Sajak Pagi Para Ulat

Serupa deru kemarau, dedahan kuranggas
Seperti rintik hujan dedaunan kutebas
Setiupan aku membuatku terhempas
Sejak itu aku bebas lepas
Bila dedaunan tak lagi bersisa
maka kuhempaskan diri di bilah lepas.
tergolek disini hingga kupahami makna bebas lepas
dan kau mentari pagi menerangi dengan sinar membias.
maka kuhempaskan diri di bilah lepas.
tergolek disini hingga kupahami makna bebas lepas
dan kau mentari pagi menerangi dengan sinar membias.
Apakah selama ini dedahan dan dedaunan menghalangi mentari, Bunda ?
ReplyDeleteDalam hidup di dunia ini ada begitu banyak hal yang ditawarkan kepada kita. Banyak hal yang kelihatan begitu indah dan baik yang ada di sekitar kita. Bebas lepas,,,setiap langkah.
ReplyDeleteAsyik baca puisinya mbak Elly. Sayang kata terakhir gak pas rimanya ya, hehehe...
ReplyDeletesesuatu yang menurutku geli jadi indah disini,... semoga para ulat selalu bersenandung kala musim tak lagi bisa diharapkan seperti dlu.
ReplyDelete@all, hehehe, ini tulisan spontan, asal aja. Kirain gak ada yang baca Fan.
ReplyDeleteDalm banget makna dalam tulisa ini. nice bunda.. mohon maaf lahir bathin ya bunda..
ReplyDelete