Search This Blog

Saturday, May 18, 2013

Tentang Kita

adalah langit memandangi kita
hujan mengerjab basahkan dahan
pelangi muncul dan hilang di balik awan
lalu aroma kita bak tanah basah



betapa mudah kita jengah 
betapa sulit kita paham
sementara angin tak bisa ditangkap
menari di sela-sela kita  


kukatakan padamu, bila jengah pergilah pada angin
dan kau tak menjawab melainkan terbang bersamanya



Setangkai ilalang memandang lepas pada bunganya yang terbang

No comments:

Post a Comment

Tulisan hasil kontemplasi. Mohon maaf, komentarmu perlu saya cerna dulu untuk menghindari riweh dan tidak spam. Terimakasih.

Sia-sia, Mampus kau Dikoyak-koyak Sepi

Demi apa, pagi -pagi tadi saya sudah baca puisi. Ya demi komunitas Kompasianer Palembang  (Kompal) yang mendampuk saya sebagai salah satu d...