Search This Blog

Friday, January 7, 2011

Sajak Ilalang

Sehelai daun jatuh ke bumi, itu aku

Sekuntum bunga mekar tak tertahan, itu aku

Hujan mendenting bak tangisan langit, itupun aku

Pelangi muncul setelah hujan reda, he, itu aku lagi

Secangkir kopi asapnya mengepul. itu juga aku

Setangkai ilalang bergoyang ditiup angin sambil tersenyum, itu aku sekali



Sebab aku ilalang yang senang memandang sehelai daun jatuh ke bumi

Aku ilalang yang membunga saat bunga rekahkan kuntumnya

Aku ilalang yang membasahkan jiwa saat hujan mendenting

Aku ilalang yang memuja pelangi

Aku ilalang yang tergila-gila pada aroma secangkir kopi


Akulah segala yang dipandangi ilalang, kapan saja angin berhembus dan ia tersenyum.


Palembang, 7 Januari 2011.

(Entah ini puisi yang memprosa atau prosa yang mempuisi).

5 comments:

  1. Hembusan angin itulah aku...karena aku senang menatap ilalang menari sambil mengalunkan puisi2 indah :)

    salam hangat & sehat selalu...

    ReplyDelete
  2. Dah lama ngak mampir ke Blog Yuk Elly..

    ReplyDelete

Tulisan hasil kontemplasi. Mohon maaf, komentarmu perlu saya cerna dulu untuk menghindari riweh dan tidak spam. Terimakasih.

Ketika Makanan Warna-Warni Ngejreng itu (Menjadi) Menakutkan, Bagi Saya

Makanan itu harus menarik, setuju dong saya. Makanan itu harus keren warnanya, ya bolehlah. Makanan itu harus sehat dan aman dimakan...? sa...