Search This Blog

Saturday, August 4, 2012

Flashhhhhh....!

Sungguh merindukannya. Hening dan syahdunya. Bentuknya. Gerakannya. Dentingnya. Dan waktu-waktu ketika ia tiba.


Sungguh tak bisa kuhapus ia dari kepala. Tak ada hal yang lebih indah selain bersamanya. Sebab ketika bersamanya dunia menjadi genap lagi.

Begitulah. Ketika sehelai daun jatuh ke bumi dan sayupsayup terdengar suaranya,  

Flashhhhhhh.... !

2 comments:

  1. sudah terbayangkan ketika kita berada dalam situasi seperti itu, tentunya hanya bisa saya dapatkan di kampung halaman yang masih banyak dengan rumpun dedaunan

    ReplyDelete
  2. selamat pagi mbak...

    saya bersyukur karena hidp di kota dimana masih bisa mendengar suara hembusan angin dan pohon...

    ReplyDelete

Tulisan hasil kontemplasi. Mohon maaf, komentarmu perlu saya cerna dulu untuk menghindari riweh dan tidak spam. Terimakasih.

Sia-sia, Mampus kau Dikoyak-koyak Sepi

Demi apa, pagi -pagi tadi saya sudah baca puisi. Ya demi komunitas Kompasianer Palembang  (Kompal) yang mendampuk saya sebagai salah satu d...