Baju Coklat Membawa Berkat

Hm, ini tentang sebuah mukjijat. Sesuatu yang dalam bahasa saya disebut Berkat. Ya, baju coklat membawa berkat. Baca saja kalau kau mau...

Kisah ini dialami oleh sepasang suami istri. Pasangan suami istri yang kompak. Sang suami, telah menjadi pegawai (katakanlah PNS) di sebuah instansi. Sang istri, telah 5 kali mengikuti tes di berbagai departemen/pemerintahan dan selalu gagal. Kegagalan yang akhirnya membuat sang istri putus asa. Jera. 

Suatu hari, ada lagi pengumuman tentang tes pegawai di sebuah instansi. Pengumuman yang tak lagi mendatangkan semangat bagi sang istri disebabkan rasa putus asa. Untunglah semangatnya bangkit lagi. Tidak lain karena dukungan suami. Sang suami yang berkata padanya, 

"Jangan pernah menyerah untuk berjuang.."
"Kita tak pernah tau dimana rezeki kita yang sesungguhnya sampai kita berusaha untuk menggapainya.."

Maka dengan tertatih-tatih sang istri berusaha mempersiapkan dirinya mengikuti tes tersebut. Usaha yang patut diacungi jempol mengingat dia baru sebulan melahirkan. Sang suamipun patut diacungi jempol. Ia rela membantu istri belajar. Mencari buku-buku soal tes di toko buku. Mendampingi sang istri, menggendong bayi mereka saat test itu berlangsung. Alhamdulillah. sang istri lulus tes tertulis.

Ujian belum usai. Masih ada wawancara yang harus dillalui. Sehari sebelum hari wawancara itu tiba, kebetulan sang suami tiba di bagian terakhir buku/novel Andrea Hirata (maaf, lupa buku/novel ke berapa). Pada bagian itu, ada disebutkan bahwa baju coklat akan membuat orang yang mengenakannya terlihat sedikit lebih pintar daripada orang yang mengenakan baju warna lain.  Ketika hari wawancara itu tiba dan sang istri tengah bersiap-siap, sang suami menyuruh istrinya mengganti baju dengan baju warna coklat. Meski heran, sang istri mengikuti permintaan suaminya. Wawancara itupun terjadilah. Sang istri memasuki sesi wawancara, sang suami di luar ruangan sambil menggendong bayi mereka. Tentu sambil berdoa.

Beberapa minggu kemudian, sesuatu yang saya sebut berkat itu menampakkan dirinya. Sang istri lulus wawancara. Sang istri dinyataka diterima sebagai pegawai di instansi tersebut. Berkat baju coklat. Lihatlah, warnapun punya peranan membawa kesusksesan seseorang, hehe.

Begitulah. Baju coklat itu jelas hanya faktor kebetulan. Intinya, tentu  saja bukan hanya baju warna coklat itu yang membawa berkat. Saya yakin kebarokahan/ berkat itu dimulai dari kekompakan keduanya berjuang. Berjuang di rumah tangga. Bagaimana mereka saling dukung untuk karir yang juga demi rumah tangga. Bagaimana keduanya saling ikhlas dan saling mendoakan. Saat mereka berdua seperti itu, mungkin daun-daun berguguranpun takjub hingga mendoakan keduanya. Jika daun-daun saja mendoakan, apalagi para malaikat. Maka ridhoNya pasti tiba. Salam.


(For Mr.D, mohon maaf, dengan tidak merubah makna kisah ini saya tulis dengan cara pandang saya).

Comments

  1. Waah..selamat buat ibu berbaju coklat :D

    Semoga baju kotak-kotak juga membawa berkat :))

    ReplyDelete

Post a Comment

Hanya tulisan biasa, hasil kontemplasi soal apa saja. Mohon maaf, komentarmu perlu saya cerna dulu untuk menghindari riweh dan tidak spam. Terimakasih.

Popular Posts