Search This Blog

Sunday, September 1, 2013

Mawar Tak Pernah Lelah

Jika kau lelah, bersandarlah. Pada jeda hari yang kau punya. Pada bahu hari yang berlari. Tidak mawar ini.

Jika udara pengap, berjingkatlah. Cari udara lain barang sejenak. Disana, mengasolah. Tidak mawar ini.

Jika orang-orang meracau tentang hari yang gelisah. Harga barang melambung dan kurs devisa menguat atau melemah, tidak dengan mawar ini. Ia patuh pada sang waktu. Pagi, siang, malam sebarkan wangi dan tebarkan senyum.

Sebab ia mawar yang tak pernah lelah. Kuncup. Merekah. Layu. Lalu muncul kuncup baru. Seperti itu selalu. Maka bagi yang mau, belajarlah dari mawar. Mawarkanlah hatimu. 

2 comments:

  1. MAWAR, begitulah ia merekah.

    Nice Poem Bu,... hmm

    langit berkunjung yaaa, lama tak melanglang buana lagi nih, :)

    salam.

    ReplyDelete
  2. Saya pakai lotion bodyshop yg bau mawar :D

    ReplyDelete

Tulisan hasil kontemplasi. Mohon maaf, komentarmu perlu saya cerna dulu untuk menghindari riweh dan tidak spam. Terimakasih.

Menelusuri Rempah/ Bumbu Pada Kuliner Sumatera Selatan

Sumber Foto : faktualnews.com Jika rempah-rempah adalah daya tarik atau pemikat datangnya Portugis dan Belanda ke Indonesia pada zama...