Search This Blog

Thursday, February 20, 2014

Pulang

Sebab ia adalah jalan kepada pulang. Seperti kupu-kupu terbang, tak selamanya singgah di bunga-bunga atau menari diantara dahan. Pada akhirnya masa mengupu-ngupu itu usai. Ia susuri jalan. Jalan kepada pulang.

Pulangmu adalah rumah mungil di tengah ilalang. Rumah kayu dimana angin menderu syahdu. Pulangmu adalah suasana lenggang dimana melati kuncup mekarkan bunganya di bawah jendela. Pulangmu adalah secangkir kopi bisa disesap lamat-lamat dan diam-diam. Tanpa ada teriakan dan apalagi kelebayan-kelebayan yang buyan.

Pulangmu adalah ketenangan. Adakah kau rindu jalan kepada pulang..?

2 comments:

  1. Pulang, menjadi ujung dari sebuah perjalanan....

    ReplyDelete
  2. Mbak Elly, Kopi dan Ilalang, identik dan tak terpisahkan :)

    ReplyDelete

Tulisan hasil kontemplasi. Mohon maaf, komentarmu perlu saya cerna dulu untuk menghindari riweh dan tidak spam. Terimakasih.

Ketika Kita Sibuk Berkutat Dengan "Nissa Sabyan" dan Gosip Lain, Perempuan Baniwa Membangun Desa Dengan Berkutat Pada Cabe Rawit Mereka

He, kadang saya gak habis pikir, kenapa kita (Kita...? tepatnya saya) menghabiskan begitu banyak waktu melototi segala hal yang dijejalkan d...