Search This Blog

Tuesday, May 26, 2020

Smart "Pasca" Cooking, Jangan Ada lagi Gulai Malbi dan Rendang Hangatan yang Hancur

Semua benda di sekitar kita, semua piranti di rumah kita bisa menjadi smart tools asal kita tau caranya. Smart tols sangat tergantung pada kita, tuan pemiliknya kan.

Orang bilang HP sekarang adalah smartphone, telpon pintar yang bisa digunakan untuk banyak hal pintar. Bisa untuk membuat jadwal atau agenda rapat. Bisa untuk menyimpan catatan singkat atau Notes. Bisa untuk menyimpan dokumen dan foto. Bisa untuk ngobrol lewat video call dan upload status dan foto di sosial media dan lain sebagainya. 

Begitu pula peralatan lain yang ada di rumah kita. Kompor kita. Lemari baju. Lemari piring. Bahkan kulkas (refrigerator) yang mungkin sudah berpuluhtahun ada di dapur kita dan mungkin telah berapa kali ganti edisi.
Sumber Foto : shutterstock.com
Nah sebelum lanjut, mumpung masih di suasana Lebaran saya dan keluarga mengucapkan,
"Selamat Idul Fitri 1441 H" untuk seluruh kawan-kawan pembaca setia blog ini.

Maaf lahir batin. Semoga kebaikan bersama kita semua. Semoga amal ibadah ramadan kita diterima Allah SWT,

"Taqaballahu minna wa minkum...."  

Lanjut kulkas tadi, pernahkah kita terpikir bisa kita jadikan smart refrigerator meskipun mungkin refrigerator kita tipe jadul atau sederhana? Sudah, bagus. Kalau belum maka boleh baca lanjutannya kawan.

Tips Teknologi Pasca Cooking 

Ini berdasarkan hasil sanjo-sanjoan (silaturami saling berkunjung ke rumah-rumah) saat lebaran hampir 5 (lima) tahun lalu. Di sebuah rumah saya melihat seorang kawan yang kebetulan perempuan pekerja (working mom) juga seperti saya. Dia begitu efektif dan tertata sekali menggunakan refrigeratornyo untuk menyimpan masakan aneka gulai lebaran supaya mudah dan siap saji.

Ya saya ingat dulu ibu saya dan kami di rumah meski telah memiliki refrigerator puluhan tahun, tetap saja saat lebaran tiap pagi dan sore menghangatkan panci besar berisi gulai opor atau anam, rendang dan sambal buncis. 

Karena sering dihangatkan maka setiap hari gulai itu bertambah asin, bahkan daging ayam pada opor atau anamnya hancur. Begitupula daging rendang dan malbi. Kadang naas, terlambat sedikit saja memanaskan bau agak asam muncul pertanda gulai itu harus dibuang dan tidak layak lagi dimakan karena "Basi". Pengalaman zaman dulu, hiks.

Kawan saya itu tidak menyisakan panci-panci berisi aneka gulai di dapurnya. Semua gulai dan hasil masakan telah dibagi ukuran berapa porsi disimpan dalam tupperware atau plastik lalu dimasukkan dalam freezer. Sebagian yang dia yakin akan dipakai hari tertentu yang sudah yakin akan ada tamu yang datang dia tarok di bagian tengah refrigerator.

Rendang dibagi per 5 atau 10 potong. Malbi begitu pula. Bahkan tekwan dibuat per 5 porsi, dipisahkan antara isi, printilan pelengkap (daun sledri, soun, bawang goreng) dan kuah. Ya sama seperti metode menyiapkan tekwan di gerai pempek Candy atau Beringin yang sudah disimpan di refrigerator per porsi malah.

Belajar dari kawan saya, tentu hal mubazir dan tidak efisien itu sudah saya tinggalkan sejak 5 (lima) tahun lalu. Sekarang, saya juga menerapkan Tips "Pasca Cooking" pada aneka gulai lebaran kami di rumah. Kecuali gulainya cuma masak untuk 2 kali makan alias sehari, bolehlah di panci saja.

Saya tidak pernah lagi mengalami gulai lebaran daging rendangnya hancur, daging malbinya hancur, apalagi ada bau agak basi. No way. Gulai saya segar karena dijaga kesegarannya dengan teknologi pengawetan dan penyimpanan "Pasca Cooking" tadi.

Berikut dokumentasi penyimpanan rendang masakan lebaran sebelum masuk kulkas ala saya,




Perlunya Memastikan Kondisi Hidangan untuk Tamu Kita

Sejujurnya saya masih menemukan di rumah kerabat saya gulai rendang dagingnya hancur. Malbipun begitu dan ada bau asam pertanda gulai itu tak layak dimakan lagi, terlebih untuk tamu.

Gaes, jangan lakukan ini. Karena tamu adalah orang yang harus kita hormati. Luangkan waktu sedikit saja untuk memastikan kesegaran hidangan yang kita sajikan. Mungkin saja tamu kita tidak enakan lalu masakan-makan saja apa yang disajikan karena kita atasannnya, koleganya, bossnya dan lain sebagainya. Jika dia sakit perut, apa kita tidak sedih ?

Kelihatannya sepele, tapi sebagai tuan rumah, nyonya rumah perhatikan hal sepele ini. Ada bagusnya anda sering datang juga ke rumah orang yang mengadakan open house dan lihat bagaimana mereka menyajikan makanan untuk tamu-tamunya. 

Tidak harus meniru plek apalagi untuk menyaingi. Buang pikiran itu jauh-jauh. Kita ambil positifnya belajar menyajikan hidangan yang segar, sehat dan layak.

Jika kita ingin menghemat, atau keuangan sedang terbatas, cukup masak sayur asem atau pindang ikan salai. Goreng ikan asin. Goreng tempe tahu. Lalu buat sambal terasi segar yang enak. Buat lalapan segar. Cukup seperti itu, orang-orang pasti suka. Sisanya ya kue-kue lebaran dan pempek, kalau masih ada

Kalau kita menyajikan gulai sisa lebaran, haiyah, orang-orang sudah bosan juga, Di rumah mereka gulai-gulai tersebut itu ada, bahkan masih segar pula mungkin kondisinya. 

Ini sekadar  gambaran saja. Tentu saja tamu akan makan apa saja yang disajikan tuan rumah. Tetapi kita tuan rumah ya upayakan kesehatan dan kesegaran makanan yang kita sajikan. Tak perlu mahal dan mewah, cukup makanan sederhana, sehat dan segar.

Kalaupun mau menyajikan hidangan gulai lebaran, ya pakailah teknologi penyimpanan "Pasca Cooking" tadi. Gulai terbagi habis ukuran beberapa porsi sesuai keinginan kita, lalu simpan di regfrigerator. Jadi gulai yang anda sajikan masih sehat dan segar. Tentu saja inipun ada waktu simpannya, tidak bisa terlalu lama. Tetapi lumayan untuk menjaga kesegaran makanan kita paling tidak sampai 5 hari atau minggu pertama lebaran.

Tahun Ini Tidak ada Tamu, Terapkan Penyajian "Pasca Coking" untuk kita Sendiri

Tahun ini istimewa. Kita Lebaran Online sebab Pandemi Covid-19. Menteri Agama sudah mengeluarkan Surat Edaran Nomor 6 Tahun 2020 tentang Pannduan Ramada dan Idul Firi 1441 H. Kita dianjurkan sholat idul Fitri di Rumah saja demi memutus rantai penyebaran Covid-19. Termasuk Lebaran, kita dianjurkan Lebaran Online.

Saya dengan 9 (sembilan) bersaudara bersilaturahim dan saling bermaaf-maafan lewat WhatsApp Group. Video call bareng dan lain sebagainya.

He, tahun ini beda. Kita tidak bertamu dan menerima tamu. Ya, bisa diterapkan tahun depan. Paling tidak tips "Pasca Cooking" ini kita terapkan untuk keluarga kita. Supaya gulai-gulai kita tetap segar, tidak makin asin dan tidak dagingnya hancur karena sering dihangatkan.

Begitulah gaes. Peralatan dapur dan peralatan rumah tangga kita bisa kita jadikan pintar, asal kita pintar juga menggunakannya. Semua tergantung kita.

Semoga bermanfaat. Salam.

2 comments:

  1. lihat makanan nya penuh rempah, terus liat detail kota palembang hehe. jadi kangen pulang kampung.

    ReplyDelete
  2. Benar juga ya mbak, gulai kalo sering dihangatkan malah jadinya asin padahal tidak ditambah garam waktu menghangatkan.:(

    Minal aidzin wal Faidzin, mohon maaf lahir dan batin.🙏

    ReplyDelete

Tulisan hasil kontemplasi. Mohon maaf, komentarmu perlu saya cerna dulu untuk menghindari riweh dan tidak spam. Terimakasih.

Pesona Labu Kuning, Menjalar di Tanah dan Merambah di Hati Penggemarnya

Sumber Foto : pixabay.com Dalam bayangan saya akan hari tua. Ada sebuah rumah kayu mungil dengan halaman luas. Pada halaman luas itu ...