Renungan Mini Tentang Rok Mini

Rok mini sedang marak dibahas. Dimana-mana orang sibuk memperdebatkan rok mini. Pro dan kontra pada rok mini begitu menggila. Kenapa rok mini yang disalahkan..? Padahal bukan salah si rok yang mini itu.  Kenapa pula rok mini begitu dibela ?. Entahlah. Heran juga saya melihat sebagian lelaki yang begitu sibuk membela rok mini. Apa itu sekedar pembelaan dari para penikmat rok mini ?, hehe. Sayapun tercenung melihat (debat) rok mini hingga tiba di renungan mini ini.  

Sebagai perempuan normal (hiks, rasanya saya masih normal), jujur saya suka berpakaian bebas ala saya. Sebab saya punya hak terhadap tubuh saya. Saya gemar menggunakan pakaian mini. Bahkan saya gemar no bra atau bertelanjang. Tentu saja di tempat yang nyaman buat saya. Misal di tempat tidur atau di kamar mandi. Jujur, di tempat umum....saya merasa tidak nyaman menggunakan rok mini. Pasti karena saya ndeso, hehe.

Jujur juga, saya sering mendengar omongan teman-teman kerja yang laki-laki. Apa kata mereka tentang rok mini ? Kata mereka "Wow, maknyus...!" (makanan kaleeee). Begitulah. Artinya, buat sebagian besar para lelaki normal, pakaian minim itu mengundang selera. Saya berpikir lagi...., itu baru pendapat laki-laki yang mayoritas pendidikannya tinggi dan mindsetnya bagus. Bagi para lelaki pikiran pendek dan mesum, melihat pakaian mini bukan hanya mengundang syahwat, juga mengundang mereka untuk melakukan tindakan nakal. Misal memaksa, melakukan pelecehan seksual, mungkin saja sampai ke tindakan pemerkosaan.

Bukan. Tentu saja bukan salah pakaian mini atau rok mini. Salahkanlah kondisi. Kondisi dimana angka pengangguran kita tinggi. Kondisi dimana tingkat melek mindset rendah Kondisi dimana hawa pengap negeri kita bisa membuat nafsu cepat naik ke ubun-ubun. Angka kriminalitaspun tinggi. Maka sebagai perempuan normal, rasanya tidak berlebihan kalau saya mengajak perempuan untuk melihat masalah ini secara netral. Apapun gaya pakaian kita, sepenuhnya hak kita. Hanya, mari kita bantu para lelaki bejat di negeri kita agar tidak makin terpuruk pada jerat kriminalitas dengan berpakaian sopan. Kecuali anda merasa tidak risih berpakaian mini di tempat umum sambil menyaksikan para lelaki hidung belang memandang anda seperti hendak menelan anda bulat-bulat sambil air liurnya menetes, hehehe.


Hanya pendapat pribadi. Renungan mini tentang rok mini seperti yang tadi saya bilang. Mungkin karena pikiran saya mini. Salam.

Comments

  1. setuju sekali pendapatnya, gaya berpakaian itu hak anda tapi menyesuaikan tempat dengan pakaian itu bijaksana.

    ReplyDelete
  2. Yang salah bukan pada rok mini, tapi pada pembetulan otak yang mini

    Halagh, status di FB Ana beberapa hari lalu :D

    ReplyDelete
  3. @Ladyonthemirror, yep dan semuanya berpulang pada pilihan kita maisng-masing

    @Anazkia, hahaha. Volume otak sudah gak bisa dirubah lagi na. Hanya, syahwat itu lebih didominasi oleh apa yang dirasakan pancaindra. Ketika syahwat sudah bicara, logikapun hilang. Begitulah syahwat para lelaki bejat. Solusinya, gak cukup dengan kita bilang hajar, ganyang, hukum mereka. Saatnya perempuan juga harus melihat masalah ini dengan netral, dari berbagai sisi. Beginilah kondisi kita. Perempuan berbenah. laki-lakipun begitu.

    ReplyDelete
  4. prihatin sudah pasti ada...
    malu juga ada...
    terbayang yah, apa kira2 penilaian generasi pendahulu kita, melihat kita seperti ini meributkan hal-hal yang gak "sesuatubanget"... ^___^

    ReplyDelete
  5. tul. setuju banget sis. rok mini memang hak perermpuan tetapi apa salahnya tidak mengenakannya demi mencegah hal2 yg tak diinginkan.

    ReplyDelete
  6. rok mini dipakai dan sesuaikan tempatnya.

    ReplyDelete
  7. kamu bisa memberikan kesan siapa dirimu dari pakaianmu...
    :)

    salam kenal...
    ijin follow ....
    saya tunggu follow baliknya...
    :)

    ReplyDelete
  8. setuju dengan sikapnya terhadap polemik rok mini.

    ReplyDelete

Post a Comment

Hanya tulisan biasa, hasil kontemplasi soal apa saja. Mohon maaf, komentarmu perlu saya cerna dulu untuk menghindari riweh dan tidak spam. Terimakasih.

Popular Posts