Search This Blog

Saturday, September 7, 2013

Selamat Tinggal Matahari Jingga


Setiap hari dia ada. Tak pernah lelah. Tak pernah jengah. Bersamanya adalah keabadian. Menunggunya adalah kesetiaan. Matahari jingga..
Keabadiaan miliknya. Hanya, kesetiaan tak harus digambar. Maka kukatakan padanya, Selamat tinggal. Matahari jingga. Telah bertahun-tahun kita bersama. Disini, kita berpisah sementara.
 


Bosan juga header blog lama, saatnya berubah. 

1 comment:

  1. Berkunjung...

    Hmmm, Nice. wajah baru.
    LangitSenja ku kapan yah , :)

    ReplyDelete

Tulisan hasil kontemplasi. Mohon maaf, komentarmu perlu saya cerna dulu untuk menghindari riweh dan tidak spam. Terimakasih.

Sia-sia, Mampus kau Dikoyak-koyak Sepi

Demi apa, pagi -pagi tadi saya sudah baca puisi. Ya demi komunitas Kompasianer Palembang  (Kompal) yang mendampuk saya sebagai salah satu d...