Search This Blog

Friday, March 21, 2014

Me, Violette

Sebab ia cerah diantara kelam warna suram. Seperti  munculnya bunga-bunga ungu merekah diantara batu-batu kelabu di sudut yang tak kau tau. Seperti jiwaku, diam-diam mengungu.  

Betapa banyak keunguan itu muncul.  Sephanot Ungu. Suatu Pagi Kelak dan Bunga Liar Warna Ungu Palembang-Bandung Bertemu si Ungu. Mungkin ada lagi ungu-ungu lain lain yang tak lagi kuingat. 

Mengungu itu ... seperti menyanyikan lagu di sudut itu. Pada saat yang sama, terdengar petikan gitar yang tak kau tau siapa pemetiknya. Mengungulah, setiap kali kau ingin nyanyikan lagu ketika langit mendung.

Aku, mengungu kapan saja kumau. Sebab akulah ungu. 

Secarik kertas terbang dilesatkan angin. Disana tertulis "Me, Viollete"  

No comments:

Post a Comment

Tulisan hasil kontemplasi. Mohon maaf, komentarmu perlu saya cerna dulu untuk menghindari riweh dan tidak spam. Terimakasih.

Menelusuri Rempah/ Bumbu Pada Kuliner Sumatera Selatan

Sumber Foto : faktualnews.com Jika rempah-rempah adalah daya tarik atau pemikat datangnya Portugis dan Belanda ke Indonesia pada zama...