Search This Blog

Wednesday, November 23, 2016

Cinta Yang Tak Pernah Usai

Sebab dia bak cahaya.  Tanpanya hidup gelap, tanpa warna. Tanpanya, hidup bak perjalanan meliwati jalan lenggang yang tak riang.


Jika cinta itu kata kerja, maka kerjalah dengan cinta. Berusahalah untuk cinta. Cinta padamu. Cinta padanya. Cinta pada keluarga. Cinta pada mereka. 

Cinta yang tak berkesudahan. Jika ia selesai, hidup ini tak ada warna, tanpa makna.

Cinta apa? Cinta pada sesama. Jika ia usai, apa jadinya dunia ini. Seperti mawar ini, cintanya tak pernah usai.

No comments:

Post a Comment

Tulisan hasil kontemplasi. Mohon maaf, komentarmu perlu saya cerna dulu untuk menghindari riweh dan tidak spam. Terimakasih.

Sia-sia, Mampus kau Dikoyak-koyak Sepi

Demi apa, pagi -pagi tadi saya sudah baca puisi. Ya demi komunitas Kompasianer Palembang  (Kompal) yang mendampuk saya sebagai salah satu d...