Tiga Kuntum Mawar, Kemarin dan Kini


Tiga kuntum mawar. Seperti yang sudah sering kutulis. Entah kenapa kemarin dia memunculkan dirinya lagi. Kukira, jauh menembus Langit, Dia ingin memberiku tiga kuntum mawar itu lagi. Oh, terimakasih.

                                        Kemarin
                                           Kini

Memandangnya di dua pagi yang berbeda, kemarin dan kini, sungguh keindahan yang  berbeda. Beda yang bagiku agak magis. Sebab keduanya punya semburatnya sendiri. Kemarin dia segar meski pucat. Kini dia anggun meski semakin pucat. Kukira, ketika esok dan esok lagi, dia tetap indah meski semburatnya beda. 

Mungkin ketika kelopak-kelopak kuntumnya telah berguguran di tanah, dia akan tetap indah. Indah yang  terlihat bijaksana, ikhlas, ah.

Sungguh, tiga kuntum mawar ini telah mengajari banyak hal. Mungkin untuk berkata, hei Elly, jangan kalah dengan tiga kuntum mawar ini, wew. Salam.

Comments

  1. Mawar, tetap indah, sedari kuncup sampai layu.

    ReplyDelete
  2. Oh bunga mawar,.......selalu mekar....di hati...seperti blog ini. Apa kabar bunda Elly?

    ReplyDelete

Post a Comment

Hanya tulisan biasa, hasil kontemplasi soal apa saja. Mohon maaf, komentarmu perlu saya cerna dulu untuk menghindari riweh dan tidak spam. Terimakasih.

Popular Posts