Ketika Gila Bola Tidak Pada Tempatnya

Bahwa banyak orang yang gila bola, itu sudah jamak. Bahwa gila bola itu mengasyikan, katanya, ah itu biasa. Bahwa gila bola itu berimbas pada hal-hal yang tidak mengenakkan, bahkan menjengkelkan, inipun sering terjadi. Bahwa gila bola itu tidak berlaku buat saya, he, ini baru topik tidak populer untuk obrolan warung kopi atau kanal-kanal maya, ahhhhh.

Jujur, saya memang tidak gila bola. Hanya suka sekedarnya saja. Bahkan dulu aneh buat saya meihat  berbelas-belas orang sibuk mengejar-ngejar bola yang jumlahnya cuma satu itu, hehe. Kalau Timnas menang, atau SFC menang, saya senang. Standar sekali. Itupun tak menonton keseluruhan pertandingan, biasanya cuma memantau siapa pencetak goal, berapa skor terakhir. Cukup melihat FB atau twitter, wew.

Nah, beberapa hari yang lalu, mungkin seminggu yang lalu saya jadi sangat jengkel dengan situasi yang disebabkan 'Gila Bola" ini. Seorang pemain asing dari sebuah klub bola di Solo, Diego Mendieta meninggal dunia disebabkan sakit. Katanya, almarhum Diego mengalami kesulitan berobat karena gaji yang sudah beberapa bulan tidak dibayar, ohhhhhhhh.

Eks striker Persis Solo itu jauh-jauh meninggalkan negrinya untuk membela sebuah klub bola di tanah air. Lalu menjadi terlantar sakit, gaji yang tidak terbayarkan. Betapa menggenaskannya. Spontan saja saya tulis di twitter saya,  

"Mknya negara kt ni da usah igo gilo bola. Gaya make pemain asing, dak tbyr. Urusin wong miskin na, bnyk"

Buat saya gila bola itu ya yang sewajarnya saja. Ya.., memang susah untuk tetap di level wajar kalau sudah gila. Sampai harus menyewa pemain asing, tak sanggup bayar pula. Mengurus bola sampai jor-joran. Padahal urusan yang lebih urgent banyak. Orang miskin di negara kita masih tinggi jumlahnya, rasanya lebih penting untuk diurus secara sungguh-sungguh daripada sekedar bola. Ups. 

Begitulah tentang Gila bola tidak pada tempatnya. Hanya opini tak penting. Salam.

Comments

  1. Pemain bola asing yg meninggal dunia itu memang mnyedihkan ya mba, kasian deh *_*

    Indonesia jg aneh, gak mampu bayar pak eimpor pemain asing jg.
    kalau udh gini,maka makin terpuruklah persepak bolaan di negri kita.

    aku gak terlalu menggemari tp kdg ikut menonton untuk menemani para jagoan di rumah :)

    ReplyDelete

Post a Comment

Hanya tulisan biasa, hasil kontemplasi soal apa saja. Mohon maaf, komentarmu perlu saya cerna dulu untuk menghindari riweh dan tidak spam. Terimakasih.

Popular Posts