Search This Blog

Thursday, November 1, 2012

Suatu Sore Di Sembilang

Seperti pulau muncul di tengah laut. Muara sungai menuju Laut Cina Selatan dan Selat Bangka, memunculkan sedimentasi pasir dan lumpur hingga pulau pasir terbentuk.
 
Maka menyaksikan ujung sore yang disebut orang-orang sebagai senja disana..., begitu menakjubkan. Langit memuncukan warna jingga tak tertahan meski awan hitam berusaha menghalangi. Burung-burung beterbangan seperti tarian langit. Melangkahkan kaki disana, seperti berjalan di dunia lain. Asing, tapi indah.
 
Photo by wahyudi ferry

Sebuah sore yang tak seperti biasanya. Sore yang membahana. Meski terlalu berlalu entah beberapa puluh sore, sore itu tak bisa terlupa. Suatu sore di Sembilang. Ya, Sembilang

Note dari Ekspedisi Sembilang. Reportase Ekspedisi bisa dilihat disini

1 comment:

Tulisan hasil kontemplasi. Mohon maaf, komentarmu perlu saya cerna dulu untuk menghindari riweh dan tidak spam. Terimakasih.

Ketika Kita Sibuk Berkutat Dengan "Nissa Sabyan" dan Gosip Lain, Perempuan Baniwa Membangun Desa Dengan Berkutat Pada Cabe Rawit Mereka

He, kadang saya gak habis pikir, kenapa kita (Kita...? tepatnya saya) menghabiskan begitu banyak waktu melototi segala hal yang dijejalkan d...