Search This Blog

Saturday, April 19, 2014

Tak Ada Judul

Dia datang. Malam merekah pelan seperti bara kayu yang baru nyala. Keduanya datang bersamaan. Jika malam judulnya langit gelap atau purnama,  maka dia ... tak ada yang bisa dipadankan denganya. Tak ada judul.

Dia.., datang meski tak diminta. Pecah tanpa sempat kutangkap. Lalu lenyap. Kubiarkan dia pergi seperti perginya malam saat fajar menyingsing hingga matahari menerobos ke jendela dan aku lupa padanya. 

Tentu saja tak ada judul. Sebab aku enggan menangkapnya. Kengganan yang yang tak jelas.    

No comments:

Post a Comment

Tulisan hasil kontemplasi. Mohon maaf, komentarmu perlu saya cerna dulu untuk menghindari riweh dan tidak spam. Terimakasih.

Pesona Labu Kuning, Menjalar di Tanah dan Merambah di Hati Penggemarnya

Sumber Foto : pixabay.com Dalam bayangan saya akan hari tua. Ada sebuah rumah kayu mungil dengan halaman luas. Pada halaman luas itu ...