Search This Blog

Saturday, June 8, 2013

Sore Tadi, Diantara Lelaki Stricky dan Lelaki gemulai

Senyatanya, saya lebih suka laki-laki stricky dibandingkan lelaki gemulai. Sebab lelaki stricky sangat gentle. Sedang lelaki gemulai, sulit saya pahami dengan logika saya. Tetapi, tadi sore saya menemukan hal yang membuat saya berpikir ulang tentang hal tersebut. Baca saja kalau kau mau..


Di parkiran mall kota saya, sore tadi. Saat sedang bersiap keluar dari parkiran dan sedang menyusun barang-barang belanjaan bulanan, ada 2 mobil sedang mengincar bekas parkir saya. Biasanya selalu ada petugas parkir membantu saya menyusun barang dari troli kedalam kendaraan. Sore tadi, suasana sangat ramai. Parkir penuh, dan tak ada petugas parkir yang membantu saya. 

Udara sangat panas. Barang belanjaan saya cukup banyak. Belum lagi saya membeli 2 Kontainer plastik ukuran 90 liter yang agak sulit disusun. Peluh bercucuran. Dahi saya, jelas berkerut. Mobil yang di sebelah kiri depan yang berisi lelaki stricky (terlihat karena kaca dia buka) memandang kesibukan saya, hanya memandang. Tentu saja itu haknya. Dan adalah hak saya juga untuk tidak perduli pada ketidaksabarannya menunggu saya. Tiba-tiba saya teringat pada Kasus pejabat Babel yang memukul pramugari Sriwijaya Air itu, entah kenapa. Otak iseng saya muncul, saya sengaja agak berlama-lama, hehehe.

Mobil kedua, menunggu di belakang kanan saya. Saat sedang sibuk menyusun barang itulah, tiba-tiba dia membuka kaca dan berkata kepada saya,

"Perlu dibantu bu..?"
"Gak usah..." saya jawab, sambil saya berusaha menjejalkan kontainer plastik itu

Rupanya, meski saya sudah berkata tidak usah, lelaki itu keluar dari mobilnya dan membantu saya memasukkan barang-barang berukura besar itu. Beres. Dan betapa terpanannya saya, saat saya melihat seksama padanya. Owwwww, dia menggunakan kawat gigi, alisnya ditato, berjeans ketat, dan baju kaos sangat rendah sehingga belahan dadanya keluar. Persis seperti Olga. Rupanya dia jenis lelaki gemulai ala Olga.

Saat itulah saya berpikir, sikap gentle itu kadang tidak keluar dari lelaki stricky, malah dari lelaki gemulai yang biasanya ceriwis seperti perempuan. Pasti ada sebabnya. Bisa jadi lelaki stricky yang tidak terketuk untuk membantu saya, sedang ada masalah. Mungkin pula sedang sakit gigi. Mungkin kalau saya masih kinyis-kinyis, baju saya super ketat dan seksi, dia akan membantu saya, hoho. Bisa jadi si lelaki gemulai membantu saya karena dia ingin parkir cepat dan mengincar parkir saya. Itu logis. Seharusnya memang begitu. Mau cepat, ya bantu dong. Sudahlah. Selalu ada pembiasan pada setiap teori/pendapat kita bukan. 

Begitulah tentang sore diantara lelaki stricky dan lelaki gemulai. Tentu saja bekas parkir saya itu diambil oleh si Lelaki gemulai. Sedang lelaki stricky itu, tancap gas sambil mukanya masam. Betapa sore yang tak biasa. Salam.     

No comments:

Post a Comment

Tulisan hasil kontemplasi. Mohon maaf, komentarmu perlu saya cerna dulu untuk menghindari riweh dan tidak spam. Terimakasih.

Pesona Labu Kuning, Menjalar di Tanah dan Merambah di Hati Penggemarnya

Sumber Foto : pixabay.com Dalam bayangan saya akan hari tua. Ada sebuah rumah kayu mungil dengan halaman luas. Pada halaman luas itu ...