Search This Blog

Monday, February 10, 2020

Musim Grebek Telah Tiba di Sosmed

Sumber Foto : DISINI

Sungguh, saya senang ketika orang awam, masyarakat umum, aktivis, bahkan anggota DPR aware dengan moral dan pemberantasan maksiat. Tetapi, menjadi agak jengkel ketika dijadikan ajang mencari popularitas di Sosmed.

Sudah pada tau kan gaes, ada anggota DPR RI, Andre Rosiade melakukan penggrebekan terhadap PSK NN lalu memuatnya di sosial media dengan alasan yang bersangkutan ingin menunjukkan pada khalayak bahwa di Sumatera Barat prostitusi (online) itu ada, wew.

Apakah masyarakat sangat bodoh sehingga tidak tau bahwa prostitusi baik online maupun offline itu ada, dimana saja. Hal yang membedakan mungkin, wilayah satu sedikit, wilayah lain banyak atau marak. Rasanya..., naif dan aneh ya melakukan penggrebekan sekadar untuk membuktikan bahwa di Sumbar ada prostitusi. Saya tau rumour politik terkait penggrebekan tersebut, hanya abaikan dulu.

Lebih aneh lagi, penggrebekan hanya menemukan si Perempuan PSK. Si lelaki hidung belang yang memakai sudah raib entah kemana...!?. Belum lagi kesimpang siuran info yang beredar bahwa PSK tersebut dipakai dulu (entah siapa, sudah pasti lelaki) baru digrebek.

Hal yang tidak masuk akal saya, menyisakan PSK dan membiarkan lelaki pemakai raib itu disebut sah sebagai bukti telah terjadi prostitusi. Apalagi dengan pernyataan tambahan lagi bahwa penjahat kelaminnya adalah si PSK itu. 

Rasanya, pengen tak pites-pites kepala goblok yang membuat pernyataan itu. Lu kate, perempuan itu bisa melakukan prostitusi kalau gak ada lelaki yang memakai !? 

Ya sudahlah, susah memberi penyadaran masyarakat tentang bagaimana menyikapi Prostitusi secara utuh. Sekalipun anggota dewan yang terhormat itu, rupanya banyak yang ngehek juga. Banyak orang terlahir dari perempuan tapi tidak menyadari pentingnya menghargai perempuan, sekalipun PSK. Pekerjaan Rumah untuk tim advokasi Sistem Responsif Gender itu masih panjang rupanya.

Beberapa hari lalu, saya dibuat kaget oleh Feed Instagram sebuah media Online yang memuat video penggrebekan sepasang muda-mudi sedaang camping. Cara penggrebekan itu, yang sampai memaksa membuka selimut mereka hingga tubuh telanjang perempuan dan organ intimnya terlihat, lalu video penggerebekan aneh itu dia upload di sosmed dan viral. Bukan main, apa coba tujuannya ?

Video viral tersebut dimuat ulang oleh banyak media online. Berikut untuk melihat betapa tidak senonohnya cara penggrebekan tersebut, saya tampilkan video yang dishare ulang sriwijayapost di Instragramnya, dan sudah diblur. 


Sampai disini saya berpikir, betapa berat tugas para ibu-ibu untuk mengajarkan anak laki-lakinya untuk bersikap benar, waras. Jangan cak-cak cahe (red: artinya kira-kira sok hebat) padahal kelakukan juga belum tentu benar.

Setuju, bahwa penyakit masyarakat itu kita berantas bersama. Mulai dari keluarga diajarkan berperilaku benar dan menjunjung moral tapi bukan sekadar sok-sokan di sosmed. Mau memberantas penyakit masyarakat, ada prosedurnya. Bukan asal-asalan. Bahasa anak sekarang, gak gitu juga kaleee cara loe BaMbang..

Hanya pendapat pribadi. Mohon maaf jika tidak berkenan. Salam buat semua.  

24 comments:

  1. Jadi pengen menanggapi kasus yang di Sumbar oleh kades politik tersebut. Lah menurut pihak hotel, pemesanan kamar tersebut atas nama doi.

    Saat doi akan menutup hotel, pihak hotel dengan sangat senang ingin membuka rekaman cctv kepada publik. Lah sekarang doi membatalkan somasinya. Jadi mengapa doi takut perihal pembukaan cctv?

    ReplyDelete
  2. Kasus pertama saya sudah baca Umek, udah naik turun emosi ini bacanya, kok ya sampai hati menjebak seorang perempuan "psk" dengan segala media yang ada. Belum lagi isu bahwa perempuan tersebut sempat dipake.. Belum lagi saat mampir di twitter si YTH Bapak DPR, rasanya kok ya cari panggung sekali..

    Untuk yang kedua baru saya baca di blog ini dan lihat videonya.. sedih rasanya..

    ReplyDelete
  3. Selalu wanita yang salah yaa. Mungkin para wanita pekerja seks itu salah, tapi bukankah lelaki yang memakai jasa mereka juga salah

    Sama halnya seperti pelakor
    Yang jelek pelakornya
    Lelaki yang berselingkuh yaa dianggap wajar aja "namanya juga lelaki" 😑😑😑

    ReplyDelete
    Replies
    1. Artinya, masih banyak PeER kita. Stigma dan mitos atas tersudutnya perempuan dan superrioritas laki-laki. Untungnya sudah banyak juga laki-laki yang melek.

      Delete
  4. >.< aku liat juga itu video pengerebekan. Ada lagi yang dulu-dulu, pas digerebek eh dipaksa "main" sama mereka yang gerebek. Kan s*tan banget namanya itu.

    Udah macam jadi polisi moral. Soal yang PSK di Padang, gregetannya mestinya si penikmat jasa juga diperiksa :p

    ReplyDelete
  5. Kalau sudah begini selalu menyalah-nyalahkan si wanita. Padahal mungkin sebelumnya si pria yang 'usaha' ah entahlah Umek. Apalagi terkait penggerebekan di Sumbar yang sepertinya banyak kejanggalan. Apapun itu, Tuhan tidak tidur. Siapa yang tulus, siapa yang culas. Semua ada hitungannya.

    ReplyDelete
  6. Aduh, aku ketinggalan info. Memang pernah kebaca selintas, tapi gak klik beritanya. Ikutan kesel sama si BaMbang yang jumlahnya gak cuma satu. Mungkin maksud mempermalukan makanya dibuka selimut segala. Tapi dia lupa etika. Aku gak mau lihat videonya. Bakal kepikiran lama karena kesel nantinya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahaha, kesian Bambang yang bener ya gegara BaMbang yang mambang 😁

      Delete
  7. makin lama makin aneh aja media indonesia membuat suatu yang dianggap menarik dan viral bagi netizen kita. berarti pintar2 kita juga sebagai netizen menanggapi informasi yang ada.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya harus selektif baca, kadang juga media online sengaja nampilin yang receh dan viral utk naekin ratting juga

      Delete
  8. Memang sudah jamannya manusia merasa paling soetji, Umek ... Apa ya...macem nggak punya dosa saja.

    Duh, Ara belum lihat videonya. Males...takut kepancing emosi juga

    ReplyDelete
    Replies
    1. Di IG sripo seru baca komen2nya ya. Umek ikutan komen, gak tahan kesel.

      Delete
  9. sedih..
    Jujur aku paling ga update berita begini.
    Subjektif aku, Seharusnya tidak hanya satu pihak yang disudutkan. Berasa semua pihak yang terlibat punya andil dan kepentingan masing-masing yang bsa saling menguntungkan, merugikan, juga sekaligus menjatuhkan padahal semuanya berakhir dengan mempermalukan diri mereka sendiri.

    dan aku sepakat umek dengan pendapat umek," Mau memberantas penyakit masyarakat, ada prosedurnya. Bukan asal-asalan."
    semua selalu ada sebab dan akibat, aakkh...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya, begitulah. Terimakasih sudah mamlir umi Lya.

      Delete
  10. Gak tau ini kenapa pejabatnya, duduhh dunia. Kudu banyak istigfar ngeliat hal beginian. Makin marak aja dah, jadi sedihkan :(

    ReplyDelete
  11. Nah itu lelaki kemaruk jabatan cak cak mergoki PSK supaya dianggap bersih suci lahir batin.Walahualambisawab

    ReplyDelete
  12. Umek, kalo yang pejabat itu Heru mencium bau-bau konspirasi dan pencitraan diri. Nah, kalo yang di gunung itu sepertinya ada baiknya gak boleh direkam dan dipublish, lebih baik bicara baik-baik.

    ReplyDelete
  13. Sekarang mah era cari eksistensi. Grebek-grebek gini bisa jadi pencitraan. Dapetin atensi orang buat naikin diri sendiri ya, Umek?

    ReplyDelete
  14. Kenapa grebek harus di publikasikan kalau memang niatnya cuman mau memberantas wkwk, mungkin ada niat lain kali yaa

    ReplyDelete
  15. Ya ampuuun. Ikut kesel nih bacanya. Bener-bener kaya aji mumpung numpang tenar ya dia. Trus nangkep cewenya doang? Jahat ituuh.

    ReplyDelete

Tulisan hasil kontemplasi. Mohon maaf, komentarmu perlu saya cerna dulu untuk menghindari riweh dan tidak spam. Terimakasih.

Smart "Pasca" Cooking, Jangan Ada lagi Gulai Malbi dan Rendang Hangatan yang Hancur

Semua benda di sekitar kita, semua piranti di rumah kita bisa menjadi smart tools asal kita tau caranya. Smart tols sangat tergantung pad...