Search This Blog

Tuesday, March 31, 2009

Pada Kilau Bunga Pagi Hari



Ini pagiku yang kesekian kali


Ada seri indah pada senyum pagi ini


Senyum mentari pagi yang berseri


Senyumku tersari seri pada sinar mentari


Senyum pada kilau bunga pagi hari


Senyumku, senyummu, senyum kita lagi


Senyum pada jiwa-jiwa yang terlahir kembali




Palembang, 31 Maret 2009

Ini bungaku (Kembang Sepatu, Hibiscus Rosasinensis)di halaman

diabadikan pada tanggal 21-03-2009

Monday, March 30, 2009

Oh My God, Semakin Banyak Orang Gila di Sekitar Kita

Salah satunya namanya Udi (bukan nama sebenarnya). Udi selalu mangkal di prapatan gang dekat rumah. Sebetulnya saya sudah ambil gambar si Udi dengan senyum khas, cengirannya itu. Cuma kalau saya tampilkan disini, nanti keluarganya ada yang baca tulisan ini (mugkin saja kan), lalu protes, heboh nanti.


Udi, menurut saya tidak gila-gila amat. Malah saya curiga dia memang tidak gila, hanya menggila karena malas. Malas berpikir, malas bekerja, apatis, satu-satunya cara agar keberadaannya diterima, dimaklumi orang adalah dengan berpura-pura gila. Kenapa saya bilang Udi tidak gila, karena dia memang seperti orang normal. Kalau liat gadis cantik, dia langsung suit-suit dan berani menggoda. Dia tidak pernah mencuri meski dia lapar, dia akan minta baik-baik. Udi juga tidak pernah melakukan tindakan brutal yang menganggu ketertiban umum seperti yang sering dilakukan orang gila pada umumnya (misal berteriak histeris, kumat, atau menganggu orang dengan tindak kekerasan). Orang-orang menyebut Udi gila karena cuma duduk bengong di prapatan gang, cengar-cengir, sambil pegang radio transistor bututnya, sepanjang hari seperti itu .


Sementara selain Udi, begitu banyak orang gila berkeliaran. Di perjalanan menuju kantor seorang perempuan dengan rambut awut-awutan, kulit penuh debu yang sudah seperti jelaga, berbaju kaos lusuh tanpa celana atau rok , melintas tanpa rasa malu apalagi rasa bersalah. Rasanya yang seperti ini jelas memang gila. Di depan Rumah Makan “X” ada laki-laki yang juga dekil dan lusuh sedang duduk terpekur menekuk lutut dengan tatapan mata kosong. Di prapatan lampu merah dekat kantor ada bapak-bapak gondrong dan kumal sering teriak-teriak, berorasi sambil berjalan. Astaga, keliatannya semakin banyak saja orang sekarang ini.


Kemaren lusa di salah satu stasiun televisi, yang sedang menampilkan acara serba-serbi kampanye partai, ada seorang caleg sudah pesan tempat di RS Jiwa, antisipasi kalau-kalau dia gila jika tidak terpilih sebagai wakil rakyat pada tanggal 9 april nanti. Bukan main, sudah sedemikian desperatenya. Herannya kenapa dia ngotot nyaleg kalau dia tau bahwa dia termasuk orang yang tidak kuat mental, tidak kuat jiwa, hehe. Atau ini Cuma tindakan mencari simpati/perhatian massa saja, supaya orang kasian lalu memilih dia supaya dia tidak gila, no offense.


Oh My God, kenapa orang gila semakin banyak saja, itulah pertanyaan yang memenuhi benak saya sejak tadi pagi. Akankah, setelah tanggal 9 April (pemilu legislative) nanti, jumlah orang gila di negeri kita tercinta ini jumlahnya akan semakin banyak…..???? Semoga saja tidak, saya harap begitu.

Sunday, March 29, 2009

Apa Yang Paling Masuk Akal Dilakukan Ketika Anda Kehilangan Gairah Kerja atau Dilanda Kebosanan


Harapan adalah seperti senja yang menyongsong sebelum kegelapan tiba, karena esok hari yang cerah kembali tiba (Elly Suryani, 2009).

Setiap manusia normal pasti pernah merasakan hal tersebut, kehilangan gairah hidup, kehilangan gairah kerja, atau dilanda kebosanan. Itu hal yang manusiawi, lumrah saja. Dan supaya hal tersebut tidak menganggu pekerjaan anda, tidak menganggu irama hidup anda, tentu saja anda harus segera memecahkan masalah tersebut.

Sekali lagi dengan tidak bosan-bosannya saya mengatakan, andalah yang tau cara mengatasi masalah anda dengan cara yang sesuai dengan kebutuhan anda, dalam porsi yang pas untuk anda. Jadi singkirkan semua teori yang pernah anda baca, lakukan dengan cara anda sendiri. Dengan senang hati saya akan berbagi dengan anda (berdasarkan pengalaman saya sendiri), yang silahkan anda ramu, anda sinergikan, anda sesuaikan dengan kebutuhan anda. Berikut ini langkah yang harus anda lakukan bila anda mengalami kehilangan gairah kerja, kehilangan gairah hidup :
  1. Periksa apa penyebabnya. Tentu andalah yang paling tau penyebabnya, apa masalah yang anda miliki. Jujurlah pada diri sendiri, jangan berkata anda tidak memiliki masalah padahal anda punya, ini akan menyulitkan anda sendiri.
  2. Bila anda sudah tau penyebabnya, segera selesaikan masalah tersebut sampai tuntas. Bila ada pekerjaan yang tertunda, selesaikanlah pekerjaan tersebut. Bila anda memiliki hambatan, maka bereskanlah hambatan tersebut. Bila masalah yang anda miliki menyangkut hubungan anda dengan orang lain, maka selesaikanlah masalah tersebut dengan jiwa besar dan dengan cara yang baik.
  3. Bila anda benar-benar tidak tau cara menyelesaikan masalah tersebut, maka ambilah waktu khusus untuk benar-benar memikirkan cara menyelesaikan masalah tersebut, jangan segan untuk bertanya kepada yang lebih tau.
  4. Bila masih saja menemui jalan buntu, lebih spesifik lagi pikirkanlah jalan keluarnya dengan lebih bersungguh-sungguh. Bila diperlukan berkontemplasi secara khusus pada waktu di luar jam kerja anda, mungkin pada malam hari menjelang tidur. Renungkanlah sambil membebaskan pikiran dan jiwa anda. Bila anda seorang muslim anda bisa melakukan sholat Istikharah, sholat hajat. Setelah itu berdzikirlah, lalu berdoalah dengan sunggug-sungguh, mintalah dengan segala kerendahan hati anda. Pengalaman saya juga beberapa teman, bila kita melakukan kontemplasi yang mendalam dan khusuk (tentu saja setelah ihktiar dilakukan), sambil benar-benar memasrahkan diri pada pertolongan Tuhan, beban akan terasa terlepas, terasa lega. Maka pada pagi hari atau dini hari, atau kapan saja, anda akan terbangun dengan segar dengan ide pemecahan sudah dalam kepala anda. Alam bawah sadar anda sudah bekerja pada saat anda memikirkannya secara khusus, lalu membiarkannnya mengendap untuk sementara waktu. Betul-betul seperti keajaiban, seperti Archimedes yang terbangun menemukan ide pemecahan masalah dengan menyebut "eureka!".
  5. Selanjutnya, mudah saja, selesaikanlah segera masalah tersebut berdasarkan ide pemecahan yang sudah anda temukan, jangan ditunda lagi.
  6. Bila kehilangan gairah anda tersebut disebabkan anda mengalami kejenuhan, bosan dengan rutinitas kehidupan, rutinitas pekerjaan anda, maka lakukanlah refreshing. Lakukan apa saja yang dapat membuat jiwa dan otak anda segar. Lakukan apa saja yg bisa menyenangkan anda, sepanjang itu positif. Bila anda senang membaca, carilah bacaan baru. Bila anda senang menulis, cobalah menulis. Bahkan anda bisa melakukan kegiatan baru, yang belum pernah anda lakukan sebelumnya. Biasanya tantangan baru akan membuat hidup bergirah kembali (ingat bukan ganti istri atau ganti suami ya, hehe), misalnya menjadi blogger. Membuat blog atau website yang bisa menjadi ajang bagi anda untuk mengungkapkan apapun uneg-uneg, apapun minat dan visi anda, diluar pekerjaan utama anda. Lakukan dengan hati yang riang, kebosanan itu akan hilang dengan sendirinya.

Bila langkah-langkah di atas telah anda lakukan dengan sungguh-sungguh, dengan jujur, yakinlah anda akan menemukan gairah kerja dan gairah hidup anda kembali. Selamat mencoba.

Saturday, March 28, 2009

Reality is merely an illusion, But Sometime I Hate To Hear That

Reality is merely an illusion (Albert Einstein). Yeach, for some people that statement maybe is absolutely right. But for me, reality is a something in my eyes, I can't close my eyes untill it's clear.

It's about a disaster, tragedy in Situ Gintung, Tangerang, part of my country. So many problems in my lovely country, not only about the people (poverty, corruptions, etc), also about the environment. In this problems, I think we need to rewatch our development. If we doesn't take care our environtment (our soil, our rivers, our water, our buildings) absoletely..... occuring a disaster.

I am melting..... with this situation.

http://www.thejakartapost.com/news/2009/03/28/keep-searching.html

Thursday, March 26, 2009

Long Jouney Energi Semesta


Ada rasa segar yang muncul, itulah yang saya rasakan saat ini. Kesegaran yang terbawa sejak sore tadi, saat SPA plus luluran dengan aroma theraphy Green-tea. Rasanya, hm….., sungguh seperti iklan saja, yang dekil-dekil,termasuk bete-bete, lepas semua, ha ha ha, ..... what a lovely day. Perasaan ini memancarkan energi dan sensasi tersendiri, senang dan bahagia.

Saat sedang merasakan sensasi ini, sambil minum secangkir teh manis panas di depan televise, berita soal demonstran bayaran sedikit membuat saya menyerngitkan dahi. juga berita tentang capres A, B, dan C dengan ulah dan polah masing-masing yang cukup membuat saya membathin sendiri. Ada saja cerita seru dibalik kampanye parpol-parpol yang katanya damai ini. Lalu layar televise menampilkan gambar acara kampanye parta-partai. Orang-orang, berseliweran di jalan, ada yang menggunakan kendaraan roda empat, kendaraan roda dua, dan tampilan gambar orang-orang yang bak lautan manusia yang memadati acara kampanye.

Sementara di chanel yang lain, menampilkan sinetron kegemaran para pencinta mimpi. Sama saja, semuanya menampilkan manusia dan benda. Manusia dan benda yang bergerak bergerak riuh rendah pada lintasannya masing-masing seakan saling berlomba. Dan itu baru di sebagian saja dari aktivitas manusia yang menghuni bumi ini. Di seluruh penjuru dunia, manusia dan benda bergerak, memancarakan energinya, energi semesta.

Bilakah semua energi ini terhenti ? Huh, pertanyaan tak perlu ditanyakan ini tiba-tiba melesat di benak saya. Dan reflek saja saya tersadar akan pertanyaan bodoh tadi.Ya memang tidak akan, selama dunia ini masih beredar energi semesta tidak akan pernah terhenti. Pergerakan energi semesta mengalir bak siklus, sambung meyambung. Energi ini milik semesta, suka atau tidak suka tidak akan kuasa kita menahannya. Entah energi positif atau negatif, menguntungkan atau merugikan semuanya saling bertemu untuk saling berinteraksi. Kita manusialah yang bertugas mensinergikannya agar harmoni, serasi dan damai. Dan adalah tugas kita setiap manusia, saya dan siapapun untuk menjaga pergerakan energinya di lintasanya masing-masing tadi agar harmoni, agar tidak menimbulkan bentrokan atau tabrakan dengan lintasan energi milik orang lain. Kalaupun sudah tidak bisa lagi dihindari tabrakannya, kan tidak terlalu menimbulkan kehebohan karena sudah jaga-jaga, masing-masing sudah melakukan tindak preventif.

Saya akhiri renungan saya dengan mereguk regukan terakhir dari teh manis saya tadi sembari mensitir filosopi Aa’ Gym, mulailah dari diri sendiri, mulai dari yang kecil, dan mulai dari sekarang. Love for yourself, love for the other in those cyrcle. Mari kita jaga lintasan energi kita.

Saturday, March 21, 2009

It's About Loving Yourself


It's easy to say "I love you", I love my husband/wife, I love my familly, I love my parent, I love my world. But....., factually it's dificult to realize that word. Otherwise we have so many conflict with that word. Yeach, give me a break, all we can do with that word, firstly we must be honest with ourself. Everybody have a positive and negative side, nobody perfect. Love your self, charity yourself...., after that you can love another people with your heart.

Look at the roses in this notes. Lovely rose, isn't it? I take this picture by myself. I give you this rose (ups, sorry, only the picture) with love. But fistly I need my energy, my spirit, my enthusiasm, my purity to loving the rose, to make it growth with that lovely colour, lovely charming, day to day, everyday. I do my best with love. I do it with my happiness. It's all about love....., firstly love for my self, love from the bottom of my heart for myself with honestly way.

All we can do with love is.....love your self first. After that, we can do so many thing in the word with love. Trust me.

Thursday, March 19, 2009

Meng”Ikhlasi” Diri Sendiri, Management Menyayangi Diri sendiri


Matahari sedang terselip di balik awan, mendung menjuntai di langit kota kami. Ini saat sejenak leyeh-leyeh setelah makan siang di jam istirahat. Saat sedang leyeh-leyeh ini, tiba-tiba saja muncul sekelebat kata dalam benak saya “Ikhlas”. Ya saya ikhlas dengan pekerjaan membuat makalah yang baru saja saya selesaikan. Dan, hehehehe, setidaknya saat ini saya ikhlas atas makan siang seadanya yang baru saja saya nikmati.

Tahapan yang paling sulit dalam perjuangan hidup seorang anak manusia adalah berkompromi terhadap kata ikhlas. Ikhlas, mengucapkannya sangat mudah seperti mudahnya kita bersin bila kita sedang terjangkit flu. Perhatikan diri kita sendiri saat sedang terjangkit flu. Kita gampang sekali bersin bukan. Saking gampangnya nyaris tidak kita sadari, tapi bersin itu lalu menimbulkan nyeri dan sakit. Seperti itulah mudahnya menyebut kata “Ikhlas”. Nyaris tanpa kita sadari begitu sering keluar dari mulut kita, padahal kita belumlah ikhlas. Tentu itu menimbulkan sesak di dada.

Ikhlas, mudah diucapkan, sulit dilaksanakan. Ikhlaskah kita dalam menerima kondisi diri kita apa adanya ? Ikhlaskah kita terhadap apa yang terjadi pada hidup kita ? Bagaimana….??? Ikhlaskah kita terhadap apapun yang kita terima ? Bila jawabannya iya, alhamdulillah anda hebat sudah mencapai fase tersebut. Bila jawabannya belum, artinya anda juga hebat, anda menyadari kekurangan diri sendiri. Ya...... ikhlas adalah soal bagaimana kita memberi ruang kepada diri sendiri dengan jujur, apa adanya, dan fair. Setelah kita ikhlas memberi ruang kepada diri sendiri (dengan segala kekurangan dan kelebihan kita) secara jujur, fair, barulah kita bisa berinteraksi dengan orang lain, dengan lingkungan kita secara fair pula. Orang bijak berkata kenalilah dirimu sendiri, maka barulah kelak kamu bisa menaklukkan dunia. Mari kita renungkan bersama.

Tuesday, March 17, 2009

Kepada Jiwa-jiwa Yang Terluka, Sayangi Dirimu......


Wahai jiwa-jiwa yang terluka dan merana , kau dan kehidupan adalah satu, maka sayangilah dirimu. Sebagaimana nasehat Al Mustafa kepada tetes embun di dini hari ….. Pabila tetes embun berkata ”tapi dalam seribu tahun aku tetap setetes embun…”, maka jawablah ia dan katakan ”Tidakkah kau tau bahwa cahaya segala warsa bersinar-sinar dalam siklusmu” (Kahlil Gibran, Taman Sang Nabi).


Dunia berputar pada siklusnya. Hari berganti, manusia bergerak silih berganti mengejar mimpi yang kadang pasti kadang tak pasti. Ada yang ronanya berseri-seri, banyak pula yang tertunduk layu pucat-pasi. Lihatlah sekeliling anda dengan seksama. Lalu perhatikanlah kehidupan anda sendiri. Bagaimana, bahagiakah anda..…? Ya, bila anda nyaman dan bahagia dengan hidup anda, artinya anda memiliki kehidupan yang baik (setidaknya menurut anda). Bila anda tidak merasa nyaman dengan hidup anda, anda merasa tidak bahagia, anda merasa menderita, maka selamatkanlah dirimu dari keterpurukakan itu.


Bila hidup anda membuat jiwa anda terluka, maka yang perlu anda lakukan pertama kali adalah obatilah luka anda. Bila pasangan hidup anda membuat anda menderita, mendzolimi, maka yang perlu anda lakukan pertama kali adalah selamatkan diri anda dengan cara sayangi diri anda. Anda berhak untuk bahagia bila anda mau. Selamatkan dirimu, sayangi dirimu.


Kedengeraannya sangat egois, Cuma memikirkan diri sendiri, tapi hey…. simak dengan baik. Dengan menyayangi diri anda akan memikirkan cara untuk mencari jalan selamat yang terbaik bagi semua orang di sekitar anda. Bagaimana anda akan bahagia bila anda tidak menyayangi diri anda…? Tidak mungkin kan . Justru dengan menyayayangi diri sendiri dengan jujur, apa adanya, ikhlas, anda akan menjadi manusia yang tenang, damai, cinta sesama, pada tingkat yang lebih tinggi anda akan menjelma menjadi manusia yang “Rahmatan lil ‘alamin”, manusia yang menjadi rahmat bagi alam sekeliling, lingkungan sekitar anda.

Bagaimana cara meyelamatkan diri dengan cara meyayangi diri itu…???

  1. Buatlah diri anda bahagia dengan terlebih dahulu. Bahagiakandan tenangkan jiwa anda. Obati luka anda, hanya anda yang bisa melakukan ini dengan baik dalam porsi yang pas dan tepat. Lakukan hal-hal postif yang bisa membuat anda bahagia tanpa mengaibaikan hak dan kebutuhan anggota keluarga anda. Bila anda sedang resah, maka ambilah ketenangan dengan menenangkan jiwa, misalnya dengan berdoa, Bila anda seorang muslim anda bisa segera ambil air wudhu lalu sholat, berdzikir. Setelah itu anda bisa menyetel musik kegemaran anda. Lakukan apa saja yang anda ingin lakukan (sepanjang itu tidak merugikan orang lain dan tidak ada anggota keluarga yang terabaikan haknya, anda sudah mengurus kebutuhan anggota keluarga anda). Anda bisa SPA, anda bisa pedicure-menicure, anda bisa melakukan facial ke salon, atau anda lakukan sendiri di rumah, misalnya luluran sambil mendengarkan musik instrumental kesukaan anda. Lakukanlah hal-hal yang menenangkan jiwa dan membahagiakan.
  2. Bila Rumah tangga anda, anda rasakan seperti neraka, maka lakukanlah pembenahan. Bila selama ini cara anda menatap hidup kurang tepat, anda sering negatif thinking, anda sering berlarut-larut menatap masalah tanpa bisa mengambil solusi yang baik, maka hentikanlah hal itu. Sayangi diri anda untuk tidak melakukan hal-hal yang justru membuat anda makin terpuruk. Bila anda terpuruk maka akan berakibat tidak baik bagi seisi rumah anda, terutama sekali tidak baik bagi diri anda sendiri.
  3. Sayangi diri anda untuk tidak melakukan hal-hal yang negatif. Lakukanlah hal-hal yang positif , ambilah tindakan solutif bagi semua, selalu positif thinking, perbanyak senyum, jangan menghakimi anggota rumah yang anda anggap melakukan kesalahan meski kesalahannya sangat fatal (ingat cukup anda ingatkan dengan baik sambil tetap tersenyum). Bila itu sudah anda lakukan hati anda akan tenang, dipenuhi kasih-sayang,jiwa yang akan menyebar kepada seisi rumah anda.
  4. Bila pasangan hidup, suami atau istri anda mendzolimi anda, melakukan hal-hal nista (seperti berselingkuh, gemar berzinah) maka selamatkan ia, ingatkan ia dengan cara yang baik. Lakukan ini dengan sabar dan ikhlas, adalah tugas anda untuk berjuang menyelamatkan rumah tangga anda. Bila ia sudah tidak bisa lagi diselamatkan, maka tidak ada yang bisa memaksa anda untuk terus hidup dengan manusia seperti itu. Anda tidak harus bertahan, selamatkanlah diri anda. Apabila anda nekat bertahan padahal tidak ikhlas diperlakukan seperti itu, maka anda sudah mendzolimi diri anda sendiri.
  5. Bila anda tidak dapat bertahan lagi, maka tanyakanlah diri anda betulkah anda sudah melakukan semaksimal yang anda bisa ? betulkan anda tidak bisa bertahan lagi ? Lakukan ini dengan jujur, dari berbagai sudut pandang dan dari berbagai sisi. Jika anda telah memiliki buah hati, pikirkan bagaimana kelangsungan hidup, perkembangan jiwa buah hati anda. Bila anda masih sanggup bertahan dengan mengadakan perbaikan dan pembenahan, lakukanlah, itu nilai plus pula untuk anda dengan catatan anda melakukannya dengan ikhlas. Bila menurut anda semuanya akan berjalan dengan baik meski anda memutuskan untuk mengakhiri kerbersamaan anda dengan pasangan hidup anda, maka lakukanlah dengan baik. Anda berhak hidup bahagia.
  6. Sekali lagi, sayangilah diri anda, benahi hidup anda, bahagiakan diri anda. Stop mengeluh dan menyalahkan diri sendiri. Katakan kepada diri anda, anda manusia berharga yang layak bahagia. Anda tidak layak terluka, apalagi melukai diri sendiri.


Wahai jiwa-jiwa yang terluka dan merana sayangi dirimu. Sayangi diri anda, selamatkan diri anda, selamat mencoba.

Tuesday, March 10, 2009

Sayangi Dirimu, Maka kau Akan Menyayangiku


Kegelapan adalah fajar yang belum jadi, begitu yang dikatakan Khahlil Gibran. Maka mengapakah kita memaksakan dunia ini harus selalu terang benderang seperti yang kita inginkan, padahal kita hanya perlu bersabar. Habis gelap terbitlah terang. Dunia ini berputar pada siklusnya. Begitu pula kehidupan kita. Ada saat dimana kita berkata ya, dan sang Khalik berkata tidak, adapula saat kita berkata tidak dan Sang Khalik berkata ya. Intinya, kita tidak akan pernah menggapai apa yang memang tidak diperuntukan untuk kita, sebaliknya kita tidak akan pernah bisa menolak apa yang memang ditakdirkan untuk kita, jadi tersenyumlah dengan apa yang menjadi milik kita.

Menyayangi diri sendiri adalah awal untuk kita bisa hidup dengan nyaman di dunia ini. Sebelum kita bisa menerima kondisi dunia ini buatlah diri anda nyaman dengan kondisi yag ada, sayangi diri sendiri dengan tulus, apa adanya, sadari kekurangan dan kelebihan diri sendiri dengan baik, dan tumbuhkan rasa ikhlas. Setelah itu akan lebih mudah bagi anda untuk memahami dunia ini. Sebelum anda menaklukkan dunia, taklukkanlah diri anda sendiri dulu. Bila anda tidak nyaman diri anda sendiri, anda tidak akan lapang dada, anda akan selalu gelisah, anda bisa menularkan kegelisahan anda kepada orang lain, dan bisa jadi anda akan membuat keonaran, maka kegelisahan anda akhirnya menggelisahkan dunia. Sebaliknya bila anda nyaman dengan diri anda, anda menyanyangi diri anda dengan tulus, jujur dan ikhlas, anda akan membawa hawa tersebut dimanapun anda berada. Orang-orang di sekitar anda juga akan menghirup kenyamanan dan kedamaian yang anda rasakan itu, maka duniapun akan tersenyum.

Mulailah hari anda tersenyum, tersenyumlah saat anda bangun tidur, setelah lakukanlah doa dan sholat shubuh (bila anda Muslim). Buatlah minuman dan makanan yang anda inginkan, buatkan pula untuk orang-orang yang anda kasihi, maka hari itu dunia kecil di rumah anda akan tersenyum. Sayangi dirimu, maka kau akan menyayangiku, itu yang dikatakan dunia. Selamat mencoba.

Saturday, March 7, 2009

Tips Agar Anda Bahagia -New Soul For Everybody



Pernahkan anda terbangun di pagi hari dengan perasaan baru, energi baru, dan jiwa baru yang seakan siap membawa anda mengembara dalam dunia ini dengan cara yang lebih membahagiakan dan lebih bermakna...???? Bila ya, selamat, anda telah berhasil memasuki tahapan yang lebih baik dalam hidup anda. Bila belum, maka anda harus menggalinya segera.

Kehidupan kita, entah kita sukai atau tidak, terus mengalir seperti air. Pernahkan anda bertanya dalam hati anda, sesungguhnya apa yang sebenarnya terjadi dalam hidup kita ? Ya kita hidup dengan cara pandang yang kurang tepat selama ini. Padahal mungkin segudang tips telah anda pelajari dari berbagai buku dan artikel yang anda baca. Mulai dari Dale Carniage, Stephen R.Covey, Ary Ginajar Agustian, Aa' Gym, Dr.Aidh Al Qarni, sampai dengan Erbe Sentanu, dan hasilnya mungkin belum memuaskan anda.

Ya mari kita bahas ini. Saya mengalami hal tersebut, dan jawabannya sebetulnya ada di dalam diri kita masing-masing. Kitalah yang tau formula apa yang cocok untuk kita. Jadi mari singkirkan tips-tips dari luar tersebut. Sebagian tips mungkin telah terekam dalam alam bawah sadar anda, itu pasti terjadi. Yang saya maksudkan adalah anda tidak boleh terlalu terpaku pada tips yang telah diciptakan para ahli tersebut, anda harus memodifikasikannya sesuai dengan kebutuhan anda. Anda boleh mengkombinasikan mana yang menurut anda sinergis dan saling melengkapi. Setelah itu anda akan tau apa formula yang cocok bagi anda agar anda hidup lebih bahagia dan lebih bermakna.

Bagaimana caranya ??? Berikut ini beberapa Tips dari saya yang bisa anda terapkan agar anda lebih bahagia :
  1. Menyadari siapa diri anda, tanyalah diri anda sendiri siapakah diri anda. Harap diingat ini harus anda lakukan dengan jujur. Dari hal ini anda akan tau apa saja kesalahan dan kebaikan yang telah anda lakukan dalam hidup anda, anda akan tau apa kekurangan dan kelebihan anda. Jika anda melakukan tahapan ini dengan jujur, maka anda akan tau potensi diri anda, juga sisi negatif anda.
  2. Terima kondisi anda yang apa adanya dengan ikhlas. Bila tahapan ini telah anda lakukan dengan ikhlas, sambil mengingat seluruh perjalanan hidup anda, anda bisa menangis dengan keikhlasan tersebut. Menangislah bila diperlukan, keluarkan air mata anda, setelah itu anda akan merasa lega. Realistihlah. Tidak mungkin kita mendapatkan dunia ini seperti yang kita inginkan. Jadi tidak mungkin ada manusia yang bisa terus merasa bahagia. Dinamika kehidupan pasti memiliki dua sisi, sedih-bahagia, kesal-senang, puas-tidak puas, selalu seperti itu.
  3. Sayangi diri anda. Dengan kondisi anda yang apa adanya tersebut, sayangi diri anda dengan jujur, apa adanya, dan ikhlas. Bila anda berkutat di dunia fana ini utntuk mencari kepuasan dan kebahagiaan hidup, begitu pula dengan orang lain. Keikhlasan dan kejujuran dalam menyayangi diri anda apa adanya, menyadari kelebihan dan kekurangan diri, akan menimbulkan keikhlasan dan kasih sayang yang besar pula kepada orang lain dan lingkungan kita. Bila anda ikhlas menyanyangi diri anda apa adanya, anda tidak akan merasa kesal, sedih, anda tidak akan merasa terpuruk lagi. Anda akan merasa siap menebarkan kasih sayang anda di dunia ini.
  4. Hiduplah dengan optimis, mari refleksikan keikhlasan dan kejujuran kita dalam menyikapi hidup ini dengan orang lain dan sesama di sekitar kita. Hidup ini akan terasa damai dan indah. Anda akan merasa bahagia.

Monday, March 2, 2009

Sayangi Dirimu



Adalah mudah untuk berkata sayangilah orang lain, sayangilah pasangan hidupmu, sayangilah saudaramu, sayangilah sesama. Faktanya itu sulit diwujudkan bila anda belum menyayangi diri anda sendiri dengan jujur, tulus dan ikhlas. Reaksi pertama anda, yah mungkin anda akan membantah statement saya.

Kebanyakan kita merasa sudah menyayangi orang-orang di sekitar kita, itu wajar, begitulah kita. Tetapi, tapi apakah itu tulus, apakah tidak timbul konflik setelahnya, apa setelah kita menyanyangi orang di sekitar kita tersebut kita merasa menyesal lalu membencinya, konon cinta dan benci itu tipis bedanya. Bila jawabannya iya, artinya kita belumlah jujur kepada diri kita sendiri.

Cintailah diri kita sendiri dengan tulus dan jujur, apa adanya, menyadari kelebihan dan kekeurangan kita, dengan begitu maka akan timbul kedamaian, ketenangan, dan keikhlasan di dalam hati kita. Dari kejujuran, ketulusan dan keihklasan hati itulah kita akan bisa menyayangi orang-orang di sekitar kita dengan jujur, damai, dan ikhlas pula.

Mari kita lihat fakta yang terjadi di sekitar kita berapa banyak biduk Rumah tangga yang hancur karena suami/istri tidak menyayangi dirinya sendiri sehingga melakukan hal-hal rendah yang menjatuhkan kemanusiaannya sendiri, suami/istri tersesat mencari hal-hal semu yang duniawi (belum lagi gangguan dari pihak ketiga), berapa banyak konflik antar tetangga, konflik antar kelompok, bahkan perang antar negara suku yang muara awalnya adalah karena manusia tidak bisa menyayangi dirinya sendiri dengan jujur, tulus dan ikhlas. Mari kita renungkan ini bersama-sama.

Sia-sia, Mampus kau Dikoyak-koyak Sepi

Demi apa, pagi -pagi tadi saya sudah baca puisi. Ya demi komunitas Kompasianer Palembang  (Kompal) yang mendampuk saya sebagai salah satu d...