Search This Blog

Wednesday, June 29, 2016

Tedede

Sudah hampir seminggu, sore hari terasa melesat begitu cepat. Keluar kantor, melintasi jalanan macet, kadang mampir dulu ke minarket atau warung membeli sesuatu, menyiapkan buka puasa sesampainya di rumah, berbuka puasa lalu akhirnya... tedede

Tedede itu, he, hanya orang Palembang yang paham. Sulit dicari padanan katanya. Hm, mungkin serupa dengan kondisi sangat capek hingga berdiri rasanya malas lalu berbaring meluruskan pinggang. Itulah tedede.

Mungkin terakhir bulan puasa adalah hari-hari yang menyebabkan kondisi tedede pada sebagian besar kaum hawa dewasa. Yupz, persiapan Idul Fitri alias Lebaran memang sangat menyita waktu dan menghabiskan energi hingga setelah buka puasa mereka tedede. 

Tedede ini menyebalkan sekaligus juga mengharukan buat saya. Harus dilakoni dan disyukuri. Sebab tak setiap orang punya asa untuk menyiapkan Lebaran. Tak semua orang punya keluarga dimana kau kita harus menyiapkan segala sesuatu untuk suasana berkumpul keluarga saat lebaran tiba. Salam.

No comments:

Post a Comment

Tulisan hasil kontemplasi. Mohon maaf, komentarmu perlu saya cerna dulu untuk menghindari riweh dan tidak spam. Terimakasih.

Pesona Labu Kuning, Menjalar di Tanah dan Merambah di Hati Penggemarnya

Sumber Foto : pixabay.com Dalam bayangan saya akan hari tua. Ada sebuah rumah kayu mungil dengan halaman luas. Pada halaman luas itu ...