Search This Blog

Friday, June 7, 2013

Pejabat, Tapi Sikap Preman dan Udik

Tak bisa ditepis, tiba-tiba ingin menulis tentang pejabat dari Kepulauan Bangka-Belitung yang melakukan pemukulan terhadap pramugari Sriwijaya Air itu. Mumpung ada waktu dan mood sedang naik. Baiklah...

Berita terkait pemukulan tehadap pramugari Sriwijaya Air oleh seorang pejabat dari Kepulauan Bangka-Belitung memang begitu menyeruak di twitter, sejak beberapa hari yang lalu. Karena sedang banyak perkejaan berita itu belum mengusik saya. Nah, kemarin salah satu stasiun tv menyajikan beritanya. Alamak, sebagai perempuan saya cukup naik darah melihat tayangan itu. Apalagi saat mendengar alasan si pejabat saat diwawancari di kantor polisi bahwa itu hanya salah paham dan beda budaya.

Hoho, mau budaya mana saja, orang marah ya terlihat marah. Memukul ya artinya memukul, dan dalam semua budaya itu tidak boleh dilakukan. Meski dengan segulung koran, memukul adalah tindak kekerasan, terlebih kepada perempuan. Menjengkelkan. Saking jengkelnya sampai-sampai saya menuliskan pesan di twitter saya,

"Pesan untuk para lalaki : Jangan pernah memukul perempuan, terlebih jika mereka bukan keluargamu. Kalau emosi sudah memuncak dan harus mukul, pukul aja dirimu sendiri.."

Ohhh, begitulah.

Pejabat tapi bermental preman, dan sikap udik, memang banyak. Mungkin hampir di seantero Indonesia. Preman, sebab kasar bak preman. Agak kurang memiliki etika. Udik, salah satu contoh sulit dibedakan dengan wong ndeso yang belum tau tata cara/prosedur sebagai penumpang selama pesawat dalam penerbangan.

Sesungguhnya kebiasaan tidak mematikan HP selama penerbangan itu banyak sekali dilakukan orang. Menjengkelkan memang. Kelakuan-kelakuan sotoy penumpang dalam pesawat sangat banyak. Kalau hal tersebut dilakukan oleh orang biasa, mungin agak bisa dimaklumi. Tetapi dilakukan oleh pejabat yang seharusnya bisa bersikap lebih baik, haiyah.

Kenapakah banyak pejabat demikian ?  Entahlah. Mungkin era Otoda membuat kebutuhan pejabat daerah demikian besar. Mungkin proses recruitment kurang ketat. Mungkin pula sarat pula KKN sehingga SDM yang mengisi jabatan bukan SDM yang baik. Mungkin 

Sikap wajar, tidak melakukan hal-hal yang melanggar ketentuan, termasuk ketentuan sebagai penumpang selama dalam penerbangan pesawat udara adalah hal yang harus dilakukan semua orang. Jika anda yang punya jabatan tidak malu dengan jabatan anda, paling tidak bersikaplah sebagai warga negara yang baik. Ikuti prosedur yang berlaku. Buka mata, baca buku, baca koran, dengar berita di tv supaya anda tau bahaya mengaktifkan HP selama dalam pesawat. Salam.

No comments:

Post a Comment

Tulisan hasil kontemplasi. Mohon maaf, komentarmu perlu saya cerna dulu untuk menghindari riweh dan tidak spam. Terimakasih.

Sia-sia, Mampus kau Dikoyak-koyak Sepi

Demi apa, pagi -pagi tadi saya sudah baca puisi. Ya demi komunitas Kompasianer Palembang  (Kompal) yang mendampuk saya sebagai salah satu d...