Search This Blog

Wednesday, December 18, 2019

Pengalaman Lepas Dari Krim Wajah Racikan Setelah Puluhan Tahun


Kadang manusia tidak pernah puas dengan apa yang dimiliki, katanya. Rupanya, meski mengamini kalimat tersebut saya khilaf juga. Meski bangga dengan kulit sawo matang saya, eh saya ikut-ikutan kawan menggunakan krim dokter pencerah wajah. Aampunnnn dah.

Sia-sia, Mampus kau Dikoyak-koyak Sepi

Demi apa, pagi -pagi tadi saya sudah baca puisi. Ya demi komunitas Kompasianer Palembang  (Kompal) yang mendampuk saya sebagai salah satu d...