Search This Blog

Saturday, July 14, 2012

I Adore You

Pagi di bukit itu. Pucuk-pucuk akasia meliuk-liuk diterpa angin. Daun-daun dan rantingnya merindukan hujan. Hujan yang telah berabad-abad setia menunggu munculnya pelangi. Kuntum-kuntum bunga liar menanti saat untuk bersanding dengan langit biru.
Selalu ada sebuah alasan untuk menanti dan menunggu. Seperti akasia, langit dan bunga-bunga liar itu. Maka hujan berkata kepada pelangi, 

I adore you....

No comments:

Post a Comment

Tulisan hasil kontemplasi. Mohon maaf, komentarmu perlu saya cerna dulu untuk menghindari riweh dan tidak spam. Terimakasih.

Dapur Sebagai Tempat Paling Bebas dan Ekspresif, Berkreasilah, Jangan Ragu

Source: foodandwine.com Sering ragu dengan kemampuan memasakmu? sering? Sebaiknya jangan. Percaya pada ekperimen rasa dan feeling memasakmu....