Search This Blog

Sunday, December 30, 2012

Keabadian, Hanya Milik Benda Plastik dan Imitasi

Begitulah. Akhirnya saya menuliskan kalimat tersebut di memopad HP saya. Lalu, memindahkannya ke kolom judul di tulisan ini. Apa sulitnya. Kau ingin tau, baca saja...

Tuesday, December 25, 2012

Protes Atas Ucapan Perayaan, Sebuah Kelatahan Baru

Latah tetaplah latah. Sebuah tindakan yang sesungguhnya lebih sering memalukan dan memilukan, daripada menguntungkan.  Akhir-akhir ini, kelatahan demi kelatahan muncul dimana-mana.

Sunday, December 16, 2012

Seksi Seringan Awan Tapi Tak Murahan

Entah kenapa ingin menulis tentang "Seksi". Tak jelas. Barangkali karena ia bahasan yang tak lekang oleh zaman. Sering muncul tiba-tiba dan dimana-mana. Baca saja kalau kau mau..

Friday, December 14, 2012

Sore Yang Menitik

Bayangkan kau sedang berlari, ritmik. Menembus hujan rintik. Sore yang menitik. Di titik yang lain, mungkin  seseorang juga sedang berjalan, entah ritmik atau tak ritmik. Kukira itu aku, dik..

Sunday, December 9, 2012

Ketika Gila Bola Tidak Pada Tempatnya

Bahwa banyak orang yang gila bola, itu sudah jamak. Bahwa gila bola itu mengasyikan, katanya, ah itu biasa. Bahwa gila bola itu berimbas pada hal-hal yang tidak mengenakkan, bahkan menjengkelkan, inipun sering terjadi. Bahwa gila bola itu tidak berlaku buat saya, he, ini baru topik tidak populer untuk obrolan warung kopi atau kanal-kanal maya, ahhhhh.

Wednesday, December 5, 2012

Ladies, Say No To Acengism

Ada banyak Aceng-Aceng di dunia ini, itu fakta. Saya cuma mau berkata kepada kaum saya, "Ladies, say no to acengism.."....

Sunday, December 2, 2012

Lily by Elly

Dia tiba. Beberapa hari lalu sebelum Desember ini tiba. Warna merah muda.  Ronanya persis seperti suasana yang pernah ada. Kampung halaman bunga Bakung merah jambu. Cari saja..

Wednesday, November 28, 2012

Kelakar Betok

Entah kenapa disebut kelakar betok. Meski sangat suka ikan itu, tetap saja sampai saat ini saya tidak tau pasti kenapa disebut "Kelakar betok". Baca saja kalau kau mau...

Wednesday, November 21, 2012

Aussie Yang Bersih, Nyaman dan Kopi Nikmat

Tadi pagi cerita ini saya terima. Tentang Aussie (Australia) yang bersih, nyaman dan kopinya nikmat sekali. Ini cerita langsung dari boss saya yang baru pulang dari Australia. Baca saja kalau kau mau...

Tuesday, November 20, 2012

Duet Newsoul - Cakra Khan

Tiba-tiba, semua saluran membahas Cakra Khan. Tak jelas kenapa. Ditengah kesumpekan karena banjir dan macet yang melanda kota saya, tiba-tiba saya ingin menulis tentang Cakra Khan. Pasti nanti ada kaitannya, kau tunggu saja.

Thursday, November 15, 2012

Three Roses For You

Sumber: Dokumen Pribadi


Pagi sekali tadi. Matahari masih tersimpan di ufuk. Awan hitam menutupi langit hingga hanya memunculkan sedikit cahaya jingga. Dia ada. Pas, tiga. Sepertinya dia mengucapkan selamat pagi pada saya.

Saturday, November 10, 2012

Pahlawan Secangkir Kopi dan Sehelai daun

Hari ini, beberapa belas menit lewat dari pukul 6 pagi tadi. Secangkir kopi yang asapnya mengepul menuntun hingga tersadar bahwa hari ini tepat tanggal 10 November. Hari Pahlawan.

Saturday, November 3, 2012

Hitam dan Abu-abu

Ini tentang warna. Warnamu, warnaku, warna mereka. Manusia dan seisi alam telah mewarnai dunia sedemikian rupa. Warna, sesuatu yang membuat dunia terlihat penuh rona. Ceria. Membara. Atau bahkan sendu. 

Thursday, November 1, 2012

Suatu Sore Di Sembilang

Seperti pulau muncul di tengah laut. Muara sungai menuju Laut Cina Selatan dan Selat Bangka, memunculkan sedimentasi pasir dan lumpur hingga pulau pasir terbentuk.

Sunday, October 28, 2012

Mimi, Si Setia Sampai Mati

Saat saya melihatnya, ia hanya sendiri. Hanya sebuah cangkang kering. Hampir sepuluh hari yang lalu di serasah lumpur mangrove Sembilang. Katanya namanya Mimi. Ya, Mimi. Baca saja kalau kau mau...

Monday, October 15, 2012

Para-para Paya dan Pedada

Aku tidur di para-para paya. Serupa rawa yang airnya menggenang. Seperti mengingat ibunda yang telah berpulang. Kupandang langit, tak ada bulan. Entah ini bukan tanggal dimana dia memunculkan dirinya. Atau karena awan sedang menyembunyikannya. Entah. Tak kupunya jawaban.

Saturday, October 13, 2012

Ekspedisi Ranau

Sebut saja ia ekspedisi. Maka lelah adalah sebuah harga yang harus dibayar untuk mencapainya. Ekspedisi ini cukup unik. Tidak hanya jalan yang berliku dan terjal. Juga melihat bentangan anak Sungai Musi, Sungai Selabung dan Sungai Saka yang sebagian mengering karena kemarau.

Saturday, October 6, 2012

Hilang...

Ada banyak cerita tentang hilang. Sebut satu atau dua yang kau tau. Ada banyak tanya menyoal hilang. Kau, dia dan mereka mungkin pernah menyoal itu. Ada banyak cara untuk menghilang. Baca saja kalau kau mau..

Wednesday, September 19, 2012

Baju Coklat Membawa Berkat

Hm, ini tentang sebuah mukjijat. Sesuatu yang dalam bahasa saya disebut Berkat. Ya, baju coklat membawa berkat. Baca saja kalau kau mau...

Thursday, September 13, 2012

Anakku

Hingga detik ini selalu saja ingat dia. Ketika sedang hening. Saat terpekur sendiri. Sebelum tidur sedang  memandang langit-langit kamar. Sepulang kerja saat menikmati secangkir kopi yang asapnya mengenai wajah sendiri.

Sunday, September 9, 2012

Sebatang Pohon Ditebang Disini

Sebatang pohon ditebang dengan damai. Tak ada protes. Tak ada huru-hara. Tak ada  apa-apa. Kecuali pikiran yang melesat entah kemana. Di depan mata, pohon itu punah pelan-pelan. Mulai dari ranting dan dahan. Tak lama sebatang pohon itupun tumbang.

Thursday, September 6, 2012

Pilat

Pilat itu, ah biasa saja. Saking biasanya, biasanya muncul kapan saja.  Ketika rasa geli dan jengkel tiba bersamaan. Ketika ingin berteriak tapi malas berteriak. Ketika muncul hawa pengap dan tak ada hal yang bisa membuat udara bergerak. 

Tuesday, September 4, 2012

Macan Diobral, Hanya di Twitter

Oh, 3 macan 2 ribu? Diobral? Macan? 3 ekor? Hehehe, hanya kehebohan timeline twitter. Seperti itulah gegap gempita aneka isu (politik, sosbud, infotaiment, dll),  menyeruak di sebuah jaringan media.

Sunday, September 2, 2012

Harmoni

Suka musiknya. Sederhana tapi mendenting. Seperti suara kepak dayung perahu melaju. Seperti desir angin lalu muncul kesejukan. Itu harmoni.

Saturday, September 1, 2012

September, Sebuah Lingkaran

September tiba. Seperti tahun lalu, seperti dulu-dulu itu, ia tiba bila saatnya tiba. Tepat, bulan ke sembilan tahun Masehi. Tak pernah berubah. Pas setelah Agustus berakhir, ia tiba. Seperti titik-titik yang membentuk lingkaran.

Wednesday, August 29, 2012

Jangan (Merasa) Memiliki, Maka Tak Akan (Merasa) Kehilangan

Kehilangan itu, konon rasanya tidak enak. Ia berbanding terbalik dengan Memliki yang konon rasanya enak. Padahal, keduanya hanya sebuah "Rasa". Sesuatu yang tidak abadi. Bahkan bisa absurd...  

Thursday, August 23, 2012

Maaf...!

Maaf..., entah kepada siapa kata itu harus diucapkan. Saya kira yang pertama dan utama adalah kepada diri sendiri. Ya, maafkanlah diri sendiri. Kenapa..? Karena tak seorangpun akan meminta maaf yang sebenarnya maaf (kepada orang/pihak lain) sebelum ia memaafkan dirinya. Baca saja kalau mau..

Friday, August 17, 2012

Lebaran Itu...

Lebaran itu ... adalah kesibukan tiada tara menjelang berakhirnya Ramadhan. Lebaran itu, tamu maha besar yang akan tiba dan hinggap di setiap rumah yang meyambutnya. Rasanya, seperti itulah kenangan yang tertanam di kepala. Bayangkanlah kesibukan menyambut tamu maha hebat itu.

Saturday, August 11, 2012

Apa Kabarmu Kadal Betina..?


Tak ada langit di hadapannya. Tak ada bunga melati itu. Tak ada pula angin sepoi-sepoi. Pagi masih tak berwarna. Maka aroma di kepalanya masih datar saja. Sebab ia mengungkung diri dalam kamar hingga sebuah pesan singkat tiba,

Tuesday, August 7, 2012

Orkestra Langit

Sedang mengingat-ingat, apakah yang paling saya suka setelah ilalang dan pantai? Langit. Ya, rasaya langit. Sebab langit adalah bentangan alam atas sana yang selalu memberi kita sesuatu meski kita tak minta. Hanya dengan melangkahkan kaki keluar kamar. Keluar rumah, lalu mendongakkan kepala.

Monday, August 6, 2012

Perempuan

Sungguh, tak ada kata "Habis" untuk membicarakan perempuan. Bukan saja karena saya perempuan, lebih karena keragaman diantara keunikan kaum saya ini. Baca saja kalau kau mau...

Saturday, August 4, 2012

Flashhhhhh....!

Sungguh merindukannya. Hening dan syahdunya. Bentuknya. Gerakannya. Dentingnya. Dan waktu-waktu ketika ia tiba.

Monday, July 30, 2012

Awan Jadi Abu

Tak ada hal yang lebih menyesakkan selain melihat orang-orang menggali lubang lalu melihat lagi bagaimana mereka meneriakkan tangisan mereka ke seantero dunia saat ada yang terjerembab lalu mati di lubang itu.  

Saturday, July 28, 2012

Hati-hati, Emosi Itu Komoditi

He, entah harus mulai darimana. Baiklah, saya cuma ingin mengatakan bahwa segala yang berkaitan dengan hasil olahan emosi itu, biasanya tidak rasional. Hal yang karena ketidakrasionalannya sering disalahgunakan banyak orang/pihak untuk melakukan pembuaian atau bahkan penipuan. Karenanya, berhati-hatilah kita.

Thursday, July 26, 2012

Chairil Anwar, Met Milad Masbro!

Hari ini, 90 tahun yang lalu seorang manusia dilahirkan. Seseorang yang kelak menuliskan: "Aku", "Krawang Bekasi", "Derai-derai Cemara", "Malam", "Hampa", dan entah berapa puluh puisi hebat lainnya. Kita mengenalnya sebagai Chairil Anwar.

Thursday, July 19, 2012

Marhabban Ya Ramadhan, Beda Ini Tak Indah !

Katanya perbedaan itu indah. Ya..., indah bila ia berlangsung dengan tenang dan damai. Dan tak selamanya perbedaan itu indah. Penentuan awal Ramadhan dan Idul Fitri yang sejak beberapa tahun ini sering berbeda, rumit juga kisruh, rasanya jauh dari indah. 

Sunday, July 15, 2012

The Body Shop, Cocokkah Untuk Perempuan Indonesia ?

Akhirnya saya oleskan body butter moringa itu. Maka kesegaran dan kenyamanan pun  tiba. Rasa lelah dan jengah hilang entah kemana. Sungguh, kesegaran ini perlu dirayakan. Secangkir kopi saya reguk. Shruuuuup...

Saturday, July 14, 2012

I Adore You

Pagi di bukit itu. Pucuk-pucuk akasia meliuk-liuk diterpa angin. Daun-daun dan rantingnya merindukan hujan. Hujan yang telah berabad-abad setia menunggu munculnya pelangi. Kuntum-kuntum bunga liar menanti saat untuk bersanding dengan langit biru.

Wednesday, July 11, 2012

Jakarta, Aku Golput!

Jakarta, aku golput!. Tak bisa kuikuti Pilkada tadi. Tak perduli Foke kalah. Tak  mau tau Jokowi dan Ahok menang sementara. Terserah berapa putaran. Maaf.

Saturday, July 7, 2012

Jangan Bunuh Diri !

Malam minggu di kota saya. Meski purnama sudah lewat, seharusnya saya memikirkan sesuatu yang agak syahdu dan mendayu-dayu, hehe. Sayangnya tidak. Malah tentang bunuh diri. Hm, sebuah tren yang tidak syahdu apalagi seksi. 

Thursday, July 5, 2012

Tak Ada Bunga Yang Tak Layu

Tak ada bunga yang tak lewati masa kuncup, mekar, dan layu. Bila kuncup itu mendebarkan, mekar itu menggetarkan, maka layu itu (entah apa sebutannya) pasti tiba. Sebab itulah tahapan yang pasti terjadi padanya. Ya..., tak ada bunga yang tak layu.

Tuesday, July 3, 2012

Menanamlah Meski Hanya Satu Pohon

Tiba-tiba tadi ingat almarhumah Nenek saya. Masih saya ingat wajahnya. Putih. Bulat dan selalu cerah. Gigi-giginya menghitam tapi kuat. Sebab beliau rajin mengudap racikan sirih pinang yang kami sebut "Menyirih". Dari balik gigi-giginya yang menghitam, saya ingat pesan yang pernah dikatakan beliau. Pas, seperti judul di atas, " Menanamlah meski hanya satu pohon".

Friday, June 29, 2012

Namanya Aili

Namanya Aili. Entah Aili apa. Entah ia berasal dari mana. Ia, biasa saja. Wajah bulat agak oval. Rambut hitam legam. Hidung, lumayan pesek, hehe. Tetap saja, buatku ia istimewa...

Sunday, June 24, 2012

Delapan Kuntum Rosella

Tak ada yang istimewa melainkan ia cuma sejenis tanaman. Hanya, kuntum-kuntumnya bisa membawa efek  menggelegar. Bukan soal manfaat kesehatan yang konon ia punya, tapi ia bisa mengikat tujuh sudara perempuan dalam sebuah ritual diskusi sekaligus silaturrahim mingguan. Ya Delapan kuntum Rosella.

Sunday, June 17, 2012

Memory Pempek Sepeda dan Pempek Mang Keling

Hari ini adalah Ulang Tahun Kota Palembang ke 1329. Entah sejak kapan dia dihitung. Mungkin sejak zaman Sriwijaya dan berlanjut di zaman Kesultanan Palembang Darussalam (Lihat saja disini).  Usia yang cukup tua.  

Saturday, June 16, 2012

Paulo Coelho Ketika Lampu Dipadamkan

Mungkin saya sedang kehilangan ide, tapi sungguh tiba-tiba sesuatu di kepala saya seperti beteriak-teriak minta dikeluarkan. Sesuatu yang spontan saya beri judul "Paulo Coelho, Ketika Lampu Dipadamkan". Dan tak bisa ditawar, harus saat ini juga. Baca saja kalau kau mau..

Thursday, June 14, 2012

Dance Me`To The End Of Love

Memandang awan sembari minum kopi. Sensasi yang lumayan menyenangkan. Seakan sedang berbaring di awan sambil menyesap secangkir kopi yang asapnya masih mengepul. Di depan mata, layar monitor seperti memanggil-manggil minta dinyalakan. Maka acara minum kopi sambil memandang awan itu dilengkapi dengan alunan musik. 

Saturday, June 9, 2012

San Diego Hills, Betapa Egoisnya Manusia

Beberapa waktu yang lalu saya dengar orang menyebut-nyebut San Diego Hills. Sore ini saya dengar lagi di sebuah stasiun tv. Ya, San Diego Hills, nama yang cukup western. Sebuah pemakaman elit berkonsep taman di dekat pintu keluar Tol Karawang Barat yang konon meniru konsep Pemakaman Umum di California.

Thursday, June 7, 2012

Sebongkah Batu Sore Itu

Warnanya hitam. Hitam dan basah setelah hujan turun tadi. Ia teronggok begitu saja di sisi kanan pintu rumah. Tepat di tepi rimbun melati yang sedang memekarkan kuntum-kuntum putihnya. Entah kenapa sebongkah batu itu begitu menarik perhatianku. Seperti ada desau angin yang membuat kepalaku tertunduk dan tertumbuk di batu itu. Maka sore yang biasa-biasa saja itu mendadak jadi sore yang tak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Kalau saja kau bisa merasakannya.

Monday, June 4, 2012

Mati Kutu

Sedang berpikir, apa sesungguhnya yang membuat manusia merasa "Mati Kutu" ? Kalau saya, apa ya...? Hm, mungkin kalau sedang terjebak dengan situasi yang menjengkelkan dan saya tidak siap hingga mengalami kegagapan situasi. Seperti itulah kira-kira.

Sunday, June 3, 2012

When June Comes...

Life's a journey,so it would arrive at a particular time and place. Every day the sun appears in the east and sets in the west. The days turned. Month, too.

Wednesday, May 30, 2012

Sekali Ini, tanpa Judul

Keterbukaan itu indah. Tapi, eksploitasi atas keterbukaan yang tidak proporsional, buat saya membuat jengah.  Entah kenapa ingin menuliskan ini. 

Saturday, May 19, 2012

Selaput Dara Lastri, Keperawanan Dalam Pandangan kaum Urban

Seminggu yang lalu seorang teman berjanji akan mengirimkan bukunya pada saya. Janji yang rupanya ditepati. Pada sebuah siang yang terik beberapa hari yang lalu, bertenggerlah buku itu di salah satu meja pabrik tempat saya bekerja. Judulnya "Selapaut  Dara Lastri". Inilah review yang saya buat untuk buku itu.

Wednesday, May 16, 2012

Manji dan Gaga, Romantisme Antara JIL dan FPI

Setelah kehebohan diskusi buku Irshad Manji, kini muncul kehebohan yang lain. Kehebohan konser Lady Gaga yang terancam gagal. Jika tokoh utama berganti, pemerannya figurannya tetap sama, JIL dan FPI. 

Saturday, May 12, 2012

Selera Memang Absurd

Apakah yang menggerakkan manusia melakukan sesuatu ? Barangkali karena sesuatu yang disebut "Motivasi". Ada motif tertentu yang menggerakkan manusia melakukan sebuah perbuatan. Padahal, jujur, motif yang saya suka cuma satu, batik, hehe. Ups, bercanda.

Wednesday, May 9, 2012

Slanker Wangi dan Perawan Slanker

He, tadi pagi saat sedang menghabiskan secangkit kopi di depan televisi, sebuah kalimat masuk di kepala saya. Tentang Slanker Wangi dan Perawan Slanker. Istilah apa itu ?. Baca saja kalau kau mau..

Sunday, May 6, 2012

Tentang Irshad Manji

Dalam seminggu ini, tiba-tiba twitter saya diramaikan oleh berita pembubaran diksusi buku Irshad Manji oleh polisi. Menurut berita yang berseliweran itu, diskusi tersebut diadakan oleh Salihara, dan pembubaran tersebut atas pengaduan FPI..

Thursday, May 3, 2012

Apakah Tuhan Itu Majikan Kita...?

He, saya tak bisa menahan gelak saat seseorang mengomentari tulisan saya "Mayday, Kita Semua Adalah Buruh!" kemarin. Seseorang itu menimpali. Katanya....,  

Tuesday, May 1, 2012

Mayday, Kita semua Adalah Buruh

Rupanya, ini hari tanggal satu. Bulannya, Mei. Begitulah kata kalenderku. Orang-orang menyebutnya sebagai Mayday.  Hari dimana seantero penjuru merayakan "Hari Buruh". 

Friday, April 27, 2012

Pada Akhirnya Adalah Senyum

Seseorang tersenyum. Senyum pada angin. Senyum pada matahari. Senyum pada dunia. Sebab senyum selalu membuat lega. Senyum itu melapangkan. Maka iapun berkata, pada akhirnya adalah senyum.

Say No To "Tas KW"

Kemarin Tas KW yang sering menjadi incaran banyak orang menjadi sorotan. Sebuah stasiun TV menjadikan bahasan tersebut pada berita siang. Mereka berkata, berdasarkan Pasal KUHP 481 pembeli Tas KW bisa dikenai pidana selama 7 tahun. Saya manggut-manggut, oh begitu rupanya.

Thursday, April 26, 2012

Era "Konsentrat" Yang Gagal dan Mental Melayu

Hari yang mendung. Telah beberapa hari matahari enggan menampakan diri. Mungkin ia malu, entahlah.  Kulupakan ia dengan melakukan aktivitas di pabrik ini sambil mencoba menyingkirkan sesuatu yang hinggap di kepala. Sesuatu yang merota-ronta minta dikeluarkan. Tentang Era "Konsentrat" Yang Gagal dan Mental Melayu. Simak saja kalau kau mau...

Sunday, April 22, 2012

Dan Bunga-bungapun Berganti

Pagi di sebuah halaman rumah. Seseorang berdiri menatap apa yang ada sambil menghembuskan nafas panjang. Aneka tanaman  tumbuh di seluruh sisi. Tumpah ruah begitu saja. Bunga-bungaan dan beberapa tanaman hias di depan beranda. Sebatang belimbing di pojok kanan, sedang tak berbuah. Anggrek tanah terlihat jengah bercampur dengan alokasia dan kadaka. Ah, kenapa halaman ini berubah ?

Saturday, April 21, 2012

Turut Berduka, Ro..!

Tiba-tiba Roro mention saya di twitter (masih ingat kan teman saya ini?). Tokoh  idolanya meninggal dunia. Itu loh, Wamen ESDM yang berita kematiannya memenuhi media massa kita. Maka terang saja Roro berduka. Ini kali kedua Roro kehilangan tokoh idolanya. Keduanya sama-sama meninggal dunia di gunung.

Tuesday, April 17, 2012

Why So Serious...


Ya, why so serious. Buat saya kata-kata  itu bukan sekedar sebuah pertanyaan atau pernyataan. Ia memiliki arti  lebih dalam. Lebih bermakna sebagai kata-kata untuk mengingatkan diri sendiri. Seperti gerakan mengangkat kepala, menaikkan alis sambil berkata, sudahlah. Jangan berlebihan. Ringankan dirimu.

Sunday, April 15, 2012

Sekali Lagi, Taste dan Sense Itu Memang "Unik"

Seringkali saya merasa heran dengan isi kepala saya. Betapa sulit tertarik dengan ide-ide yang muncul dan mengapung di langit. Betapa banyak teman yang mengadakan ajang ini dan itu, saya jarang tertarik. Tak jarang ada yang mengajak saya ikut, saya tetap tak tertarik. He, kalau saya ikut serta pada sebuah ajang bersama-sama, biasanya memang ajang itu pas di jiwa. Sisanya, hm, entahlah.

Saturday, April 14, 2012

Selembar kain Batik, Diantara Fertigo dan Secangkir Kopi


Apakah yang kita pikirkan dengan selembar kain batik ? Pasti tergantung seberapa dekat kita dengan "Batik". Saya, hm..., tak begitu dekat. Hanya, saya suka batik. Sangat suka.

Sunday, April 8, 2012

Gerimis dan Tepian Mahakam


Sejujurnya, April ini agak kuabaikan. Entah mengapa, ada enggan. Mungkin keengganan menghindari kejutan April Mop yang kadang membuat jengah. Entahlah. Maka ketika ia tiba, aku berusaha tak mengingatnya hingga datang tanggal 3 April. Sebuah surat tugaspun tiba. Harus berangkat ke Samarinda. Oh...

Saturday, April 7, 2012

Kampung Halaman Bunga Bakung Merah Jambu

Dia mekar. Tadi pagi. Warnanya merah jambu. Di dalam lorong kelopaknya, ada beberapa burat warna merah tua. Semburat yang makin membuatnya indah. Tak hanya sekuntum, langsung 3 kuntum. Dia, bunga  bakung merah jambu. 

Thursday, March 29, 2012

Namanya Laura

Ya, namanya Laura. Tak jelas Laura apa. Oleh lidah kami anak-anak kecil pada masa itu, nama itu berubah menjadi Lora. Entah apa sebabnya sepanjang pagi hingga siang ini Laura mengikutiku. Tak bisa ditolak kehadirannya. Tidak oleh berita televisi yang hingar-bingar tentang kesibukan demo bbm hari ini. Tidak juga oleh kesibukan di meja yang seakan tak pernah usai. Baiklah, Laura, lima belas menit jam ishoma ini adalah milikmu.

Tuesday, March 27, 2012

Siput Di Negeri Begajulan

Malam tiba. Ia tiba pula. Bukan, bukan di negerimu tapi di sebuah negeri hitam kelam nun jauh disana. Negeri yang disebutnya Negeri Begajulan. Jangan, jangan tanya dimana. Dengarkan saja...

Friday, March 23, 2012

Lebay dan Galau Membuat Manusia Bodoh

Hujan sedang menderas. Tepat ketika saya bergumam, hujan menderaslah!. Seolah dia tau kalau saya sedang ingin dia. Maka ditengah suara hujan ini, entah kenapa jari jemari saya tiba-tiba telah berada di halaman ini. Mungkin rinainya telah menggerakkan sesuatu di kepala saya..

Thursday, March 22, 2012

Besok Nyepi Ya...?

Besok "Nyepi" ya..? Begitu rupanya. Taukah kau, kadangkala akupun nyepi. Masuk ke dalam lorong  jiwaku. Tak perduli sesuatu di luar sana hingar-bingar atau bahkan sedang kiamat. Sebab pada saat tertentu, sepi itu nikmat, juga hikmat. Sebab setiap orang berhak masuk ke dalam jiwanya.  Buatku, itu kebutuhan...

Tuesday, March 20, 2012

Ketika Ahok melesat

Hei kau, lihatlah Ahok.Dia makin melesat. Dipinang Prabowo, maka diapun maju. Maju menjadi Cawagub DKI. Hm, hm, boleh juga. Masih muda. Berani. Ganteng. Dan, cukup punya nyali. Sesuatu yang mungkin disebut orang sebagai "Berkarakter".

Sunday, March 18, 2012

Seberapa Kuat Karaktermu...?

Tiba-tiba saja pertanyaan itu muncul lagi. Muncul begitu saja saat sebuah sore terbentuk dan secangkir kopi sedang mengepulkan asapnya ke wajah saya. Sesungguhnya, seberapa kuat karaktermu...? Itulah pertanyaannya. Pertanyaan siapa ? Ah, siapa lagi...

Saturday, March 17, 2012

Angin Pukul Lima Sore

Jam di dinding itu berdentang lima kali. Tak terelakkan, pukul lima sore tiba disana. Udara lembab. Lembab yang sekaligus pengap. Butir-butir keringat seolah tersumbat di permukaan pori-pori kulitnya. Seperti sumbatan rasa yang menyesakkan dadanya. Sedang dia cuma menatap ke dinding kamar sambil mendesis, lupakan saja...

Friday, March 16, 2012

Secangkir Kopi Krem Siang Ini



Sesekali minum kopi yang bukan kopi kampungku. Sesekali dan seringkali, memang harus berdamai dengan suasana. Sebab tentu tak bisa menyeruput secangkir kopi kampungku dimana saja. Maka siang ini kuseruput secangkir kopi yang bukan kopi kampungku. Secangkir kopi krem yang kudapati disini...

Friday, March 9, 2012

Mengasihani Adalah Sebuah Kesombongan

Sebuah pikiran janggal muncul beberapa hari yang lalu. Saat itu malam telah tiba dan rasa lelah tiba juga. Ya, meski lelah, meski jengah, ide-ide berseliweran. Ia datang dan pergi ke wajah kita hanya dengan kita menatap layar monitor. Entah HP atau laptop atau PC. Maka tak bisa dicegah, pikiran dengan judul "Mengasihani Adalah Sebuah Kesombongan" di atas muncul.

Wednesday, March 7, 2012

Sebuah Lingkaran Bernama "Dejavu"

Sesungguhnya, kehidupan manusia tak lebih dari pengulangan-pengulangan getaran. Sebab tak ada celah terputus. Semua rangkaian kehidupan semesta adalah sebuah siklus. Lihat saja, kita mengalami hal yang bernama 'Dejavu"...

Jangan Panggil Aku Gan...!

Begitulah. Jangan panggil aku gan !. Jangan. Sekali-kali jangan. Aku bukan juragan. Bukan Agan. Bukan Afgan. Bukan Sugan. Bukan pula Morgan....

Sunday, March 4, 2012

Lelaki Di Pintu Surga dan Maria Magdalena

Beberapa hari lalu, tiba-tiba ia dibawa kesana. Ya, sebuah renungan asal tentang Lelaki di Pintu Surga dan Maria Magdalena. Entah kenapa ia tiba disana. Tak jelas. Hari ini, tanpa bisa dicegah pikiran itu muncul lagi. Lihat saja kalau kau mau...

Thursday, March 1, 2012

Sebab Bumi Itu Bundar...

Jika kita tak sempat melihat matahari muncul dari jendela kamar pagi tadi, tak perlu resah. Ia akan tiba lagi esok hari. Sebuah titik jauh di tengah laut, makin lama makin jelas bentuk rupanya, he sebuah kapal api. Ingatkah kita sebabnya ? Sebab bumi itu bundar...

Tuesday, February 28, 2012

Underwear L'amour

Syaharani menemani saya saat ini. Suasananya...., hm, sulit dikatakan. Kalau kau bisa bayangkan saja. Dia menyanyikan lagu lama "Tersiksa Lagi". Itu lagu sedih. Hanya, dibawakan dengan ceria. Jazzie. Suasana jadi ringan. Kontras tapi hikmat. Saya suka. 

Sunday, February 26, 2012

Sekali Waktu...

Sekali waktu, hanya ingin duduk di sudut. Manatap orang yang lalu-lalang tanpa terlihat. Sekali waktu, ingin bersenda gurau dan tersenyum sumringah pada semua orang. Sekali waktu, ingin menjauh dari segala keriuhan. Menyepi ke sebuah tempat jauh dimana matahari muncul dari balik gunung dan tenggelam ke dalam laut.

Saturday, February 25, 2012

Ransel Hitam

Tiba-tiba saja kutemukan sebuah ransel hitam. Teronggok di dekat jendela. Agak ke sudut kiri meja kerjaku. Entah kapan ia ada disana..

Thursday, February 23, 2012

Sebuah Spam, Terimakasih Infonya Gan..

Terimakasih infonya gan. Begitulah komentar yang sering masuk ke postingan saya di blog ini. Tidak masalah. Hanya, agak aneh buat saya. Entahlah. Rasanya tulisan saya hanya jenis tulisan kontemplasi. Kadang-kadang fiksi. Bukan jenis tulisan informatif...

Sunday, February 19, 2012

Ada Apa Dengan Mawar dan Marwan...?

Mawar. Hm, tak ada yang aneh dengan kata 'Mawar". Itu nama sekuntum bunga. Kau lihatlah halaman dan beranda. Bila ada bunga dengan kelopak segar dan harum, dengan batangnya ditumbuhi duri, itulah dia...

Friday, February 17, 2012

Pekat

Semula, kukira pekat itu hanya kutemui pada malam gelap gulita. Rupanya tidak. Siangpun bisa miliki pekat. Ya, pekat. Seperti siang menjelang sore dengan hawa pengap ini. Siang yang terasa pekat. Ini siang apa ? tanyanya....

Wednesday, February 15, 2012

Bebaskan Dirimu

Bila tertekan, maka lepaskanlah. Bila kau rasa pengap, maka keluarlah. Bila kau rasa terpenjara, maka bebaskanlah. Ya, bebaskanlah dirimu. Kebebasan adalah kemerdekaan...

Sunday, February 5, 2012

Memoar Februari

Sesunguhnya Februari hanya bulan kedua dalam kalender masehi. Ia bulan yang biasa. Sama saja dengan bulan-bulan lainnya. Seseorang tercenung menatap sebuah sore di Februari ini. Hm, barulah ia sadar bahwa Februari telah diberi sebuah embel-embel makna. Bulan cinta..

Friday, February 3, 2012

Perahuku...

Sumber: Dok.Pribadi

Katakan padaku tentang membelah hari, maka yang kupilih adalah membelah pagi. Sebab pagi adalah ketenangan dari nafas jiwa yang baru terjaga. Jauh dari kebisingan, juga sejuk. Bagaimana kubelah hari ?, dengan perahu. Sebab aku membelah pagi di danau itu...

Tuesday, January 31, 2012

Hujan Jatuh Satu Satu, Kunang-kunang di Sembilang

Hujan jatuh satu-satu di luar jendela semalam itu. Tepat saat seseorang menutup catatannya yang menganga di mesin menulisnya. Maka ketika tetes hujan jatuh satu-satu itu, rasanya seperti mendengar teriakan  kelegaan yang ritmis...

Monday, January 23, 2012

Niat Dan Semangat, Kunang-kunang di Sembilang

Adalah ruh yang membuat sebuah tulisan hidup. Maka ruh itu saya usahakan ada di naskah saya. Mona saya hadirkan di setiap nafas saya. Jujur, ini sebuah usaha yang berat. Sebab selain menyelesaikan naskah "Kunang-kunang di Sembilang" ini, kegiatan lain cukup banyak dan cukup menyita waktu.

Tuesday, January 17, 2012

Jakarta Dikepung Macet dan Diancam Banjir, Maka Rosapun Membadai...

He, sungguh ini hari yang indah buat saya. Sebab hari ini saya sudah beberapa kali tersenyum. Maka inilah hikmah hidup di negara besar gemah ripah loh jinawi ini. Rasa bahagia itu, begitu mudah didapat. Bahkan di sudut-sudut hari menjelang gelap tiba.

Friday, January 13, 2012

Mona, Gadis Kecil Dengan Kunang-kunang di Matanya

Seorang perempuan setengah baya sedang duduk di sebuah kursi. Mendung sedang tiba di langit kotanya. Sambil duduk, matanya menatap ke luar jendela. Hinggap di langit mendung yang kini telah berwarna hitam. Sebelah tangannya memegang telpon genggam. Sebelah lagi, membolak-balik buku catatan kecil yang sudah lusuh juga usang.

Saturday, January 7, 2012

Diantara Bajingan Dan Homo, Pilih Mana..?

Maka salahkanlah acara "Stand-up Comedy" di sebuah stasiun televisi hingga seorang perempuan muda, yang oleh orang-orang disebut cewek, berkata bahwa laki-laki itu hanya ada 2. Kalau bukan Homo, ya bajingan. Glek, saya tercekat. Apa iya begitu..? 

Friday, January 6, 2012

J50K, Mengikat Ending dan Konflik Dengan Sinopsis

Lihatlah bakau dan pedada. Meski beda mereka saling menyapa. Saling bergandengan tangan ketika dedaunnya dihembuskan angin itu. Akarnyapun bercengkrama dalam satu belitan di lumpur pantai itu. Sebab angin menyatukan mereka. Sebab lumpur membuat mereka bertemu di tepian pantai itu. Maka apakah beda itu masih miliki maknanya ..? (Kunang-kunang di Sembilang)

Sunday, January 1, 2012

Jon dan Mona, Kunang-Kunang di Sembilang

Ia berjalan menuju pos jaga. Suara air yang memecah bibir pantai di akar bakau dan pedada seolah jadi musik pengiring baginya. Sambil melangkahkan kaki menuju pos jaga, tanpa bisa dicegah angannya terbang. Terbang lagi pada kejadian lama saat ia dan Mona bertemu. 

Kunang-kunang di Sembilang, Lanjutan...

Ombak tak henti membuncah. Sudah 2 jam ombak ini menemaninya. Setiap desah ombak adalah seperti erangan buatnya. Erangan jiwanya yang selalu menyebut nama itu. Mona. Mona. Mona. Betapa Mona telah membelenggunya.

Sebuah Prolog, Kunang-Kunang di Sembilang

Tanjung Lago, April 2011

Seorang laki-laki berjalan sendiri. Langkahnya gontai. Wajahnya, jangan tanya. Seperti menyimpan pertanyaan tak berjawab. Matanya nanar. Di bahunya melekat sebuah ransel hitam. Sambil berjalan, laki-laki itu mengeluarkan telpon genggamnya. Jemarinya menekan huruf demi huruf,

Menelusuri Rempah/ Bumbu Pada Kuliner Sumatera Selatan

Sumber Foto : faktualnews.com Jika rempah-rempah adalah daya tarik atau pemikat datangnya Portugis dan Belanda ke Indonesia pada zama...