Saturday, July 14, 2012

I Adore You

Pagi di bukit itu. Pucuk-pucuk akasia meliuk-liuk diterpa angin. Daun-daun dan rantingnya merindukan hujan. Hujan yang telah berabad-abad setia menunggu munculnya pelangi. Kuntum-kuntum bunga liar menanti saat untuk bersanding dengan langit biru.
Selalu ada sebuah alasan untuk menanti dan menunggu. Seperti akasia, langit dan bunga-bunga liar itu. Maka hujan berkata kepada pelangi, 

I adore you....

No comments:

Post a Comment

Tulisan hasil kontemplasi. Mohon maaf, komentarmu perlu saya cerna dulu untuk menghindari riweh dan tidak spam. Terimakasih.

Warung Tekko Palembang, Restauran Keluarga Dengan Kearifan Lokal Sumatera Selatan

Siapa yang bisa menolak kelezatan semangkuk Sup Iga yang hangat, pedas dan rasa nampol lezatos ...? Tak ada. Saya, wah jangan ...