Search This Blog

Saturday, January 4, 2014

Tangkuban Perahu Itu




 

 Sumber: Dokumen Pribadi
Fotografer: Adam Baharsyah

Tangkuban Perahu, seperti lambaian ibu yang memanggil orang-orang sejak dahulu. Meski jalanan mendaki dan berbatu. Meski nafas tersengal pada entah berapa kelokan tebing batu dengan bunga lonceng itu. Sebagaimana lambaian ibu, siapapun berbegas menuju Tangkuban Perahu.

Pagar kayu di sisi itu. Masih batu-batu yang dulu. Juga, Kawah Kamojang yang asapnya mengepul.  Tangkuban Perahu Itu. Seperti jiwaku, masih seperti yang dulu.




Catatan Perjalanan Liburan Keluarga, 29 Desember 2013

2 comments:

Tulisan hasil kontemplasi. Mohon maaf, komentarmu perlu saya cerna dulu untuk menghindari riweh dan tidak spam. Terimakasih.

Sia-sia, Mampus kau Dikoyak-koyak Sepi

Demi apa, pagi -pagi tadi saya sudah baca puisi. Ya demi komunitas Kompasianer Palembang  (Kompal) yang mendampuk saya sebagai salah satu d...