Search This Blog

Monday, July 4, 2016

Mudik

Sembari menunggu buka puasa, padahal sedang gak puasa sebab halangan perempuan, saya tulis cerita mudik ini. Mau baca, mari lanjut..


Mudik saya agak beda dengan mudik orang-orang. Sebab mudik bagi saya tak harus berarti pulang kampung, tapi pulang ke suasana fitri. Hati yang bersih, jiwa yang murni dan asa yang culun bahwa semua yang baik hatus dimulai dengan niat baik, dijalankan dengan proses yang baik akan memetik hikmah yang baik. Jika telah memegang hal tersebut, itulah hakekat mudik yang sebenarnya mudik

Jika orang rela berpayah-payah demi mudik ke kampung halaman. Maka mudik ini juga telah bersusah payah selama sebulan penuh menunaikan ibadah bulan puasa ramadhan.

Masih baper orang-orang mudik, kamu enggak? Sebab kamu gak punya kampung? Haiyah mudiklah ke hatimu. Hatimu yang kembali fitri pada lebaran idul fitri nanti. Happy mudik. Salam. 

No comments:

Post a Comment

Tulisan hasil kontemplasi. Mohon maaf, komentarmu perlu saya cerna dulu untuk menghindari riweh dan tidak spam. Terimakasih.

Menelusuri Rempah/ Bumbu Pada Kuliner Sumatera Selatan

Sumber Foto : faktualnews.com Jika rempah-rempah adalah daya tarik atau pemikat datangnya Portugis dan Belanda ke Indonesia pada zama...