Search This Blog

Sunday, July 17, 2016

Bucu

Sederet cerita tentang bucu. Sebucu yang kumau..


Mawar ada di bucu kanan. Stephanot ungu yang belum juga berbunga dan melati agak di bucu kiri. Di tengah-tengah keduanya, dulu ada bunga matahari, sekarang ada cabe rawit yang merahnya berseri.

Seperti mawar dan stephanot tadi, aku suka berada di bucu. Entahlah, mungkin karena bucu itu tak menyolok dan lebih asyik untuk menyepi. Memilih tempat untuk makan, bucu adalah tempat favorit. Sebab bucu itu klop untuk berkontemplasi. Tak menganggu orang lain dan tak pula terganggu oleh orang lain.  Rata-rata penulis entah yang kawakan atau yang biasa saja suka di bucu. Kalau di tengah-tengah, biasanya artis atau peragawati, hihi.

Sejauh ini bucu itu menyenangkan. Dari menyepi di bucu itulah banyak didapat inspirasi. Perempuan di sudut itu, seseorang sedang membaca buku, Nah membaca yang ini seksi, dan banyak lagi tulisan dari bucu.

Bucu itu... sudut di ruang-ruang mana saja. Sedalam apa sudut/bucu jiwamu, maka sedalam itulah inspirasinya. Sebab aku perempuan bucu. Kau juga kah ? 

No comments:

Post a Comment

Tulisan hasil kontemplasi. Mohon maaf, komentarmu perlu saya cerna dulu untuk menghindari riweh dan tidak spam. Terimakasih.

Pesona Labu Kuning, Menjalar di Tanah dan Merambah di Hati Penggemarnya

Sumber Foto : pixabay.com Dalam bayangan saya akan hari tua. Ada sebuah rumah kayu mungil dengan halaman luas. Pada halaman luas itu ...