Hujan Sepetik'an Gitar


Tiba-tiba hujan turun bak sekelebat bayangan. Ringan juga ritmis. Tepat ketika terdengar suara gitar mulai dipetik. Hujanpun reda setelah petikan gitar itu usai. Maka dikatakannya hujan itu seperti sepetik'an gitar. Rinainyapun indah, sendu, dan syahdu bak nada petikan gitar. Begitulah gesah seseorang ketika hujan tiba sore tadi. Hujan singkat yang syahdu dan indah. "Kaukah yang memetik gitar itu....?"

Comments

  1. Wah...disana juga hujan juga ya bu..? tapi disini hujan tidak bagaikan petikan gitar, habis genteng pada bocor...jadi nyebelin..he...he

    Salam hangat & sukses selalu...

    ReplyDelete
  2. bukan... bukan saya bu, sumpah ! :D

    btw, lumayan lah bu, buat nyiram debu...

    ReplyDelete
  3. Ringan juga ritmis. Tepat ketika terdengar suara gitar mulai dipetik.


    ini puisi indah...aku suka diksinya... dan maknanya dalam...

    Kaukah yang memetik gitar itu....?" bukan..hehehe...

    ReplyDelete
  4. buwel nggak bisa gitaran Bu, bisanya Terbangan... heheheh

    ReplyDelete
  5. Biar hanya sepetik, tapi sungguh ia telah begitu ritmis dan magis..hehe

    ReplyDelete
  6. indah ya mba,memandang hujan dari balik jendela...
    aku suka berlama-lama disana ^^

    apalagi ada petikan gitar nan menemani,..hemmm....jadi gimana gitu.

    *mba maaf baru berkunjung,...udh mulai rebutan PC d rmh hehe...

    ReplyDelete
  7. Sayang..., bukan aku yg memetik gitar.. :D

    ReplyDelete
  8. Aiiih... indah sekali judulnyaaa... saya suka, suka, suka, sukaa.... Saat ini pun sedang hujan... mungkin alam pun menangisi sesuatu di tanah ini.....

    ReplyDelete
  9. Bukan, Mbak. Bukan aku suwer!

    ReplyDelete
  10. Hehehe.. komen dodol dari anak duduz :))

    Syair yang pendek, indah.

    Mbak Elly, tulisan di duoelly, itu tulisan satu orang, yang ikutan lomba. Sementara, biar mudah Ana taruh di sana aja. Gpp yah, ngontrak bentar. KIrain gak ada yang baca wekekeke... Ana tutup aja kali yah?

    ReplyDelete
  11. iya aku :D, masak bunda lupa haha *padahal ngga bisa blas :P

    ReplyDelete
  12. @all (Noor, Baho, Ivan, Achen, Buwel, Bahaudin Amyasi, SeNja, Catatan Kecilku, G, Anazkia, Inuel, semua) terimakasih komentarnya. He, saya terkulai. Terkulai karena capek cuci baju, juga terkulai lemas karena sakit perut membaca komentar kocak dan segar di atas, hehe. Selamat malam semua.

    ReplyDelete
  13. @Anazkia, gpp kok na.Malah bagus kan blog duoelly itu digunakan. Daripada jamuran, hahaha (abis sama-sama sedang sibuk).

    ReplyDelete
  14. Dirumah ane mah ko ga hujan ya mba??? hehe..

    ReplyDelete
  15. aihhh, hujan sepetikan gitar!! romantis bgt kata2nya...

    hujan di musim panas memang 'hujan kasian' aja Yuk, turunnya juga sekadar belas kasian aja sama bumi daripada panasnya kelamaan. makanya cuma sepetikan gitar :)

    ReplyDelete
  16. @Girant_31, tunggu saja giliran, hujan pasti tiba untukmu, hehe
    @De Asmara, sepetik'an kalau pas petikannya mantap juga kok des, haha.

    ReplyDelete
  17. Ikut kasih comment ach, tapi binggung mau bilang apa heheheh

    ReplyDelete
  18. @Agustri, melamun juga boleh, hehe.

    ReplyDelete

Post a Comment

Hanya tulisan biasa, hasil kontemplasi soal apa saja. Mohon maaf, komentarmu perlu saya cerna dulu untuk menghindari riweh dan tidak spam. Terimakasih.

Popular Posts