Search This Blog

Thursday, March 1, 2012

Sebab Bumi Itu Bundar...

Jika kita tak sempat melihat matahari muncul dari jendela kamar pagi tadi, tak perlu resah. Ia akan tiba lagi esok hari. Sebuah titik jauh di tengah laut, makin lama makin jelas bentuk rupanya, he sebuah kapal api. Ingatkah kita sebabnya ? Sebab bumi itu bundar...

Sesungguhnya tak ada hilang yang benar-benar hilang. Segala sesuatu akan datang, hilang dan muncul lagi pada waktunya. Manusia sering mengalami "dejavu". Suatu hari manusia-manusia yang terpisah akan bertemu meski pada wujud yang berbeda. Jika Kahlil Gibran dan May Ziadah tak pernah bertemu, kukira suatu saat mereka akan bertemu. Sebab jiwa manusia tak pernah benar-benar mati. Suatu saat mereka akan bertemu. Mungkin dalam wujud ilalang dan anginnya di padang rumput itu. Atau dalam wujud sebongkah batu dan air di kucuran bambu pada puncak gunung itu. 

Tak ada yang benar-benar hilang. Segalanya akan bertemu lagi di titik semula. Sebab bumi itu bundar...

Hanya suara yang terdengar di kepala seseorang saat ia kehilangan senyum di wajahnya hingga ia merasa yakin bahwa esok hari senyum itu akan muncul lagi. Sebab bumi itu bundar....

1 comment:

  1. bumi itu bundar dan bumi terus berputar..senyumnya harus kembali lagi *maksa*

    ibuu pa kabar nehh??
    sibuk kali yaaah skrang

    ReplyDelete

Tulisan hasil kontemplasi. Mohon maaf, komentarmu perlu saya cerna dulu untuk menghindari riweh dan tidak spam. Terimakasih.

Pesona Labu Kuning, Menjalar di Tanah dan Merambah di Hati Penggemarnya

Sumber Foto : pixabay.com Dalam bayangan saya akan hari tua. Ada sebuah rumah kayu mungil dengan halaman luas. Pada halaman luas itu ...