Taplak Meja Renda darI Sukowati


Sebab hidup itu sebuah perjalanan. Begitu pula dengan taplak meja renda ini. Bacalah..

Saya beli dari Pasar Sukowati di Bali. Sudah lama umurnya, mungkin hampir 8 tahun disimpan saja di lemari (entah kenapa tak saya berikan ke orang lain, saya tahan. Biasanya cepat adik saya menemukan barang tak terpakai di lemari saya 😂), akhirnya terpakai juga. 

Kisah pembeliannya menurut saya unik. Beli yang tak sengaja. Seusai acara workshop di Bali. Hari terakhir panitia membawa kami tour ke kawasan ubud, Pasar Sukowati dan lain sebagainya. Konon Pasar Sukowati adalah pasar Tanah Abangnya di Denpasar, harganya cukup rasional untuk kantong yang bukan turis mancanegara macam kami. Saya cuma beli beberapa souvenir dan daster batik khas bali untuk saudara dan teman-teman di kantor.

Saat akan naik lagi ke bus kami, saya dikejar ibu-ibu pedagang asongan keliling yang menawarkan taplak meja renda, yang saya gak minat. Sungguh, saat saya liat, bukan selera saya, pola rendanya jarang-jarang, saya suka yang rapat, bukan pula benang nilon yang bagus Menurut saya. Saya tolak saja. Eh, saya terus dikejar hingga naik ke dalam bus. Dia turunkan harganya dari yang semula 300 ribu, jadi 100 ribu. Masih saya tolak sebab saya sudah ada taplak meja renda di rumah. 

Ibu itu terus mengejar saya, saya yang sudah capek dikejar akhirnya bilang, 

"Maaf bu, saya gak ada rencana beli taplak meja renda sebab saya sudah ada..."
"Belilah mba, ini bagus"
"Saya gak ada rencana belanja lagi bu. Tapi kalau harganya cuma 50 ribu, saya mau", 

Jawaban asal saya, kira-kira itulah sisa uang longgar saya setelah dipisah untuk keperluan selama pulang di jalan dan lain-lain. 

Ajaibnya, dia kasih. Padahal saya asal tawar karena terpaksa. Diantara suara panitia yang mengabsen kelengkapan peserta tour ke Pasar Sukowati, jual beli taplak meja renda itu selesai dan berpindah tangan saya yang dibungkus seadanya oleh si ibu pedagang dalam kantong kresek. 

Taplak meja renda itu tersimpan dalam lemari dan tak pernah digunakan karena belum ketemu meja atau apapun yang cocok. Begitulah.

Perjalanan taplak meja renda ini memang tak bisa ditebak. Jika (almh.) ibu saya bilang tiap sesuatu ada padanannya, begitu pula dengan taplak meja renda ini. Akhirnya taplak meja renda ini menemukan jodohnya. Meja makan kayu mungil yang saya beli 3 bulan lalu. 

Saya suka meja kayu mungil ukuran 4 set kursi. Katanya kayunya bagus, sisa ekspor pengarajin di kawasan dekat rumah saya. Saat meja makan itu saya pasang lalu mencari-cari apa taplak meja yang cocok untuknya. Nah, akhirnya saya menemukan taplak meja renda ini. Saya pasang, aih cocok rupanya.
Saya pandang-pandangi dia, ah cantik juga rupanya taplak meja renda ini.

Begitulah perjalanan sebuah taplak meja renda dari Sukowati. Salam.




Comments

  1. Ibuuu aih baru ini aku bw ke sini hiks
    Sukowati jadi inget tas yang dibeli di sana :D etapi cantik taplaknya nih

    ReplyDelete
  2. kesan klasik nyo dapet yo umek.

    ReplyDelete

Post a Comment

Hanya tulisan biasa, hasil kontemplasi soal apa saja. Mohon maaf, komentarmu perlu saya cerna dulu untuk menghindari riweh dan tidak spam. Terimakasih.

Popular Posts