Search This Blog

Friday, September 17, 2010

Sajak Pagi Para Ulat


Serupa deru kemarau, dedahan kuranggas
Seperti rintik hujan dedaunan kutebas
Setiupan aku membuatku terhempas
Sejak itu aku bebas lepas

Bila dedaunan tak lagi bersisa
maka kuhempaskan diri di bilah lepas.
tergolek disini hingga kupahami makna bebas lepas
dan kau mentari pagi menerangi dengan sinar membias.

6 comments:

  1. Apakah selama ini dedahan dan dedaunan menghalangi mentari, Bunda ?

    ReplyDelete
  2. Dalam hidup di dunia ini ada begitu banyak hal yang ditawarkan kepada kita. Banyak hal yang kelihatan begitu indah dan baik yang ada di sekitar kita. Bebas lepas,,,setiap langkah.

    ReplyDelete
  3. Asyik baca puisinya mbak Elly. Sayang kata terakhir gak pas rimanya ya, hehehe...

    ReplyDelete
  4. sesuatu yang menurutku geli jadi indah disini,... semoga para ulat selalu bersenandung kala musim tak lagi bisa diharapkan seperti dlu.

    ReplyDelete
  5. @all, hehehe, ini tulisan spontan, asal aja. Kirain gak ada yang baca Fan.

    ReplyDelete
  6. Dalm banget makna dalam tulisa ini. nice bunda.. mohon maaf lahir bathin ya bunda..

    ReplyDelete

Tulisan hasil kontemplasi. Mohon maaf, komentarmu perlu saya cerna dulu untuk menghindari riweh dan tidak spam. Terimakasih.

Pesona Labu Kuning, Menjalar di Tanah dan Merambah di Hati Penggemarnya

Sumber Foto : pixabay.com Dalam bayangan saya akan hari tua. Ada sebuah rumah kayu mungil dengan halaman luas. Pada halaman luas itu ...