Say No To "Tas KW"

Kemarin Tas KW yang sering menjadi incaran banyak orang menjadi sorotan. Sebuah stasiun TV menjadikan bahasan tersebut pada berita siang. Mereka berkata, berdasarkan Pasal KUHP 481 pembeli Tas KW bisa dikenai pidana selama 7 tahun. Saya manggut-manggut, oh begitu rupanya.

Kebetulan saya bukan penggemar Tas KW. Alasannya, lebih karena kebiasan pribadi saja. Saya tidak suka barang palsu. Saya suka barang asli. Tidak masalah buatan Dalam Negeri atau buatan mana yang penting murah, saya suka dan terjangkau kantong saya. Tas saya paling-paling Elizabeth, Minimal. Kalau Charles & Keith sedang sale besar-besaran, baru beli, hehe.

Ya ya ya. Jujur, sejak lama saya miris dengan fenomena Tas KW ini. Bagi saya, hm, kok seperti membudayakan mental meniru, memalsu karya orang/pihak lain. Sebagai pembeli banggakah kita menggunakan barang palsu?  Sebagai produsen dimana harga diri kita ? Dimana kreativitas kita ?. Pada diri saya, saya berkata "Say No To Tas KW". 

Tentu saja hanya pendapat pribadi. Selebihnya, kita tak bisa mengatur orang tentang apa yang seharusnya ia beli. Begitulah. Hal yang agak mengherankan bagi saya adalah, kenapa yang dikenai pidana hanya pembeli?  Mungkin stasiun tv itu yang tidak lengkap memberitakan, bisa jadi. Aneh rasanya kalau yang dijerat pidana hanya pembeli. Bagaimana dengan penjual?. Bagaimana dengan produsennya?. Salam.  

Berita terkait

Comments

  1. kalo pengalaman saya lain lagi, mbak. pernah beli tas kw tapi kecewa dg mutunya, jadi mending gak usah beli tas aja deh. Daripada harus beli yg kw. Sekarang mending beli yg asli, tapi bisa dipake lama dan awet. jadi gak usah sering2 beli tas

    ReplyDelete
  2. Wah, asik nih..satu selera sama aku.
    Padahal tas anak negri juga bagus lho hasil kerjaannya. Asal kita busa ngerawat dan make sesuai kebutuhan, kaya'nya ga harus deh kita keluar bergaya dengan tas bermerk tapi KW, hmm..
    Nice posting

    ReplyDelete

Post a Comment

Hanya tulisan biasa, hasil kontemplasi soal apa saja. Mohon maaf, komentarmu perlu saya cerna dulu untuk menghindari riweh dan tidak spam. Terimakasih.

Popular Posts