Naik Skyway Cable Car Go Genting Highland


Sebagaimana yang sudah diagendakan, sayapun berangkat ke Genting Highland tanggal 3 Januari 2017 saat liburan backpacking ke Kuala Lumpur ketika itu


Lumayan keren mengingat di Palembang gak ada skyway cable car. Pagi-pagi saya naik LRT dari Stasiun Pasar Seni menggunakan kartu My Rapid KL saya menuju KL Sentral. Saya mencari tiket Go Genting di KL Sentral, tiket bus Go Genting beli di lantai 2 KL Sentral dekat konter Air Asia. Supaya praktis sekaligus beli tiket awana skyway cable car seharga 12,3 RM (bus: 4,3 RM, tiket skyway 8 RM). Keduanya saya beli Sekalian tiket pulang ( total 24,6 RM). Dapat jadwal bus jam 9.00 waktu Kuala Lumpur. Saya beruntung, karena ada penumpang bus jam 08.30 belum datang, eh saya yang sudah antri manis disuruh maju naik bus.




Perjalanan selama 1 jam saya tempuh dalam bus itu. Melewati jalan berkelok dan berliku, namanya juga Genting Higland, lokasinya jauh di atas bukit, dataran tinggi Genting yang masuk dalam negara bagian Pahang dan Selangor. Konon Kawasan Genting Highland didirikan pada tahun 1960an oleh pengusaha dari China, Lim Goh Tong.

Kawasan ini berkembang pesat. Tidak saja perusahaan perkebunan, perusahaan kertas, kawasan wisata, juga kawasan judi di Malaysia. Saya sih gak tertarik yang terakhir tadi, saya tertarik dengan kereta Gantung alias skyway cable carnya. Ternyata, beneran asyik naik cable car ini. Sebab saya solo backpacking, saat berangkat satu cable car saya isi sendiri. Kebetulan liburan anak sekolah di Malaysia sudah usai, tinggal para pelancong yang gak begitu ramai.







Naik skyway cable car ini gak lama, hanya sekitar 15-20 menit. Yah lumayanlah untuk memandang panorama Genting Highland yang di bawah sambil melamun. Gak kerasa, eh udah nyampe. Begitu pintu skyway terbuka, saya disambut Syahruh Khan, he wajahnya Indiahe, yang membawa foto jepretan fotografer mereka saat saya naik skyway cable car tadi. Mehong boook, 1 foto saya yang lagi duduk dadah di kereta tadi harus saya tebus 37 RM. Aidah, kalau tau gak mau saya difoto. Yah sudahlah. Dengar foto yang gak ditebus mau mereka recycle, kesian juga, saya ambil deh itung-itung foto kenangan. Foto selfie gak ada yang beres hasilnya wkkk.

Sebab tiket bus pulang saya jam 4 sore, saya punya waktu 4 jam lebih disana. Setelah muter-muter liat area toko-toko area fashion di lantai 2, sempat ngopi di starbuck (cari warung kopi gak ada soalnya), akhirnya, saya ke area snow worlds di lantai 2A. Dingin pake banget, wong area buat main salju (salju buatan). Nah harganya 34 RM setelah diskon 10% karena membuat kartu member (dueh, emang mau kesini lagi?, aamiin ajalah).







Jauh datang ke Genting Highland, eh saya ketemu dua cewek Dian dan Ori asal Medan (Ori rupanya bertugas di PLN Palembang) dan sedang liburan juga ke Kuala Lumpur. Nah kan solo bacpacking itu asyik-asik aja, asal rajin sok akrab nanya-nanya ketemu wong kito juga disana. Dengan dua kakak adik yang baik hati ini jadi teman saya main di snow world juga teman pulang di cable car. Kami malah lanjut bareng ke Putrajaya seusai dari Genting highland (keep dulu ya Putrajaya buat tulisan selanjutnya). Jadwal bus pulang saya majukan demi bareng Dian dan Ori, jadi jam 14.00. Rupanya memang boleh selama penumpang lain ada yang gak muncul saat bus jam tsb harus berangkat.


Begitulah tentang Genting Highland. Kalau liburan ke Kuala Lumpur, jangan lupa ke Genting Highland. Dijamin seru, kata orang Malaysia, seronoknye. Salam.

Comments

  1. Mantap mek,galaklah diajak sekali2

    www.flashwongkito.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha. Kalau sama suhu, saya yang malah mau ikutan Fer πŸ˜€

      Delete
  2. Ah... Pengen juga jalan ke sana... 😊

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah ayo mba Etha, kita ke KL yerus ke Bangkok, Singapore juga hehe😊

      Delete
  3. aku udah dong umek kemarin pas ke genting :D naek yang kaco :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. Keren kan ded. Kapan ya kesana lagi 😊

      Delete
  4. Ceritanya seru, jadi pengen nak ke Genting. Kapan yaaa??? Amin...

    ReplyDelete

Post a Comment

Hanya tulisan biasa, hasil kontemplasi soal apa saja. Mohon maaf, komentarmu perlu saya cerna dulu untuk menghindari riweh dan tidak spam. Terimakasih.

Popular Posts