Menyunting Rasa




Seperti matahari yang telah hilang ditelan kegelapan malam. Seperti angin yang menerbangkan ilalang ketika belalang hinggap padanya. Seperti kau yang sedang mengernyitkan dahi entah oleh sebab apa. Seperti dia yang sedang jengah pada sesuatu yang tak jelas. Maka telah kusunting rasa ketika malam ini tiba.

Seseungguhnya menyunting rasa bisa dilakukan dengan apa saja. Dengan menjelajahi sebuah tempat, tempat apa saja. Dengan memanjakan lidah ewat makanan, makanan apa saja. Dengan mendengarkan musik, musik apa saja. Dengan memancing ke tempat sepi yang kau suka. Bahkan dengan hanya menutup mata dan telinga saat hening, sepi dan syahdu ada.

Intinya, mari lakukan apa saja yang menyenangkan agar rasa indah kembali memenuhi rongga jiwa. Lakukan apa saja sepanjang tidak menganggu orang lain dan tidak menistakan alam semesta. Sebab bila sesuatu telah melenyapkan jengah di jiwa, saat itu juga kita telah berhasil menyunting rasa. Saat itu juga senyum akan mengembang, dan dahi yang tadi berkernyit akan hilang. He, coba saja.

Begitulah. Hanya postingan setelah menyunting rasa ke kolam kegemaran saya. Gambar di atas adalah oleh-olehnya. Saya jepret setelah pulang dari sana. Memancing rasa saya. Hiks rupanya ada artis yang anggota dewan telah tiada, Adjie Massaid. Semoga arwahnya tenang di alam sana. Salam.

Comments

  1. henny juga baru baca beritanya tadi pagi. Turut berduka cita

    ReplyDelete
  2. Saya kebangun jam 4.30 dan baca berita duka itu. Hidup bisa terpotong tiba2... :'-( RIP Adjie Massaid, smg mereka yg ditinggalkan dikuatkan....

    ReplyDelete
  3. ya, mbak ... mari lakukan apa saja yang membuat rasa menjadi indah, apapun kenyataannya.

    salam rindu dari seberang

    ReplyDelete
  4. rasa indah yang memenuhi jiwa harus selalu kita pelihara ya Mba Newsoul, menyukuri apa yg kita lihat dengear dan rasakan :) nice thought :)

    ReplyDelete
  5. mari kita bersenang-senang :)
    apa kabarnyakah? lama nih ga mampir kesini, hehe

    ReplyDelete
  6. Semoga rasa senang itu selalu bersama kita, Bu. Amin

    ReplyDelete

Post a Comment

Hanya tulisan biasa, hasil kontemplasi soal apa saja. Mohon maaf, komentarmu perlu saya cerna dulu untuk menghindari riweh dan tidak spam. Terimakasih.

Popular Posts