Tentang Istana Yang Sombong dan Tuli

Dia menunduk. Tangan kanannya menggenggam secangkir kopi. Kopi pagi yang isinya tinggal setengah. Tak lama, ia mengangangkat wajah. Matanya tampak berkilat-kilat. Kilatan yang biasanya adalah pertanda, ia sedang berjelaga. Berjelaga, istilahnya sendiri yang mungkin bisa diartikan sedang geram akan sesuatu. Ya, sesuatu telah membuat jiwanya meronta. Meronta karena himpitan aneka huru-hara di Negeri My Oh My tercintanya. Sesuatu tentang Istana Yang Sombong dan Tuli.

Dengan tidak berpanjang kata, inilah segenap jelaganya tentang Istana Yang sombong dan Tuli itu. Klik saja bila berkenan kawan. Saya menyingkir dulu. Biasa, melanjutkan aktivitas pagi ini. Sebab dunia terus berputar. Putaran mencari sesuap nasi dan sedikit kebarokahan. Selamat pagi semua.

Comments

  1. Selamat pagi bunda..semoga hari ini kita jalani dengan keberkahan..

    ReplyDelete
  2. Mungkin harus belajar mendengar ya mbak..

    ReplyDelete
  3. sindiran yg pas banget ya, mbak...untuk para pemimpin. hehee.

    ReplyDelete
  4. selamat siang mba,...^^

    akhirnya bisa berkunjung ke rmh virtualmu yg sejuk ini mba :)

    dan berkunjung jg ke rmh mu yg lain ^^
    syg tak bisa komentr di sana...apa kabar mba ?

    ReplyDelete
  5. tidak kujamah istananya, biar pagi tetap ceria dan barokah.

    ReplyDelete
  6. Smoga ini tidak berlarut2.. Sgra ke TKP

    ReplyDelete
  7. Itulah sbabnya tuhan mcptkan 2 mata, 2tlinga tp cman 1 mlut, agar kita bih bnyak mndengar dan mlihat sbelum kita tlalu bnyak b'bcra.
    Mow nyambung silaturrahim...

    ReplyDelete
  8. kalo istana negara ..semoga gak sombong dan tuli ya, bunda.

    ReplyDelete
  9. salam sobat
    okmba saya kunjungi deh
    istana yg sombong dan tulinya.
    walau sudah telat,minal aidin walfaidzin mba.

    ReplyDelete
  10. Nice Article, inspiring. Aku juga suka nulis artikel bidang Bisnis dan Kesehatan di blogku : http:// www.ptmsi.net, silahkan kunjungi, mudah-mudahan bermanfaat. thx

    ReplyDelete
  11. sangat puitis.. salam kenal ya mba!

    ReplyDelete

Post a Comment

Hanya tulisan biasa, hasil kontemplasi soal apa saja. Mohon maaf, komentarmu perlu saya cerna dulu untuk menghindari riweh dan tidak spam. Terimakasih.

Popular Posts