Dan Langitpun Tergetar


Sebelumnya saya mengucapkan terimakasih dahulu kepada Rosi Atmaja, dengan komentar ringannya. Terimakasih mbak Elly, perhatianmu menggetarkan langit, heheheh, katanya. Itulah isi komentar Rosi takkala ia saya anugrahi award pada postingan saya sebelum ini. Jelas itu cuma candaan ringannya. Entah apa yang sedang dialami sahabat kita itu, biarlah menjadi bagian dari langkah pencarian makna dalam kehidupan, sebagaimana setiap kita juga mengalaminya. Paling tidak saya berterimakasih atas komentar yang membuat saya merenung tentang Langit yang Tergetar. Inilah ide awal tulisan ini. Terimakasih ya mbak Rosi.

Ya langit yang tergetar. Siapakah, dan apakah langit itu ......? Setiap orang mungkin berbeda memaknainya. Bagi saya pribadi langit (tentu saja bukan langit biru tinggi tempat khayalan kita kecil dulu) adalah sesuatu yang drajatnya paling tinggi, dimana pemilik semesta bersemayam. Apa yang kita pikirkan, kita harapkan, dalam doa dan langkah kita yang tulus ikhlas vibrasinya jelas tergetar ke langit yang saya maksudkan tadi. He, mohon maaf, saya menggali LoA lagi. Tapi itulah fakta yang saya rasakan.

Ya ada banyak hal yang menggetarkan langit. Semua hal yang kita lakukan baik positif maupun negatif yang berdampak bagi orang-orang di sekitar kita, apalagi bagi semesta ini, akan menggetarkan langit. Saya pernah menulis di status FB saya (saking jengkelnya dengan kehebohan pengepungan dan pembombardiran, terlebih penanyangan berlebihan sebuah rumah di temanggung berkaitan dengan penangkapan gembong teroris Nurdin M.Top, yang ternyata bukan) sebagai suatu kehebohan Ruar biasa...!. Mengepung rumah satu saja, hebohnya sampai ke langit, begitu komentar saya. Ya bagi saya itu adalah contoh nyata bagaimana perbuatan, tindakan kita manusia yang berlebihan dan tidak cerdas akan membuat menggetarkan langit, membuat sang Langit pemiliki semesta ini murka pada kebodohan kita. Terorisme memang harus diberantas, tapi kita harus memikirkan langkah cerdas dan bijakasana agar Sang Langitan tergetar dengan senyuman sehingga meridhoi langkah kita.

Saat seorang nenek-nenek menyebrang. Sambil tertatih-tatih dia berdoa dan berharap tulus agar seseorang membantunya menyebrang. Tiba-tiba saja sang nenek ditolong oleh pak Polisi yang sedang bertugas. Ini pun menggetarkan langit, langitpun tersenyum. Begitulah. Langit bisa tergetar dengan tersenyum indah atau sebaliknya tergetar karena marah dan murka. Contoh yang lain pasti banyak. Kejadian sehari-hari yang kita alami akan menghantarkan kita pada banyak contoh nyata di alam nyata ini.

Bila saat ini ada seseorang yang sedang melepaskan doa dan harapan dengan tulus dan ikhlas, saat sedang berdzikir atau saat sedang melangkah, melakukan suatu perbuatan, maka itupun akan menggetarkan, langit tersenyum indah. Sebaliknya bila ada diantara kita selalu berpikir, bersikap dan berbuat negatif, maka langitpun akan tergetar murka yang getarannya akan menimbulkan kerugian bagi kita sendiri. Oleh karena itu, mari kita getarkan langit agar tersenyum dengan niat, doa, harapan dan perbuatan positif kita di dunia ini. Demikianlah perenungan pagi ini. Perenungan yang tentu belum usai. Anda pasti punya pengalaman dan pemahaman sendiri, mari kita renungkan bersama. Selamat pagi, semoga hari yang barokah menjadi milik kita semua.

Comments

  1. PETAMAXXX 100% tanpa timbal!!
    duuh senengnya bisa pertamax disini, hihikz

    ReplyDelete
  2. hanya doa dari hati yang ihlas dan bersih jiwanya yang bisa menggetarkan langit dengan senyum......

    ReplyDelete
  3. tulisan yang sangat indah...

    ReplyDelete
  4. Setuju ...mari kita getarkan langit ntuk hal-hal yang positif saja.

    ReplyDelete
  5. Hati saya jadi bergetar membaca postingan ini.

    Mumpung bulan Ramadhan,... mari semua kita bersama getarkan langit, bersama lantunkan kebajikan, Semoga amal Ibadah kita berkah adanya. Amin.

    ReplyDelete
  6. Dahsyat.. Bun.. Top banget!
    Smoga langit tersenyum terus buat kita yg selalu positif thinking..

    ReplyDelete
  7. izinkan saya mengatakan utk kedua kalinya. mbak tulisanmu ini menggetarkan langit ;-)

    ReplyDelete
  8. Perenungan yg indah. Maaf nih bunda, saya baru mampir soalnya inet lemot terus.

    ReplyDelete
  9. Benar mbak, apapun yg kita lakukan pasti ada dampaknya bagi dunia sekitar kita. Tinggal kita mau membuat perubahan seperti apa, ke arah yg lebih baik atau lebih buruk.

    ReplyDelete
  10. Semoga kita bisa menjadi harapan yang bisa menggetarkan langit dan membuatnya tersenyum... semoga, amin..

    ReplyDelete
  11. ayat power bangat...menggetarkan langit

    ReplyDelete
  12. Mbak..., ayo kita getarkan langit agar tersenyum dengan niat, doa, harapan dan perbuatan positif kita. Getaran positif yg akan membawa kebaikan bagi kita semua..
    Renungan yg indah di bulan Ramadhan ini mbak..

    ReplyDelete
  13. hebat mbak,meggetarkan langit dengan berbuat sesuatu yang berguna untuk kemajuan,semangat,kedamaian dan keindahan..

    ReplyDelete
  14. @all, terimakasih komentarnya. Ya memberi getaran langit adalah vibrasi dari setiap doa, pinta, sikap dan perbuatan kita di alam ini. Mari getarkan langit dengan senyum. Seperti kata Trimatra, sekecil apapun itu asalkan kita tulus, ikhlas dan bersungguh-sungguh maka sang Langit pun akan tersenyum. Saya mau masak dulu ya, menyiapkan menu sederhana buka puasa kami.

    ReplyDelete
  15. Langit tergetar.Selamat menanti buka puasa.

    ReplyDelete
  16. moga selalu tergetar ya....:)
    met puasa mbak..

    ReplyDelete
  17. Bagi saya pribadi langit (tentu saja bukan langit biru tinggi tempat khayalan kita kecil dulu) adalah sesuatu yang drajatnya paling tinggi, dimana pemilik semesta bersemayam..
    hmmmmm sebenernya agak nggak setuju, cuman kalo di bahas mungkin panjang dan lama jadi cuman ucap met berpuasa ya....^_^

    ReplyDelete
  18. Dilengkung langit kita berteduh dan bergetar ...semoga dibulan penuh rahmat dan maghfirah ini kita selalu diberi kekuatan iman amin.

    ReplyDelete
  19. Atau barangkali kita adalah orang-orang yang teraniaya, sehingga setiap dzikir dan jeritan do'a yg kita panjatkan, sungguh mampu menggetarkan 'Arsy Ilahi.

    ReplyDelete
  20. Mumpung Bulan Ramadhan....
    Mari kita banyak2 beramal

    ReplyDelete
  21. yeah, the sky rocks reading your post

    nice post, mbak

    ReplyDelete
  22. @all, terimakasih komentarnya. Terimakasih sudah share pendapat disini. Ya inilah indahnya makna perenungan bersama. Saya mau menggetarkan dapur saya dulu, mau masak sahur. Selamat bersahur buat yang menjalankan. Semoga ramadhan ini membawa kebarokahan untuk kita semua.

    ReplyDelete
  23. Mampir setelah makan sahur. Langit masih tergetar. Asma Allah di langit merah.

    ReplyDelete
  24. Saya percaya, 'senyumnya langit' berarti Senyum Tuhan juga,
    'marahnya langit' adalah juga Amarah Tuhan.

    bila kita berbuat baik, kabar baik sampai ke langit berarti sampai ke Tuhan.
    Tuhan lah Sang Penguasa Langit.

    mari kita semua berbuat kebaikan, krn langit akan tersenyum pd kita...

    ReplyDelete
  25. renungan penuh hikmah mbak ely di bulan ramadan...hangat!

    ReplyDelete
  26. Memang renungan ini sangat menggetarkan langit-langit hati..

    ReplyDelete
  27. wuih..mbak elly menggetarkan langit. hebat banget!
    have a nice day ya mbak

    ReplyDelete
  28. hati saya juga tergetar baca postingan ini, mbak.

    ReplyDelete
  29. langitpun ikut bergetar seiring hati dan niat kita.

    ReplyDelete
  30. selamat menjalankan ibadah puasa ramadhan, semoga kita bisa melaksanakan ibadah puasa dengan hati yang ikhlas dan penuh kesabaran. Amin.

    ReplyDelete
  31. renungan ini bener2 membuatku trenyuh... lebih banyak berbuat baik untuk orang lain ya bos..thx

    ReplyDelete
  32. @all, terimakasih urun rembugnya. Setiap doa, harapan, sikap, dan perbuatan akan memberi vibrasi ke semesta ini. Bila vibrasi kita posiitf (baik utk diri sendiri maupun buat orang lain), langitpun akan tergetar dengan tersenyum. GBU. I luv you all.

    ReplyDelete
  33. Selalu merenung membaca cerita mbak. baru saya tahu, tulisan seperti ini berjenis essay, :) soalnya, gak jauh beda ama tulisannya mas Prie GS.

    ReplyDelete

Post a Comment

Hanya tulisan biasa, hasil kontemplasi soal apa saja. Mohon maaf, komentarmu perlu saya cerna dulu untuk menghindari riweh dan tidak spam. Terimakasih.

Popular Posts