Search This Blog

Thursday, February 11, 2016

Dimanakah Makna" Rahmatan Lil 'Alamin" mu?

Baru saja, suara-suara agak sayup sampai di telinga tanpa diminta,

Menjadi pemeluk Islam yang adalah agama mayoritas di Indonesia, tidak berarti kau bisa semana-mena. Keras terhadap umat lain, menolak Syiah, Ahmadiyah bahkan bertekad mengusir mereka dari bumi Indonesia, dll, berpikirlah bahwa saat itulah kau telah kehilangan hati nurani dan menjadi bodoh.

Tidak setuju boleh saja, membencipun silahkan asal tahan, tapi menolak kehadiran mereka di sekitarmu!? memboikot dan berniat mengusir mereka? siapa kau hingga berhak semena-mena dan merajalela seperti itu? Pemilik dunia tunggalkah kau?  Penguasa tunggal Indonesiakah kau? Bukan kan. 

Sebab ketika seorang manusia lahir ke dunia ini yang bisa jadi non muslim, penganut syiah, bahkan pelaku LGBT, maka saat itu telah telah ditetapkan Allah SWT padanya bahwa ia berhak hidup di dunia ini, di belahan bumi manapun.

Sekarang heboh menolak LGBT, ada orang yang katanya ulama menyerukan boikot Starbuck dan Line hanya karena pemilik atau ceonya mendukung LGBT? Oh. (Sungguh, rindu pada ulama berjiwa lembut dan yang mampu mengajak umat untuk memikirkan hal yang lebih substantif hingga umat maju dan berpikir cerdas).

Dimanakah wajah Islam yang sesungguhnya jika makna "Rahmatan lil 'alamin" dikebiri sebagai sikap keras dan semena-mena...?

Seperti biasa, pastilah suara ilalang itu.

No comments:

Post a Comment

Tulisan hasil kontemplasi. Mohon maaf, komentarmu perlu saya cerna dulu untuk menghindari riweh dan tidak spam. Terimakasih.

Menelusuri Rempah/ Bumbu Pada Kuliner Sumatera Selatan

Sumber Foto : faktualnews.com Jika rempah-rempah adalah daya tarik atau pemikat datangnya Portugis dan Belanda ke Indonesia pada zama...