pagi menyingsing.

Pagi sudah menyingsing tadi. Maka setelah hawa segar saya rasakan menyentuh kulit, sayapun kembali ke rumah. Dan he untuk akhirnya kembali membuka laptop butut saya, dan membuka halaman website saya ini. Baiklah kali ini saya membuka lemari award minggu lalu yang sudah menumpuk isinya. Mari sama-sama kita buka :


Award dari Aviorchef (05 September 2009)

Award ini, sebagaimana bentuknya berupa sekeping Koin Emas, tentu luar biasa berharga. Mungkin seperti itulah berharganya persahabatan Indonesian Blogger 2009. Semoga persahabatan blogger Indonesia di tahun 2009 ini semakin menguat dan menghangat. Dan semoga Abdul Aziz sang bocah Pemimpi, yang rajin bertutur desah serta merangkai kisah itu semakin bergemerincing dan makin bersinar selayaknya gemerincing dan kilau koin emas tersebut. Inilah Awardnya:

Blogger Koin


Award Koin Emas ini saya persembahkan kepada :
  1. Wisata Riau
  2. mantan copet
  3. riosisemut
  4. buwel


Award Dari NURANURANIKU (Senin, 07 September 2009)

Beliau seorang ibu yang cantik dan kreatif yang sedang menetap di Al Jubail (Semenanjung Arabia)





Award dari mbak Nura ini saya persembahkan kepada :
  1. Ibnu Mas'ud
  2. Tisti Rabbani
  3. Ateh75
  4. laksamana embun



Award dari Ibnu Mas'ud (Selasa, 8 September 2009)
Friendship Award ini sangat spesial karena orisinil, buatan Ibnu Mas'ud sendiri.

Ini dia awardnya ....


Award ini saya persembahkan kepada:
  1. Henny Y.Caprestya
  2. Zippy
  3. A-chen
  4. Anazkia

Award dari TRIMATRA (Jum'at, 11 September 2009)

Menyambut Penghargaan dari UNESCO yang menetapkan Batik Indonesia sebagai salah satu Warisan Budaya Dunia (World Heritage), Trimatra membuat award ini. Himbauan Trimatara adalah semoga penghargaan UNESCO tersebut akan semakin menyemangati kita untuk lebih mencintai batik sebagai warisan budaya bangsa yang bernilai seni tinggi, maka dari itu rasanya tak berlebihan jika trimatra berbagi award "I love Batik" untuk di pajang di blog dengan SATU TAG KHUSUS.....'gunakan pakaian bermotif batik disaat-saat paling bahagia dalam keseharian anda"




Award keren juga eksotis ini saya persembahkan kembali kepada sohib-sohib saya:
  1. Fanda
  2. Ivan Kavalera
  3. Kabasaran Soultan
  4. Yudie
  5. Seti@wan Dirgant@Ra
  6. Reni
  7. Sang Cerpenis bercerita
Jangan lupa ya tagnya...., memakai batik pada kesempatan istimewa yang membahagiakan anda.


Demikian, semoga persahabatan kita membawa hikmah positif dan kemanfaatan. Semoga aktivitas kita hari ini sukses dan barokah. Selamat menunaikan puasa ramadhan hari ke-23 bagi yang menjalankan. Mari lanjutkan hari kita.

Friday, September 11, 2009

Mati Rasa Si Kadal Betina


Saya sedang seyum-senyum kecil membaca pesan singkat seorang teman yang masuk ke HP butut saya,
"Sul, aku jenuh"

"Lha, jenuh kenapa...?" tanya saya
"Gak tau kenapa. Pokoknya lagi malas ngapa2in"
"Pasti ada sebabnya, coba dipikir dulu", tanya saya lagi asal (iseng saya kumat)
"Halah, wong aku gak tau. Tiba-tiba malas"....., belum sempat saya balas,
"Aku mati rasa. Titik."sms berikutnya masuk lagi

Itulah lalu-lintas pesan singkat antara saya dan teman saya, sebut saja namanya Kadal Betina. Kalau sudah bilang mati rasa, yah saya tentu tidak bisa lagi berkutik. Setidaknya saat ini. Biar saya endapkan dulu. Nanti jam istirahat siang saya hubungi lagi dia. Mata saya beralih ke gambar Melati Air yang saya jepret seminggu yang lalu. Hm..., sedang Melati Air tidak mati rasa. Saat saya jepret, dia memberi saya senyum yang menyegarkan.

Sebelum saya hubungi teman saya si kadal Betina itu, saya tadi merenung sedikit tentang Mati Rasa. Ya, cuma istilah yang biasanya menggambarkan kondisi tidak berselera terhadap apapun. Katakanlah kondisi sejenak kehilangan sense kemanusiaan kita (menurut saya lho). Diajak senyum tetap cemberut, diajak tertawa diam saja. Dimarahin tidak bereaksi. Dicuekin, juga tidak bereaksi. Istilah Kadal Betina teman saya tadi, emoh ngapain saja. Berkasih sayang dengan suami di tempat tidur....!?, emoh juga katanya. Halah, dasar Kadal Betina. Yakin saya, teman saya itu sedang lebay saja. Pasti sedang ngambek terhadap sesuatu tapi tidak bisa mengungkapkannya.

Begitulah soal Mati Rasa Si Kadal Betina teman saya. Sebelum hari semakin siang, saya tutup dulu cerita ini. Silahkan direnungkan bila anda berkenan. Walaupun perasan kadang suka menipu, mati rasa tetap harus dibuang. Harapan saya semoga Mati rasa, bila ini juga pernah menimpa anda, cuma sejenak datangnya. Selamat menjalankan puasa Ramadhan hari ke-21 bagi yang menjalankan. Mari lanjutkan hari kita. Semoga kesuksesan dan kebarokahan menjadi milik kita.

Wednesday, September 9, 2009

Ikhlaskah Kita.....!?


Suatu waktu, dalam setiap putaran hari, keceriaan semesta selalu menyapa. Saya, anda, kita semua mereguknya dengan penuh dahaga. Setelahnya kita akan merasa bahagia. Dan kebahagian seperti itu selalu kita terima dengan penuh sukacita, setiap hari, kemarin, harapannya esok juga. Rasanya ikhlas sekali kita menerima sapaan semesta yang seperti itu. Dan saya kira kita semua telah lama berpikir, sudahkan kita mengisi kebesaran Sang Maha Pencipta ini dengan perbuatan sehingga Iapun ikhlas kepada kita...!? Pertanyaan yang hanya kita dan Tuhan yang tau jawabannya. Sedang makna ikhlas saja mungkin masih sering begeser dari makna sesungguhnya. Di bawah ini adalah email yang diforward adinda saya Zumairi. Mari kita telaah, dan kita renungkan.

Mau tau apa itu IKHLAS

Ikhlas adalah paling tinggi selepas iman. Ia adalah rahasia Tuhan sedang para malaikat pun tidak tahu dan yang empunya diri pun tidak dapat mengesannya. Ia adalah penentu semua amalan diterima atau ditolak.


Ada para sahabat apabila mendengar tentang ikhlas menangis mereka. Mereka merasa tidak selamat, rasanya tidak mungkin dapat perolehinya yang begitu tinggi nilainya kerana susahnya mendapat sifat ikhlas.


Islam tidak membenarkan seseorang mengaku ikhlas. Siapa yang mengaku ikhlas walaupun sebelum ini ikhlas, automatis, ikhlasnya terbatal.


Contoh-contoh bagaimana yang dikatakan mengaku ikhlas:

Membantu seseorang sambil berkata,"Ambillah, saya ikhlas..." Menolong seseorang tapi pertolongannya ditolak. "Saya tolong anda ini ikhlas, tapi sedih, anda menolak.."


Dalam menulis surat kita selalu mengakhiri dengan tandatangan, "Yang ikhlas" "Yang Benar."


Dalam Islam, mengaku baik adalah salah. Siapa yang mengaku ikhlas, maka ihklasnya akan terbatal. Tidak seorangpun yang mengetahui siapa yang ikhlas sekalipun yang empunya diri. Tiada seorangpun yang berhak mengaku ikhlas, Cuma berusaha moga-moga jadi ikhlas dan moga-moga diterima Allah.


ARTI IKHLAS


Murni, bersih, jenis dia sahaja, tidak bercampur jenis-jenis yang lain. Tidak dinodai seperti air yang tidak bercampur dengan sabun, tepung, sebab apabila sudah bercampur dengan benda lain, sudah tidak khalis lagi (tidak pure).


Begitulah dalam beramal, solat, zakat, baca Quran,mengajar, berdakwah, menolong, motivasi, forum, ceramah, belajar, semata-mata kerana Allah:

1. kerana suruhanNya

2. kerana keredhoaanNya

3. kerana arahanNya

4. kerana mentaatiNya

5. kerana patuh padaNya


Jadi perkara di atas adalah dari sebab atau kerananya yang satu, tujuan satu , dan didorong oleh yang satu yaitu ALLAH. Abdikan diri kerana Allah, tidak dicampur atau bercampur selain Allah – itulah ikhlas - dorongannya satu. Apa yang nak berlaku atau nak jadi atau tidak jadi, tidak timbul sama sekali sebab niat semata-mata kerana Allah.


"Sesungguhnya Allah tidak melihat amalan lahir kamu, tapi amalan hati kamu."


Apabila kita melakukan sesuatu niat kerana Allah semata-mata, tetapi ada orang mengkritik kita, kita melenting, hati tidak senang dengan orang itu, bermakna kita masih mempunyai niat lain selain dari Allah.


Dalam menghadapi keadaan dimana susahnya untuk mendapat ikhlas ini, kita berdoalah pada Allah dengan doa yang berikut:


Wahai Tuhan, rasanya kami belum berbuat apa-apa sebelum ini. Kalau pun ada berbuat sudah tentu ada kepentingan diri.

Kalaulah bukan pimpinan dan bantuan Mu Tuhan, rasanya sebarang amalan kami mungkin tertolak semuanya.

Berilah selalu hidayah dan taufiq Mu, ya Allah agar segala lahir dan batin menuju keredhoaan Mu, ya Allah


Tidak seorangpun yang tahu tentang ikhlas kecuali Allah. Ikhlas adalah rahasia di dalam rahasia Allah.


Begitulah isi email tersebut. Demi memudahkan kita membacanya, telah sedikit saya edit. Semoga tidak mengurangi makna. Saya yakin dalam setiap ajaran agama pastilah mengajarkan ikhlas yang sebenarnya ikhlas meski dalam terminologi yang berbeda. Bukankah katanya kita dihimbau untuk berbuat ikhlas tanpa harus mengatakannya. Mari kita resapi bersama. Sudahkan kita ikhlas dengan sebenar-benar ikhlas...!? Selamat menunaikan Ibadah Puasa Ramadhan hari ke-19 bagi yang menjalankan. Selamat beraktivitas kawan, semoga kesuksesan dan kebarokahan menjadi milik kita.

Tuesday, September 8, 2009

Three (3) Stupid Stages Of Life


We have 3 stupid stages of life :

Teen Age:
Have Time + Energy ...but No Money

Working Age:
Have Money + Energy ...but No Time

Old Age:
Have Money + Time ...but No Energy


(From Zumairi's forward email. Thanks Zumairi ).

Qoute yang pantas untuk kita renungkan. Mari kita telaah,

  1. Teen Age - Have time + energy, but no money. Ya kebanyakan seperti ini. Ada juga satu dua yang masih belia, banyak energy dan banyak fulus. Mereka yang terlahir dari keluarga kaya raya. Begitu jebul lahir ke dunia langsung menikmati gemah repah harta (jelas bukan saya).
  2. Working Age - Having much money +energy, but no time. Kebanyakan seperti itu. Tapi ada juga yang masih muda, punyak banyak uang, tapi masih bisa mengelola waktu dengan baik, bahkan masih bisa blogging, hehe (jelas buka saya juga).
  3. Old Age - Have time + money, but no energy.....Nah kebanyakan iya. Satu dua yang tetap greng (fit) sampe tua karena sejak dini menjaga kesehatan. Maka mari jaga kesehatan, kalau bisa. Inipun bukan saya. Saya yang belum tua-tua keladi ini saja, sekarang gampang sekali sakit, hiks.
Begitulah sedikit catatan hari ini. Salah satu tahapan kehidupan yang saya suka adalah membuka jendela pagi (seperti gambar yang anda lihat di atas), dan melihat dunia sambil merenung apa yang sudah saya lakukan. Silahkan dipikirkan, kalau mau. Siapa tau bisa memberi sedikit inspirasi hari ini. Selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankan. Selamat beraktivitas. Semoga kesuksesan dan kebarokahan menjadi milik kita. Mari gunakan waktu sebaik mungkin, semampu kita.

Gambar diambil dari sini pada suatu hari, lupa kapan

Sunday, September 6, 2009

Jejak Para Pencari Tuhan


Berjalan Para Pencari Tuhan
langkah tegap, lemah kadang juga ada
mata boleh terpejam, tapi jiwa siaga kawan
tiba-tiba langit sore memerah meninggalkan tanya

Dimanakah Tuhan ?
bukan itu yang ditanya kawan.
sebab Tuhan ada di dalam dada
tapi dimanakah Ia kita letakkan di dunia kita...?

Palembang, 6 September 2009
Dibuat sambil teringat sebuah sinetron dan beberapa bait Serat Centhini

Gambar diambil dari sini

Saturday, September 5, 2009

Tua Tua Klabing...!?


Hehe, tadi tidak sengaja nonton sebuah acara musik di sebuah satasiun tv kita. Jangan tanya acaranya apa, stasiun tv apa, lupa saya. Pokoknya saat saya tonton, wow......sebuah group musik yang namanya aneh bagi saya "Kuburan", hiy, tampil dengan gaya lain dari yang lain. Sangat kreatif di mata saya. Dari atas pinggul sampe kepala mereka ditutup plastik hitam. Lalu dibuka satu persatu dan mulai in action, jreng...., jreng....! Mereka menyanyikan lagu "Tua-tua Klabing".

Tua-tua klabing. maksudnya tua-tua masih suka ke cafe atau ke nightclub, mungkin itu maksudnya ya...!? Yah entahlah. Lalu, apanya yang salah..? ya, tidak ada yang salah. Saya pernah juga mendampingi Bejo saya ke sebuah cafe di sebuah hotel di kota saya, menemui kolega Bejo. Asyik-asyik saja. Saya lihat banyak juga orang dewasa/ tua (!?) disana, bahkan ada yang datang dengan keluarga.

Jadi...., tua-tua klabing, yah tidak masalah bagi saya, asal pada porsi yang benar. Malah kalau seumpama Bejo saya klabing sendirian tanpa saya, hehe, dengan orang-orang lain, saya jadi jengkel. Yah sesekali tidak apa-apa. kalau ke seringan, hm...awas kamu jo, hihi. Just kidding. Kembali ke Tua-tua klabing tadi, itu soal pilihan gaya hidup toh. Saya pribadi tidak begitu suka klabing. Berpulang pada selera masing-masing. Setiap tindakan/perbuatan pasti ada konsekwensi, asal kita siap dengan segala konsekwensi.

Begitulah. Tua-tua klabing, ya tidak masalah. Cuma, bagi yang muslim kalau di bulan ramadhan lebih suka klabing daripada taraweh, kesempatan meraih pahala menjadi berkurang itu saja. tapi tetap saja, itu hak pribadi setiap orang. Suka-suka saja. Demikian sedikit catatan pagi. Mari kita renungkan bersama. Selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankan. Selamat beraktivitas. Semoga kesuksesan dan kebarokahan menjadi milik kita semua.

Gambar diambil dari Sini

Friday, September 4, 2009

That's What Friend Are For From Newsoul

That's What Friends Are For

And I never thought I'd feel this way
And as far as I'm concerned
I'm glad I got the chance to say
That I do believe I love you
And if I should ever go away
Well then close your eyes and try to feel the way we do today
And if you can't remember

Keep smiling, keep shining
Knowing you can always count on me
For sure
That's what friends are for
For good times, and bad times,
I'll be on your side forevermore-
That's what friends are for

Well, you came and opened me,
And now there's so much more I see
And so by the way I thank you
And then for the times when we're apart,
Well, then close your eys and know
These words are coming from my heart
And if you can't remember

Keep smiling, keep shining
Knowing you can always count on me
For sure
That's what friends are for
For good times, and bad times,
I'll be on your side forevermore-
That's what friends are for

I never thought I'd feel this way before
But I'm glad I got the chance to say I love you,
I love you -
That's what friends are for -

Keep smiling, keep shining
Knowing you can always count on me
For sure
That's what friends are for
For good times, and bad times,
I'll be on your side forevermore-
That's what friends are for


Itulah lagu That's what friend are for Dionne Warwick yang terngiang-ngiang di telinga saya. Lagu indah tentang persahabatan. Seperti persahabatan Winnetou dan Old Shatterhand, seperti persahabatan kita para blogger di dunia maya ini. Rangkaian award nan indah telah saya terima sejak awal berkecimpung di jagad ini. Award sebagaimana biasanya, seyogyanya harus saya sebarkan lagi kepada sahabat yang lain, demi memanjangkan amal para sahabat yang telah menganugrahi saya award.

Inilah award dan tag yang saya terima di minggu terakhir bulan Agustus lalu:
  • Tag Persahabatan dari Ateh75 (Selasa, 25 Agustus 2007)

Mari kita ikat persahabatan ini dengan hati ...

1. Anda rasa anda hot?
Ya alhamdulillah saya cukup hot, apalagi kalau sedang masak (Pasti dong, puanas soalnya). Atau sedang duduk di depan laptop butuT saya. Coba saja periksa, bekas tempat duduk saya pasti panas, hehe



3. Kenapa anda suka gambar ini?
Karena suka suasananya. Ada sesuatu yang membuat jiwa saya sangat bahagia di tempat itu (jelas jangan dipikirkan, wong memang cuma jiwa saya yang merasakannya, hihi)

4. Kapan kali terakhir anda makan pizza?
Enam bulan yang lalu, belum kepengen lagi. Tapi kalo ada yang mau kirim saya, hayo, saya mau lagi dong, hehe.

5. Lagu terakhir yang anda dengar?
Taubat, punya Opick. Baru saya setel. Bikin maknyus deh.

6. Apa yang anda lakukan sambil menyelesaikan tag ini?
Lagi menyelesaikan masakan sahur (kemaren lusa lho).

7. Selain dari nama anda sendiri, anda suka dipanggil dengan nama apa? Hm...kalau sekarang panggil saya newsoul aja deh (tuh vintro selalu manggil saya mbak nyusul)

8. Anda seorang yang:
Saya seorang yang apa adanya. Salah saya bilang salah, benar saya bilang benar. Kalau sikonnya salah ya saya berontak. Di atas segalanya saya ingin saya dan keluarga barokah dengan apa yang kami punya.

9. Lagu kesukaan
Judy dari Daniel Sahuleka, Savana Ali Farka Toure, It Aint Over Till It Over Lenny Kravitz.

10. Best food kesukaan anda
Makanan Palembang, pindang, tempoyak, pempek, tapi suka juga makanan apa saja yang penting enak, halal dan bersih.

11. Sikap yang membuatkan anda stress
Menghadapi orang stress yang karena perasaanya sendiri, dan ngeyel. Dinasehati tidak mempan, alias gak nyambung, tapi terus meregek-rengek. Ampun dah.

12. Benda yang harus ada di tas anda
Dompet, ada ATM, dan HP, notes kecil dan pena.

13. Fav Color
Hitam, putih, biru, abu-abu muda.

14. Tag lagi beberapa orang tanpa rasa kekesalan (yg kesel tuh org yang nge-TAG or yg di-TAG yah)

1. Rachel : Mohon maaf ya sobat, saya kurang sopan nih ngasih tugas tag hehehe…demi persahabatan semoga berkenan .

2.Ibnu Mas'ud : Ada tugas nih mas dari teman ke teman. Kalau sudah ada waktu saja ya dikerjakannya, soalnya sobat saya satu ini memang super sibuk.

3. Hari Lazuardi ; Please, maaf ya mas. Santai saja kok, kapan sempat saja. ini cuma tag persahabatan

Award dari Curhat Fanda (28 Agustus 2009)

Hottest Female Blogger Award. Gambarnya asyik banget!


Thanks Fanda, yang sudah memberi saya award ini, dengan pesan: you're one of those hottest female bloggers! Untuk memasang award ini ada aturan mainnya:

1. Banner award tidak boleh diubah baik tulisan, warna dan signaturenya yaa… kalo di-resize gambar boleh.
2. Tuliskan siapa yang memberi award dan url nya trus url nya harus di-hyperlink ke bannernya yaa… supaya yang memberi dapet backlink dari website anda
3. Pilih 10 orang female blogger yang anda kenal dan belum nerima award ini, dan sebutkan alasan kenapa anda pikir dia layak dapetin award ini
4. Peer selanjutnya adalah :
4.1. Buka search engine Google
4.2. Tulis nama anda dilanjutkan dengan kata ‘needs’, misalnya : newsoul needs
4.3. Klik “search”
4.4. Tulis deh 10 hasil pertama yang muncul di halaman itu
(kalo namanya tidak keluar, coba ditulis dengan tanda petik “_” misalnya “newsoul needs” baru disearch).

Karena no. 1 dan 2 udah dikerjain, sekarang no. 3.Inilah ke-12 Hottest Female Blogger versi Newsoul ialah....

Ayik - Hehehe, tanpa banyak kata langsung saja deh lihat blognya. Tulisannya jelas hangat dan ekspresif. Ibu ini juga hobi masak, makanya tambah hot kan, hehe. Sayang hasil masakannya gak pernah dikirim ke saya, hiks.

Ernut _ Mbak nut, maaf ya saya anugrahi the hottest female blogger. Abis memang hot. Begitulah kesan yang saya tangkap kalau ke blog mbak Ernut. Apalagi tulisan terakhir tetang KD itu, huahaha. Kaga nahan.

G (Gratcia Siahaya) - Hm...., perempuan lajang yang cantik, hangat dan ekspresif ini saya memang pantas menjadi salah satu hottest female blogger. G anggota komunitas Pet Society ini memang hangat. Tulisannya bagi saya sering menggelegar meski cuma menulis soal remeh-temeh, tapi hentakkannya bo, hangat. Ayo intip saja blognya.

Ateh75 - Ibu yang sering bertausiyah di blognya ini bagi saya sangat hangat dan ramah. Tulisannya jelas hangat, karena menerangi hati siapa saja yang membacanya.

Rosi Atmaja - Seorang gadis lembut, tegar dan hangat dari madiun. Dia seorang pencari makna hidup nan santun, yang tulisannya sering membuat saya terpana, betul lho hehe.

Itik Bali - Seorang blogger perempuan, gadis cantik berasal dari Tabanan, Bali. Bagi saya jelas Ayu hot karena tulisannya memang kreatif, produktif dan hangat idenya. Silahkan anda lihat di blognya.

Nelli Lingga Yunara – Bu dosen cantik yang lembut dan hangat hatinya. Diantara segudang kesibukannya beliau masih sempat ngblog untuk membagikan rangkaian kata nan singkat tapi dalam dan hangat, juga menebar foto-foto hasil bidikannya sendiri yang sangat apik.

lintang– Seorang Ibu nan lembut dan hangat. Blognya sering menyajikan puisi singkat tapi sarat makna. Jelas beliau seorang yang hangat.

Rachel – Perempuan cantik satu ini, seorang ibu yang hangat dan lembut. Tidak percaya, coba saja ke blognya. Puisinya sudah menyatakan kehangatan sekaligus kelembutan jiwanya.

Neng Rara – seorang ibu yang lembut dan bijaksana. Tugasnya kalau tidak salah di suatu daerah. Beliau seorang perempuan tegar, itu yang saya maknai dari tulisan-tulisan di blognya.

Ducky NgeBlog - seorang perempuan pekerja di sebuah instansi di jakarta, berasal dari Makasar katanya. Perempuan lembut tapi hangat sikapnya, juga suka bersikap terus-terang dan apa adanya (he, betul kan ducky...?).


Inuel - Haha, siapa yang tidak kenal inuel, blogger cantik yang suka ngebor (di blog). Gadis lucu dari Surabaya, lembut dan hangat jiwanya. Sehangat sinar mentari sebelum jam 10 pagi (hangat yang tidak membuat rusak kulit, hehe).

Pertanyaan no 4 dst, he, saya simpan dulu ya mbak Fanda. Nanti saya posting pada event yang lain.


Begitulah. Teruslah ngeblog saudari-saudariku, you're hot !

Blogger Indonesia Award




Merah putih ini
jangan biarkan ia lusuh tak berseri

kobarkan ia di dalam jiwa setiap saat
dalam karya dan karsa untuk Bumi Pertiwi

Nah tugasnya mudah:
1. Buat puisi singkat atau kata-kata atau pesan, pokoknya mengenai Indonesia sebagai bukti kecintaan pada negeri ini....
2. Bagikan ke beberapa teman sesanggup anda, para blogger tanah air yang senantiasa memiliki dedikasi dan peduli terhadap segala aset dan budaya bangsa.

Dan Blogger Indonesia Award di atas saya anugrahkan kepada :
  1. "No-One-Know-Me"
  2. Pelangi Anak

  • Award Soul and Love dari Duo Fan-Fan (Selasa, 01 September 2009)
Award ini diterima dari Duo Fan-fan saat tasyakuran blog baru cosmonary



Nah award yang terakhir ini ini saya anugrahkan untuk :
  1. Advintro - Seorang lelaki lajang pemalas (makanya saya kasih ini saja, dikasih tag pasti gak dikerjain), manajer di sebuah mall, kalau tidak salah, pekerjaannya selalu berhubungan dengan cewek-cewek cantik Advintro (tuh kan udah saya kasih intro).
  2. Bayu Nature - Si penyelamat bumi, pencinta lingkungan yang kalem dari Bandung


Demikian, semoga berkenan. Selamat beraktivitas. Semoga kebarokahan menjadi milik kita semua.

Wednesday, September 2, 2009

The Hottest Male Blogger Award Ala Newsoul


Entah darimana datangnya ide"mbeling" ini. Hm....gara-gara dapat award "The Hottest Female Blogger" dari mbak Fanda (sabar ya mbak sebentar lagi award itu saya pajang), dan award itu saya lihat juga cepat menyebar di hampir semua blog teman-teman. Entry Hottest Female itu lalu mengingatkan saya pada entry pasangannya Hottest Male. He, jelas para sahabat kita yang lelaki sungkan untuk membuat entry tersebut. Maka saya buatlah award tersebut. Bagi saya pribadi laki-laki dan perempuan sama saja hebatnya. Ya ini sekedar selingan suasana setelah kemarin kita dihujani award "Hottest Female Blogger" tersebut. Itulah ide awalnya.

Bunga liar saya jepret kemaren lusa, saat masih pagi sekali. Bunga liar itu simbol kebebasan berkarya untuk saya, menulis apa adanya, jujur dari hati nurani yang paling dalam. Saya beri sedikit tulisan. Inilah award itu. Sederhana, sudah pasti mengingat kegaptekan saya. Dari kesederhanaan itu saya persembahkan award ini kepada para sahabat blogger yang berjenis kelamin laki-laki. Saya pilih 11 sahabat, tentu yang saya kenal di jagad blogosphere ini. Sahabat yang saya nilai hangat sikapnya dan membawa kebarokahan dalam setiap tulisannya. Maaf bila belum semua sahabat pria kebagian award ini.

Inilah 11 sahabat The Hottest Male Blogger versi saya tersebut:
  1. Seti@wan Dirgant@Ra, sang fatamorgana
  2. Yudie, Sang Unforgettable
  3. Ivan kavalera sang Perekam Jejak sastra
  4. Ahmad flamboyant
  5. Trimatara, sang Tiga Bidang dari Jogya
  6. Kabasaran Soultan
  7. Buwel, sang Penyair Sufi, hehe
  8. Yans "dalam jeda"
  9. Noor's blog (inside of me)
  10. BIG SUGENG
  11. Boykesn anggota Pesaji yang sedang Sibuk
Demikian, silahkan diterima bila berkenan. Selamat beraktivitas. Selamat menunaikan ibadah puasa ramadhan hari ke-12 bagi yang menjalankan. Semoga kesuksesan dan kebarokahan menjadi milik kita semua.

Tuesday, September 1, 2009

Balada Badu, Beno, dan Bejo


Badu, Beno, dan Bejo adalah bocah yang hidupnya bertetangga. Mereka teman sepermainan di sebuah komplek di kota X. Ketiganya sama-sama anak laki-laki. Mereka sebaya. Tampangpun hampir sama, kecuali seringai senyum yang berbeda. Badu selalu tersenyum spontan, dan senyumnya merekah kecil di sudut bibir. Beno sering tersenyum, tersenyum lebar. Bila Beno tersenyum, dunia, eh tanah yang dipijaknya langsung bergetar saking kencangnya senyum Beno. Ya, tentu saja karena senyum Beno selalu diringi tawanya yang kencang. Tapi Beno juga mudah sekali marah (liat saja nanti). Dan Bejo, (maaf, ada Bejo lagi di tulisan ini) hampir jarang tersenyum, kalaupun Bejo tersenyum, dia cuma senyum-senyum simpul (lihat saja nanti).

Itu sedikit pengantar tentang ketiga bocah lelaki ini. Suatu hari, kebetulan hari yang terik sekali, ketiga bocah itu bermain gundu bersama anak-anak lain. Mereka bermain dengan riang. Beno menang di awal. Tentu saja Beno senang, tawanya meledak menggetarkan tanah yang tengah ia pijak takkala gundunya masuk ke sudut kemenangangan itu. permainan mereka sangat mengasyikkan.

Di tengah permainan, tiba-tiba saja Beno ngambek menghentikan permainan. Rupanya Beno tidak puas dengan permainan. Menurutnya Badu curang, karena seperti itulah biasanya kelakuan Badu. Suasanapun menjadi gaduh, apalagi karena ada yang memanas-manasi kedua bocah itu. Beno dan Badu akhirnya terlibat adu mulut, seperti itulah biasanya kedua bocah itu. Tiba-tiba tangan gesit Badu mengambil ranting kayu dan mulai menggambar sesuatu. Badu yang usil membuat beberapa bulatan yang dia tulisi sesuatu. Dan, he, Badu menginjak-injak bulatan yang dia tulisi "Ayah Beno" sambil tersenyum dengan seringai kecil di sudut bibirnya. Beno, yang ayahnya yang sedang tergolek sakit, jelas tersulut amarahnya. Seketika ia menginjak-injak gambar bulatan yang bertuliskan "Ayah Badu" sambil wajahnya tersenyum lebar. Meski di rumahnya sebetulnya Beno kurang memperhatikan ayahnya yang sedang sakit, untuk peristiwa seperti ini Beno mudah sekali terpancing. Ia merasa harus menenggakkan harga diri ayahnya dengan melakukan hal yang sama dengan yang dilakukan Badu. Suasana menjadi semakin gaduh. Untunglah ada seorang yang melerai pertengkaran mereka. Suasana akhirnya tenang kembali. Di sudut, setelah usai pertunjukkan perkelahian Badu dan Beno, Bejo duduk dengan senyum-seyum simpul. Bagi Bejo, bodoh saja bila ia harus marah seandainya Badu tadi juga menginjak gambar bulatan bertuliskan "Ayah Bejo". Ah, cuma gambar di tanah. Ayahku sedang bekerja, dan dia baik-baik saja, gumamnya. Itulah alasan kenapa dia tersenyum simpul tadi.

Begitulah kisah Badu, Beno, dan Bejo saat mereka bocah dulu. Sebagaimana bocah, tentu mereka melakukan kenaifan-kenaifan ala bocah lugu. Itu hal yang biasa, proses alamiah setiap bocah. Kita tidak tau apa yang akan terjadi pada masa dewasa ketiga bocah itu. Semoga saja mereka bisa berkembang dengan baik, kedewasaan mereka tentu akan timbul nanti. Demikian sedikit kisah pagi ini. Silahkan direnungkan bila anda berkenan. Selamat menunaikan ibadah puasa hari ke-11 ini bagi yang menjalankan. Selamat beraktivitas. Semoga kesuksesan dan kebarokahan menjadi milik kita semua.


Gambar dari bumidoc.blogspot.com

Kepada Blogger Pencuri Resep, Blog Resep Enak Nusantara Dan Lain Sebagainya

Kelakuan lama ya, copy paste punya orang, tulisan lalu ditulis ulang dan diterbitkan di blognya tanpa menyebutkan  sumber. Ya setua hasrat ...