Search This Blog

Friday, December 25, 2015

Mawar Tepi Halaman Rumahku





Membidiknya, mengasyikkan. Sebab ia tak pernah lelah, selalu merekah, merona tak pernah lelah. Mawar tepi halaman rumahku

Saturday, December 19, 2015

Mawar, Tentu Saja Ia Bunga

Berjingkat pagi. Menemukannya sudah agak layu sebab telah sejak kemarin merekah. Mawarku, tentu saja ia bunga jika banyak orang menyebut nama anonim perempuan sebagai bunga

Sunday, December 13, 2015

Nikita Mirzani, (Tidak) Mudah Jadi Perempuan-4

Sebab perempuan terlanjur diberi stigma sebagai mahluk matre, maka berita tentang Nikita Mirzani yang konon jual diri begitu marak, apalagi karena dia artis. Pada kemarakan itu, saya lama tercenung, memang tidak mudah jadi perempuan. Entah ini seri ke berapa dengan entry tsb. Bacalah kalau kau mau..

Sunday, November 29, 2015

Neng, Hayuk Ka Dago!

Kalimat ajakan itu dikatakan dengan lembut, bahkan terdengar santun kepada serombongan anak-anak perempuan. Neng, hayuk ka Dago...!. Entah kenapa, sejak itu ilalang di kepala saya tak berhenti bernyanyi.

Saturday, November 28, 2015

My Jasmine

Sebab memandanginya begitu mudah. Tak membosankan. Membangkitkan semangat. Menggugah.

Sunday, November 1, 2015

Secangkir Kopi dan Dua Tangkup Roti


Begitulah yang ada di hadapanku. Menikmatinya, seperti biasanya, sambil mengaktifkan seluruh panca indra. Entah sambil mendengar kicauan burung tetangga, suara bocah-bocah yang sedang main sepeda di jalanan depan rumah. Membaca, tentu saja. Membaca beberapa larik tulisan menarik beberapa orang, ada Farid Gaban, ada Puthut Ea. 

Sisanya, seperti biasanya juga, aku membaca pada celah dimana mataku tertambat. Tadi tak sengaja tertambat di banyak status aneka rupa yang biasanya itu juga. Biasalah, status sedang gembira, status keluh kesah, status caper, dan.... aneka link tentang anti syiah, syiah bukan Islam, share berita politik, share tentang jokowi. Betapa mereka tak bosan dengan kondisi seperti biasanya mereka itu. 

Ah sudahlah. Secangkir kopiku tinggal sepertiga, rotiku masih beberapa kunyahan. Lebih baik kuhabiskan mereka. Glekkkk, hap, merekapun tandas. 

Saturday, October 17, 2015

Memasak Itu Seksi

Sudah lama kalimat itu memenuhi kepala. Lamaaa... lalu sekarang, dia menggeliat minta dikeluarkan. 

Sunday, October 4, 2015

Danau Ranau Journey

Sebab kabut asap itu begitu menyesakkan, maka kesanalah saya, Danau Ranau. Tempat yang sudah dicatat di jiwa sejak ditugaskan kantor mewakili menjadi narasumber rapat MDGs di Bappeda Kabupaten OKU Selatan. Entah ini perjalanan kesana yang ke berapa, wew.

Thursday, September 24, 2015

Kabut Asap, Hujan dan Sholat Istisqo

Telah lama kemarau tiba. Lamaaaa... yang membuat pohon-pohon meranggas. Meranggas itu, kukira tak hanya hinggap di dahan dan pohon memohon, juga di langit hingga ia enggan membiru. Hanya menyisakan kesuraman, kabut asap.

Sunday, August 30, 2015

Jilbab Syar'i Gak (Boleh) Ada Tutorialnya !?

Kadang manusia lebih sok tau, lebih tegas kalau tak mau disebut lebih keras dari Tuhan. Jibab Syar'i tak ada turorialnya !? Bacalah kalau kau mau ..

Friday, August 28, 2015

70 Detik Lagi

Telah tenggelam matahari di balik gedung-gedung warna abu itu. Hilang meninggalkan cahaya jingga kekuningan di langit hitam. Lampu lalu lintas sedang berwarna merah, menorehkan angka 70 seperti berkata, 70 detik lagi dia menahanku disana.

Saturday, August 8, 2015

Tidak Mudah Jadi Perempuan-3

Tuhan pasti bertujuan baik, manusia membiaskannya. Tuhan pasti  punya niat mulia, manusia memelintirnya sehingga jadi hina. Maka ketika Tuhan mengatur pola hidup perempuan dan laki-laki, seharusnya tidak diplintir manusia demi kenikmatan duniawi. Tidak mudah jadi perempuan, ketika laki-laki mengambil untung dengan memelintir kata-kata Tuhan sekehendaknya.

Sunday, August 2, 2015

Pembantu Atau Budak ?

Pada dasarnya kalian itu manja, kalau tak mau disebut malas. Maka diadakanlah pembantu yang diperhalus menjadi asisten, ada pula yang menyebut si mbak dsb. Sesungguhnya, bagimu mereka itu pembantu atau budak ?

Wednesday, July 29, 2015

Lebaran dan Kerepotan itu

Faktanya, lebaran itu syahdu meski menyambutnya begitu merepotkan. Lebaran juga ritual yang tak bisa tidak harus dirayakan sebab tanpanya ada yang tak lengkap dengan puasa ramadhan kita. Betapa repotnya aku, kau, dan dia, kalau tidak bisa disebut kita. 

Sunday, July 26, 2015

Surga Yang Tak Diinginkan

Tiba-tiba banyak yang membicarakan soal surga itu hingga ilalang di kepala merajuk minta menuliskannya. Bacalah kalau kau mau.

Friday, July 24, 2015

Kerbau Rawa

Sebab ia lebih banyak hidup di rawa-rawa. Dengan kakak, adek, ibu dan ayahnya. Merawa adalah kesukaannya. Kerbau Rawa.


Sedang bosan dengan gambar lain yang berseliweran di timeline. Kerbau Rawa, entah mengapa ia menghentak-hentak ingin diposkan. 

Wednesday, July 22, 2015

Lebaran, Lebar...!

Jika takbir telah menggema itu tanda lebaran tiba. Tak terasa telah menginjak hari ke-6 lebaran. Sebagian kantor telah aktif kembali. Seperti tempat kami bekerja ini. Lebaran sebentar lagi usai. Lebaran, lebar...!

Menurutku disebut Lebaran sebab masa puasa itu usai. Lebar, dalam Bahasa Palembang berarti bubar, usai. Lebar puasa, lebaran. Kini masa lebaran sebentar lagi usai.

Mari meneruskan gemblengan baik bulan Ramadhan. Mari meningkatkan habuminallah dan habluminannas. Libur lebaran telah usai. Mari bekerja lagi. Selamat beraktivitas. Mohon maaf lahir dan bathin. Salam. 


Sunday, July 5, 2015

Tekacip dan Tekuntang


Seorang teman mengganti profile picture bbm berjudul "Tekacip". Entah dia dapat darimana. Isinya .... Tekacip, suatu kondisi dimana sesorang mengaku lagi otw padahal baru mandi, sehingga jadilah kita tekuntang menunggu. Oh, hahahaha.


Friday, July 3, 2015

Jangek Babi


Entah kenapa jangek babi tak mau hilang dari ingatan saat ini. Saat lapar mendera karena puasa dan ruangan senyap sebab para lelaki sedang menunaikan sholat jum'at di masjid tempat kerja.

Wednesday, July 1, 2015

Penjajahan Belum Berakhir, Kawan


Akhir-akhir ini saya suka nonton channel 35, Food Network. Channel seputar makanan/minuman dan masak memasak. Mungkin sebab saya jenuh nonton Sundance Channel yang beberapa bulan terakhir koleksi filmnya stuck. Nah, di Food network itulah, saya menyaksikan bagaimana makanan disajikan, baik gaya rumahan maupun gaya resto besar. Menontonnya, asyik. Membangkitkan lagi naluri gemar memasak saya yang menguap entah kemana.

Friday, June 19, 2015

Sehelai Daun Jatuh di Doha

Sekelebat ingatan tentang Doha, muncul pagi ini. Seperti sekelebat angin yang bawa nafasku kepada udara yang mengepung langit yang mungkin akan tiba padamu.

Tuesday, June 16, 2015

Rapuh dan Rentan

Seberapa kuat sebuah kelompok adalah soal bagaimana mereka mampu bertahan di tengah goncangan. Maka ketika kita bicara soal kelompok yang sebaliknya, yaitu kelompok yang kurang mampu bertahan di tengah goncangan, itulah kelompok yang kata saya... rapuh dan rentan.

Sunday, June 7, 2015

Thursday, June 4, 2015

Wednesday, June 3, 2015

Guys, Jangan Barbar

Entah kenapa ingin menuliskan ini. Sejak tadi, kemarin pagi, ingin menulis ini. Tentang keliaran syahwat yang menurut saya Barbar. Bacalah kalau kau mau...

Monday, June 1, 2015

Selamat Datang Juni, Sembuhkanlah Terkilir Ini

Juni datang lagi. Seperti Juni yang dulu dan dulunya lagi, ia ceria bahkan centil. Menggelora dengan sebongkah besar semangat. Tak hanya itu, kali ini juga dengan tantangan manis.

Sunday, May 31, 2015

The Soul Cafe, We Are Connecting !

Pukul duabelas tadi, di pintu keluar parkir PSX, namanya tiba-tiba muncul di kepala. Tepat ketika rasa lapar memberi sinyal di syaraf kepala bahwa saya harus makan. Maka ciiiit...., saya tinggal belok kiri, belok kanan lalu belok kiri lagi hingga tiba di The Soul Cafe.

Saturday, May 16, 2015

Banda Aceh, Ngopi Di Kota Seribu Warung Kopi

Jika Manggar di Belitung dijuluki Kota 1001 Warung Kopi, maka Banda Aceh disebut Kota 1000 warung Kopi. Bedanya, he, cuma 1 warung. selain beda 1 warung kopi itu, tetap saja saya tak tau bedanya. Saya belum pernah ngopi di Manggar. Kali ini, biarlah saya ceritakan dulu soal Ngopi di kota 1000 warung kopi, Banda Aceh. Bacalah kalau kau mau..

Friday, May 1, 2015

Selamat Datang May

Tentu bukan May Ziadah. Bukan pula Maymoon atau Maysoon (Nama uwakku) Ini May yang kau tunggu setelah April sirna. Hujan yang baru reda. Waktu makan siang yang tiba tadi disana

Saturday, April 11, 2015

Diamlah Kau ..

Halaman rumah, pada pagi sabtu yang riuh. Pada keriuhan itu kureguk apa yang bisa direguk. Bacalah kalau kau mau..

Sunday, April 5, 2015

Jangan Panggil Aku Umi !

Pada sebuah baskom . Bacalah kalau kau mau..

Lebih Tua Dari Usiaku

Padanya, entah telah berapa tubuh menghempas. Mungkin sambil melipat kaki, atau menjuntaikan kaki seperti kebiasaanku. Tak terhitung.

Sunday, March 29, 2015

Cinta Yang Buyan

Betapa cinta kadang membuat buyan dan masih ia disebut cinta !? Bacalah kalau kau mau..

Sunday, March 1, 2015

Matahari Pink Jingga

Ia muncul beberapa hari yang lalu. Kemunculan yang tak terduga. Begitu cepat sebagaimana  sekelebatan sore yang cepat sirna. Matahari pink jingga, pernahkah kau melihatnya ?

Tuesday, February 10, 2015

Awan-awan Kemarin Itu

Menjelang masuk ke langit Jakarta yang mendung sebab baru diguyur hujan, awan-awan itu memamerkan senyumnya. Senyum yang berkabut. Kukira dia awan yang pemalu.




Awan-awan kemarin itu. Sebab hujan diliuar tak mau berhenti dan wifi gratis hotel ini seperti menghentak minta dimanfaatkan. Sudahlah kuposting saja awan-awan yang senyumnya bak menhiris hati ini,  ohhhh😊

Menelusuri Rempah/ Bumbu Pada Kuliner Sumatera Selatan

Sumber Foto : faktualnews.com Jika rempah-rempah adalah daya tarik atau pemikat datangnya Portugis dan Belanda ke Indonesia pada zama...