Search This Blog

Wednesday, April 6, 2011

Matilah Kau !

Matilah kau !. Bukan kau si Fulan dan si Budi atau si Wati dan si Dewi. Tapi kau...., ya kau. Kau yang terperosok pada lubang yang tak kau kira. Kau yang sering tak mengerti arti dahaga si kelana. Kau yang sering menangis pada malam mencari kejora dan Kunang-kunang.

Kau..., ya kau. Kau yang tak mengerti kelembutan rasa orang lain. Kau yang memaksakan orang lain mengukur baju dengan ukuranmu. Kau yang bersembuyi dalam ceruk hitam bernama "Aku". Matilah (jiwa) kau. Hanya dengan mati jiwamu maka akan tumbuh kau yang baru. Kau yang bisa memahami bahwa dunia ini luas, tak seperti isi kepalamu.

Ah, siapakah yag tidak memiliki "Aku"...!? Semua insan miliki "Aku"nya masing-masing. Maka berhati-hatilah kita.

5 comments:

  1. waduhhhh mesti hati2 neh....hehhehhehhe.

    ReplyDelete
  2. matilah kau!! ,,,dari dalam hidupku. agar semua kembali normal....

    ReplyDelete
  3. aku...ego... makasih mba, sangat inspiratif. membaca ini membuat ku diingatkan untuk tdk terlalu mengedepankan ke 'aku'an ku...:)

    ReplyDelete
  4. ...Aku...
    ya... aku datang lagi mengunjungimu sahabat...

    teruskan berkarya...

    ReplyDelete
  5. check this video yah bu...

    http://www.youtube.com/watch?v=8OZF_N882qE

    http://www.youtube.com/watch?v=Yfl_lCPINwA

    ReplyDelete

Tulisan hasil kontemplasi. Mohon maaf, komentarmu perlu saya cerna dulu untuk menghindari riweh dan tidak spam. Terimakasih.

Menelusuri Rempah/ Bumbu Pada Kuliner Sumatera Selatan

Sumber Foto : faktualnews.com Jika rempah-rempah adalah daya tarik atau pemikat datangnya Portugis dan Belanda ke Indonesia pada zama...